Вы находитесь на странице: 1из 28

I s t i l a h t u m b u h k e m b a n g s e b e n a r n y a m e n c a k u p d u a ( 2 ) p e r i s

LAPORAN KASUS Anak dengan Gizi Buruk

KELOMPOK VI

Monica Olivine Muhamad Alfi Muhamad Andanu Muhamad Arfan Muhamad Lutfi

030.10.182 030.10.184 030.10.185 030.10.186 030.10.187

Muhammad Fachri Muhammad Fadli Muhammad Ferdi Muhammad Reza Muhammad Ridhwan Muhammad Syahrizal Melissa Sibarani

030.10.190 030.10.191 030.10.192 030.10.194 030.10.195 030.10.196 030.10.176

Muhammad Agrifian 030.10.188 Muhammad Dainul 030.10.189

JAKARTA Senin, 19 September 2011

PENDAHULUAN
Istilah tumbuh kembang sebenarnya mencakup dua peristiwa yang sifatnya berbeda, tetapi saling berkaitan dan sulit di pisahkan, yaitu pertumbuhan dan perkembangan. Pertumbuhan (growth) berkaitan dengan masalah perubahan dalam besar, jumlah, ukuran atau dimensi tingkat sel, organ maupun individu, yang bisa diukur dengan ukuran berat (gram, pound, kilogram),ukuran panjang (cm, meter), umur tulang dan keseimbangan metabolik (retensi kalsium dan nitrogen tubuh). Perkembangan (development) adalah bertambahnya kemampuan (skill) dalam struktur dan fungsi tubuh yang lebih kompleks dalam pola yang teratur dan dapat diramalkan, sebagai hasil dari proses pematangan. Di sini menyangkut adanya proses diferensiasi dari sel-sel tubuh, jaringan tubuh, organ-organ dan sistem organ yang berkembang sedemikian rupa sehingga masing-masing dapat memenuhifungsinya. Termasuk juga perkembangan emosi, intelektual dan tingkah laku sebagai hasil interaksidengan lingkungannya. Sehingga dapat disimpulkan bahwa pertumbuhan mempunyai dampak terhadap aspek fisik, sedangkan perkembangan berkaitan dengan pematangan fungsi organ/individu. Walaupun demikian kedua peristiwaitu terjadi secara sinkron pada setiap individu. Sedangkan untuk tercapainya tumbuh kembang yang optimal tergantung pada potensi biologiknya. Tingkat tercapainya potensi biologik seseorang, merupakan hasil interaksi berbagai faktor yang saling berkaitan, yaitu faktor genetik, lingkungan biofisiko-psiko-sosial dan perilaku. Proses yang unik dan hasil akhir yang berbeda-beda yang memberikan cirri tersendiri pada setiap anak. Tujuan ilmu tumbuh kembang adalah mempelajari hal yang berhubungan dengan segala upaya untuk menjaga dan mengoptimalkan tumbuh kembang anak baik fisik, mental, dan social. Juga menegakkan diagnosis dini setiap kelainan tumbuh kembang dan kemungkinan penanganan yang efektif,serta mencari penyebab dan mencegah keadaan tersebut.

LAPORAN KASUS

Seorang anak berusia 3 tahun dibawa ke Rumah sakit dengan keluahan diare dan campak. Menurut ibu kehamilan cukup bulan dan persalinan ditolong oleh bidan dengan berat badan 220 gr dan panjang 46cm, dan merupakan anak kelima dari lima bersaudara. Air susu ibu eksklusif diberikan sampai bayi berusia 6 bulan dan selanjutnya diganti dengan susu formula. Nenek penderita yang tinggal serumah sering batuk dan telah mendapat pengobatan dari Puskesmas secara teratur. Belum pernah divaksinasi. Pada pemeriksaan anak komposmentis,BB 6.9 kg dan panjang badan 70 cm. Tidak terdapat oedem di kedua tungkai. Pemeriksaan laboratorium Hb: 6 gr %

PEMBAHASAN
Dari kasus diatas yang menjadi awal permasalahan adalah berat badan anak yang dibawah standar pengukuran antropometri. Hal itu terjadi dengan kemungkinan pemberian asupan gizi pada saat ibu hamil dan atau pasca melahirkan. Pemberian susu formula juga dimungkinkan menjadi penyebab terjadinya diare, sedangkan riwayat imunisasi yang belum pernah diberikan vaksinasi adalah factor utama pasien menderita campak. Untuk menegakkan diagnosis pasti pada pasien ini, diperlukan pemeriksaan laboratorium dan pemeriksaan penunjang lebih lanjut. Pemeriksaan laboratorium dan penunjang pada pasien(5) 1. Pemeriksaan tinja makroskopis dan mikroskopis 2. Tes darah rutin 3. Pemeriksaan serologis 4. Tes mantoux dan uji tuberculin Penatalaksanaan dan diet pasien 1. Pemberian makan yang tepat dan benar Pemberian makanan selain ASI harus disesuaikan dengan usia balita. 2. Pencatatan asupan makanan dan berat badan anak

Pengaturan makanan baik untuk pemeliharaan, pemulihan, pertumbuhan serta aktifitas fisik. Makanan pendamping ASI yang diberikan pada pasien ini harus dapat memenuhi kebutuhan gizi anak, sehingga kemajuan selama perawatan dapat dievaluasi. 3. Pemberian Zinc Pemberian zinc guna membantu mengurangi lamanya dan tingkat keparahan episode diare dan menurunkan kejadian diare pada 2-3 bulan berikutnya. Karena Selama diare, penurunan asupan makanan dan penyerapan nutrisi dan peningkatan kebutuhan nutrisi, sering secara bersama-sama menyebabkan penurunan berat badan dan berlanjut ke gagal tumbuh.(5) 4. Pemberian antibiotic 5. Mengganti susu formula dengan susu bebas laktosa pada kasus intoleransi laktosa 6. Beri suplemen nutrien lainnya dan elektrolit

