You are on page 1of 5

Beberapa asam amino termasuk esensial karena tidak diproduksi oleh tubuh, yang termasuk esensial misalnya arginin,

lisin, metionin, fenilalanin, treonin, triptophan, valin, leusin, isoleusin, dan histidin. Sedangkan asam amino penting dari kelompok non-esensial adalah taurin, karnitin, sistein, sistin, asam I-glutamat, GABA (Gama-Amino-Butyric Acid), dan glutation. Di antaranya ada juga suatu antioksidan, yaitu glutation. Ada pula yang disebut sebagai asam amino detoksifikasi yang bekerja mengikat dan menetralkan ksenobiotik (istilah umum untuk semua jenis toksin), yaitu arginin, glisin, taurin, glutamin, dan ornitin. Beberapa asam amino lainnya bekerja pada pengendalian sistem saraf pusat, misalnya asam Lglutamat, dan GABA. Arginin (Arginine) Arginin adalah asam amino esensial yang diperlukan tubuh untuk pembuatan cairan seminal (air mani), dan memperkuat sistem imun. Sebagai suplemen, biasanya digunakan bersama asam amino lain, misalnya lisin. Sumber dari makanan: Daging, buah cokelat, kacang-kacangan dan biji-bijian. Penggunaan: Untuk memperkuat sistem imun dosis 250 mg sehari.

Lisin (Lysine) Asam amino ini menghambat pertumbuhan virus. Bersama dengan vitamin C, A, dan seng membantu mencegah infeksi. Sumber dari makanan: Kedelai, daging, susu, dan sayur-sayuran Penggunaan: Untuk membantu meningkatkan imunitas, diberikan sebagai senyawa turunan l-lysine HCl, dan bagian dari multivitamin. Dosis RDA 25 mg sehari.

Metionin (Methionine) Metionin adalah suatu asam amino dengan gugusan sulfur yang diperlukan tubuh dalam pembentukan asam nukleat dan jaringan serta sintesa protein. Juga menjadi bahan pembentuk asam amino lain (sistein) dan vitamin (kolin).Metionin bekerja sama dengan vitamin B12 dan asam folat dalam membantu tubuh mengatur pasokan protein berlebihan dalam diet tinggi protein. Selain itu, fungsi penting lain metionin adalah membantu menyerap lemak dan kolesterol. Karena itu, metionin merupakan kunci kesehatan bagi hati yang berhubungan banyak dengan lemak. Defisiensi metionin dapat berakibat rematik kronis, pengerasan hati (sirosis), dan gangguan ginjal. Sumber dari makanan: Padi-padian, daging, susu, anggur, dan sayur-sayuran. Penggunaan: Dosis RDA 10 mg sehari. Untuk detoksifikasi hati, dosis 200-1.000 mg sehari.

Fenilalanin (Phenylalanine) Asam amino ini bertugas mengontrol berat badan, karena efeknya dalam mengatur sekresi kelenjar tiroid dan menekan nafsu makan (control of appetite).Defisiensi fenilalanin dapat berakibat mata merah (bloodshot eyes), katarak, dan perubahan perilaku (psychotic dan schizophrenic). Sumber dari makanan: Beras utuh, almond, susu, polong-polongan, dan sayur daun-daunan. Penggunaan: Dosis RDA 16 mg sehari. Untuk diet dan menekan nafsu makan, diberikan bentuk aktifnya sebagai l-fenilalanin dengan dosis 100 mg sehari, diminum 30 menit sebelum makan. Treonin (Threonine) Cheraksin William menemukan manfaat treonin untuk mencegah dan mengobati penyakit gangguan mental. Sebenarnya asam amino ini bekerja pada sistem pencernaan, dan melindungi hati. Defisiensi treonin pada anak-anak dapat berakibat gangguan mental berupa mudah tersinggung. Sumber dari makanan: Daging (ayam/sapi), beras utuh, kacangkacangan, apel, dan sayuran daun-daunan. Penggunaan: Dosis RDA 8 mg sehari. Untuk membantu pengembangan dan fungsi otak, terutama pada masa pertumbuhan (anak-anak).

Triptopan (Tryptophan) Asam amino ini menjadi bahan untuk sintesa niasin di dalam tubuh. Fungsinya dalam proses pembekuan darah dan pembentukan cairan pencernaan. Sebagai bahan pembentuk neuro-transmitter serotinin, triptopan berfungsi dalam pengendoran saraf dan membantu proses tidur. Sumber dari makanan: Pepaya, susu, biji-bijian, kadang-kacangan dan sayur-sayuran. Penggunaan: Dosis RDA 3 mg sehari. Untuk mengatasi gangguan sulit tidur (insomnia) dan mengendalikan suasana hati buruk dosis 1000 mg sehari.

