You are on page 1of 6

PURGING DALAM WELDING STAINLESS STEEL

PURGING DALAM WELDING STAINLESS STEEL

Biasanya kalau kita melakukan pengelasan stainless steel , titanium atau material tahan korosi lainnya selalu melakukan purging atau infuse istilah lapangannya Apa sih yang diinfus? ( kayak orang sekarat aja ) Sebenanrya tujuan utama dari purging adalah mempertahankan sifat ketahanan korosi material selama pengaruh panas welding tetap prima dan tokcer . Sebagaimana kita ketahui pada waktu welding terjadi pemanasan yang dapat merubah sifat dari material. Pengelasan SS terjadi peristiwa oxidasi apabila lingkungan disekitarnya mengandung

oksigen ( H2O jadi H2 dan O2 ). Nah peristiwa inilah yang harus dihindari. Biar nggak ada O2 ya lingkungannya harus dibuat bebas oksigen dengan mengalirkan gas inert spt Argon. Memangnya kalau ada oxigent apa pengaruhnya sihhh..?

Apabila material tahan korosi memiliki surface yang mengalamai oksidasi maka otomatis keberadaan oxidasi ini akan menurunkan ketahanan korosinya sehingga diperlukan treatment lainnya untuk meningkatkan kembali sifat ketahanan korosinya. Namun ada kalanya hal ini tidak bisa lgi dilakukan karena acces terhadap object tersebut hanya dalam satu sisi. ( welding pipe ) Bagaimana cara menginfus / mempurging ? Biasanya kalau dilapangan kedua ujung pipa diberi isolasi atau tape atau busa yang rapat pori porinya. Intinya nggak boleh ada keluar masuk udara sehingga oksigen tidak ada dilingkungan welding tsb. Ke dua ujungnya lalu diperi lubang untuk memasukkan gas Argon ( Nitrogen juga

OK ) tadi. Setelah itu baru dialirkan gas argon dengan kecepatan yang perlahan sehingga tidak terjadi turbulences. Sampai dipastikan bahwa gas oksigen yang ada sudah keluar semuanya di dalam chamber purging ini. Biasanya banyak Ar gon yang terbuang karena pemakainnya nggak terkontrol dan yang memasukkannya juga nggak tahu dan mau cepat cepat selesai. Tugas Eng untuk memberikan masukan yang tepat terhadap penagliran gas ini. Sedangkan untuk daerah gap yang akan di weld juga harus di seal dengan bahan seal yang bebas dari halogen, karena unsur halogen spt clorine akan membuat material jadi britle. Beberapa project meminta oksigen content ( Oxigen indicator dalam ppm ) selama pengelasan material korosi ini untuk menentukan effectivitas dari purging. Berapa kecepatan gas purging di perlukan? Berapa cepatnya kecepatan gas tergantung dari volume daerah isolasi purging. Biasanya bisa dengan memperkirakan kecepatan pengusiran oksigen dalam chamber. Dan juga harus dipastikan tidak ada kemungkinan gas dari luar mau masuk kedalam chamber. BERAPA LAMA PERLU PURGING ?

Kalau kita mau mengelas pipa yang tebal yang mungkin bisa 30 pass apakah harus dipurging sampai cappinya? Dalam beberapa teory welding ..purging cukup dilakukan sampai thickness weld deposit 8 ~ 12 mm dan ini tergantung juga dengan WPS dan lingkungan kerja yang terjadi selama pengelasan. Preheating untuk menghindari pembentukan chrome carbides dianjurkan dan kandungan sisa oksigen di bawah 100 ppm. Kalau kita bisa mempurging dengan baik maka sudah pasti hasil pengelasan barang tahan korosi ini juga akan semakin tinggi qualitasnya Kebiasaan dilapangan yang tidak peduli dengan quality karena ketidak tahuan, atau karena lack of Quality awareness dll harus dibuang. Semoga bermanfaat. www.hazwelding.wordpress.com