Tahap pertumbuhan pada janin Tahap pertumbuhan untuk janin terbagi menjadi 2 massa, yaitu massa embrional dan massa janin. Pada massa embrional itu terjadi antara minggu ke-0 sampai minggu ke-8 dan massa janin dari minggu ke-9 sampai minggu ke-37 atau 38. Massa embrional diawali pada hari usia 6 hari pasca fertilisasi terjadi implantasi, saat itu embrio terdiri dari massa sel sferis dengan rongga sentral atau disebut blastokista. Setelah 2 minggu implantasi selesai dan sirkulasi uteroplasenta dimulai, yaitu dimana hasil konsepsi menghasilkan 2 masa sel,masa sel luar dan dalam, masa sel luar terbentuk menjadi tropoblas dan pada akhirnya akan menjadi plasenta sebagai saluran makanan dan oksigen untuk janin, sedangkan masa sel dalam akan membentuk embrio itu sndiri. Embrio mempunyai 2 lapisan yang terpisah yaitu endodermis dan ektodermis serta amnion sudah mulai terbentuk. Setelah 3 minggu lapisan benih utama yang ketiga yaitu mesoderm telah muncul,bersama dengan neural tube dan pembuluh darah primitif. Sepasang pipa jantung telah mulai memompa.(2)

Selama minggu ke-4 sampai minggu ke-8, pelipatan lateral lempengan embriologis, diikuti dengan pertumbuhan pada ujung kranial dan kaudal dan pembentukan kuncup tangan dan kaki menghasilkan bentuk seperti manusia. Prekusor otot skelet dan vertebra muncul, bersama dengan arkus brankialis yang akan membentuk rahang bawah, rahang atas, palatum, telinga luar dan bangunan kepala dan leher. Plakode lensa muncul, menandai tempat mata yang akan datang, otak tumbuh dengan cepat. Pada akhir minggu ke-8, ketika mendekati masa embrional,sistem-sistem organ besar yang belum sempurna telah berkembang rata-rata berat embrio 9g dan panjang dari kepala ke pantat 5cm. Massa janin yaitu dari minggu ke-9 sampai selanjutnya, perubahan somatik janin terdiri dari penambahan sel serta perubahan kembali struktur beberapa sistem organ. Pada minggu ke-10, wajahnya dapat dikenali sebagai manusia.Usus tengah kembali dari tali pusat kedalam abdomen, berputar berlawan arah jarum jam ke lambung, usus kecil, dan usus besar ke posisi normalnya. Pada minggu ke-12, jender genitalia eksterna dapat dibedakan dengan jelas. Perkembangan paru terjadi dengan pembentukan tunas bronkus, bronkiolus, dan selanjutnya bercabang semakin kecil. Pada minggu ke-20 ke-24, alveolus primitif dan produksi surfaktan tekah dimulai, sebelum itu tidak adanya alveolus menyebabkan paru-paru tidak berguna sebagai organ pertukaran gas. Selama trimester 3 atau minggu ke-25 sampai ke-38 berat janin sudah menncapai 900g dan panjang 25 cm pada minggu ke-25 dan pada minggu ke-28 mata mulai membuka, janin memutar kepala kebawah dengan berat janin sekitar 1300g. Selanjutnya pada umur 38 minggu janin sudah cukup bulan untuk dilahirkan.(2)

Menentukan usia kehamilan


1.

Rumus naeglei/ cara tradisional yaitu dengan menghitung hari pertama haid terakhir

ditambah dengan 228 hari.


2.

Palpasi abdomen terbagi 3 yaitu, Rumus bartolobi,Mc donald, dan leopold 1. Namun

untuk leopold 1 kurang efektif untuk ibu yang mengalami obesitas

3.

Dengan cara USG yaitu pertama mengukur diameter kantong kehamilan pada

kehamilan 6-12 minggu, lalu mengukur jarak kepala sampai bokong janin pada 7-14 minggu dan yang terakhir mengukur diameter biparietal pada lebih dari 12 minggu. Penilaian umur kehamilan pada waktu bayi dilahirkan Penentuan umur kehamilan sangat penting karena angka mortalitas dan morbiditas menurun dengan meningkatnya umur kehamilan. Selain itu, ada hubungan antara umur kehamilan dan tingkat maturitas fisiologis neonatus. Menurut Dubowitz taksiran maturitas neonatus ditetapkan melalui penilaian 11 tanda fisik eksternal dan 10 tanda neurologik. Penilaian cara Dubowitz a. karakterstik fisik eksternal dinilai, kemudian diberi nilai sesuai dengan panduan, lalu nilai yang diperoleh dijumlah,hasil penjumlahan ini disebut juga nilai E. b. karakteristik neurologis dinilai, kemudian diberi nilai sesuai dengan panduan, lalu nilai yang diperoleh dijumlah, hasil penjumlahan ini disebut juga nilai N. c. Jumlah nilai karakteristik eksternal dengan jumlah nilai karakteristik neurlogik disebut angka penghitungan total. d. Angka perhitungan total dimasukkan dalam grafik umur kehamilan bnayi menurut dubowitz lalu ditarik garis lurus ke atas sampai pada garis miring yang terdapat di tengah tengah grafik, kemudian ditarik garis ke samping kiri ke arah patokan umur kehamilan dalam minggu, maka angka yang terdapat pada garis menunjukan kehamilan bayi waktu dilahirkan menurut nilai dubowitz.
Neurologic Signs posture wrists, arms, hips and legs straight square window (wrist) 90 wrists bent and legs slightly bent 60 elbows, hips but do not reach 90 45 30 0 NA elbows, hips elbows & legs to 90 body NA and legs bent and legs bent drawn close to 0 1 2 3 4 5

ankle dorsiflexion arm recoil leg recoil popliteal angle heel to ear

90 180 180 180 leg straight, toes reach ear

75 90-180 90-180 160 leg straight, toes reach chin

45 < 90 < 90 130 knee slightly bent, heel reaches 140 from prone elbow to midline

