You are on page 1of 3

PEMUDA IDEAL PENERUS BANGSA Istilah pemuda atau generasi muda umumnya dipakai sebagai konsep untuk memberi

generalisasi golongan masyarakat yang berada pada usia paling dinamis, yang membedakan dari kelompok umur anak-anak dan golongan tua. Menurut budayawan Taufik Abdullah, pemuda bukan cuma fenomena demografis, akan tetapi juga sebuah gejala historis, ideologis, dan juga kultural. Dalam setiap episode transisi di dunia, peran pemuda selalu terlibat didalamnya, sebab pemuda memiliki kepakaan social dan empati yang tinggi. Sejarah telah membuktikan pada masa detik-detik kemerdekaan bangsa Indonesia, semangat para pemuda luar biasa, sampai-sampai Ir. Sukarno diculik oleg golongan Pemuda untuk segera memproklamirkan kemerdekaan bangsa Indonesia, bahkan jauh sebelum itu pemuda berhasil membuat sebuah momentum Sumpah Pemuda yang bertekad untuk bersatu membangun bangsa.

Dalam sejarah Islam kita lihat pembinaan pertama yang dilakukan Rasulullah SAW terhadap para pemuda. Yang termuda, Ali bin Abi Thalib berusia 8 tahun hampir sama dengan Az-Zubair bin AlAwwam, kemudian Jafar bin Abi Thalib (18), Usman bin Affan (20), Umar bin Khattab (26), Usman bin Zaid pada usianya yang masih cukup belia (18) Rasulullah SAW mengangkatnya menjadi Penglima Perang memimpin pasukan muslimin dalam penyerbuan ke wilayah Syam yang berada dalam kekuasaan Romawi. Pemuda-pemuda seperti merekalah yang kita patut teladani, dalam hal ilmu pengetahuan, semangat berjuang, jiwa berkorban dan ketakwaan sematamata hanya mengharap ridho Allah dan RasullnNya. Patut diberi apresiasi, di zaman sekarang ini kita patut bangga atas prestasi pemuda Indonesia dalam berbagai bidang. Di bidang sains, pemuda Indonesia menjuarai olimpiade Internasional seperti meraih piala emas dan Perak, baik dalam ajang Internasional Mathematics Olympiad (IMO), Internasional Biology Olympiad (IBO) dan banyak lagi. tidak ketinggalan dalam bidang teknologi, bidang olah raga tidak sedikit meraih prestasi yang membatidak an. Diantara segudang prestasi yang diraih, tidak kalah banyak juga Pemuda yang terjerumus dalam pergaulan yang salah fatal, budaya seks bebas yang seakan sudah biasa di kehidupan Kota-kota besar bahkan menjalar kepelosok-pelosok desa, penyalahgunaan obatobatan terlarang, Narkoba sebagai pelarian atas problem hidup yang amat berat, padahal pakai Narkoba bukan solusi yang gentleman, banyak yang meninggal akibat OD (over Dosis). Belum kasus yang sering muncul di media tentang aborsi, akibat pergaulan seks bebas, apa mungkin si perempuan belum siap atas kehamilannya dan status buruk yang dicap kemudian menggugurkan kehamilannya, lebih tidak manusiawi lagi si jabang bayi yang sudah dilahirkan sengaja dibunuh oleh ibunya, kita tahu binatangpun tidak sekejam itu. Belum lagi kasus pelajar yang putus asa karena tidak lulus Ujian Nasional, mengambil Jalan pintas karena merasa malu akhirnya bunuh diri. Kalau malu terhadap linkungan sekitar karena tidak lulus, alternative terbaik pergi saja dari rumah terus cari pondok pesantren untuk menempa diri karena syarat masuk ke Pesantren tidak harus lulus Ujian Nasional dan serahkan diri sepenuhkanya kepada Allah SWT. Disisi lain, Budaya konsumerisme dan Gaya hidup mewah mungkin sudah mendarah daging dikehidupan pemuda hususnya perkotaan, doktrin kapitalisme membuat mereka terperosok ke dalam nafsu individualisme dan materialisme, ironisnya saat ada teman yang mendakwah tapi dengan seenaknya berkata Urusin aja diri elo sendiri, ngapain repot-repot ngurususin gue!?, masih untung ada yang mau peduli kesesama temannya, apa jadinya dunia jika semua manusia menjadi individualistis.

