You are on page 1of 13

Dyah Astorini Wulandari, M.Si.

, Psikolog

Karakteristik Perkembangan Anak


Perkembangan adalah proses perubahan progresif. Perkembangan merupakan proses asosiasi, yaitu proses
penyatuan dari bagian-bagian menjadi keseluruhan Perilaku tersusun dari yang paling sederhana, yaitu kebiasaan. Dari kebiasaan berkembang menjadi perilaku yang lebih kompleks. Perkembangan merupakan proses sosialisasi, proses belajar untuk dapat bersikap dan berperilaku seperti orang lain. Proses sosialisasi terjadi melalui imitasi, yaitu proses peniruan, sikap, ucapan, tindakan, dst dari individuindividu lainnya

Perkembangan individu merupakan perpaduan


antara faktor internal (pembawaan dan motivasi untuk berkembangan) dengan faktor ekternal.
PEMBAWAAN FAKTOR INTERNAL MOTIVASI FAKTOR EKSTERNAL PERKEMB. INDIVIDU

Prinsip-prinsip perkembangan

tahap-tahap perkembangan awal merupakan


dasar untuk tahap-tahap perkembangan selanjutnya. perkembangan membutuhkan stimuli. tempo perkembangan bersifat individual perkembangan berlangsung dengan mengikuti pola tertentu. perkembangan berlangsung secara bertahap.

TUGAS PERKEMBANGAN MASA ANAK (6-12 tahun)


Membangun perilaku yang sehat Belajar ketrampilan fisik yang diperlukan untuk
permainan-permainan yang luar biasa Belajar bergaul dengan teman sebaya Belajar peran sosial terkait dengan maskulinitas dan feminitas Mengembangkan ketrampilan dasar seperti membaca, menulis dan berhitung Mengembangkan konsep-konsep yang dibutuhkan dalam kehidupan sehari-hari Membangun moralitas, hati nurani dan nilai-nilai Pencapaian kemandirian Membangun perilaku dalam kelompok sosial maupun institusi (sekolah)

KOMPLEKSITAS PERILAKU MANUSIA


ASPEK BIOLOGIS

ASPEK SPIRITUAL

ASPEK PSIKOLOGIS

ASPEK SOSIOLOGIS

5/5/2012

1. Otak Kiri

Fungsi dari otak kiri adalah pusat analis


logis & akademis, yaitu verbal, matematika, angka, urutan, penilaian, dan linier. Otak kiri selalu menilai prinsip seleksi, elimimasi, dan bekerja dalam batas waktu tertentu. Otak kiri bersifat menganalisa, mengevaluasi , kritis dan selalu curiga dengan hal baru. Ia tidak akan menerima begitu saja apa yang dilihat dan didengarnya. Apa yang dilihat dan didengar dianalisa, dievaluasi , dipikirkan secara mendalam , jika dirasakan benar , baru disimpan dalam pikiran bawah sadar dan hati untuk kemudian diamalkan.

I2. Otak Kanan

Dr. Franz Anton Mesmer (1743-1815)

Fungsi otak kanan adalah pusat


kreatifitas. Misal: melukis ,musik, imajinasi, dan pemikiran holistik. Otak kanan bekerja 24 jam, tidak menilai, mengontrol metabolisme, dan dapat diprogram. Otak kanan bersifat relaks , santai dan menelan bulat bulat apa yang dilihat, didengar , dan diyakini didalam hati kemudian langsung dilaksanakan

TES OTAK KANAN VS OTAK KIRI

Jika jempol tangan kiri anda berada paling atas (dipuncak) maka selamat
anda telah bertipe dominan otak kanan Sebaliknya jika jempol tangan kanan anda berada diatas (dipuncak) maka maka selamat anda telah bertipe otak kiri

Hikmah belajar Al Quran


Otak kiri kita mempengaruhi hanya 12 % dari seluruh
tindakan kita. Otak kanan mempengaruhi 88% dari seluruh tindakan kita. Bagian ini berhubungan dengan rasa. Karakter, perilaku dan semua perbuatan kita dikendalikan oleh pikiran bawah sadar. Jadi kebanyakan manusia bertindak berdasar rasa, bukan pikir Al Quran merangsang fungsi otak kanan. Menanamkan sifat yang baik sehingga pikiran, akrakter dan perbuatan kita menjadi baik juga.

Hikmah belajar Al Quran


Al Quran merangsang kecerdasan anak (IQ, EQ, SQ) Al Quran memperkuat daya tangkap dan konsentrasi Suara bacaan al Quran mempengaruhi bentuk molekul
air menjadi lebih teratur. Suara bacaan Al Quran juga mempengaruhi sel-sel yang rusak dan mengembalikan keseimbangannya. Suara bacaan al Quran membuat syaraf menjadi lebih relaks, emosi menjadi lebih terkendali.

Wahai manusia, sesungguhnya telah datang kepadamu pelajaran (Al Quran) dari Tuhanmu, penyembuh bagi penyakit-penyakit (yang berada dalam dada) dan petunjuk serta rahmat bagi orang-orang yang beriman (QS. Yunus : 57)

e-mail: rinirifqi@yahoo.com