20 NA NA 110 knee bent, heel reaches 120 from prone elbow to axillary line

0 NA NA 90 knee bent to 90, heel reaches 90 from prone NA

NA NA NA < 90 NA

scarf sign

elbow to opposite axillary line

elbow to opposite midclavicular line head slightly

NA

head lag

head lags without forment, at 90 to body axis

head in line

head bent forward beyond body axis

NA

NA

forward but with body axis body axis head raised but not to body axis, back slightly curved

ward move- does not reach

ventral suspension

heads droops heads slightly down and back greatly arched, arms & legs straight raised and back less curved

head in line with body axis, back straight

head raised above body axis, back straight

NA

External Signs edema

0 obvious edema of hands and feet, pitting over tibia

1 no obvious edema of hands & feet, pitting over tibia

2 no edema

3 NA

4 NA

skin texture

very thin, gelatinous

thin and smooth smooth, medium thick-ness; rash or superficial peeling

slight thickening, superficial crack-ing & peeling, especially of hands & feet

thick & parchment-like, superficial or deep cracking

skin color

dark red

uniformly pink

pale pink; variable over

pale; only pink over ears, lips,

NA

body skin opacity numerous veins especially over abdomen lanugo none abundant; long & thick over whole back plantar creases no skin creases faint red marks over anterior half of sole hair thinning, especially over lower back definite red marks over > anterior 1/3; indentations over < anterior 1/3 nipple formation nipple barely nipple wellsmooth & flat, diameter < 0.75 cm breast size no breast tissue palpable breast tissue on one or both sides, < 0.5 cm diameter ear form pinna flat and or no incurving of edge ear firmness pinna soft, easily pinna soft, easily cartilage to edge folded, no recoil folded, slow recoil genitals, female labia majora widely separated, labia minora protruding genitals, male neither testis in at least one testis at least one testis scrotum high in scrotum right down labia majora almost cover labia minora in places, ready recoil labia majora completely cover labia minora breast tissue on both sides, 1 or both 0.5 1.0 cm areola stippled, veins & a few large the abdomen & venules seen, tributaries seen vessels seen over

palms or soles a few large vessels seen indistinctly over the abdomen small amount of lanugo & bald areas indentations anterior 1/3 at least half of back devoid of lanugo definite deep more than anterior 1/3 no blood vessels seen

over more than indentations over

areola stippled, edge raised, cm breast tissue both sides, one or both > 1.0 cm well-defined of upper pinna pinna firm, instant recoil NA

NA

visible, no areola defined, are-ola edge not raised, cm

diameter < 0.75 diameter > 0.75

NA

incurving of part partial incurving pinna

NA

shapeless, little of edge of pinna whole of upper incurving, whole

NA

of pinna, but soft cartilage to edge,

NA

NA

NA

Dubowitz score =
= SUM (points for each parameter) Interpretation:

minimum score: 0 maximum score: 72 (neurological sign 35, external sign 37)
estimated gestational age = = (0.2642 * (total score)) + 24.595

Pemeriksaan skor APGAR Penilaian terhadap neonatus dilakukan dengan cara menghitung nilai Apgar (Apgar score). Cara ini telah digunakan secara luas di seluruh dunia. Kriteria yang dinilai adalah (1) laju jantung, (2) usaha bernapas, (3) tonus otot, (4) refleks terhadap rangsangan, dan (5) warna kulit. Setiap kriteria diberi nilai 0,1, atau 2 sehingga neonatus dapat memperoleh nilai 0 sampai 10. Cara-cara penilaian apgar dapat dilihat pada tabel. Tanda Laju jantung Usaha bernapas Tonus otot Refleks Warna kulit 0 Tidak ada Tidak ada Lumpuh Tidak bereaksi Seluruh biru/pucat 1 <100 lambat Ekstremitas sedikit Gerakan sedikit tubuh Tubuh ekstermitas biru 2 >=100 Menangis kuat fleksi Gerakan aktif Reaksi melawan tubuh kemerahan

kemerahan, Seluruh

Nilai ini disebut nilai Apgar, sesuai dengan nama orang yang untuk pertama kali memperkenalkan sistem penilaian ini, yakni Dr. Virginia Apgar. Penilaian ini dilakukan pada menit pertama setelah lahir yang memberikan petunjuk adaptasi neonatal. Neonatus yang beradaptasi dengan baik mempunyai nilai Apgar antara 7 sampai 10. Nilai 4 sampai 6 menunjukan keadaan asfiksia ringan sampai sedang, sedangkan nilai 0-3 menunjukan derajat asfiksia yang berat. Penilaian Apgar ini perlu diulangi setelah 5 menit untuk mengevaluasi apakah tindakan resusitasi kita sudah adekuat. Bila belum, perlu dilakukan pemeriksaan penunjang lain. Nilai

Apgar 5 menit ini mempunyai nilai prognostik oleh karena berhubungan dengan morbiditas neonatal. Perlu disadari keterbatasan keterbatasan dari penilaian Apgar. Nilai Apgar adalah suatu ekspresi keadaan fisiologis BBL dan dibatasi oleh waktu. Gangguan biokimia harus cukup signifikan sehingga dapat mempengaruhi nilai Apgar. Banyak faktor yang dapat mempengaruhi nilai Apgar, antara lain pengaruh obat-obatan, trauma lahir, kelainan bawaan, infeksi, hipoksia, hipovolemia dan kelahiran premature.(4)

