Вы находитесь на странице: 1из 10

Membentuk Akhlak Ummat

PENDIDIKAN

DAN

KEJUJURAN

OLEH : H. MASOED ABIDIN

. . .
.Martabat manusia ditentukan oleh akhlaknya .Pematangan sikap pribadi berawal dari rumah tangga 1 H. Masoed Abidin

Pendidikan Kejujuran
Menanamkan perangai yang jujur. Membentuk perangai umat harus dimulai dengan menanam sahsiah pada keluarga. Pembinaan rohani anggota keluarga dilaksanakan dengan agama.

Syahshiah ( ) bermakna pribadi, sifat


individu, gaya hidup, kepercayaan, harapan, nilai, motif, pemikiran, perasaan, budi pekerti, persepsi,

tabiat, sikap dan watak seseorang. Watak kepribadian semestinya dilatih sedari kecil. Peribadi yang baik dan penampilan menarik, mesti dipertahankan oleh seorang sejak masa kanak-kanak. Sifat-sifat baik akan memberikan hasil dan kesan mendalam di tengah kehidupan. Kejujuran adalah akhlak utama para Nabi dan Rasul. Rasulullah SAW mengajarkan untuk mendidik diri dengan menanamkan sifat jujur dengan dasar Iman. 2 H. Masoed Abidin

Membentuk Akhlak Ummat

Iman itu adalah engkau beriman kepada Allah SWT, malaikat-malaikat-Nya, kitab-kitab-Nya, rasul-rasulNya, hari kiamat dan qadar .(HR.Muslim dan Ahmad).

Agama Islam memperhatikan serius moral terpuji, benar, damai, jujur dan adil.
Wahai orang-orang yang beriman, jadilah kamu orang yang benar-benar penegak keadilan, menjadi saksi karena Allah biarpun terhadap dirimu sendiri atau ibu bapa dan kaum kerabatmu. jika ia -- orang yang tergugat atau yang terdakwa -- kaya ataupun miskin, maka Allah lebih tahu kemaslahatannya. Maka janganlah kamu mengikuti hawa nafsu karena ingin menyimpang dari kebenaran. Dan jika kamu memutar balikkan (kata-kata) atau enggan menjadi saksi, Maka Sesungguhnya Allah adalah Maha mengetahui segala apa yang kamu kerjakan. (Q.S.An Nisaa: 135)

Kejujuran menghidangkan pesona kehidupan dan ketenangan bagi pelakunya. Kebohongan membuat jiwa bimbang dan goncang. Hidup tidak berarti jika tidak dihiasi kejujuran. Limpahan harta yang banyak akan menjadi siksa bila tidak ada kejujuran. Kejujuran adalah pondasi utama 3 H. Masoed Abidin

Pendidikan Kejujuran
membangun bangsa itu. Agama Islam memerintahkan agar menjauhi dusta dan ketidakjujuran. Bohong menjadikan hukum rusak. Bohong menjadikan kehormatan terinjak-injak dan berbagai kejahatan merajalela. Bohong menjadikan putus hubungan persaudaraan dan timbul konflik hubungan manusia. bangsa. Betapapun besarnya sebuah

bangsa, ketika kejujuran telah sirna, maka hancurlah

SIKAP LALAI

AKAN

MENGHAPUS KEJUJURAN

Penyakit hati yang berbahaya ialah futuur atau lalai, yang melahirkan malas dan lamban berkarya dan beramal. Allah SWT membagi waktu dengan teratur,
dan Kami jadikan malam sebagai pakaian -- Malam itu disebut sebagai pakaian karena malam itu gelap menutupi jagat sebagai pakaian menutupi tubuh manusia. --, dan Kami jadikan siang untuk mencari penghidupan, (QS.78,An-Naba :10-11).

Rasul SAW pesankan berbuat tanpa kebosanan.


4 H. Masoed Abidin

Membentuk Akhlak Ummat


Lakukanlah amal itu sebatas kesanggupanmu. Sesungguhnya Allah tidak akan bosan sehingga kalian merasa bosan, dan sesungguhnya amal yang paling disukai Allah ialah amal yang di kerjakan terus menerus sekalipun sedikit. (HR.Muttafaqun Alaih)

FAKTOR PENYEBAB HILANG KEJUJURAN ;


1.

MELAMPAUI

BATAS

(ekstrim, ghuluw),

berlebihan dalam aturan agama. Sabda Rasul SAW : Jauhilah sikap


ghuluw

(belebih-lebihan)

dalam

beragama, karena sesungguhnya orang sebelum kamu telah binasa akibat sikap itu. (HR. Ahmad).
2.

