You are on page 1of 3

SEBUAH KEKUATAN BARU UNTUK MENGUBAH DUNIA: SOCIAL MEDIA Social Media Kata social networking kemudian social

media menjadi sebuah hal baru yang sering dibaca, didengar dan dilihat di media cetak maupun elektronik. Sering disebut sebut memiliki sebuah kekuatan untuk menjadikan sesuatu. Mengacu kepada Wikipedia, social media dapat diartikan sebagai media yang dipergunakan untuk interaksi social dengan memanfaatkan teknologi komunikasi yang dapat diakses dan dapat membesar. Social media menggunakan teknologi berbasis web dan mobile dan dapat menghasilkan komunikasi menjadi sebuah dialog yang interaktif. Banyak hal yang dapat menjalankan fungsi sebagai sebuah perangkat Social Media dan semuanya menggunakan media internet untuk komunikasinya. Sebuah web site mapun blog bisa menjadi sebuah media untuk mengkomunikasikan profil pribadi ataupun organisasi. Dengan perangkat tersebut bisa dibangun komunikasi. Untuk mengkomunikasikan foto atau gambar bisa menggunakan Flickr, untuk mengkomunikasikan Video bisa menggunakan Youtube, untuk membangun sebuah komunitas bisa menggunakan Twitter maupun Facebook. Dan masih banyak lagi media media yang bermunculan dan dapat dipergunakan utnuk menjalin interaksi social secara online. Indonesia dengan jumlah penduduk yang besar, menjadikan sebuah pasar untuk penggunaan perangkat Social media. Bisa dilihat dari pengguna Facebook dan twitter di Indonesia. Dalam beberapa tahun terakhir pengguna Facebook dan Twitter di Indonesia menduduki peringkat 5 besar dunia. Dari sisi penjualan produk dan dilihat dari konsep marketing perangkat telekomunikasi dan provider telekomunikasi yang lebih mengedepankan fungsi untuk akses Sosial Media. Kondisi tersebut menunjukkan bahwa Sosial Media memiliki sebuah kekuatan dilihat dari komunitas yang berhasil dibentuknya. Cerita Sekitar SocMed Untuk melihat bagaimana kekuatan Social Media bisa kita lihat dari sedikit contoh keberhasilan atau kekuatan dalam penggunaannya. Pertama mungkin pernah mendengar kasus ibu Prita dengan sebuah rumah sakit swasta. Yang akhirnya muncul fenomena Koin Untuk Prita yaitu sebuah gerakan yang awalnya dimulai dari Facebook. Diawalai dari Facebook yang akhirnya menjadi sebuah gerakan social yang berhasil memobilisasi masyarakat luas untuk bergerak. Cerita yang mungkin masih baru adalah fenomena Briptu Norman. Seorang anggota Kepolisian yang merekam aksi lip sync dan tarian india dan tersebar melalui Social Media You Tube. Briptu Norman menjadi seorang selebritis dadakan dan mewarnai berbagai stasiun televisi di berbagai acara. Hal ini juga menunjukkan bagaimana sebuah Social Media yang dapat mengubah sesuatu menjadi hal yang di luar perkiraan.

Cerita berikutnya adalah Harry Van Yogya, yaitu seorang tukang becak di Yogyakarta yang memanfaatkan jaringan pertemanan Facebook untuk menarik wisatawan wisatawan menggunakan jasa layanan becak plus tour guide di kota Yogya. Dari sini terlihat bagaimana sebuah Social Media dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan nilai ekonomis dari sebuah usaha jasa. Bencana Gunung Merapi beberapa waktu yang lalu tidak luput dari penggunaan Social Media. Sebuah gerakan yag disebut Jalin Merapi menggunakan berbagai perangkat Social Media. Sebuah web site dibagun yang di dalamnya dilengkapi dengan informasi lengkap penanganan bencana mulai dari peta daerah berbahaya, tempat pengungsian , dan berita-berita actual lainnya. Selain itu web site tersebut dilengkapi pula dengan streaming audio dari radio pemancar pengamatan gunung Merapi. Koneksi dengan microblogging Twitter menambah jangkauan dan kecepatan distribusi informasi. Manfaatnya terasa luar biasa, dimana koordinasi dan kecepatan bantuan semakin baik yang tentunga dapat mengurangi penderitaan para korban. Contoh terakhir dan cukup fenomenal adalah bagaimana Obama, Presiden Amerika, yang menggunakan strategi Socaial Media dalam membantu dalam kemenangan Pemilihan Presiden lalu. Strategi pertama adalah penggunaan My.BarackObama.com sebuah web site resmi dari Obama, kemudian didukung blog yang secara teratur dilakukan update artikel sehingga pengunjung selalu ingin kembali dan antusias melihat artikel-artikel terbaru. Kemudian penggunaan Flickr untuk menampung foto-foto pendukung tentang kegiatan kampanye dari Obama dan tim nya. Selanjutnya di You Tube dibajiri dengan video, klip dan animasi yang mendengungkan slogan Obama, Yes We Can. Dan beberapa media lain digunakan yang intinya adalah melakukan konsolidasi dan tentunya sebuah komunikasi yang intens dengan pendukung dan calon pendukungnya. Tentunya tidak akan cukup untuk menceritakan semua tentang kekuatan Social Media, karena sudah banyak hal yang terjadi baik positif maupun negative. Sudah banyak orang yang dari nol menjadi sukses dengan bantuan Social Media, ada pula orang yang hancur gara-gara aibnya terbongkar oleh Social Media. Kekuatan Tentunya menjadi sebuah pertanyaan , mengapa menjadi sedemikian kuatnya perangkat Social Media dalam merubah sesuatu. Inti dari kekuatan tersebut sebenarnya adalah bagaimana Social Media dapat dipergunakan untuk membawa opini publik/mayasarakat ke arah tertentu. Kemudahan untuk membawa opini public adalah karena Social Media memiliki karakteristik: Merupakan Trend di Masyarakat sehingga mudah untuk merangkulnya. Kemampuan dalam membangun sebuah komunitas. Tampilan yang menarik sehingga memudahan publik mudah terpengaruh.

Teknologi Komunikasi yang menjadikan informasi dapat sampai dengan cepat, mudah, dimana saja dan biaya relatif murah.

Dengan kekuatan tersebut maka Social Media dapat dibuat sedemikian rupa untuk dapat berkomunikasi dengan public dan selanjutnya dapat mempengaruhi public untuk melakukan sesuatu. Misalkan untuk marketing produk, Social Media bisa mengarahkan publik untuk membeli produknya, untuk kampanye pemilihan, Social Media bisa mengarahkan publik untuk memilihnya, dan banyak lagi fungsi-fungsi yang bisa dijalankan oleh sebuah Social Media. Namun penggunaan Social Media sebagai alat apapun perlu memperhatikan aturan , etika dan sikap bijaksana. Kesalahan dalam menggunakan akan sangat beresiko karena dengan kekuatannya apapun bisa terjadi seperti kasus-kasus yang sudah-sudah. Dewanto RA Ketua Sekolah Tinggi Teknologi (STT) YBS Internasional Tasikmalaya