Prematur dan kegagalan dalam bertumbuh dalam kandungan Prematur murni adalah neonatus dengan usia kehamilan kurang dari 37 minggu dan mempunyai berat badan yang sesuai dengan masa kehamillan atau disebut juga neonatus preterm / BBLR /SMK. Faktor Faktor yang Mempengaruhi Terjadinya Persalinan Prematur atau BBLR adalah 1. Faktor Ibu Riwayat kelahiran prematur sebelumnya Gizi saat hamil kurang Umur kurang dari 20 tahun atau diatas 35 tahun Jarak hamil dan bersalin terlalu dekat Penyakit menahun ibu : hipertensi, jantung, gangguan pembuluh darah (perokok) Perdarahan antepartum, kelainan uterus, Hidramnion Faktor pekerja terlalu berat, Primigravida Ibu muda (<20 tahun)

2. Faktor kehamilan

Hamil dengan hidramnion, hamil ganda, perdarahan antepartum, komplikasi hamil seprti preeklamsia, eklamsi, ketuban pecah dini 3. Faktor janin Cacat bawaan, infeksi dalam rahim dan kehamilan ganda., anomali kongenital 4. Faktor kebiasaan : Pekerjaan yang melelahkan, merokok 5. Faktor yang masih belum diketahui. Dismatur (IUGR) adalah bayi lahir dengan berat badan kurang dari berat badan seharusnya untuk masa kehamilan dikarenakan mengalami gangguan pertumbuhan dalam kandungan. Menurut Renfield (1975) IUGR dibedakan menjadi dua yaitu 1. Proportionate IUGR Janin yang menderita distres yang lama dimana gangguan pertumbuhan terjadi berminggu-minggu sampai berbulan bulan sebelum bayi lahir sehingga berat, panjang dada lingkaran kepala dalam proporsi yang seimbang akan tetapi keseluruhannya masih dibawah masa gestasi yangsebenarnya. Bayi ini tidak menunjukkan adanya Wasted oleh karena retardasi pada janin terjadis ebelum terbentuknya adipose tissue.
(3)

2. Disporpotionate IUGR Trejadi karena distres subakut gangguan terjadi beberapa minggu sampai beberapa hari sampai janin lahir. Pada keadaan ini panjang dan lingkar kepala normal akan tetapi berat tidak sesuaidengan masa gestasi. Bayi tampak Wasted dengan tanda tanda sedikitnya jaringan lemak di bawah kulit, kulit kering keriput dan mudah diangkat bayi kelihatan kurus dan lebih panjang. (3) Faktor Faktor yang mempengaruhi BBLR pada Dismatur 1. Faktor ibu : Hipertensi dan penyakit ginjal kronik, perokok, pendrita penyakit diabetes militusyang berat, toksemia, hipoksia ibu, (hemoglobinopati, penyakit paru kronik) gizi buruk, Drugabbuse, peminum alkohol 2. Faktor utery dan plasenta : Kelainan pembuluh darah, (hemangioma) insersi tali pusat yangtidak normal, uterus bicornis, infak plasenta, tranfusi dari kembar yang satu ke kembar yang lain,sebagian plasenta lepas.

3.

Faktor janin : Gemelli, kelainan kromosom, cacat bawaan, infeksi dalam kandungan, (toxoplasmosis, rubella, sitomegalo virus, herpez, sifillis)

4.

Penyebab lain :Keadaan sosial ekonomi yang rendah, tidak diketahui.

Perbedaan bayi KMK & Premature 1. KMK : Bayi kecil untuk masa kehamilan (KMK). Selama dalam kandungan, bayi sudah mengalami kekurangan gizi, sehingga tidak sempat membuat cadangan glikogen, dan kadang persediaan yang ada sudah terpakai. Bayi KMK mempunyai kecepatan metabolisme lebih besar sehingga menggunakan glukosa lebih banyak daripada bayi yang berat lahirnya sesuai untuk masa kehamilan (SMK), dengan berat badan yang sama. Meskipun bayi KMK bugar, bayi mungkin tampak lapar dan memerlukan lebih banyak perhatian. Bayi KMK perlu diberi minum setiap 2 jam dan kadang masih hipoglikemia, sehingga memerlukan pemberian suplementasi dan kadang memerlukan cairan intravena sambil menunggu ASI ibunya cukup. a) b) Tampak lapar dan lebih butuh perhatian Perlu diberi minum selama 2 jam Ciri-Ciri KMK : a) b) c) d) e) Umur bayi dapat cukup,lebih,kurang tapi BB <2500 gram Labia mayora sudah menutup labia minor Testis sudah turun Kulit keriput & lemak bawah kulit tipis Pergerakan sudah cukup aktif dan tangisan kuat 2. Bayi premature

Pada bayi premature karena mereka tidak mempunyai cukup waktu untuk berkembang didalam kandungan maka organ organ di dalam tubuh mereka belum sepenuhnya sempurna . Oleh karena itu pertumbuhan pada bayi premature lebih lambat daripada bayi normal dan mungkin mereka membutuhkan perawatan medis khusus di Neonatal intensive care unit hingga system organ mereka sudah dapat bekerja sendiri Berbeda dengan bayi premature, Bayi KMK sudah cukup umur dan telah memiliki organ yang sempurna . Jika didalam kandungan bayi kmk mengalami retardasi pertumbuhan karena gizi yang kurang maka setelah dilahirkan apabila diberikan gizi yang adekuat maka pertumbuhannya akan maju pesat. Ciri ciri premature: a) b) c) d) e) f) g) h) i) j) Umur kandungan kurang dari 37 minggu Kulit tipis dan mengkilap Tulang rawan telinga lunak Lanugo banyak ditemukan di punggung Puting masih berupa titik Pada bayi perempuan Labia mayora belum menutupi labia minor Pada bayi laki-laki Skrotum belum banyak lipatan, testis belum turun Garisan pada telapak kaki kurang dari 1/3 bagian atau belum terbentuk Tangisannya lemah Refleks menghisap dan menelan tidak fektif

Komplikasi Prematur : a) b) c) Sindrome gangguan pernapasan Perdarahan otak < 34 minggu Kelainan jantung

d)

Kelainan usus,anemia & infeksi

Faktor- faktor yang mempengaruhi pada pola pertumbuhan dan perkembangan (1) Faktor dalam ( internal ) Melalui genetik dapat ditentukan kualitas dan kuantitas pertumbuhan, yang ditandai dengan: (1) Intensitas dan kecepatan pembelahan (2) Derajat sensitivitas jaringan terhadap rangsangan (3) Umur pubertas (4) Berhentinya pertumbuhan tulang.
1.