Valin (Valine) Diperlukan dalam pertumbuhan dan penampilan, terutama berfungsi dalam sistem saraf dan pencernaan. W. Borrman menyebutkan manfaat valin untuk membantu gangguan saraf otot, mental dan emosional, insomnia, dan keadaan gugup. Defisiensi valin membuat mudah tersinggung. Sumber dari makanan: Sayuran daun-daunan, beras, sereal, polong-polongan, dan susu. Penggunaan: Dosis RDA 14 mg sehari. Untuk terapi insomnia dan gangguan mental diberikan sebagai kombinasi dengan fenilalanin, metionin, dan triptopan.

Leusin (Leucine) Asam amino yang berperan penting dalam proses produksi energi tubuh, terutama dalam mengontrol sintesa protein. Sebagai senyawa turunan, isoleusin juga bekerja dalam pengaturan protein bersama asam amino lain (valin). Sumber dari makanan: Beras utuh, susu, telur, daging, dan kedelai. Penggunaan: Dosis RDA 16 mg sehari, dan untuk terapi mencegah kehilangan protein setelah operasi, dosisnya sesuai petunjuk dokter.

Isoleusin (Isoleucine) Asam amino ini diperlukan dalam produksi dan penyimpanan protein oleh tubuh, dan pembentukan hemoglobin. Juga berperan dalam metabolisme dan fungsi kelenjar timus dan kelenjar pituitari. Sumber dari makanan: Telur, daging, susu, kedelai, kacangkagangan, dan sereal Penggunaan: Dosis RDA 12 mg sehari. Untuk membantu proses penyembuhan dari infeksi, dosis 240-360 mg sehari diberikan bersama valin.

Histidin (Histidine) Asam amino ini diperlukan pada saat pertumbuhan untuk memperbaiki jaringan tubuh dan mengubah kelebihan glukosa menjadi glikogen yang diproses di dalam hati. Histidin dikonversi tubuh menjadi histamin, yang merangsang pengeluaran asam lambung. Tetapi juga sering diperlukan suplementasi histidin sendiri pada usia lanjut, karena terjadi gangguan sintesa dan penyerapannya oleh tubuh. Defisiensi histidin dapat berakibat rasa nyeri pada sendi, dan urine yang mengandung histidin menunjukkan adanya gejala artritis reumatoid. Sumber dari makanan: Pisang, anggur, daging (ayam/sapi), susu, dan sayuran hijau. Penggunaan: Untuk mengatasi penyakit degenaratif pada usia tua, misalnya artritis reumatoid, dosis 1-6 g sehari. Perhatian: Pada pemakaian dosis terapi histidin dapat merangsang sekresi asam lambung berlebihan dengan akibat perut terasa perih. Taurin (Taurine) Taurin (taurine) adalah asam amino detoksifikasi yang memberikan efek seperti glisin dalam menetralkan semua jenis toksin (xenobiotik) berbahaya. Manfaat lain taurin adalah sebagai pengendali neurotransmitter yang dapat mencegah kejang. Suplementasi taurin bersama dengan multivitamin dapat membantu meningkatkan daya tahan tubuh dan memulihkan stamina setelah sembuh dari sakit. Dalam produk minuman pembangkit tenaga (energy drink), taurin digunakan sebagai unsur utama. Penggunaan: Sebagai pemulih stamina dosis 1000 mg sehari. Karnitin yang disebut juga sebagai vitamin BT, adalah senyawa mirip vitamin dengan fungsi utama melindungi hati dari toksin, terutama alkohol. Kadar karnitin yang tinggi dalam hati diperlukan untuk mengatasi peningkatan asam lemak yang terjadi karena konsumsi alkohol, diet tinggi lemak, dan pemaparan pada zat kimia beracun. Suplementasi karnitin ditujukan untuk menghambat terjadinya penumpukan lemak di hati akibat konsumsi alkohol dan kegiatan fisik yang

