You are on page 1of 3

Penempatan TKI secara illegal, yang dilakukan oleh oknum maupun TKI sendiri yang bekerja tanpa melalui

prosedur yang benar. Permasalahan TKI ilegal menjadi agenda utama Disnakertransduk hal dalam hal ini maka, dilakukan penanganan dan pencegahannya secara optimal, karena arus pemberangkatan TKI ilegal sampai dengan saat ini tidak semakin berkurang dan cukup sulit untuk menyelesaikannya. Permasalahan lain karena Sumber Daya Manusianya dan para TK memiliki pengetahuan dan pengalaman yang masih rendah, yang umumnya berpendidikan SLTP, factor ekonomi yang kurang baik, keterbatasan kesempatan kerja di dalam negeri. Sebernya Pemerintah bisa menangani ini semua dengan cara memberikan lowongan pekerjaan atau memberiakan kesempatan untuk berwirausaha dapat juga membuka balai lapangan pekerjaan khusunya pada tiap-tiap daerah agar mereka tidak meranggapan bahwa bekerja diluar itu mudah dan mereka berpendapat bahwa dengan bekerja diluar negeri mereka dapat memiliki penghasilan tinggi tanpa dia menyadaridan berfikir kembali apakah mereka mampu bekerja dan menghadapi persoalan yang ada disana. Kadang-kadang orang yang bekerja disana ada yang memiliki majikan yang baik sehingga apapun dapat terpenuhi semua kebutuhannya, akan tetapi kasihan bagi mereka yang bekerja pada majikan yang tidak sesuai apa yang diinginkan oleh majikannya kadang-kadang TKI tersebut kadang bisa disiksa, diperkosa, dan mereka pulang dengan biaya sendiri,sebenarnya kalau ada TKI yang menginginkan pulang ke daerah masingmasing sebaiknya biro tersebut yang membiayai dan yang bertanggung jawab atas keadaannya TKInya tersebut, akan tetapi apa kenyataannya itu jauh dari perkiraan kita semua. Maka dengan ini terutama Disnakertransduk akan memberikan mengambil langkah-langkah, khususnya dalam hal penanganan dengan cara: Membentuk Satuan Tugas Pemulangan dan penanganan TKI yang beranggotakan Dinas Sosial. dan

Setiap kedatangan TKI melalui jalur laut maupun darat diberikan bantuan konsumsi dan transportasi sebesar Rp. 35.000,- per orang. Kemudian TKI didata dan diberikan pengarahan agar tidak menjadi TKI ilegal, dan apabila masih menghendaki bekerja ke luar negeri agar melalui prosedur yang benar dan hindari percaloan.

Apabila ada TKI yang sakit, maka dirujuk ke rumah sakit (diobatkan) dan dikoordinasikan dengan pihak keluarga, bilamana perlu perawatan jalan lebih lanjut diantarkan ke keluarganya.

Mengajak kepada stake holder (pemangku kepentingan) terhadap masalah TKI untuk berkoordinasi dan berkomunikasi untuk menekan jumlah TKI ilegal. Maka dengan demikian masalah penangannya belum adanya solusinya

dikarena para TKI yang direkrut para calo di daerah-daerah, khusunya pada daerah pedalaman umumnya masih sangat polos dan sama sekali tidak memahami prosedur pengiriman TKI yang benar. Selain itu, tidak boleh ada saling lempar tanggung jawab jika ada TKI ilegal yang digagalkan keberangkatan mereka oleh para petugas di pelabuhan laut maupun udara, tetapi pemerintah harus berani mengambil alih penanganan. Misalnya, melakukan pembinaan bagi mereka yang belum memiliki keterampilan dan mengurus dokumen perjalanan bagi TKI yang belum memiliki dokumen, sehingga mereka tetap diberangkatkan tetapi melalui jalur resmi. Artinya, kalau ada TKI yang ditangkap karena ilegal jangan kita pulangkan ke kampung halaman karena mereka sudah siap untuk bekerja di luar negeri. Kita urus dokumen mereka, kita beri pelatihan keterampilan lalu kita kirim mereka secara resmi.Berdasarkan didalam Garis- Garis Besar Haluan Negara pada tahun 1999-2004 diisyaratkan bahwa kebijakan lebih meningkatkan pada kuantitas penempatan tenaga kerja ke luar negeri harus diikuti dengan peningkatan kualitas dengan lebih memperhatikan kompetensi perlindungan dan pembelaan yang dikelola secara terpadu untuk mencegah timbulnya ekploitasi tenaga kerja,hal ini harus benar-

banar diperhatikan dan dilaksanakan untuk menjamin pekerja Indonesia yang akan bekerja di luar negeri.