You are on page 1of 3

Berbagai fungsi yang menjadi tanggung jawab lembaga legislatif untuk menyelenggarakan antara lain ialah: a.

membuat undang-undang b. mengaktualisasikan aspirasi masyarakat c. mengawasi jalannya roda pemerintahan negara yang ada kalanya disebut sebagai pengawasan politik Dan berbagai fungsi lainnya yang ditetapkan dalam undang-undang dasar negara yang bersangkutan. Fungsi apapun yang diselenggarakan, yang jelas ialah bahwa kesemuanya itu adalah dalam rangka memainkan peranannya selaku pemegang kedaulatan kedaulatan rakyat. Agar lembaga legislatif dapat menyelenggakan fungsinya dengar baik, para anggota lembaga tersebut mempunyai hak-hak tertentu mempunyai hak-hak tertentu seperti: hak inisiatif yang dalam praktek berarti hak memprakarsai rancangan undang-undang hak betanya hak menyelenggarakan dengar pendapat hak interpolasi hak memperoleh perlindungan dalam menjalankan tugas hak-hak yang lain yang diatur dalam undang-undang dasar atau dalam peraturan perundangundangan lainnya

LEMBAGA JUDIKATIF Semua negara yang menganut paham demokrasi mengaku bahwa negara itu adalah negara hukum. Di suatu negara hukum lembaga judikatif mempunyai berbagai fungsi seperti: menjamin bahwa semua perundang-undangan yang dibuat oleh yang berwenang sesuai dan tidak bertentangan dengan ketentuan-ketentuan dasar yang terdapat dalam undang-undang dasar yang terdapat dalam undang-undang dasar membina lembaga-lembaga peradilan yang lebih rendah yang dapat berupa peradilan umum, peradilan militer, peradilan agama dan peradilan administrasi (tata usaha negara) menjamin bahwa jalannya proses peradilan benar-benar bebas dari segala bentuk dan jenis campur tangan pihak mana pun berperan sebagai lembaga peradilan tertinggi bagi rakyat yang berupaya mencari keadilan dan menyelesaikan suatu sengketa atau perkara LEMBAGA EKSEKUTIF Tanggung jawab utama untuk menjalankan dan mengemudikan roda administasi negara terletak di tangan pihak eksekutif. Berbagai berbentuk lembaga yang dikenal antara lain ialah: 1. Sistem presidensial. Di negara yang menganut sistem ini presiden berfungsi ganda, yaitu selaku kepala negara dan sekaligus sebagai kepala pemerintahan. Dalam sistem yang demikian presiden dibantu oleh sejumlah orang dengan kedudukan menteri, baik yang diberi tugas memimpin suatu instansi pemerintah yang disebut kementrian atau departemen maupun mentri yang diberi tugas khusus menangani suatu masalah tertentu yang dikenal dengan istilah mentri negara atau bahkan juga menteri tanpa portofolio 2. Sistem yang menganut keberadaan seseorang presiden selaku kepala negara yang fungsinya seremonial sedangkan jabatan kepala pemerintahan berada di tangan seorang oerdana menteri 3. Dalam suatu kerajaan konstitusional, pemerintahan dipimpin oleh seorang perdana menteri yang bertanggung jawab langsung kepada raja

