Вы находитесь на странице: 1из 8

Hidup sekali ..

Hiduplah yang Berarti

Hidup Sekali ... Hiduplah


yang Berarti
OLEH ; BUYA H. MASOED ABIDIN









.


1

H.Masoed Abidin

Merajut Kehidupan ke Arah yang Lebih Baik

Kehidupan Dunia tidak lain hanyalah kesenangan yang


memperdayakan (Q.S.Ali Imran:185)

Sedangkan Kehidupan akhirat adalah lebih baik dan


lebih kekal (Q.S.Al Ala: 17)

Umur kita dari hari ke hari bukan bertambah, tapi


terus berkurang menuju sebuah pintu keabadian yang
kemudian akan mengantarkan kita apakah ke dalam
kebahagiaan ataukah dalam kesengsaraan. Kematian
pasti akan menjemput setiap yang bernyawa.

yJoY
r&
VqyJ9$#

(#qRq3s?
N.
3

$
qs9ur LZ.
8lr
/
;oyt
B3

Dimana saja kamu berada, kematian akan menjemput


kamu. Kendatipun kamu berada dalam benteng yang
tinggi lagi kokoh. (Q.S. An Nisa :78)

Ajal adalah batas jatah hidup di dalam dunia yang


fana ini. Kapan ajal menjemput ??? Tiada seorangpun
yang tahu.

tBur
s? 6tR dr'/ <r&$ )
2

H. Masoed Abidin

Hidup sekali .. Hiduplah yang Berarti

NqJs? 4 b) !$# O =t 76yz


Dan tiada seorangpun yang dapat mengetahui (dengan
pasti) apa yang akan diusahakannya besok, dan tiada
seorangpun yang dapat mengetahui di bumi mana Ia
akan mati. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi
Maha Mengenal. (Q.S. Luqman :34)

Tanpa kita sadari, jatah hidup untuk beramal


semakin hari semakin sempit dan berangsur-angsur
habis. Malangnya, sedangkan dosa terus bertambah.
Tobat selalu kita tunda. Kita sering tak pernah
menyesali akan perbuatan dosa dan maksiat yang
pernah dilakukan. Seorang penyair mengungkapkan:
Engkau tetap dalam kelengahan dan hatimu Alpa.
Hilanglah

umurmu

sedang

dosa-dosamu

tetap

keadaannya.

Sesal dahulu pendapatan, sesal kemudian tak


berguna. Al Quran menyebutkan orang-orang yang
menyesali perbuatannya setelah menyadari diri akan
kealpaannya ketika masih hidup, dalam firman Allah :

Aq)t

_tGn=t

MBs%
:A$upt

Dia mengatakan; Alangkah baiknya kiranya aku dahulu


mengerjakan (amal sholeh) untuk hidupku ini. (Q.S. Al
Fajr: 24).

Semestinya kita kaum muslimin, memanfaatkan


kesempatan yang ada, sebelum kesempatan itu habis.
H.Masoed Abidin

Merajut Kehidupan ke Arah yang Lebih Baik

Sebelum maut datang menjenguk. Janganlah menunda


untuk berbuat baik dengan menyia-menyiakan waktu
dengan

percuma,

karena mautpun

tidak

pernah

menunda untuk menjemput. Sebaik-baik perbuatan


adalah selalu bersiap diri untuk menanti panggilan
Allah yang datang secara tiba-tiba itu. Sebagaimana
dikatakan

dalam

ungkapan

bijak,

Barang

siapa

mengetahui jauhnya suatu perjalanan maka hendaklah


ia

bersiap-siap.

bekalan

untuk

Maknanya

kehidupan

adalah

akhirat,

menyiapkan
dan

bersiap

menunggu kematian, dengan bekal taqwa.

r
rt
s?ur
3uq)G9$#

c*s uyz #9$##)


4 bq)?$#ur <'r't
#$}=t69F

Berbekallah dan sebaik-baik bekal adalah taqwa.


Bertaqwalah kepada Allah, wahai ulul albab. (Q.S. Al
Baqarah:197).

Sangatberuntung orang yang mampu menggunakan


waktu dan kesempatan yang telah Allah berikan
padanya dengan mensyukuri nikmat umur dengan
beribadah dan beramal sholeh. Dan Allah tidak
pernah menganggap remeh setiap amal perbuatan
seorang hamba, betapapun kecilnya. Baik atau buruk
perbuatan seorang hamba, maka akan dilihatnya nanti
di yaumil hisab.
4

H. Masoed Abidin

Hidup sekali .. Hiduplah yang Berarti

yJs
@yJt
tA$s)WB
>os`
#\yz ntt
`tBur @yJt
tA$s)WB ;os #vx ntt
Barang siapa yang mengerjakan kebaikan seberat
dzarrah-pun, niscaya dia akan melihat (balasan)nya.
Dan barang siapa yang mengerjakan kejahatan seberat
dzarah-pun, niscaya dia akan melihat (balasan)nya
pula. (Q.S. Az Zalzalah : 7-8)

Bagaimana semestinya kita beramal sholeh ???


Agama Islam mengajarkan bahwa berbuat baik (amal
sholeh) tidak selalu harus dengan mengeluarkan
materi, akan tetapi dapat juga dilakukan walau hanya
dengan sikap dan perilaku yang baik lagi bermanfaat
buat orang banyak. Sebagaimana sabda Rasul SAW :

Sebaik-baik

manusia

adalah

yang

lebih

baik

akhlaqnya. (H.R. Thabarani dan Ibnu Umar r.a)


Sebaik-baik manusia adalah yang bermanfaat
bagi orang lain. (H.R. Al Qadhai dari Jabir r.a)
Semua ibadah melahirkan akhlaq yang mulia dan
mampu mengimplementasikan nilai-nilai ibadah yang
dilakukan kedalam realita kehidupan berinteraksi
sosial di masyarakat.
Ibadah dan amal sholeh haruslah dilandasi dengan
keikhlasan semata-mata Lillahi taala.

Sia-sialah

orang berhaji jika niatnya hanya ingin disebut pak


H.Masoed Abidin

Merajut Kehidupan ke Arah yang Lebih Baik

haji. Sia-sialah orang berkorban, jika hanya ingin


berkemampuan.

disebut
zakat

dan

sedekah

Sia-sialah

jika

hanya

mengeluarkan
ingin

disebut

dermawan, karena masih bersifat riya, ujub dan


takabbur.
Allah SWT menegaskan dalam firman-Nya

Muur& %!$# >j


s3 e$!$|
$/

9xs
%!$#
t
zOKu9$#

wur
ts 4n?t
Q$ys 3J9$#
@uqs
,j#|J=j9
t%!$# Nd `t
NkEx| tbqd$y
t%!$# Nd
cr!#t

tbquZJtur
tbq$yJ9$#
Tahukah kamu (orang) yang mendustakan agama ?.
Itulah orang yang menghardik anak yatim. Dan tidak
menganjurkan memberi makan orang miskin. Maka
kecelakaanlah bagi orang-orang yang sholat. (yaitu)
orang-orang yang lalai dari sholatnya. Orang-orang
yang berbuat riya. Dan enggan (menolong dengan)
barang berguna. (QS.Al Maaun ayat 1-7)

H. Masoed Abidin

Hidup sekali .. Hiduplah yang Berarti

.


.








H.Masoed Abidin

Merajut Kehidupan ke Arah yang Lebih Baik






.



.


H. Masoed Abidin