You are on page 1of 19

Sistem Transportasi di Amerika Serikat, Inggris dan Indonesia

Sistem Transportasi di New York, Amerika Serikat.


Pelayanan transportasi yang kurang prima, tidak nyaman dan berbahaya menjadi salah
satu Iaktor utama dimana masyarakat lebih menyukai menggunakan kendaraan pribadi
dibandingkan harus menggunakan kendaraan umum. Namun pilihan berkendara
menggunakan kendaraan pribadi menimbulkan berbagai dampak negatiI seperti keperluan
akan bahan bakar yang besar, kemacetan dan polusi udara. Negara-negara maju sangat peduli
untuk memberikan pelayanan maksimal kepada pelanggannya. Oleh karenanya, otoritas
publik melakukan penyediaan sarana transportasi kereta commuter dan bus perkotaan yang
terdapat di New York, Amerika Serikat di bawah naungan New York City Transit Authority
(NYCTA). NYCTA merupakan bagian dari Metropolitan Transportation Authority yang
memiliki kewenangan dalam mengurus :
a. New York City Subway, khususnya di Manhanttan, The Bronx, Brooklyn, dan
Queens
b. Staten Island Railway
c. NYCTA departement oI buses Pemerintah New York dalam menjalankan sistem
transportasinya menggunakan sistem public private partnership dimana
mengikutsertakan NYCTA sebagai perusahaan khusus yang bertanggungjawab dalam
mengurusi masalah transportasi. NYCTA menjadi bagian dari otoritas transportasi
metropolitan yang paling sibuk dan terbesar di Amerika Serikat karena pelayanannya
menyangkut kepentingan masyarakat.
Di New York, Amerika Serikat terdapat bermacam transportasi yang dapat digunakan
untuk memudahkan perjalanan karena terdapat angkutan kereta commuter, bus express,
kereta bawah tanah, dan Bus Rapid Transit (BRT). Dimana terdapat 16 jalur kereta
commuter, 23 jalur kereta bawah tanah, 385 jalur bus, dan 1 jalur bus rapid transportation.
. New York Subway
New York City Subway adalah sebuah sistem transportasi cepat dan massal yang berada
di bawah tanah dan merupakan sistem transportasi terbesar di dunia. Sistem kereta bawah
tanah ini awalnya adalah tiga sistem yang terpisah dan bersaing satu sama lain. Dua di
antaranya dibangun dan dioperasikan oleh perusahaan swasta, yaitu Interborough Perusahaan
Rapid Transit Agustus Belmont (IRT) dan Brooklyn-Manhattan Transit Corporation (BMT).
Namun lama-kelamaan karena kedua perusahaan tersebut bangkrut akhirnya The Public
Independent City-Owned Rapid Transit Railroad menggabungkan keduanya menjadi satu
bagian yang terintegrasi yang menghasilkan sistem kereta bawah tanah yang dimiliki
sepenuhnya oleh New York City.
New York City Subway ini dikenal sebagai salah satu sistem angkutan yang cepat di
dunia karena beroperasi selama 24 jam dan 365 hari. Kereta bawah tanah New York adalah
satu-satunya sistem yang memegang rekor diantara sepuluh sistem angkutan cepat di dunia
dibandingkan dengan London, Paris dan Mexico City dilihat menurut banyaknya perjalanan
dan penumpang dalam satu tahun.
(http://commons.wikimedia.org/wiki/Category:MTARegionalBusOperations)
Kereta bawah tanah New York memegang peringkat pertama sebagai sistem transportasi
yang paling sibuk dikarenakan terdapat kapasitas kereta dan sumber daya manusia yang
memadai. Jumlah kereta bawah tanah di New York mencapai angka 6.388 kereta, angka
yang menakjubkan dan sebanding apabila dilihat dari permintaan konsumen yang
menggunakan alat transportasi tersebut. Selain kereta bawah tanah, terdapat juga kereta
commuter yaitu Long Island Railroad.
. ong Island Railroad
Long Island Railroad adalah sebuah sistem rel komuter yang melayani perjalanan
transportasi sepanjang Long Island yang diklasiIikasikan sebagai kereta nomor dua oleh
dewan permukaan. Long Island Railroad adalah kereta commuter tersibuk di Amerika yang
melayani sekitar 81 juta penumpang setiap tahunnya dan ditunjang dengan jumlah stasiun
yang cukup banyak, yaitu sekitar 124 stasiun. Setiap hari kerja, penumpang Long Island
Railroad bisa mencapai 303.000 orang. Jumlah penumpang yang banyak tersebut dikarenakan
sistemnya telah ditata sedemikian baik oleh Metropolitan Tranportation Authority sehingga
masyarakat nyaman dalam menggunkan alat transportasi tersebut.
(http://commons.wikimedia.org/wiki/Category:LongIslandRailRoad)
Walaupun tergolong memiliki banyak penumpang, Long Island Railroad tetap dapat
memperlihatkan eksistensi dan keunggulannya dalam menciptakan keamanan dan
kenyamanan bagi para penumpang. Hal tersebut terbukti pada tahun 2006, Long Island
Railroad mendapatkan penghargaan Bronze EH Harriman Award untuk catatan keamanan
transportasi. The Long Island Railroad juga merupakan satu-satunya kereta commuter di
Amerika serikat yang beroperasi selama 24 jam sehari dan tidak pernah ada libur bahkan
akhir pekan dan hari libur.
. TA Buses
Selain dalam bidang perkeretaapian, Metropolitan Transportation Authority juga
mengurusi masalah transportasi darat seperti bus yang dinamakan New York City Transit
Buses yang beroperasi di lima wilayah di New york City seperti Manhanttan, The Bronx,
Brooklyn, Staten Island, dan sebagian Queens dengan jumlah kapasitas MTA buses sekitar
4.500 bus dan beroperasi mulai pukul lima pagi sampai pukul satu dini hari. Adanya sistem
bus ini dimaksudkan untuk melengkapi jalur rel kereta MTA lainnya seperti subway, dan
Long Island Railroad.