dalam menjalankan roda pemerintahan negara pihak eksekutif bekerja sama dengan mitranya dan bahkan mempertanggungjawabkan tindakannya kepada rakyat melalui lembaga perwakilan yang ada. LEMBAGA PENASEHAT Banyak negara yang mempunyai lembaga penasehat. Hanya status dan funsinya yang berbeda-beda. Ada negara yang lembaga penasehatnya ditetapkan dalam Undang-Undang Dasar-sseperti halnya Dewan Pertimbangan Agung di Indonesia tetapi ada pula yang dibentuk dengan keputusan kepala eksekutif. Adapun dasar hukum pembentukan lembaga seperti ini, yang jelas maksudnya ialah agar pihak eksekutif memperoleh masukan dari ahli, tokoh atau sesepuh bangsa berdasarkan pengetahuan dan pengalamannya sehingga proses pengambilan keputusan dan penetapan kebijaksanaan dalam menjalankan roda pemerintahan negara berjalan semakin lancar. LEMBAGA AUDIT Sebagaimana halnyadengan lembaga penasehat lembaga audit pun beraneka ragamdasar hukum pembentukannya. Ada lembaga audit yang dibentuk berdasarkan Undang-Undang dasar negara yang bersangkutan seperti halnya Badan Pemeriksa Keuangan yang terdapat di Indonesia. Tetapi ada pula yang dibentuk berdasarkan peraturan perundang-undangan lain seperti keputusan kepala eksekutif. Jelaslah bahwa lancar tidaknya penyelenggaraan administrasi negara sangat ditentukan oleh berfungsi tidaknya lembaga tersebut sesuai dengan wewenang dan tanggung jawab konstitusional masing-masing. Itulah sebabnya dimuka dikatakan bahwa istilah pembagian wewenang lebih tepat digunakan ketimbang pemisahan kekuasaan dalam rangka mengemudikan jalannya administrasi negara karena kesemuanya mempunyai tujuan yang sama, yaitu tercapainya tujuan negara yang bersangkutan. ADMINISTRASI PEMERINTAHAN NEGARA Di banyak negara negara, lembaga eksekutif merupakan komponen kuat dari seluruh lembaga konstitusional yang dibandingkan dengan lembaga-lembaga lainnya seperti lembaga legislatif dan lembaga yudikatif. Namun sesungguhnya tidaklah tepat melihat peranan dan fungsi berbagai lembaga tersebut dengan pandangan yang dikotomis melaikan dengan pendekatan kesisteman berdasarkan pengaturan pokok dalam undang-undang dasar negara yang bersangkutan. Pedalaman administrasi pemerintahan negara dapat dilakukan dengan menyoroti paling sedikit tiga hal, yaitu oganisasi pemerintahan negara, struktur administrasi pemerintahan negara dan aparatur perekonomian negara. ORGANISASI PEMERINTAHAN NEGARA sebagaimana halnya dengan berbagai organisasi lainnya, organisasi pemerintahan negara pun perlu dikelola berdasarkan prinsip-prinsip organisasi, yaitu dikemukakan oleh Henri Fayol, wajar pertimbangan untuk digunakan. Prinsipiti ialah: 1.Divisi Kerja. Spesialisasi memungkinkan individu untuk membangun pengalaman dan untuk terus meningkatkan keahliannya. Dengan demikian individu tersebut dapat menjadi lebih produktif. 2.Otoritas. Hak untuk mengeluarkan perintah, namun harus dengan tanggung jawab yang seimbang sesuai fungsinya. 3.Disiplin. Karyawan harus mematuhi peraturan atau memiliki disiplin, tetapi ini memiliki dua sisi: karyawan hanya akan mematuhi perintah jika manajemen memainkan peran mereka dengan memberikan teladan kepemimpinan yang baik.

4.Kesatuan Komando. Setiap pekerja harus mempunyai satu bos tanpa ada komando lain yang bertentangan. 5.Kesatuan Visi. Orang-orang yang terlibat dalam kegiatan serupa harus memiliki tujuan yang sama dalam satu rencana. Hal ini penting untuk menjamin kesatuan dan koordinasi dalam perusahaan. Kesatuan komando tidak akan ada tanpa persamaan visi, tetapi hal ini tidak berarti harus sejalan dengan visi itu sendiri. 6.Subordinasi kepentingan individu (demi kepentingan umum). Manajemen harus melihat bahwa tujuan dari perusahaan selalu penting. 7.Remunerasi. Pembayaran/upah adalah motivator penting walaupun dengan menganalisis beberapa kemungkinan, Fayol menunjukkan bahwa tidak ada yang namanya sistem yang sempurna. 8.Sentralisasi (atau Desentralisasi). Ini adalah masalah yang tergantung pada kondisi bisnis dan kualitas personel. 9.Rantai skalar (Garis Otoritas). Sebuah hierarki diperlukan untuk kesatuan arah. Tapi komunikasi lateral juga merupakan hal mendasar yang diperlukan, selama atasan tahu bahwa komunikasi tersebut berlangsung. Rantai skalar mengacu pada jumlah tingkatan dalam hirarki dari otoritas tertinggi hingga tingkat terendah dalam sebuah organisasi. Garis Otoritas ini sendiri tidak boleh terlalu jauh jaraknya atau terdiri dari terlalu banyak tingkatan otoritas. 10.Tatanan. Baik tatanan material dan tatanan sosial sama-sama diperlukan. Tatanan fisik/material akan meminimalkan waktu yang hilang dan penanganan bahan yang tidak berguna. Tatanan sosial dilakukan melalui organisasi dan seleksi. 11.Ekuitas. Dalam menjalankan bisnis kombinasi dari kebaikan dan keadilan mutlak diperlukan. Memperlakukan karyawan dengan baik adalah penting untuk mencapai ekuitas. 12.Stabilitas Jenjang Karir Personel. Karyawan akan bekerja lebih baik jika keamanan pekerjaan dan kemajuan karir merupakan jaminan yang meyakinkan mereka. Jabatan yang tidak aman dan tingkat tinggi perputaran karyawan akan mempengaruhi organisasi secara keseluruhan. 13.Inisiatif. Membiarkan seluruh personel untuk menunjukkan inisiatif mereka dalam berbagai cara adalah sumber kekuatan bagi organisasi. Meskipun mungkin juga melibatkan pengorbanan kesombongan pribadi pada bagian dari banyak diri manajer. 14.Esprit de Corps. Manajemen harus menumbuhkan semangat karyawannya. Dia lebih lanjut menyatakan bahwa: bakat diperlukan untuk mengkoordinasikan usaha, mendorong ketajaman, mendayagunakan kemampuan masing-masing orang, dan imbalan jasa masing-masing yang mungkin tanpa menimbulkan kecemburuan dan mengganggu hubungan harmonis.