MENGANGGAP (boleh),

ENTENG

YANG

MUBAH

seperti

makan

minum,

Barangsiapa yang kenyang maka ia akan mudah ditimpa enam penyakit, yakni :
1. 2. 3. 4. 5. 6.

hilangnya rasa nikmat, tidak mampu memetik hikmah, lenyap rasa kasih sayang, enggan membantu sesama, malas dalam beribadah, dan menguat dorongan nafsu syahwat.

5 H. Masoed Abidin

Pendidikan Kejujuran
(lihat Ihyaa Ulumuddin Abu Sulaiman).
3.

SUKA

MELAKUKAN

YANG

HARAM

DAN

SYUBHAT.

Sabda Rasulullah : Tubuh

yang tumbuh dari sesuatu yang haram, maka ia lebih banyak tempatnya di neraka. (H.R At Tirmidzi).
4.

TIDAK
Dulu kubur,

INGAT

KEMATIAN

DAN

KEHIDUPAN

AKHIRAT.

Sabda Rasulullah SAW ;


sekarang berziarahlah,

aku melarang kalian berziarah namun

karena hal itu akan menjadikan sikap zuhud di dunia dan akan mengingatkan pada akhirat. (H.R. Ahmad).
5.

SUKA
DOSA

BERMAKSIAT KECIL.

bersabda: Jika

MEREMEHKAN Rasulullah SAW


DAN

seorang mukmin melakukan dosa, berarti ia telah memberi setitik noda hitam pada hatinya. Jika ia bertaubat, tidak meneruskan dosanya, dan memohon ampunan, maka hatinya kembali berkilau. Akan tetapi jika ia berulang-ulang melakukan hal itu, maka akan bertambah pula noda hitam yang menutupi hatinya, dan itulah Ar Raan sebagaimana yang difirmankan Azza wa Jalla, Sekali-

6 H. Masoed Abidin

Membentuk Akhlak Ummat


kali tidak (demikian), sebenarnya apa yang selalu mereka usahakan itu menutupi hati mereka. (H.R. Ahmad dan Ashhaabus Sunan)

6.

MEMISAHKAN

DIRI

DARI

JAMAAH

DAN

UZLAH
dan berpeganglah kamu semuanya kepada tali (agama) Allah, dan janganlah kamu bercerai berai, dan ingatlah akan nikmat Allah kepadamu ketika kamu dahulu (masa Jahiliyah) bermusuh-musuhan, Maka Allah mempersatukan hatimu, lalu menjadilah kamu karena nikmat Allah, orang-orang yang bersaudara; (QS.3,Ali Imran : 103)

Sabda Rasulullah SAW ; Berjamaah kalian, karena

sesungguhnya syetan menyertai orang yang sendiri, dan dia akan menjauhi orang yang berdua. Barangsiapa yang ingin masuk ke taman surga hendaklah ia komitmen dengan jamaah. (H.R. Tirmidzi).

MENGATASI PENYAKIT HATI ;


a) Jauhi berbuat dosa dan maksiat kecil dan besar. b) Teguh (istiqamah) lakukan amal-yaumiyah (harian), perbanyak zikir, dirikan shalat nawafil, dan membaca Al Quran. c) Menghadiri majelis ilmu, pengajian.

7 H. Masoed Abidin

Pendidikan Kejujuran
d) Suka bergaul dengan orang-orang shaleh, ahli ibadah. e) Pelajari sejarah (sirah nabawi) dan para shahabat atau orang-orang shaleh lainnya. f) Ingati kematian, kejar surga menghindar dari azab neraka. dan

g) Jalankan ajaran agama dengan ketaatan sepenuh hati.

dan taatlah kepada Allah dan Rasul-Nya dan janganlah kamu berbantah-bantahan, yang menyebabkan kamu menjadi gentar dan hilang kekuatanmu dan bersabarlah. Sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang sabar. (QS.8, Al
Anfal : 46)

h) Koreksi diri dilakukan.

dan

hitung

betapa

amal

i) Atur waktu dengan cermat. j) Hindarkan diri dari sikap berlebihan. k) Jauhi perbuatan bidah
l)

Terapkan sunnah Rasulullah dalam kehidupan. Allahumma shalli alaa Muhammad, wa alaa alihii wa ash-habihii ajmain.


8 H. Masoed Abidin

Membentuk Akhlak Ummat

. .
9 H. Masoed Abidin

Pendidikan Kejujuran

. . .
10 H. Masoed Abidin