Perbedaan ras/etnik atau bangsa Anak yang terlahir dari suatu ras tertentu, misalnya ras Eropa mempunyai ukuran tungkai yang lebih panjang daripada ras Mongol.

2.

Jenis kelamin Wanita lebih cepat dewasa dibanding laki-laki. Pada masa pubertas wanita umumnya tumbuh lebih cepat daripada laki-laki, kemudian setelah melewati masa pubertas sebalinya laki-laki akan tumbuh lebih cepat.

3.

Kelainan genetic dan kromosom Adanya suatu kelainan genetik dan kromosom dapat mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan anak, seperti yang terlihat pada anak yang menderita Sindroma Down.

4.

Teori proses menua ( genetic clock, error catstrophe,free radical)

Faktor luar ( eksternal/lingkungan ) 1. Faktor prenatal a) Gizi ibu dan anak Kenaikan berat badan wanita hamil yang baik selama kehamilan adalah 10 12,5 kg, supaya pada saat lahir berat badan bayi tidak rendah. Berat badan bayi rendah selain

menyebabkan tingginya jumlah bayi yang sakit/meninggal, juga lebih beresiko buruk terhadap tumbuh kembang anak selanjutnya. Untuk mencapai hal tersebut dianjurkan pada ibu hamil untuk meningkatkan kalori makanan yang dimakan dengan tambahan sekitar satu porsi makanan lebih banyak daripada sebelum hamil dan juga yang mengandung gizi lengkap. Juga ditambah vitamin-vitamin yang terutama mengandung zat besi supaya ibu tidak menderita anemia yang juga akan berpengaruh buruk pada janin yang dikandungnya. b) c) Mekanis: posisi fetus dapat menyebabkan kelainan Toksin/zat kimia Bila pada masa kehamilan ibu mengonsumsi obat teratogenik bias mengakibatkan kelahiran janin yang tidak normal bahkan gangguan fungsi organ. d) Endokrin Bayi dari ibu yang menderita diabetes mellitus dapat menderita organomegali, berat lahir yang tidak normal, hyperplasia sel beta pancreas janin dan gangguan metabolic. e) Kelainan imunologi Pada rhesus dan ABO antogonisme sering mengakibatkan hydrops foetalis, bayi lahir mati. f) Anoksia embrio Menurunnya oksigenasi janin melalui gangguan pada plasenta dan tali pusat dapat mengakibatkan BBLR. g) h) i) Radiasi Infeksi Psikologis ibu

2. Faktor persalinan Berbagai komplikasi persalinan seperti asfiksia dan trauma lahir dapat mengakibatkan kelainan tumbuh kembang.

3. Pasca natal a) Gizi Makanan memegang peranan amat penting dalam tumbuh kembang anak, karena anak sedang tumbuh sehingga kebutuhannya berbeda dengan orang dewasa. Makanan harus mengandung energi dan semua zat gizi (karbohidrat, protein, lemak, vitamin dan mi neral)yang dibutuhkan pada tingkat usianya. Pemberian makanan pendamping harus bertahap dan bervariasi dari mulai bentuk bubur cair ke bentuk bubur kental, sari buah, buah segar, makanan lumat, makanan lembek dan akhirnya makanan padat. Pada usia 1-2 tahun perlu diperkenalkan pola makanan dewasa secara bertahap dengan menu seimbang. b) Kesehatan anak Anak yang sehat pada umumnya akan tumbuh baik. Berbeda dengan anak yang menderita penyakit biasanya pertumbuhannya akan terganggu. c) Stimulasi Perangsangan yang diberikan dari luar berupa verbal, visual, auditif dan taktil dapat mempengaruhi proses perkembangan seorang anak. d) Imunisasi Pemberian imunisasi pada anak dapat mengruangi morbiditas dan mertalitas anak terhadap penyakit yang bisa dicegah dengan imunisasi. e) f) g) h) i) j) Psikologis Endokrin Sosio-ekonomi Pola asuh Lingkungan fisis dan kimia Obat-obatan

Penilaian status gizi pada anak Status Gizi Anak adalah keadaan kesehatan anak yang ditentukan oleh derajat kebutuhan fisik energi dan zat-zat gizi lain yang diperoleh dari pangan dan makanan yang dampak fisiknya diukur secara antroppometri, dan dikategorikan berdasarkan standar baku WHONCHS dengan indeks BB/U, TB/U dan BB/TB Pengukuran terhadap aspek yang dapat menjadi indikator penilaian status gizi, kemudian dibandingkan dengan standar baku yang ada 1. PSG secara Langsung PSG dengan cara melakukan pengukuran langsung kepada individu a. Antropometri b. Klinis c. Biokimia d. Biofisik 2. PSG secara Tidak Langsung PSG dengan cara melakukan pengukuran secara tidak langsung a. Survey konsumsi b. Statistik vital c. Faktor Ekologi Indikasi pengukuran dari variabel ini ditentukan oleh : 1. Penimbangan Berat Badan (BB) dan pengukuran Tinggi Badan (TB) Dilakukan oleh petugas klinik gizi sesuai dengan syarat-syarat penimbangan berat badan dan pengukuran tinggi badan yang baik dan benar apenggunaan timbangan berat badan dan meteran tinggi badan (mikrotoise) 2. Penentuan umur anak ditentukan sesuai tanggal penimbangan BB dan Pengukuran TB, kemudian dikurangi dengan tanggal kelahiran yang diambil dari data identitas anak pada

sekolah masing-masing, dengan ketentuan 1 bulan adalah 30 hari dan 1 tahun adalah 12 bulan. 1. Kriteria objektifnya dinyatakan dalam rata-rata dan jumlah Z score simpang baku (SSB) induvidu dan kelompok sebagai presen terhadap median baku rujukan (Waterlow.et al, dalam, Djuamadias, Abunain, 1990) Untuk menghitung SSB dapat dipakai rumus :
Skor Baku Rujukan = NIS NMBR NSBR

Dimana : NIS NMBR NSBR

: Nilai Induvidual Subjek : Nilai Median Baku Rujukan : Nilai Simpang Baku Rujukan

Hasil pengukuran dikategorikan sbb 1.


