You are on page 1of 4

Pengertian Gaya adalah pengaruh dari luar/dari dalam suatu benda yang menyebabkan benda tersebut mengalami akselerasi/percepatan.

Contoh paling mudah adalah ketika kamu mendorong meja. Yang kamu berikan pada meja saat mendorongnya disebut gaya dorong. Akibat pengaruh yang kamu berikan, meja akan bergerak dengan percepatan tertentu. Pertanyaan yang mungkin muncul saat kamu berusaha memahami pengertian di atas: (tidak masalah kalau kamu bingung. namanya belajar kan bingung dulu baru mengerti. :D) Apa itu percepatan/akselerasi? Apakah sama dengan kecepatan? Bagaimana kalau saya mendorong meja, tetapi meja tidak bergerak? (misal karena meja terlalu 'berat') Pengertian Percepatan Akselerasi/percepatan adalah perubahan kecepatan setiap waktu. Atau, perubahan kecepatan per waktu. Dari pengertiannya, akselerasi dapat dirumuskan:

atau

di mana

= percepatan (inggris: acceleration), satuan SI:

= kecepatan (inggris: velocity), satuan SI: = waktu, satuan SI: Jadi, percepatan tidak sama dengan kecepatan. Kecepatan adalah jarak dibagi waktu. Sedangkan percepatan adalah perubahan kecepatan dibagi waktu.

Contohnya adalah saat kamu mulai menggas sepeda motor dari mula-mula diam. Awalnya kan kecepatan sama dengan nol. Misal setelah digas selama 10 detik, kecepatan naik dari nol menjadi 20 m/s (=76 km/jam), maka bisa dibilang motormu mengalami percepatan sebesar 2 m/s2. Nah, apa yang terjadi kalau meja tidak bergerak? Nah, kamu sudah memberi gaya, tetapi benda tidak bergerak alias tidak mengalami percepatan. Hal ini bisa jadi disebabkan karena mejanya terlalu 'berat'.

Artinya, gaya di sini dipengaruhi oleh 'berat' benda. Dalam bahasa fisika, 'berat' yang biasa kita sebut dalam kehidupan sehari-hari, dinamakan massa. Mulai sekarang, kita akan menyebutnya sebagai massa. Satuan massa adalah Kilogram. Kilogram bukan satuan berat. Mulai sekarang kita akan menggunakan kata massa untuk menunjukkan besaran yang satuannya Kilogram, gram, ons, dsb. Kembali ke masalah pokok. Gaya dipengaruhi oleh massa. Makin besar massa benda yang kita dorong, makin kecil gerakan yang ditimbulkan. Hubungan Gaya, Massa, dan Percepatan digambarkan sebagai berikut:

di mana

= Gaya (inggris: force), satuan SI:

atau

HUKUM NEWTON
Ada 3 Hukum Newton tentang Gaya:

Hukum Newton 1
"Suatu benda akan mempertahankan keadaannya bila resultan gaya yang bekerja pada benda tersebut sama dengan nol." Pengertian: sebuah benda yang mula-mula bergerak akan tetap bergerak dengan kecepatan yang tetap pada lintasannya, dan benda yang mula-mula

diam akan tetap diam, selama tidak ada gaya yang mempengaruhi benda tersebut. Contoh: Sebuah kelereng di atas lantai yang licin setelah di tos, kelereng itu akan terus bergerak dengan kecepatan tetap selamanya (meluncur selamanya). Kelereng baru akan mulai berhenti bila kelereng itu dikenai gaya gesek (melewati lantai yang kasar) atau dikenai gaya lain (misal menabrak tembok) sehingga berhenti, atau paling tidak berubah arah. Jadi, idealnya, benda akan terus bergerak dengan kecepatan yang tetap dan arah yang tetap, selama tidak dipengaruhi gaya lain. Kemungkinan lain, suatu benda akan terus diam bila tidak dikenai gaya. Contohnya, meja tulis kita. Kalau tidak ada yang memberikan gaya dorong, meja akan tetap diam tempatnya.

