You are on page 1of 2

KALOR

3 Koefisien Muai Linier


I. Tujuan Percobaan Mengukur Koefisien Muai Linier berbagai batang logam. II. Peralatan 1. 2. 3. 4. Dilatometer Termometer Batang logam : Besi, Tembaga, Kuningan dan Aluminium Sumber tegangan untuk pemanas.

III. Teori Secara experimen perubahan temperatur T pada batang logam yang mempunyai panjang L akan mengakibatkan perubahan panjang sebesar L. Perubahan panjang ini berbanding lurus dengan L dan T. L= LT (1)

dengan merupakan konstanta pembanding yang disebut koefisien muai linear. Persamaan (1) ditulis sebagai,

=
IV. Cara kerja

L LT

(2)

1. Ukur panjang batang logam dan catat temperatur ruang ! 2. Masukkan batang logam ke dalam pipa seperti gambar (1) kemudian kencangkan,atur dilatometer supaya menunjukkan angka nol ! 3. Pasang slang pemanas air dan panaskan air diatas kompor ! 4. Catat perubahan panjang ( L) untuk tiap kenaikan 10 C ! (minimal 5 kali kenaikan). 5. Lakukan hal yang sama (1 s/d 4) untuk logam yang lain!

V. Tugas Pendahuluan 1. 2. 3. 4. 5. 6. Tulis difinisi dari koefisien muai linear, koefisien muai luas dan koefisien muai volume ? Tentukan satuan dan dimensi dari besaran-besaran pada pertanyaan nomor satu datas ! Sebutkan dua contoh penerapan pengertian koefisien muai linier ! Buktikan koefisien muai luas logam 2 kali muai linearnya ! Buktikan koefisien muai volume logam 3 kali muai linearnya !. Buat bagan pengambilan data pengamatan !

VI. Tugas Akhir 1. Buat grafik yang menunjukkan hubungan antara L dan T ! 2. Tentukan koefisien muai linear masing-masing logam dengan mengukur/menghitung gradien dari kurva masing-masing logam! (Gunakan metoda kuadrat terkecil). 3. Bandingkan harga-harga hasil percobaan dengan daftar pada buku-buku referensi, dari hal ini tentukan jenis logam tersebut ! 4. Adakah cara pengukuran lain untuk menentukan perubahan panjang L? Jelaskan ! 5. Buat kesimpulan dan analisa hasil percobaan yang telah saudara lakukan !