Tugas pemuda sebagai penerus bangsa adalah wajib kritis dan menyadarkan bahkan menyadari bahwa masih banyak pemuda yang mengaku Islam tapi tidak mau mengkaji ajaran Agamanya sendiri, seiring perkembangan zaman malah membuat pemuda menjadi sekuler. Coba tanyakan pada pemuda-pemuda yang mengaku Islam yang sedang berlalu-lalang di jalan untuk menyebutkan dulu huruf Hijaiyah, Pasti banyak yang tidak hafal dan terbata-bata menyebutkannya, tapi giliran ditanya huruf abjat, pasti lancarnya bukan main ibarat air mengalir meliuk-liuk tampa hambatan. Memang demokrasi mengajarkan kita untuk mengagungkan kebebasan, namun ingat pemuda jangan mudah mengikuti budaya barat mulai dari pakaian, hedonisme, hura-hura, pergaulan bebas terus suka mengkonsumsi narkoba. Sadarlah bahwa pemuda adalah penerus bangsa yang nantinya akan menjadi pemimpin Negara bahkan dunia. Negara pastinya hancur jika pemuda tidak segera diselamatkan. Maka dari itu jadilah pemuda yang ideal munurut tuntunan dan norma agama Islam. Solusi dan Kriteria Pemuda Ideal hanya ada satu yaitu kembali kepada Islam yang Kaffah. Jangan setengah-setengah agar kita menjadi pemuda yang Ideal menurut Islam. Islam adalah agama yang amat memuliakan dan perhatian terhadap pemuda. Dalam Al-Quran mengkisahkan tentang Ashabul Kahfi, cerminan sekelompok pemuda yang beriman dan tegar keimannya kepada Allah SWT. Mereka berani meninggalkan kaumnya yang mayoritas menyimpang dari ajaran Allah dan penguasa dzalim sementara ratusan orang dibinasakan, diceburkan ke dalam parit berisi api yang bergejolak. sekelompok pemuda itu bersembunyi kedalam sebuah gua dan Allah SWT menyelamatkannya dengan menidurkan mereka selama 309 tahun, Subhannallah! Perlu jadi catatan dan tolak ukur buat kita untuk menjadi pemuda yang diidamkan oleh agama dan bangsa menurut Dr. M. Manzoor Alam, harus punya kriteria dan sifatsifat dasar sebagai berikut : Pertama, percaya dan hanya menyembah kepada Allah. Dan (ingatlah) ketika Lukman berkata kepada anaknya, ketika ia memberi pelajaran kepada anaknya, Wahai anakku! Janganlah engkau mempersekutukan Allah, sesungguhnya mempersekutukan (Allah) adalah benar-benar kezaliman besar. (TQS. Luqman :13) Kedua, berbuat baik atau berbakti kepada kedua orang tua, Islam menekankan pentingnya berbuat kepada kedua orang tua dan merupakan bagian terhadap penyembahan terhadap Allah Yang Maha Kuasa. Dan Tuhanmu Telah memerintahkan supaya kamu jangan menyembah selain dia dan hendaklah kamu berbuat baik pada ibu bapakmu dengan sebaik-baiknya. jika salah seorang di antara keduanya atau kedua-duanya sampai berumur lanjut dalam pemeliharaanmu, Maka sekali-kali janganlah kamu mengatakan kepada keduanya perkataan ah dan janganlah kamu membentak mereka dan ucapkanlah kepada mereka perkataan yang mulia. ((QS. Al Israa : 23) Ketiga, jujur dan bertanggung jawab, pemuda Islam patutnya berikhtiar untuk memanfaatkan amanah yang berupa kekayaan, kedudukan, kesehatan, tindakan, pengetahuan dan lainya. sebagaimana Firman Allah SWT: Dan jika kami hendak membinasakan suatu negeri, Maka kami perintahkan kepada orangorang yang hidup mewah di negeri itu (supaya mentaati Allah) tetapi mereka melakukan kedurhakaan dalam negeri itu, Maka sudah sepantasnya berlaku terhadapnya perkataan (ketentuan kami), Kemudian kami hancurkan negeri itu sehancur-hancurnya. Dan berapa banyaknya kaum sesudah Nuh Telah kami binasakan. dan cukuplah Tuhanmu Maha mengetahui lagi Maha melihat dosa hamba-hamba-Nya. (QS. Al Israa : 16-17).

Keempat, persaudaraan dan kasih sayang, Pemuda Islam juga harus memiliki sifat kasih sayang antar sesamanya dan hendaknya dibarangi dengan semangat berkorban. Orang-orang beriman itu Sesungguhnya bersaudara. sebab itu damaikanlah (perbaikilah hubungan) antara kedua saudaramu itu dan takutlah terhadap Allah, supaya kamu mendapat rahmat. (QS. Al Hujuraat : 10). Kelima, yang terakhir adalah bermusyawarah, setiap individu memiliki perbadaan, agar tidak terjadi perpecahan dan kesalah fahaman dalam bermasyarakat, tentunya Pemuda Islam juga harus perpegang teguh pada norma-norma permusyawarahan. Seperti yang telah diamanatkan Allah SWT. : Maka disebabkan rahmat dari Allah-lah kamu berlaku lemah Lembut terhadap mereka. sekiranya kamu bersikap keras lagi berhati kasar, tentulah mereka menjauhkan diri dari sekelilingmu. Karena itu maafkanlah mereka, mohonkanlah ampun bagi mereka, dan bermusyawaratlah dengan mereka dalam urusan itu. Kemudian apabila kamu Telah membulatkan tekad, Maka bertawakkallah kepada Allah. Sesungguhnya Allah menyukai orangorang yang bertawakkal kepada-Nya. (QS. AliImran:159) Jika saja sifat-sifat dasar tersebut ada di dalam pemuda Muslim Indonesia, pastinya akan membawa perubahan dan kemajuan ke arah yang jauh lebih baik. Point teramat penting yang bisa kita ambil adalah ketaqwaan kita kepada Allah SWT. Jika hidup kita disibukkan dengan urusan Agama (Islam) tentu urusan duniawi akan mengikuti dengan baik namun sebaliknya jika kita hanya berjibaku hanya urusan duniawi alhasil hanya kenikmatan fatamorgana yang kita dapat. Bukan perkara sulit untuk mewujudkannya jika kita mau melakukan perubahan mulai pada diri kita sendiri. Selamat menjadi Pemuda Penerus Bangsa Yang Ideal !!!!!