Sistem pembayaran ongkos MTA bus New York sedikit berbeda dengan yang lain. Disini
pembayaran ongkos melalui suatu mesin yang sudah disediakan di haltehalte dekat tempat
menunggu bus. Setiap penumpang yang akan naik dan menggunakan Iasilitas bus tersebut
diharuskan untuk memasukkan sejumlah koin yang telah ditentukan, setelah itu akan keluar
bukti pembayaran yang dijadikan syarat utama untuk dapat menggunakan Iasilitas bus
tersebut. Apabila terdapat masalah dalam penggunaan mesin tersebut dihimbau agar calon
penumpang menghubungi atau melapor kepada petugas bus yang datang.
Biaya yang dibebankan kepada penumpang bus MTA adalah terbatas pada setiap rute
yang ada. Pembebanan biaya tidak tergantung dari berapa jauh jarak yang ditempuh, untuk
sekali perjalanan biaya yang dibebankan sebesar US $ 2,5 dan US $ 1,10 untuk para manusia
lanjut usia dan penyandang cacat.
Dalam sistem transportasi di negara maju seperti Amerika Serikat sangat memperhatikan
ketepatan waktu dalam melakukan pelayanan. Baik subway, Long Island Railroad dan MTA
bus memiliki jadwal keberangkatan yang telah ditentukan dan dijalankan dengan konsisten,
apabila terdapat penumpang sampai tempat tujuan tidak sesuai dengan yang terdapat di
jadwal, setiap keterlambatan 15 menit, penumpang dapat menuntut haknya untuk mendapat
kembali uangnya sebesar 50 dan apabila keterlamatan sampai 30 menit, penumpang dapat
meminta pengembaliannya uangnya sebesar 100.

. 1etblue Airlines
Selain transportasi daratnya yang baik, New York juga memiliki transportasi udara yang
dikatakan eIektiI dan dapat memenuhi keinginan pelanggan. Jetblue airline adalah salah satu
low cost airline Amerika yang dipegang oleh Jetblue Airways Corporation yang merupakan
non-union airline. Dengan hal tersebut berarti dalam pelaksanaan pelayanan transportasinya,
Jet Blue Airline tidak memiliki ikatan dengan pihak lain seperti kerjasama dengan pihak lain.
Jet blue airways beroperasi terutama di Jhon F. Kennedy Airport di New York City. Namun,
terdapat bandara lain juga yang menjadi tujuan dari Jetblue Airways, yaitu Logan
Internasional Airport yang terdapat di Boston, Fort Lauderdale-Holiwood Internasional
Airport, Orlanda Internasional Airport, dan Long Beach Airport.
Jet Blue Airline memiliki slogan happy jetting dengan tujuan agar penumpang merasa
nyaman dan senang menggunakan transportasi tersebut. JetBlue didirikan di Delaware pada
Agustus 1998 oleh David Neeleman. Pada mulanya JetBlue didirikan dengan nama Newair.
Karena beberapa eksekutiI JetBlue termasuk Neeleman adalah mantan karyaean Southwest
Airlines maka ketika JetBlue didirikan dimulai dengan mengikuti pendekatan yang
dilaksanakan oleh Southwest Airlines dengan menawarkan perjalanan murah, tetapi berusaha
untuk membedakan dirinya dengan Iasilitas, seperti hiburan dalam penerbangan, TV di setiap
kursi dan radio satelit. Hal ini kembali lagi pada slogan dari Jet Blue, yaitu ingin
mencipatakan kenyamanan perjalanan bagi para penumpang terutama ketika melakukan
perjalanan udara.
Dalam perjalanannya Jet Blue semakin baik dalam melakukan pelayanan publik dalam
bidang transportasi sehingga JetBlue dapat menjadi salah satu saham maskapai penerbangan
yang paling populer dalam sejarah dan saat ini memiliki sekitar dua miliar dolar dalam
kapitalisasi pasar. Karena hal tersebut banyak pihak yang memuji keberhasilan JetBlue atas
kecakapannya dalam melakukan pelayanan dan dari hasil keuangan yang kuat.
Pada tahun 2004 Jet Blue memulai penerbangan dari Bandara LaGuardia, New York
City dan pada tahun 2005 Jet Blue menambahkan layanannya di Bandar Udara Internasional
Newark Liberty di Newark, New Jersey. Selain itu, Jet Blue menambahkan layanan di John
F. Kennedy yang sekarang menjadi basis utama Jet Blue dan Logan Airport di Boston.
Dengan penambahan yang terus menerus akhirnya Jet Blue sekarang memegang ketiga
bandara terbesar di New York City. Dalam satu hari Jet Blue airlines dapat melakukan
sepuluh penerbangan yang dapat menampung 100-190 penumpang sekali perjalanan. Kiprah
Jet Blue tidak sampai disini saja, pada bulan Oktober 2006 JetBlue mengumumkan mereka
akan mulai layanan dari Stewart Bandar Udara Internasional, di Newburgh, New York dan di
Westchester Country Airport yang lebih sering dikenal dengan White Plains.
(http.//en.wikipedia.org/wiki/JetBlueAirways).
Untuk meningkatkan pelayanannya Jet Blue Airlines terus menerus menambahkan
armadanya, seperti pada tahun 2006 Jetblue melakukan penambahan 36 pesawat untuk
memperluas eksistensinya dalam pelayanan transportasi udara. Pada tahun 2007 Jetblue
menjadi maskapai penerbangan domestik nomor satu di Amerika Serikat yang diberikan oleh
Conde Nast Traveler untuk ke-enam kalinya secara berturutturut dan pada tahun 2009
JetBlue menduduki peringkat tertinggi dalam aspek kepuasan pelanggan dikarenakan
pelayanan yang baik, tepat waktu, dan biaya yang murah.

Sistem Transportasi di ondon, Inggris.