Posted in Dunia NDT, SHIELDING GAS SEPARATOR VESSEL FUNCTION AND IT WORK PERBEDAAN DAN FUNGSI DARI VALVE DALAM SYSTEM PIPING

Responses

Home > Artikel > Bidang Keahlian > Pengelasan > 02 /05 /07 10:36:22
Rangkuman Diskusi Stainless steel Welding

Oleh Administrator

Tanya - Yudha_Dwinanda Dear All Mohon pencerahan dari bapak2 di milis ini. Saya sangat tertarik mengenai proses pengelasan, saya mau bertanya welding proses untuk material jenis stainless steel, apakah untuk sambungan stainless steel bisa dilakukan dengan cara multilayer weld? Apakah dilakukan PWHT juga untuk jenis material tersebut? dan bagaimana menghindari intergranular corrosion untuk pengelasan pada stainless steel? Tanggapan 1 - bandi sabandi Dears a Yudha Sebenarnya stainless steel sdh banyak sekali dibahas di Milis Migas : Multi layer pada stainless bisa dilakukan, lihat kondisi penggunaan / aplikasi material tsb untuk dimana dan lingkunganya spt apa ? saran saya check data spesifikasi designya. Tip untuk menghindari internal granular corrosion : 1. Kontrol % C (karbon) content dalam material max : 0.03 % biasanya material yang ada serrie L (316L, 304L dll). check milsertificate dari supplier bapak. 2. kontrol heat input pada saat welding max interpass biasanya di referensi , 200 oC sdh aman dari pembentukan karbida chrome penyebab korosi batas butir. welder harus mengelas mengikuti WPS yg bapak design sebelumnya. Tanggapan 2 - Joni Hasto Saputro

Mas Yudha Saya mencoba menjawab pertanyaan anda sesuai dengan pengetahuan yang saya miliki,jika ada yang kurang/salah semoga para moderator KBK Welding mau menambahkan. T ; saya mau bertanya welding proses untuk material jenis stainless steel J : Proses pengelasan yang dapat digunakan untuk pengelasan stainless steel meliputi : A. Arc Welding seperti : 1. SMAW 2. GTAW 3. GMAW 4. FCAW 5. SAW B. Resistance welding C. Electro beam welding D. Laser beam welding E. Friction welding F. Brazing T: apakah untuk sambungan stainless steel bisa dilakukan dengan cara multilayer weld? J : Stainless steel bisa dilas dengan multilayer weld Contoh : pipa S/S sch 80 up proses las GTAW/SMAW posisi 6G dapat dilas dengan multi layer weld (These example base on my experiences when I was welder in couple years ago) T : Apakah dilakukan PWHT juga untuk jenis material tersebut? J : Type stainless steel sepengetahuan saya ada 5 yaitu: 1. Austenitic S/S 2. Ferritic S/S

3. Martensitic S/S 4. Duplex S/S 5. Precipitation hardening S/S Preheat,interpass temperature dan PWHT dibutuhkan untuk Martensitic S/S dengan kandungan Carbon lebih dari 0.20% C. Martensitic S/S memiliki kandungan Cromium antara 11% - 18% Cr dengan sedikit alloy elements seperti Ni,Mn dan Mo. Kandungan Carbon mencapai 1.20% T : bagaimana menghindari intergranular corrosion untuk pengelasan pada stainless steel? J : Intergranular corrosion terjadi karena adanya Sensitization yaitu gejala terbentuknya cromium carbide. Saat pengelasan berlangsung Cromium cenderung memilih Carbon untuk bersenyawa dan membentuk cromium carbide yang memicu timbulnya intergranular corrosion. Salah satu cara mengatasinya adalah dengan memberikan Low carbon filler metal seperti 308L,316L dan memilih base metal yang juga low carbon base material (yang ini biar para Empu Welding - Cak Farid,P Darmayadi,P Sabandi yang menambahkan). Demikian sedikit jawaban dari saya jika ada yang bermanfaat semuanya dari Allah SWT jika ada yang salah semua dari saya pribadi. Download :