Hukum Newton 2
"Suatu benda yang dipengaruhi oleh suatu gaya akan bergerak lurus dengan percepatan yang arahnya searah dengan arah gaya. Besarnya percepatan sebanding dengan besar gaya dan berbanding terbalik dengan besarnya massa." Pengertian: sebuah benda akan mengalami percepatan saat dipengaruhi oleh gaya. Besarnya percepatan sebanding dengan besarnya gaya, artinya makin besar gaya yang mempengaruhi, maka percepatan yang dihasilkan makin besar. Kalau gaya diberikan makin kecil, percepatan yang dihasilkan juga kecil. Besarnya percepatan berbanding terbalik dengan massa, artinya makin besar massa benda yang menerima gaya, percepatan yang dihasilkan makin kecil. Sebaliknya, makin kecil massa yang dipengaruhi gaya, makin besar percepatan yang dihasilkan. Arah percepatan searah dengan arah gaya. Contoh: Bayangkan kita menaiki sepeda pada jalan yang tidak terlalu kasar. Ilustrasi percepatan sebanding dengan gaya sebagai berikut: Saat mengayuh sepeda, kita memberikan gaya pada sepeda. Saat kita mengayuh sepeda, maka laju sepeda akan makin cepat. Ini karena kita memberikan gaya pada sepeda saat kita mengayuh sepeda. Akibatnya, sepeda akan bergerak makin cepat selama beberapa waktu. Perubahan ini disebut PERCEPATAN. Ilustrasi percepatan searah dengan gaya: Nah, bagaimana saat kita mengerem sepeda? Gerak sepeda akan makin lambat. Ini karena rem memberikan gaya yang melawan arah laju sepeda (gaya ke belakang), sehingga mengakibatkan perubahan kecepatan yang

melawan arah maju sepeda. Akibatnya, kita merasakan perubahan kecepatan dari cepat ke lambat selama beberapa waktu. Kita sebut perubahan kecepatan ini dengan PERLAMBATAN. Ilustrasi percepatan berbanding terbalik dengan massa seperti berikut: Bayangkan bila kita mengayuh sepeda sambil membonceng teman di belakang. Kita akan lebih sulit menambah kecepatan sepeda, bukan? Hal itu dikarenakan ada pertambahan massa benda. Akibatnya, percepatan sebelumnya akan makin sulit dicapai dengan besar gaya yang tetap. Supaya kamu mendapatkan percepatan yang sama dengan sebelumnya, kamu akan mengeluarkan gaya yang lebih besar. Akibatnya, saat sedang membonceng, kamu akan merasakan 'lebih berat' untuk mendapatkan percepatan yang sama dengan saat kamu naik sepeda sendirian.

Hukum Newton 3
"Sebuah benda (benda 1) yang menerima Gaya Aksi dari benda lain (benda 2) akan memberikan Gaya Reaksi yang besarnya sama dan melawan arah Gaya Aksi kepada benda tersebut (benda 2)" Pengertian: Saat suatu benda menerima gaya dari benda lain, maka ia akan memberikan gaya yang melawan gaya tadi. Ini disebut gaya aksi-reaksi. Besarnya gaya reaksi sama dengan gaya aksi, namun arahnya saling berlawanan. Contoh Gaya Aksi-Reaksi adalah ketika kamu memukul tembok dengan tanganmu. Dengan pukulanmu, kamu memberikan Gaya Aksi pada tembok. Akibatnya tembok memberikan Gaya Reaksi pada tanganmu, sehingga kamu merasakan sakit di tanganmu. Rasa sakit itu disebabkan tembok yang seolaholah memberikan 'pukulan' balik pada tanganmu. Besarnya gaya reaksi yang 'dilakukan' tembok sama besar dengan gaya yang kamu berikan saat memukul. Jadi, makin kuat kamu memukul, makin sakit tanganmu.