Sebagai wujud dari pelayanan publik, pemerintah lokal di kota London memiliki suatu
badan yang bertanggung jawab atas sebagian besar aspek yang berhubungan dengan sistem
transportasi di kota London. Badan yang bertanggung jawab atas sistem transportasi tersebut
dinamakan Transport Ior London atau sering disingkat menjadi TIL. TIL terorganisasi dalam
tiga direktorat utama, masing-masing dengan tanggung jawab untuk aspek-aspek yang
berbeda dan jenis transportasi. Tiga direktorat utama adalah:
. ondon Underground
London Underground bertanggung jawab untuk menjalankan kereta api bawah tanah
London yang biasa disebut sebagai tube. Walaupun tube merupakan miliki pemerintah lokal,
namun pengelola penyediaan layanan perawatan diserahkan kepada sektor swasta. Rute tube
ini dibagi menjadi tiga jalur yaitu:
1. BCV: Bakerloo, Tengah, Victoria dan Waterloo & City
2. JNP: Jubilee, Northern dan Piccadilly
3. SSR (Sub SurIace Kereta Api): Metropolitan, District, Circle dan Hammersmith &
City


. ondon Rail
London Rail bertanggung jawab untuk berkoordinasi dengan operator yang
memberikan layanan rail nasional di London, khususnya kereta api di permukaan tanah
(London Overground) dan trem.
. Surface Transport Surface transport atau transportasi yang ada di permukaan tanah ini
terdiri dari:
1. London Bus, yang bertanggung jawab untuk mengelola jaringan bus merah di seluruh
London, sebagian besar oleh jasa kontraktor sektor swasta operator bus. Menggabungkan
CentreComm, London Bus Command & Control Centre, sebuah Pusat Kontrol Darurat
24hour berbasis di Southwark.
2. London Dial-a-Ride, yang menyediakan layanan paratransit di seluruh London.
3. London River Services, bertanggung jawab untuk perizinan dan koordinasi layanan
penumpang di Sungai Thames di London.
4. London Streets, yang bertanggung jawab atas pengelolaan jaringan jalan strategis.
5. London congestion charge.
6. Publik Kantor Carriage, bertanggung jawab untuk perizinan taksi hitam yang terkenal
dan menyewa kendaraan pribadi lainnya.
7. Victoria Coach Station, yang memiliki dan mengoperasikan terminal utama London
untuk bis jarak jauh dan layanan pelatih.
8. Cycling Centre oI Excellence, yang mempromosikan bersepeda di London
9. Walking Center, yang mempromosikan akses pejalan kaki yang lebih baik.
10.London Road SaIety Unit, yang mempromosikan jalan yang lebih aman melalui iklan
dan mengukur keselamatan di jalan raya.
11.Community SaIety, EnIorcement dan Policing, bertanggung jawab untuk menanggulangi
penghindaran ongkos di bis, memberikan layanan kepolisian yang menangani kejahatan
dan kekacauan pada transportasi umum bekerjasama dengan Kepolisian Metropolitan
Transport Service Komando Operasi Unit (TOCU) dan British Transport Police.
(http://www.tIl.gov.uk/tickets/14415.aspx).
12.TraIIic EnIorcement, bertanggung jawab untuk menegakkan peraturan lalu lintas dan
parkir
13.Freight Unit, yang saat ini sedang mengembangkan London Freight Plan
Walaupun London memiliki beberapa jenis transportasi publik, namun dalam makalah
ini, jenis transportasi di kota London yang dibahas hanya dua macam yaitu kereta bawah
tanah yang dikelola oleh London Underground (Tube) dan bus publik untuk dalam kota yang
dikelola oleh London Bus. Kedua jenis transportasi publik tersebut akan dibahas lebih lanjut
pada pemaparan berikut.
. ondon Underground (Tube)
Sampai saat ini, Underground beroperasi sebagai Public-Private Partnership (PPP),
dimana perawatan inIrastruktur yang dikelola oleh dua perusahaan swasta (Perusahaan Tube
Lines) di bawah 30 tahun kontrak, sementara kepemilikan dan pengoperasian berapa pada
tangan publik yaitu TIL. Di dalam sistem PPP tersebut, Underground telah dianggap sebagai
kereta bawah tanah yang berstandar dunia. Standar dunia itu diberikan mengingat tersedianya
kereta bawah tanah per waktu tertentu untuk setiap jalur dilengkapi dengan Iasilitas yang
baik.
Underground tidak berjalan selama 24 jam sehari (kecuali pada Tahun Baru dan acara-
acara publik utama - seperti Queen's Golden Jubilee pada 2002 dan Upacara Pembukaan dan
Penutupan Olimpiade London pada tahun 2012) karena sebagian besar garis hanya memiliki
dua trek (satu di masing-masing arah) dan pada malam hari untuk pembersihan dan
pemeliharaan. (Menurut Asapsetia dalam
http://asepsetia.multiply.com/journal/item/68/TubeLondon : 2010)
Untuk melihat keeIektiIitasan Underground ini, makalah ini melihat dari beberapa
indikator yang tercakup dalam pelayanan transportasi Underground ini. Indikator adalah
sebagai berikut:
a. Ketepatan Waktu Kereta bawah tanah ini relatiI tepat waktu berdasarkan jadwal yang
diberikan, namun dalam beberapa keadaan tertentu seperti kerusakan sinyal atau
kecelakaan, keterlambatan juga bisa terjadi. Menurut statistik yang diperoleh di
bawah Freedom oI InIormation Act, komuter rata-rata pada baris Metropolitan
terbuang tiga hari, 10 jam dan 25 menit pada 2006 akibat penundaan. Antara 17
September 2006 dan 14 Oktober 2006 , terdapat 211 kasus kereta api yang tertunda
oleh lebih dari 15 menit. Untuk memberikan pertanggungjawaban, penumpang berhak
mendapatkan pengembalian dana jika perjalanan mereka tertunda selama 15 menit
atau lebih.