1.

Untuk BB/U Gizi Kurang Gizi Baik Gizi Lebih TB/U Pendek Normal Tinggi BB/TB Kurus Normal Gemuk Bila SSB < -2 SD Bila SSB -2 s/d +2 SD Bila SSB > +2 SD Bila SSB < -2 SD Bila SSB -2 s/d +2 SD Bila SBB > +2 SD Bila SSB < - 2 SD Bila SSB -2 s/d +2 SD Bila SSB > +2 SD

2. 3. 2. 1. 2. 3. 3.
1.

2. 3.

Dan juga status gizi diinterpretasikan berdasarkan tiga indeks antropomteri, (Depkes, 2004). Dan dikategorikan seperti yang ditunjuukan pada tabel 3

Tabel 3 Kategori Interpretasi Status Gizi Berdasarkan Tiga Indeks (BB/U,TB/U, BB/TB Standart Baku Antropometeri WHO-NCHS) Indeks yang digunakan BB/U Normal, dulu kurang gizi Sekarang kurang ++ Sekarang kurang + Normal Sekarang kurang Sekarang lebih, dulu kurang Tinggi, normal Obese Sekarang lebih, belum obese Tinggi Normal Tinggi Normal Tinggi Tinggi Rendah Tinggi Rendah Tinggi Normal Tinggi Rendah Normal Normal Normal Normal Tinggi Rendah Normal Rendah Rendah Tinggi Rendah Rendah Rendah Normal TB/U BB/TB

Interpretasi

Keterangan : untuk ketiga indeks ( BB/U,TB/U, BB/TB) : Rendah : < -2 SD Standar Baku Antropometri WHO-NCHS Normal : -2 s/d +2 SD Standar Baku Antropometri WHO-NCHS

Tinggi

: > + 2 SD Standar Baku Antropometri WHO-NCHS

Upaya meningkatkan kualitas tumbuh kembang anak(1) Tumbuh kembang anak merupakan hasil interaksi faktor genetik dan factor lingkungan, baik lingkungan sebelum anak dilahirkan maupun lingkungan setelah anak itu lahir. Faktor Pralahir Supaya janin selama dikandung dapat tumbuh dengan baik, harus dijaga agar setiap kelainan diketahui sedini mungkin dengan melakukan pemeriksaan kehamilan yang teratur. Hal-hal yang perlu mendapatkan perhatian diantaranya: 1. Gizi ibu pada waktu hamil Kenaikan berat badan wanita hamil yang baik selama kehamilan adalah 10 12,5 kg, supaya pada saat lahir berat badan bayi tidak rendah. Berat badan bayi rendah selain menyebabkan tingginya jumlah bayi yang sakit/meninggal, juga lebih beresiko buruk terhadap tumbuh kembang anak selanjutnya. Untuk mencapai hal tersebut dianjurkan pada ibu hamil untuk meningkatkan kalori makanan yang dimakan dengan tambahan sekitar satu porsi makanan lebih banyak daripada sebelum hamil dan juga yang mengandung gizi lengkap. Juga ditambah vitamin-vitamin yang terutama mengandung zat besi supaya ibu tidak menderita anemia yang juga akan berpengaruh buruk pada janin yang dikandungnya. 2. Penyakit pada ibu Hampir semua penyakit berat yang diderita ibu pada saat hamil dapat mengakibatkan keguguran, lahir mati, atau berat badan bayi rendah. Juga beberapa dapat menyebabkan infeksi pada janin, gangguan pertumbuhan janin, bahkan cacat bawaan. Infeksi yang sering menyebabkan cacat bawaan, yang terkenal adalah TORCH (Toksoplasosis, Rubella, Cytomegalovirus, Herpes simplex), yang lainnya yang juga berpengaruh adalah cacar air, hepatitis, campak, dan lain-lain. Selain yang tersebut diatas beberapa penyakit ibu yang berpengaruh buruk pada janin diantaranya adalah hipertensi, penyakit jantung, ginjal, asma, kencing manis. Oleh karena itu dianjurkan sebelum dan selama hamil ibu memeriksakan kesehatannya secara teratur. Pada saat lahir