berlebihan, sehingga tubuh kekurangan karnitin. Dalam keadaan normal, karnitin mempermudah konversi asam lemak menjadi energi, yaitu dari hidrolisis ATP menjadi ADP. Karenanya karnitin digunakan pula sebagai suplemen kebugaran tubuh yang memberikan energi ekstra pada atlet supaya terjadi kontraksi otot yang lebih kuat. Karnitin termasuk asam amino non-esensial. Di dalam tubuh, karnitin diproduksi di liver dan ginjal dari sintesa asam amino lisin dan metionin dengan bantuan vitamin C, besi, niasin, dan vitamin B6. Namun, dalam dosis lebih besar karnitin digunakan sebagai suplemen kebugaran, dalam bentuk senyawa l-carnitine dengan daya kerja yang lebih baik. Sumber dari makanan: Karnitin didapatkan pada daging. Penggunaan: Untuk meningkatkan kebugaran gunakan L-carnitine dalam dosis 250 mg dua kali sehari, dikombinasikan dengan kolin 500 mg, dan vitamin B-kompleks masing-masing 50 mg. Sedangkan dosis atlet adalah 750-1.000 mg sehari. Sistein (Cystein) Sistein yang merupakan asam amino yang mengandung sulfur, diperlukan tubuh untuk pembentukan sel darah putih yang berfungsi sebagai salah satu fungsi imun. Asam amino ini termasuk tidak esensial, karena di dalam tubuh diproduksi dari metionin. Namun, menjadi esensial bila tubuh membutuhkannya dalam jumlah lebih besar, misalnya pada mereka yang baru menjalani operasi. Sumber dari makanan: Beras utuh, kedelai, sayur daun-daunan, pisang, kurma, daging, telur, dan susu. GABA (Gama-Amino-Butyric Acid) GABA adalah asam amino non-esensial, tetapi karena kerjanya mengatur transmisi zat kimia pengantar rangsang (neurotransmitter) di susunan saraf pusat, maka asam amino ini termasuk penting bagi metabolisme otak. Penggunaan: Untuk memperkuat daya ingat, meringankan gejala epilepsi, dan menurunkan ketegangan karena darah tinggi. Biasanya diberikan dengan resep dokter. Dosis 20 sampai 40 mg sehari.

Asam L-Glutamat (L-Glutamic Acid) Asam 1-glutamat adalah asam amino non-esensial. Namun, dalam kondisi tertentu menurut J. Bland, peneliti nutrisi, asam amino ini berfungsi sebagai contingency nutrient, sehingga menjadi esensial. Asam L-glutamat berperan sebagai pengendali neurotransmitter yang berpengaruh pada kemampuan kognisi (pengenalan mengenai sesuatu hal), dan bermanfaat untuk mencegah demensia (pikun) dan meningkatkan daya ingat.

Glutation (Glutathione) Glutation yang disingkat GSH, adalah suatu antioksidan yang diproduksi oleh tubuh, dan berperan dalam proses detoksifikasi di hati, dengan mengikat senyawa toksik untuk membentuk senyawa baru (konjugat) yang larut air agar mudah dibuang dari tubuh. Glutation juga berperan sangat penting untuk kesehatan saraf dan otak, dan mencegah sejumlah penyakit saraf termasuk alzheimer, parkinson, dan sklerosis ganda. Selain itu, glutation menjadi komponen dari glutation S-tranferase, suatu enzim antioksidan yang dihasilkan hati untuk mendetoks alkohol. Penyakit

kronis, misalnya arteriosklerosis, hipertensi, diabetes, dan radang usus, menyebabkan gangguan pada fungsi glutation sehingga diperlukan suplementasi. Selain dari sumber makanan, glutation disintesa di dalam tubuh dari asam aminoglisin, sistein, 1-glutamin, dan asam glutamat, dan dapat pula ditingkatkan dengan suplementasi selenium dan vitamin C. Lesitin (Lecytine) Lesitin adalah asam amino yang berperan mengontrol kadar kolesterol darah dengan meningkatkan kolesterol HDL. Dengan perbaikan aliran darah, lesitin dapat membantu meningkatkan daya ingat pada lansia yang mengalami penyempitan pembuluh darah akibat kolesterol tinggi. Sumber dari makanan: Kedelai, daging, dan sumber hewani lainnya.

Glisin (Glycine) Glisin sebagai salah satu asam amino esensial, banyak digunakan untuk detoksifikasi senyawa racun dari tubuh. Glisin diperlukan sebagai bahan pembentuk senyawa antioksidan glutation, yang akan mengikat senyawa toksik supaya larut air dan bisa dibuang dari tubuh. Roger Williams, Ph.D., pelopor riset nutrisi pada tahun 1960-an menganjurkan pemakaian glisin pada para pecandu alkohol dan mereka yang terpapar zat kimia beracun dalam kadar tinggi.

Glutamin (Glutamine) Glutamin adalah asam amino yang banyak beredar di dalam darah, berfungsi mencegah kerusakan mukosa dan memperbaiki kebocoran usus (leaky gut).Walaupun glutamin mudah didapat dari makanan dan disintesis oleh tubuh, tetapi pada kasus tertentu masih dibutuhkan suplementasi. Misalnya pada penyembuhan kerusakan usus yang serius, setelah pembedahan besar, dan luka bakar parah. Penggunaan: Untuk membantu penyembuhan luka dosis 500 mg tiga kali sehari.