b. Biaya Transportasi Berbanding dengan Pendapatan Per Kapita Inggris Untuk
menggunakan ini, para pengguna Underground dapat membeli tiket langsung atau
menggunakan kartu khusus bernama Oyster. Kartu Oyster bekerja seperti katu debet
yang diisi dengan jumlah uang tertentu. Rata-rata orang mengeluarkan uang sebesar
100 pound sterling per bulan atau untuk mengakses trasportasi ini, atau jika
dirupiahkan sebesar Rp. 1.351.600. Pengeluaran tersebut berbanding dengan nilai
pendapatan kotor per kapita kota London yaitu 26.192 pound sterling. Harga
transportasi yang cukup besar, namun sebanding dengan eIisiensi waktu yang
diberikan jika menggunakan transportasi ini.
c. Kenyamanan dan Keselamatan Selain dilengkapi alat-alat keselamatan, kereta bawah
tanah ini dilengkapi dengan pendingin dan penghangat ruangan, petugas kebersihan,
inIormasi rute yang terkomputerisasi, Iasilitas khusus untuk penyamdang cacat, dan
Iasilitas penunjang lainnya. Sedangkan kecelakaan di Underground jarang sekali
terjadi.
d. Kepadatan Penggunaan Transportasi Kereta api bawah tanah ini kurang lebih telah
mengangkup satu milyar orang per tahun, dimana jalur yang paling sibuk berada di
Northern yang mengangkut 850.000 orang per hari dengan 91 kereta. Kepadatan
tersebut berada pada puncaknya ketika jam-jam sibuk seperti jam pergi dan pulang
bekerja. Hal itu menjadikan kondisi yang berdesak-desakan di stasiun. Kondisi
crowded ini masih menjadi perhatian dari pemerintah setempat.
. ondon Bus
Seperti London Underground, London Bus juga menerapkan sistem PPP, dimana terjadi
kerjasama pengelolaan antara publik dan swasta. Perbedaannya adalah servis yang diberikan
oleh London Bus lebih banyak disediakan oleh swasta. Publik memiliki tugas sbagai berikut:
O Perencanaan rute bus
O Menentukan tingkat pelayanan
O Pemantauan kualitas layanan
O Pengelolaan stasiun bis dan bus berhenti dan layanan dukungan lainnya
O Memberikan inIormasi bagi penumpang dalam bentuk jadwal dan peta di halte bus dan
online, dan online jasa perencanaan rute
O Memproduksi selebaran peta, tersedia dari Travel InIormation Centre, perpustakaan dll,
dan sebagai online download.
O Operasi CentreComm London Bus 24hour pusat Komando dan Kontrol berbasis di
Southwark Kualitas Bus ini sendiri dapat dilihat melalui empat indikator di atas dengan
penjabaran sabagai berikut:
a. Ketepatan Waktu London Bus merupakan salah satu alat transportasi di dunia yang
terkenal jarang mengalami keterlambatan. Rute dan jadwal bus ini dapat diakses di
halte-halte bus atau di website yang disediakan oke TIL.
b. Biaya Transportasi Berbanding dengan Pendapatan Per Kapita Inggris Seperti halnya
dengan London Underground, pembayaran pelayanan publik ini dilakukan dengan
uang tunai atau menggunakan kartu Oyster. Untuk dewasa, biaya yang dibutuhkan
adalah 63.80 pound sterling per bulan atau sebesar Rp. 863.000, sedangkan untuk
pelajar berusia 18 tahun ke atas dikenai 44.60 pound sterling perbulan atau Rp. 603
500. Tiket diberikan secara gratis bagi para penyandang cacat dan pelajar di bawah 18
tahun. Harga tersebut terjangkau dibanding pendapatan kotor per kapita kota London
yang mencapai 26.192 pound sterling.
c. Kenyamanan dan Keselamatan Bus yang bertingkat dua ini memiliki Iasilitas yang
diberikan bisa dikatakan sangat baik. Selain terdapat Iasilitas umum bus, London Bus
juga memiliki tempat duduk khusus untuk para penyandang cacat dan untuk orang
yang membawa anjing. Selain itu London Bus dilengkapi iBus yang dipercanggih
dengan GPS yang memungkinkan para penumpang untuk mengetahui jarak
pemberhentian berikutnya.
d. Kepadatan Penggunaan Transportasi Jaringan bus lokal di London adalah salah satu
yang terbesar dan paling komprehensiI di dunia. Lebih dari 6.800 bus dijadwalkan
beroperasi pada lebih dari 700 rute yang berbeda. Selama tahun jaringan ini
membawa lebih dari 1,8 milyar perjalanan penumpang.
. askapai Penerbangan Inggris
British Airways merupakan maskapai penerbangan terbesar yang berkedudukan di
Inggris. Maskapai penerbangan ini beroperasi dengan sistem Public Private Partnership. Pusat
operasinya berada di Bandara London Heathrow serta beberapa pusat yang lebih kecil seperti
di Bandara Internasional Manchester dan Bandara Internasional Birmingham. British
Airways sering disingkat menjadi BA.
British Airways melayani hampir 150 kota, termasuk enam domestik. British Airways
adalah salah satu dari sembilan operator untuk terbang ke semua benua. British Airways terus
melakukan penerbangan hingga sekarang dengan perIorma yang terus ditingkatkan seperti
yang ada di dalam table berikut.
A|rways I|nanc|a| erformance
Pelayanan yang digunakan di penerbangan domestik United Kingdom umumnya sama
dengan maskapai penerbangan lain. Kursi tersedia pada semua jenis pesawat dan kursi
tersebut berada dalam konIigurasi satu kelas. Makanan pada pelayanan tergantung pada
tujuan dan waktu. Pada semua layanan penerbangan Inggris domestik, sebelum pukul sepuluh
pagi, tersedia hidangan sarapan panas, sedangkan setelah pukul sepuluh pagi terdapat layanan
minuman dengan makanan ringan, pengecualian bagi Skotlandia. Ada perbedaan sedikit
dalam penerbangan ke dan dari Heathrow di malam hari, di mana salad merupakan bagian
dari menu setelah makan malam. Selain itu, British Airways melakukan penerbangan untuk
penerbangan di wilayah Eropa dan Internasional dengan beberapa pilihan kelas. (British
Airways : 2010)
British Airways memang jarang mengalami kecelakaan saat perjalanan, namun pihak
British Airways sendiri memiliki tindakan pencegahan dengan terus melakukan renovasi pada
pesawat-pesawatnya serta memperlengkapi pesawat dengan alat-alat keselamatan pada
umumnya. Selain itu, keselamatan yang diberikan oleh maskapai penerbangan ini ditanggung
melalui asuransi yang diberikan untuk setiap penumpang yang memakai jasa transportasi
udara ini. Asuransi tersebut dikenakan pula pada bagasi penumpang.