Persalinan yang berjalan mulus tanpa komplikasi pada bayinya akan memberi dampak yang baik bagi tumbuh kembang anak di kemudian hari. Karena berbagai komplikasi persalinan seperti anak tidak segera menangis saat lahir (asfiksia), trauma lahir, dapat mengakibatkan kelainan tumbuh kembang. Oleh karena itu perawatan pralahir sangat penting, dengan perawatan pralahir yang baik, akan dapat dilakukan tindakan secara lebih awal sehingga bayi lahir dengan selamat. Pasca lahir Untuk medapatkan anak yang sehat, Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan diantaranya: 1. Gizi anak Makanan memegang peranan amat penting dalam tumbuh kembang anak, karena anak sedang tumbuh sehingga kebutuhannya berbeda dengan orang dewasa. Pemberian ASI sangat penting bagi bayi karena selain nilai gizinya yang tinggi, terdapat zat-zat kekebalan yang melindungi anak dari berbagai macam infeksi. Disamping itu dengan menyusui akan mendekatkan hubungan anak-ibu. Sentuhan serta belaian ibu saat bayi berada dalam dekapannya memberikan rasa aman sehingga menenangkan bayi. ASI adalah makanan terbaik yang dapat memenuhi kebutuhan gizi untuk tumbuh kembang bayi dibulan-bulan pertama kehidupannya. Dianjurkan pemberian ASI saja tanpa makanan apapun pada bayi sampai 6 bulan (ASI ekslusif). Bila kondisi ASI ibu (jumlah dan kualitasnya) tidak memenuhi kebutuhan gizi bayi, yang ditandai dengan kenaikan berat badan yang tidak adekuat, maka perlu diberikan pengganti ASI (PASI) untuk bayi usia dibawah 4 bulan, dan makanan pendamping ASI (M-PASI) untuk bayi usia diatas 4 bulan. Peran ASI(2) Air susu ibu mempunyai manfaat praktis dan psikologis yang harus dipertimbangkan bila ibu memilih metode untuk pemberian makannya. Air susu ibu adalah yang paling cocok dari semua susu yang tersedia untuk bayi manusia karena ia secara unik disesuaikan untuk kebuthan dirinya. Manfaat dari air susu ibu (ASI) adalah minuman alamiah untuk semua bayi cukup bulan selama usia bulan-bulan pertama. ASI selalu mudah tersedia pada suhu yang sesuai dan tidak memerlukan waktu untuk persiapannya. Susunya yang segar dan bebas dari kontaminasi

bakteri, yang akan mengurangi peluang gangguan gastrointestinal. Dan juga tinja bayi yang minum ASI mempunyai pH lebih rendah daripada tinja bayi premium susu sapi. Flora usus bayi premium ASI dapat melindungi terhadap infeksi yang disebabkan oleh beberapa spesies E. coli. ASI berisi antibody bakteri dan virus, termasuk kadar antibody IgA sekretori yang relatif tinggi, yang mencegah mikrorganisme melekat pada mukosa usus. Bayi yang menyusui mempunyai titer antipoliomielitis yang tinggi relatif tahan terhadap infeksi vaksin virus poliomyelitis, suatu pengaruh yang mungkin jelas pada saat neonates tetapi tidak mengganggu imunisasi aktif. Pertumbuhan virus parotitis, influenza, vaksinia, rotavirus, dan virus ensefalitis Japanese B dapat dihambat dengan bahan-bahan yang ada didalam ASI. ASI juga merupakan sumber laktoferin, protein whey yang mengikat besi dan mempunyai pengaruh menghambat pertumbuhan Euschericia coli dalam usus. Manfaat psikologis ASI untuk ibu maupun bayi sudah diketahui dengan baik, dan menyusui yang berhasil merupakan pengalaman yang memuaskan bagi keduanya. Ibu secara pribadi terlibat dalam pengasuhan bayinya, memperbesar perasaan menjadi sangat penting. Bayi diberi hubungan fisik dengan ibu yang dekat dan menyenangkan. Menyusui memberikan tambahan kesempatan untuk berkontak rasa yang erat antara ibu dan bayinya. ASI dari ibu yang dietnya cukup dan imbang akan memasok nutrient yang diperlukan, kecuali, mungkin fluoride dan sesudah beberapa bulan, vitamin D. Simpanan besi juga cukup untuk 6 bulan pertama pada bayi cukup bulan. Besi ASI akan diserap dengan baik oleh bayi. ASI juga mengandung vitamin C yang cukup untuk kebutuhan bayi, asalkan makanan ibu cukup. Walaupun hanya ada perbedaan kecil dalam angka mortalitas bayi premium susu formula dan bayi premium ASI yang mendapat perawatan baik, pada kelompok social ekonomi rendah dan mereka yang hidup pada keadaan yang tidak sehat, bayi premium ASI leih mungkin untuk bertahan hidup. Susu sapi murni atau bentuk modifikasinya merupakan dasar pada kebanyakan formula, walaupun susu lain dan pengganti susu tersedia untuk bayi yang tidak dapat mentoleransinya. Sterilisasi dan pendinginan formula sangat mengurangi morbiditas dan mortalitas infeksi gastrointestinal. Pengolahan susu (dari pemasakan sederhana dirumah sampai pasteurisasi,

homogenisasi, dan evaporasi komersial) mengubah kasein sehingga kecil dan bentuk dadih dengan mudah dapat dicerna dalam lambung, menghilangkan penyebab utama yaitu protein susu sapi yang tidak mudah dicerna. Walaupun ASI dipandang lebih unggul dibandingkan susu formula untuk bayi normal, banyak bayi mendapat susu formula sejak lahir. Pola perubahan social dan budaya dapat mendorong pemberian susu formula. Karena mereka bekerja diluar rumah, banyak ibu enggan menyusui bayinya. Formula komersial dimodifikasi dari susu sapi dasar, dan kadar protein serta abunya dikurangi sampai lebih mendekati ASI, dengan demikian mengurangi beban osmolalitas dan ekskresi ginjal. Lemak jenuh susu sapi diganti dengan beberapa asam lemak tumbuhtumbuhan yang tidak jenuh, dan ditambah vitamin. Kadar lactose lebih rendah pada susu sapi daripada ASI. Beberapa formula memasukkan protein whey yang lebih tinggi dan kasein yang lebih rendah, seperti ASI. Bayi berat badan lahir rendah terutama mendapat manfaat dari penambahan sistin protein whey. Sampai informasi yang lebih banyak ditemukan, menyusui untuk semua bayi tampak bijaksana, tetapi jika ini tidak mungkin, maka formula yang secara komposisi sedekat ASI mungkin diperlukan. Pengaturan makanan selanjutnya harus disesuaikan dengan usia anak. Makanan harus mengandung energi dan semua zat gizi (karbohidrat, protein, lemak, vitamin dan mineral) yang dibutuhkan pada tingkat usianya. Pemberian makanan pendamping harus bertahap dan bervariasi dari mulai bentuk bubur cair ke bentuk bubur kental, sari buah, buah segar, makanan lumat, makanan lembek dan akhirnya makanan padat. Pada usia 1-2 tahun perlu diperkenalkan pola makanan dewasa secara bertahap dengan menu seimbang. 2. Kesehatan anak Kesehatan anak harus mendapat perhatian dari orang tua, yaitu dengan cara segera membawa anaknya yang sakit ke tempat pelayanan kesehatan yang terdekat. Anak yang sehat pada umumnya akan tumbuh dan berkembang dengan baik. Monitoring pertumbuhan anak dengan KMS, merupakan usaha untuk mencegah terjadinya gangguan pertumbuhan pada anak. Sebaiknya anak sampai umur 3 tahun ditimbang tiap bulan. Dengan KMS kita bisa mengetahui status kesehatan anak.

