You are on page 1of 2

Artikel Kegiatan Sosial Masyarakat Toraja dalam Upacara Pemakaman Adat Toraja

Salah satu kegiatan sosial yang masih dipertahankan nilai kebudayaan nya adalah pada upacara pemakaman keluarga adat Toraja.Upacara pemakaman adat Toraja ini merupakan acara pemakaman bagi seorang Toraja yang memiliki kasta tertentu.Sejak dari leluhur mereka kegiatan ini tetap dilestarikan.Selain untuk melestarikan kebudayaan yang telah ada sejak leluhur mereka,upacara pemakaman adat Toraja ini juga dijadikan sebagai moment untuk berkumpul nya keluarga besar dari yang akan dimakamkan,mulai dari anak,cucu,hingga cicit sekalipun.Dengan adanya upacara pemakaman adat Toraja ini seluruh keluarga besar akan hadir,keluarga yang tinggal di berbagai daerah akan berkumpul untuk mempererat tali silaturahmi diantara mereka yang sekian lama tidak bertemu.Waktu penyelenggaraan nya pun diputuskan bersama,dicari waktu dimana seluruh keluarga bisa datang. Kali ini keluarga besar dari Almarhum Yohanis Sampe yang telah wafat pada tanggal 13 Mei 2008 mengadakan upacara pemakaman adat Toraja sebagai penghormatan terakhir untuk suami,ayah,kakak,kakek tercinta Almarhum Yohanis Sampe.Menurut bapak Matius,anak dari Almarhum,ayahnya telah meninggal 2 tahun yang lalu,karena menunggu moment yang tepat untuk mengumpulkan seluruh keluarga besar dan dana yang dibutuhkan,maka Almarhum baru bisa dimakamkan di tahun 2010 ini.Sebelum dimakamkan jenazah selama 2 tahun ini disimpan dirumah.Ikha Mulyawati cucu dari Almarum yang datang jauh dari Jakarta menuturkan bahwa acara ini sebagai moment buat berkumpul nya seluruh keluarga besar.Semua anak yang datang telah disediakan lantang atau pondok yang sebelumnya sudah diberi nomor.Acara yang berlangsung hampir satu minggu ini menghabiskan dana yang tidak sedikit. Keluarga dari berbagai daerah menyempatkan hadir pada acara pemakaman Almarhum Yohanis Sampe,ibu Hermin yang merupakan ibu sepupu satu kali dari Almarhum yang datang dari Burake,dari acara dimulai sudah ada disini,keluarga menginap dirumah Almarhum,ibu Hermin membawa seluruh keluarga nya dari Burake,Grace anak dari ibu Hermin kelas 3 SD sampai meminta izin untuk tidak masuk sekolah.

Tidak hanya dari keluarga terdekat saja yang hadir pada acara pemakaman adat Toraja ini,tamu-tamu dari berbagai daerah dan turis-turis dari berbagai negara pun boleh hadir dan dijamu dengan baik oleh keluarga Almarhum.Tamu-tamu ini ditempatkan di pondok yang disebut padang karampoi.Pondok-pondok ini merupakan pondok-pondok non permanen yang dibuat atas bantuan warga sekitar.Para turis-turis dari berbagai Negara sangat antusias mengikuti serangkaian upacara pemakaman adat Toraja ini.Pada upacara pemakaman Almarhum Yohanis Sampe ini merupakan upacara lengkap yang hanya bisa dilaksanakan oleh keturunan silsilah puang.Kerbau atau tedong yang dipakai sejumlah 24,ini disimbolkan dengan adanya bendera sejumlah 24 yang digantung dilokasi acara.