Sistem Transportasi di 1akarta, Indonesia
Indonesia adalah negara kepulauan, terdiri atas 5 pulau besar, ratusan pulau sedang
serta ribuan pulau kecil. Ribuan pulau ini dipersatukan laut dan angkasa menjadi negara
kesatuan Republik Indonesia. Laut dan angkasa adalah prasarana perangkutan yang harus
31 March
1998
34,377,000 8,642 580 460 44.7
31 March
1997
33,440,000 8,359 640 553 55.7
31 March
1996
32,272,000 7,760 585 473 49.4
dipandang sebagai pemersatu pulau-pulau menjadi kesatuan wilayah negara, bukan lagi
sebagai pemisah antara satu pulau dengan pulau lainnya. (Warpani, 1997)
Rentang wilayah negara mengharuskan penanganan moda transportasi angkutan darat,
laut dan udara secara terpadu untuk mewujudkan sistem angkutan nasional yang andal,
eIektiI dan eIisien. Setiap moda angkutan memiliki karakter khas, keunggulan dan
kelemahannya. Moda transportasi darat, laut dan udara harus menjadi kesatuan sistem agar
dapat menjawab tujuan perangkutan, yakni melayani perpindahan atau mobilisasi orang dan
barang dari satu tempat ke tempat lain.
Untuk menjawab tantangan itu, disusun Sistem Transportasi Nasional (Sistranas) yang
bertujuan mewujudkan perangkutan yang andal dan berkemampuan tinggi dalam menunjang
sekaligus menggerakkan dinamika pembangunan, meningkatkan mobilitas manusia, barang
dan jasa, membantu terciptanya pola distribusi nasional yang mantap dan dinamis, serta
mendukung pengembangan wilayah dan lebih memantapkan perkembangan kehidupan
bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara dalam rangka perwujudan Wawasan Nusantara dan
peningkatan hubungan internasional.
Moda transportasi darat dalam sistem angkutan di Indonesia terdiri atas angkutan
jalan, angkutan jalan rel serta angkutan sungai, danau dan penyeberangan. Jaringan
perangkutan darat tersusun dalam suatu jaringan pelayanan yang menghubungkan seluruh
pusat kegiatan di wilayah perkotaan maupun perdesaan. Dalam seluruh sistem yang terdiri
atas matra darat, laut dan udara, jaringan angkutan darat menjadi titik simpul antarmoda yang
vital. Ia menjadi mata rantai awal/akhir moda angkutan laut dan udara pada titik terminal
yang semuanya di daratan.
Kota Jakarta sebagai ibukota negara dengan beragam aktivitas yang tentunya
melibatkan banyak sekali individu dalam sistem yang berlaku di dalamnya. Daerah hinterland
yang menjadi tujuan untuk bertempat tinggal adalah Bogor, Depok, Tanggerang dan Bekasi
(Bodetabek). Penduduk pinggiran dalam melakukan aktivitas kesehariannya termasuk
kedalam kelompok penglaju (commuter).
Data yang diperoleh dari Dinas Perhubungan DKI Jakarta menunjukkan, kebutuhan
perjalanan per hari dengan angkutan umum dari Bodetabek ke Jakarta dan sebaliknya makin
meningkat. Pada tahun 2002, misalnya, tercatat 7,3 juta perjalanan per hari, tahun 2010
diperkirakan menjadi 9,9 juta perjalanan per hari, dan pada tahun 2020 meningkat menjadi 13
juta perjalanan setiap hari. Perjalanan ulang alik Tangerang-Jakarta pada tahun 2010 akan
mencapai 1.078.963 dan tahun 2010 menjadi 1.465.912. Adapun perjalanan Bogor-Depok-
Jakarta dan sebaliknya pa-da tahun 2010 diperkirakan 791.295 dan pada tahun 2020 melesat
menjadi 1.148.528. Perjalanan Bekasi-Jakarta dan sebaliknya cenderung lebih rendah. Tahun
2010 diprediksi 693.099 dan tahun 2020 mencapai 940.834. Angka-angka prediksi ini masuk
akal karena pertumbuhan kawasan perumahan baru ke arah Tangerang dan Banten, juga
masih ke arah Depok dan Bogor.
Mobilitas masyarakat yang semakin berkembang sangat menuntut tersedianya
pelayanan angkutan umum, disamping prasarana jalan untuk mengakomodasi permintaan
perjalanan tersebut. Dalam penyediaan sarana transportasi juga perlu diperhatikan kualitas
layanan, terutama keselamatan. Dalam Bab I UU No. 22 tahun 2009, keselamatan lalu lintas
dan angkutan jalan diartikan sebagai suatu keadaan tehindarnya setiap orang dari resiko
kecelakaan selama berlalu lintas yang disebabkan oleh manusia, kendaraan, jalan dan/atau
lingkungan. Keselamatan transportasi di Indonesia nampaknya masih menjadi perhatian
besar. Tingginya tingkat kecelakaan menjadi penyebabnya. Isu yang menjadi penyebab
tingginya tingkat kecelakaan tersebut di antaanya adalah isu sumber daya manusia (human
resources issues), isu utama (main issues), isu Iasilitas (Iacility issues), isu inIrastruktur
(inIrastructure issues). (http://www.dephub.go.id/)
Isu sumber daya manusia (human resources issues) yaitu rendahnya kedisiplinan akan
aturan lalu lintas, rendahnya kesadaran akan keselamatan publik, oIIicial competency dalan
keselamatan lalu lintas masih belum mencukupi. Isu utama (main issues) yaitu rendahnya
koordinsi antara stekeholders dengan saIety handling, kurangnya dukungan organisasi dan
Iinancial, penegakan hukum yang tidak membawa eIek jera dan sistem inIormasi yang belum
mencukupi. Isu Iasilitas (Iacility issues) yaitu keadilan kendaraan bermotor, ketersediaan
saIety Iacility bagi kendaraan, desain dan teknologi kendaraan, pemeliharaan kendaraan. Isu
inIrastruktur (inIrastructure issues) yaitu kondisi jalan dan jembatan, jalan kereta api, rambu-
rambu lalu lintas, peralatan penguji kendaraan, jembatan timbang.
ow uch is National oss?