3. Imunisasi Imunisasi adalah pemberian kekebalan agar anak tidak mudah terserang atau tertular penyakit. Pemberian imunisasi harus sedini mungkin dan lengkap. Tujuan dari diberikannya suatu imunitas dari imunisasi adalah untuk mengurangi angka morbiditas dan mortalitas suatu penyakit yang sangat membahayakan kesehatan dan menyebabkan kematian. Imunisasi dibedakan menjadi 2 yaitu : Imunisasi Aktif : Imunisasi yang menstimulasi system imun untuk membentuk

antibody dan respon imun seluler yang melawan agen penginfeksi. Imunisasi Pasif dari ibu ke janin. Vaksinasi merupakan Imunisasi aktif ialah suatu tindakan yang dengan sengaja memberikan paparan antigen dari suatu pathogen yang akan menstimulasi system imun dan menimbulkan kekebalan sehingga nantinya anak yang telah mendapatkan vaksinasi tidak akan sakit bila terpajan oleh antigen serupa. Vaksinasi terbagi atas : Vaksinasi Wajib yaitu Program Pengembangan Imunisasi/PPI. PPI di Indonesia yaitu BCG, DTP, Polio, Campak, dan Hepatitis B. Vaksinasi Anjuran yaitu Typhoid Fever, Haemophilus Influenza B (Hib), MMR (Mump, Measles, Rubella), Varicella, Influenza Virus, Meningococcus. Proteksi Vaksin terhadap (Peranan) Bakteri yang dilemahkan Toksoid Isi Vaksin Umur Pemberian Reaksi Normal Reaksi Samping Limfadenitis BCG TBC 0 - 3 Bulan Ulkus - Parut Osteomyelitis Penyebaran Sistemik Kejang : Imunisasi yang menyediakan proteksi sementara melalui

pemberian antibody yang diproduksi secara eksogen maupun transmisi transplasenta

DTP

Difteri

6 Minggu

Demam dalam 24

Tetanus Pertusis

Toksoid Bakteri yang dilemahkan 1. Live Attenuated Virus (SABIN) 2. Killed Virus (SALK) Live Attenuated Virus

jam Nyeri ditempat suntikan Enselopati

Polio

Poliomyelitis

Neonatus dst

Tidak Ada

Diarhhea

Campak

Morbili

> 6 - 9 bulan

Demam Rash ringan

Enselopati

Hepatitis B

Hepatitis B

Inactivated Vaccine Recombinant DNA

Setelah Lahir 1 bulan 6 bulan

Demam Nyeri ditempat suntikan

Anafilaksis Alergi

* Tabel Vaksinasi Wajib (PPI) 4.Stimulasi (perangsangan) Stimulasi adalah perangsangan (penglihatan, bicara, pendengaran, perabaan) yang datang dari lingkungan anak. Anak yang mendapat stimulasi yang terarah akan lebih cepat berkembang dibandingkan anak yang kurang bahkan tidak mendapat stimulasi. Memberikan perhatian dan kasih sayang merupakan stimulasi yang penting pada awal perkembangan anak, misalnya dengan bercakap-cakap, membelai, mencium, bermain dll. Buku bacaan anak akan menambah kemampuan berbahasa, berkomunikasi, serta menambah wawasan terhadap lingkungannya. Bermain dan olah raga (melempar/menangkap bola, melompat, naik sepeda dll) baik untuk perkembangan motorik dan pertumbuhan otot-otot tubuh. 5. Perumahan Perumahan yang layak, ventilasi dan pencahayaan cukup, tidak penuh sesak, akan menjamin keselamatan dan kesehatan penghuninya. 5. Sanitasi lingkungan

Kebersihan baik perorangan maupun lingkungan memegang peranan penting dalam tumbuh kembang anak. Dengan kebersihan yang baik dapat mencegah/ mengurangi terjadinya penyakit-penyakit kulit, diare, saluran pernafasan, demam berdarah dll. 6. Keluarga Suasana damai dan kasih sayang dalam keluarga sangat penting dalam tumbuh kembang anak.

Daftar Pustaka
1. Soetjiningsih. Tumbuh Kembang Anak. Jakarta: Penerbit Buku Kedokteran EGC; 1995 2. Nelson WE, ed. Ilmu kesehatan anak. 15th ed. Alih bahasa. Samik Wahab. Jakarta:

Penerbit Buku Kedokteran EGC; 2000


3. Blossner, Monika.. Malnutrition: Quantifying the Health Impact at national and Local

levels. Geneva: World Health Organization; 2005


4. Kosim S. Neonatologi 1st ed. Jakarta: Ikatan dokter anak Indonesia; 2010 5. WHO. Buku Saku Pelayanan Kesehatan Anak Di Rumah Sakit. [update on 2008 June].

Available at : http://www.ichrc.org/pdf/pocketbookbahasa.pdf . Accessed on 2011, Septemner 18