You are on page 1of 2

Bagaimana Beban Harus Diukur ?

Beban didefinisikan sebagai penurunan dalam aktiva bersih perusahaan, dimana pengukuran yang logis adalah nilai barang dan jasa pada saat digunakan dalam operasi perusahaan. Sedangkan bagi yang menekankan pada pelaporan arus kas perusahaan menyatakan beban harus diukur dengan pengeluaran kas masa lalu, sekarang, atau masa datang. Tujuannya adalah untuk mengukur jumlah yang dapat dibebankan pada periode berjalan dan menangguhkan ke periode masa datang jumlah yang merupakan perubahan barang atau jasa yang akan digunakan pada periode mendatang. Pengukuran beban yang paling umum ; 1. Biaya historis 2. Pengukuran sekarang, seperti biaya penggantian 3. Biaya kesempatan dari ekuivalen kas masa kini. Biaya Historis merupakan nilai pertukaran barang dan jasa pada saat diperoleh perusahaan. Jika harga barang atau jasa lebih besar dari biaya histories, maka merupakan keuntungan atau laba bagi perusahaan saat pendapatan dilaporkan. Begitu juga sebaliknya. Kekurangan dari biaya histories adalah seringkali tidak menyatakan suatu pengukuran relevan atas barang atau jasa yang digunakan dalam usaha memenuhi tujuan pemakaian eksternal laporan keuangan dan tidak memungkinkan suatu pemisahan biaya operasi dari keuntungan dan kerugian yang timbul dari pembelian atau perubahan harga yang tidak dapat diramalkan.

Penentuan Biaya pada dasarnya, biaya diukur dengan nilai kini dari sumber daya
ekonomi yang diserahkan dalam perolehan barang atau jasa yang digunakan dalam operasi ini adalah nilai pertukaran. Situasi berikut menyatakan beberapa masalah yang relevan dalam pengukuran beban menurut biaya. 1. Total harga yang disetujui harus dibayar pada tanggal yang ditangguhkan, dalam kasus tersebut harga yang didiskontokan mungkin merupakan pengukuran beban yang tepat. 2. Munculnya biaya bersama bisa memungkinkan tidak adanya pemecahan yang memadai untuk pengukuran beberapa jenis beban. 3. Suatu harga perolehan bukan hasil dari transaksi lugas bisa kurang sah dibandingkan metode pengukuran lain. 4. Harga perolehan keseluruhan harus mencangkup semua biaya yang penting untuk memperoleh barang atau jasa, tidak hanya harga menurut faktur atau yang tercatat. Harga Kini (Current Price) dapat diperoleh untuk menyatakan baik harga likuidasi (penjualan) kini atau biaya pengganti (replacement cost). Harga likuidasi kini atau ekuivalen kini bisa relevan dalam pengukuran beban karena merupakan biaya kesempatan (opportunity cost) bagi perusahaan dalam penggunaan aktiva tertentu.

Kapan Beban Terjadi ?


Beban diakui dalam periode saat pendapatan yang berhubungan diakui. Saat pelaporan pendapatan ditentukan terlebih dulu, diikuti dengan pelaporan beban yang berhubungan dalam periode yang sama. Kriteria pengakuan kerugian serupa dengan kriteria pengakuan beban periode. Kerugian tidak dapat ditandingkan dengan pendapatan, sehingga harus dicatat dalam periode dimana kenyataannya cukup pasti bahwa aktiva tertentu akan memberikan manfaat lebih sedikit bagi perusahaan daripada yang ditunjukkan oleh penilaian yang dicatat. Konsep Penandingan (Matching Concept) merupakan proses pelaporan beban dengan pendapatan yang dilaporkan berdasar hubungan sebab dan akibat. Jadi, pengukuran laba bersih merupakan kelebihan pendapatan yang dilaporkan selama suatu periode, terhadap beban yang berhubungan dengan pendapatan tersebut dan dilaporkan pada periode yang sama. Karena itu, waktu pengakuan beban mengisyaratkan : 1. Hubungan dengan pendapatan. 2. Pelaporan dalam periode yang sama seperti pendapatan terkait yang dilaporkan. Pendekatan Aktiva / Kewajiban pada dasarnya menentukan, pertama, apakah suatu pos merupakan aktiva, jika gagal dalam uji tersebut, maka diklasifikasikan sebagai beban atau kerugian. Penerapan paling sempurna pendekatan ini, ditemukan dalam SFAS 96 tentang pajak penghasilan yang ditangguhkan.

Pelaporan Beban
Pentingnya pembedaan antara beban dan kerugian, pada konsep laba inklusif memasukkan semua beban dan kerugian yang diakui selama periode berjalan, tidak perlu membedakan antara keduanya dalam perhitungan laba bersih. Pada konsep operasi kini mengeluarkan dari perhitungan laba bersih semua kerugian dan beban yang benar-benar terjadi dalam periode sebelumnya, tetapi belum diakui sampai periode berjalan. Urutan beban dalam laporan laba rugi juga tidak relevan. Terakhir, klasifikasi beban yang mungkin berguna bagi investor dan yang lain dalam pembuatan peramalan dan mengevaluasi keputusan menejemen adalah klasifikasi yang menggambarkan sifat perilaku beban.