(estimated)

AI Commuter 1abodetabek
Setelah Indonesia merdeka, lokomotiI-lokomotiI listrik hasil elektriIikasi jalur kereta
api pada zaman penjajahan masih setia melayani para pengguna angkutan kereta api di daerah
Jakarta Bogor. Pemerintah Indonesia sejak kemerdekaan tidak pernah membeli lokomotiI
listrik untuk mengganti atau menambah jumlah lokomotiI listrik yang beroperasi. Namun
pada akhirnya, dengan usia yang telah mencapai setengah abad, lokomotiI-lokomotiI ini
dipandang tidak lagi memadai dan mulai digantikan dengan rangkaian Kereta Rel Listrik baru
buatan Jepang sejak tahun 1976. KRL Jabotabek, yang sekarang dikenal bernama KA
Commuter Jabodetabek, adalah jalur kereta listrik yang dioperasikan oleh PT KAI Divisi
Jabotabek sebelum berubah nama menjadi PT KAI Commuter Jabodetabek.
Seiring perkembangan zaman, KRL Jabotabek yang beroperasi sekarang sudah memiliki
berbagai Iasilitas dan kelas, mulai dari tempat duduk yang empuk hingga Air Conditioner
(AC) yang menyejukkan. Saat ini ada tiga kategori atau kelas pelayanan KRL Jabodetabek
(commuter), antara lain Commuter ekonomi non-AC, Commuter Ekonomi AC dan
Commuter Ekspres AC.
Sistem pengoperasian Commuter terpadu di wilayah Jabotabek dimulai pada tahun
2000, saat itu pemerintah Indonesia menerima hibah 72 unit KRL. Dari jumlah tersebut,
sebanyak 50 unit gerbong bisa langsung digunakan dan dioperasikan sebagai rangkaian-
rangkaian KRL Pakuan yang melayani rute Jakarta Bogor, PP.
KRL menjadi sarana transportasi pilihan para penglaju karena dinilai lebih ekonomis
dan dapat dijangkau dengan cepat. Pengguna sarana transportasi kereta commuter sebagian
besar adalah dengan maksud sekolah dan bekerja, yang dalam sepekan melakukan perjalanan
antara 5-6 kali. Alasan masyarakat memilih KRL yaitu lebih murah dan lebih cepat.
Namun keterlambatan kereta masih sering dirasakan oleh masyarakat. Gangguan
utama yang dialami pengguna KRL adalah kepadatan penumpang dengan kekurangan armada
kereta. Kemudian keamanan penumpang dirasakan masih kurang karena banyak pihak tidak
bertanggungjawab yang memanIaatkan kepadatan KRL.

Busway-Transjakarta
Dari lima aspek pengukuran yang digunakan untuk mengukur kualitas pelayanan
busway, hany satu aspek yang menunjukkan penilaian cenderung baik dan sisanya
menunjukkan skor yang cenderung kurang baik. Tingkat kualitas pelayanan yang cenderung
baik ditunjukkan pada hal-hal yang berkaitan dengan keamanan, kenyamanan, kerapihan dan
kondisi Iisik bus. Sebaliknya, tingkat kualitas pelayanan yang dirasakan masih cederung
kurang baik adalah ketepatan waktu, lama waktu terlambat, sikap petugas dalam memberikan
pelayanan, kesopanan petugas, kemampuan dan sikap petugas dalam menanggapi masalah,
pengalaman petuga di bidang pekerjaannya, keterampilan dalam memberikan layanan dan
inIormasi, kepedulian terhadap keluhan pengguna jasa, kebersihan petugas dan kondisi Iisik
halte. (Chairunnisa, 2008)
Persepsi masyarakat terhadap tingkat kinerja busway Transjakarta tergolong baik,
khususnya dalam kesesuaian akan kebutuhan masyarakat, pelayanan yang adil bagi
penumpang dan tariI tiket. Persepsi masyarakat terhadap tingkat kualitas pelayanan tergolong
kurang baik, khususnya dalam ketepatan waktu, lama waktu terlambat, sikap petugas dalam
memberikan pelayanan dan inIormasi, kepedulian terhadap pengguna jasa, kebersihan
petugas dan kondisi Iisik halte bus. Masyarakat dinilai kurang puas terhadap Transjakarta-
Busway, khususnya dalam hal pelayanan di loket, pelayanan di halte dan di dalam bus,
jumlah kapasitas penumpang, lokasi halted an rute bus, serta jumlah armada busway.

askapai Penerbangan Indonesia
Sejarah berdirinya perusahaan penerbangan pembawa bendera Negara (Flag Carrier)
Indonesia tidak terpisahkan dengan sejarah perjalanan bangsa Indonesia. Ketika bangsa
Indonesia mengalami masa-masa yang sulit -berjuang mempertahankan kedaulatannya, dan
dalam kondisi yang serba tidak menentu setelah proklamasi kemerdekaan, para pejuang
Indonesia telah memikirkan tentang pentingnya keberadaan angkutan udara nasional yang
handal. Berangkat dari pemikiran para pejuang inilah yang akhirnya mewujudkan hadirnya
sebuah maskapai penerbangan pembawa bendera nasional.
Sebagai national fag carrier, yang selanjutnya oleh Soekarno diberi nama Garuda
Indonesian Airways, harus selalu siap melaksanakan tugas-tugas kenegaraan. Adapun tugas
kenegaraan pertama adalah membawa Soekarno dari Yogkakarta menuju Jakarta untuk
dilantik menjadi Presiden Republik Indonesia Serikat (RIS) pada tahun 1949.
Garuda Indonesia resmi menjadi Perusahaan Negara pada tahun 1950, yang kemudian
berubah berdasarkan akta No. 8 tanggal 4 Maret 1975 dari Notaris Soeleman Ardjasasmita,
S.H., sebagai realisasi peraturan Pemerintah No. 67 tahun 1971, serta diumumkan dalam
Berita Negara Republik Indonesia (RI) No. 68 tanggal 26 Agustus 1975.
Menurut Akte Pendirian Perusahaan, tujuan Perusahaan adalah melaksanakan dan
menunjang kebijaksanaan dan program Pemerintah di bidang pembangunan dan ekonomi
nasional pada umumnya, khususnya di bidang jasa pengangkutan udara dan bidang lainnya
yang berkaitan dengan jasa pengangkutan udara serta memupuk keuntungan bagi perseroan
dengan menyelenggarakan angkutan penerbangan.
Garuda Indonesia menjalankan kegiatan usaha di bidang-bidang sebagai berikut:
1. Pengangkutan udara penumpang, barang dan pos dalam negeri dan luar negeri
2. Pengangkutan udara borongan untuk penumpang dan barang dalam negeri dan
luar negeri
3. Jasa pelayanan sistem inIormasi yang berkaitan dengan pengangkutan udara
4. Jasa konsultasi, pendidikan dan pelatihan yang berkaitan dengan
pengangkutan udara
5. Jasa pelayanan kesehatan personil penerbangan.Ketepatan waktu

Garuda Indonesia per akhir 2008 mengoperasikan 54 pesawat terbang, termasuk tiga
Boeing 747-400, enam Airbus 330-300, empat puluh lima pesawat Boeing 737 (300, 400,
500 dan 800) dan saat ini melayani 50 penerbangan baik tujuan dalam negeri maupun luar
negeri.
Ulasan situs Forbestraveler.com menempatkan Bandara Soekarno Hatta (Soetta)
sebagai bandara nomor dua paling tepat waktu di dunia. Untuk maskapai domestik, Garuda
Indonesia keluar sebagai pemenang, mengungguli 5 pesaingnya. Garuda Indonesia mencatat
ketepatan waktu kedatangannya 92,55 persen dan ketepatan keberangkatan 98,13 persen.
Pada tahun 2002 Garuda Indonesia dinobatkan menjadi pemenang untuk kategori ketepatan
waktu. Garuda Indonesia mengalahkan maskapai negara lain seperti KLM dan Singapore
Airlines. Penganugerahan itu diberikan Bandar Udara Schiphol, Belanda. Ketepatan terkait
dengan waktu kedatangan dan keberangkatan. Keselamatan dan kenyamanan Dalam usaha
peningkatan aspek keselamatan dan kenyamanan Garuda Indonesia mendapatkan sertiIikasi
internasional mengenai keselamatan dan kemanan internasional dan penurunan tingkat
kecelakaan.
1. IOSA CertiIication
Setelah melalui proses yang cukup panjang, Garuda Indonesia berhasil meraih IATA
Operational SaIety Audit (IOSA) Certifcation yang merupakan sertifkasi tingkat
dunia terhadap keselamatan dan keamanan penerbangan yang telah terakreditasi
secara internasional. Garuda menjadi maskapai pertama dan satu-satunya dari
Indonesia yang memiliki sertifkasi IOSA ini.
2. Incide Rate (2002-2008)
Upaya meningkatkan keselamatan penerbangan juga bisa diukur dari tingkat Incident
Rate. Berdasarkan data sejak tahun 2002 hingga 2008, tren Incident Rate menunjukan
penurunan. Incident Rate tahun 2008 adalah 0,41/ 1.000 departure, yang terendah
dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Dalam hal keselamatan, Garuda Indonesia
tercatat beberapa kali menghadapi musibah kecelakaan, yaitu:
1. 6 Maret 1979 -Garuda Indonesia Penerbangan 553 menabrak lereng Gunung
Bromo di ketinggian 6.200 kaki menewaskan keempat awaknya.
2. 11 Juli 1979 -Fokker F-28 Garuda Indonesia menabrak lereng Gunung
Pertektekan menewaskan 57 penumpang beserta 4 orang awaknya.
3. 20 Maret 1982 -Fokker F-28 Garuda Indonesia terperosok setelah mendarat di
Bandara Branti, Lampung menewaskan 23 penumpang beserta 4 orang
awaknya
4. 17 Juni 1996 -Mcdonnel Douglas DC-10 Garuda Indonesia 865, pesawat
terbakar setelah overrun akibat aborting take oII oleh penerbangnya di
Bandara Fukuoka, Jepang saat akan take oII menuju Jakarta, Indonesia. 3 dari
275 penumpang tewas.
5. 26 September 1997 -Garuda Indonesia Penerbangan 152 jatuh di Desa Buah
Nabar, kecamatan Sibolangit, Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara,
Indonesia menewaskan seluruh penumpang yang berjumlah 222 penumpang
dan 12 awak pesawat. Kecelakaan ini merupakan yang terburuk di sejarah
penerbangan Indonesia.
6. 17 Januari 2002 -Garuda Indonesia Penerbangan 421 mendarat darurat di
Bengawan Solo menewaskan 1 awak pesawat.
7. 7 Maret 2007 -Garuda Indonesia Penerbangan 200 terbakar dan meledak
sesaat setelah mendarat di Bandar Udara Adi Sutjipto Kota Yogyakarta.
Sedikitnya 22 orang meninggal dunia. Pesawat tersebut membawa penumpang
sebanyak 133 orang dan 7 awak.
Kepadatan Jumlah penumpang domestik yang diangkut oleh seluruh maskapai penerbangan
domestik meningkat hanya 2,4 dari 31,2 juta orang pada tahun 2007 menjadi 31,9 orang
pada tahun 2008, sesuai laporan BPS. Laju pertumbuhan trafk penumpang mengalami
tekanan dan pada triwulan ketiga dan keempat mengalami penurunan masing-masing 9,9
dan 7,9. Hal ini disebabkan oleh:
1. kenaikan harga tiket setelah diterapkan kebijakan Iuel surcharge
2. penurunan daya beli masyarakat sebagai akibat kenaikan harga BBM
bersubsidi dan infasi yang melonjak
3. penurunan kapasitas industri penerbangan domestik yang disebabkan oleh
pelarangan terbang pesawat Adam Air. Mulai tanggal 19 Maret 2008,
Departemen Perhubungan RI memberlakukan larangan terbang pada seluruh
armada pesawat Adam Air, setelah ditemukan beberapa kelemahan yang
membahayakan keselamatan penerbangan.
Di mana per akhir 2008 Garuda Indonesia mengoperasikan 54 armada pesawat terbang.
Persamaan dan Perbedaan
Perbedaan apa saja yang dimiliki oleh negara Amerika Serikat, Inggris dan Indonesia dalam
bidang transportasi. Untuk melihat perbedaan apa yang terjadi dari sebuah sistem yang
dijalankan, salah satunya dapat diukur dari kualitas yang dihasilkan oleh sistem tersebut. Dari
tabel diatas dapat terlihat dengan jelas perbedaan sistem transportasi yang dijalankan oleh
Amerika Serikat, Inggris dan Indonesia dilihat dari kualitas yang dirasakan langsung oleh
masyarakat, seperti kenyamanan, ketepatan waktu, biaya, kapasitas, dan keselamatan.
Dari perbedaan yang ada dapat dilihat bahwa aparatur negara Indonesia dalam
menyediakan pelayanan publik khususnya dalam bidang transpotasi baru memikirkan kepada
kepentingan atau pelaksanaan yang siIatnya hanya pada tahap primer, dimana aparatur
pemerintah atau para birokrat hanya berorientasi supaya penumpang dapat sampai tepat
waktu, ada alat transportasi yang dapat mengangkut para penumpang sampai ke tujuan tanpa
memikirkan keamanan dan kenyamanan para penumpang. Hal tersebut juga dikarenakan
biaya yang dibebankan pemerintah Indonesia tidak sebanding dengan biaya yang dibebankan
oleh pemerintah Amerika Serikat atau Inggris.
Apabila diambil secara umum, dari segi perkeretaapian, biaya paling murah yang
dikeluarkan penumpang sekitar rentang Rp 2.000 Rp 11.000, jika dibandingkan dengan
income perkapita Indonesia sekitar US $ 2.000 maka perbandingannya sekitar 1 : 1636
sedangkan di negara Amerika Serikat dan Inggris, tariI yang dikenakan untuk transportasi
sekitar US $ 2,5. Perbandingan biaya transportasi dengan angka pendapatan perkapita negara
tersebut sekitar 1 : 16.000. Hal itulah yang menyebabkan mengapa masyarakat di negara
maju seperti Amerika Serikat dan Inggris mendapatkan pelayanan yang lebih baik, dimana
pemerintah melakukan pelayanan sudah berorientasi pada tahap sekunder, yaitu sudah
memikirkan kepada kenyamanan dan keselamatan dari para penumpang bahkan sudah ada
yang akan mencapai pada tahap tersier yaitu sudah memperhitungkan kemewahan.
Namun tidak serta merta dalam pelaksanaan sistem transportasinya, Amerika Serikat,
Inggris dan Indonesia hanya memiliki perbedaan saja, terdapat juga persamaan yang dimiliki
oleh ketiga negara tersebut. Pertama adalah ketiga negara tersebut memandang dan sangat
merasakan bahwa dengan adanya globalisasi yang terjadi di dunia diperlukan adanya sistem
transportasi yang baik, khususnya cepat. Karena itu sistem transportasi yang cepat dan massal
(Mass Rapid Transportation) sudah menjadi bagian yang terintegrasi dalam kehidupan sehari-
hari.
Kesamaan yang lain adalah ketiga negara tersebut sama-sama menggunakan sistem
Public Private Sector, dimana ada kemitraan antara pemerintah dan swasta atau lembaga yang
ditunjuk oleh pemerintah. Di Indonesia sendiri sistem ini hanya dijalankan pada sistem
transportasi busway (bus perkotaan) dimana Indonesia bekerjasama dengan beberapa
perusahaan swasta seperti Lorena. Namun hal tersebut tidak ditemukan pada kereta
commuter, dimana perkeretaapian Indonesia dipegang seutuhnya oleh negara. Public Private
Sector juga dijalankan di negara Amerika serikat dan Inggris. Contohnya adalah di New
York, Amerika Serikat, sistem transportasi memang menjadi otoritas dan kewenangan
negara, namun badan legislatiI negara Amerika Serikat memberikan kewenangan tersebut
kepada Metropolitan Transportation Authority untuk mengurusi masalah transportasi dan
pemerintah bertugas untuk membuat kebijakan dan mengawasi supaya jalannya sistem
tersebut dapat berjalan dengan baik
esimpulan
Amerika Serikat, Inggris dan Indonesia sama-sama menyadari bahwa transportasi merupakan
hal krusial dan sama-sama menggunakan sistem public-privat partnership dalam penyediaan
layanan transportasi publik, kecuali layanan kereta commuter di Indonesia. Pemerintah
Indonesia menguasai sepenuhnya layanan kereta commuter.
Perbedaan mendasar yaitu orientasi pemerintahnya. Dalam hal pengadaan layanan
transportasi publik, pemerintah Indonesia masih berada pada tahap primer yang berorientasi
pada bagaimana menyediakan transportasi publik agar masyarakat dapat sampai pada tempat
tujuan, sedangkan pemerintah Amerika Serikat sudah berada pada tahap sekunder yang
berorientasi pada kenyamanan dan sangat memperhatikan keselamatan, bahkan sudah sampai
pada tahap tersier, yaitu memperhatikan kemewahan.
Hal yang dapat dipelajari dari penerapan sistem MRT di Amerika Serikat dan Inggris adalah
pengadaan layanan secara public-privat partnership dan berada pada tahap sekunder di mana
sangat memerhatikan keselamatan dan kenyamanan (kualitas layanan). Busway-Transjakarta
telah menerapkan sistem tersebut, namun pemerintah masih tetap berada pada tahap primer.
Hal ini dibuktikan bahwa Transjakarta merupakan bus rapid transit yang memiliki rute atau
jalur terbanyak di dunia namun kualitas pelayanannya tidak sebaik bus rapid transit di negara
lain.