You are on page 1of 1

Aku rindu padamu, sungguh. Aku mengais jejak jejak langkahmu lewat tulisan tanganmu.

Aku sungguh berharap bisa bertemu denganmu, meski hanya lewat mimpi. Aku berdoa semoga itu terjadi, tapi Dia tak pernah menyetujui. Dengarkan aku, kau harus mendengarkanku, karena aku tak bisa berbicara langsung denganmu. aku takut menjadi dewasa. Ketika semakin banyak kesalahan yang kulakukan, yang tak pernah bisa aku perbaiki. Aku berusaha memperbaiki hubunganku denganNya, sungguh. Kau tau sendiri kan itu?Tapi jalan itu ga gampang. Aku ingin menjadi anak yang baik, tapi entah kadang aku merasa ada yang uda beda. Aku ingin memperbaiki kesalahanku pada sahabatku, pada orang orang sekitarku, tapi ga juga ada hasilnya. Kadang, Aku lelah berusaha menjadi dewasa. Ketika aku harus berpura pura tabah. Ketika aku harus memikirkan setiap perkataan yang akan kuucap, agar tak ada lagi yang terluka. Seandainya aku bisa kembali ke masa kecil itu, tak ada beban, Cuma kesenagan yang ada. ketika kesalahnku dianggap biasa. Seandainya ada yang bisa kulakukan untuk memperbaiki semua salahku, tentu akan kulakukan. Ah, tapi sesal memang selalu datang di ujung masa. Sungguh, Aku tak ingin jadi tumbuh dewasa, ketika orang orang dewasa itu mulai mempercayakan beban mereka, seakan aku telah hidup puluhan tahun lamanya, padahal aku cuma seorang bocah, ya bocah. Tulisan ini buktinya. Karena kalo memang aku dewasa, tak mungkin aku berkeluh kesah. Kalau memang aku dewasa aku tak mungkin butuh waktu lama untuk menyadari kesalahan yang ada. Kadang aku merasa hidup ini berat, ketika masalah datang bergerombol. Aku bahkan tak lagi bisa bertemu denganmu, tak bisa meminta nasehatmu ketika aku membutuhkanmu. Apa kabarmu? Apa bahagia? Tentu kau harus bahagia, karena aku selau mendoakanmu. Bisakah tanyakan padaNya? Apa Dia begitu percaya padaku? Tolong bilang pada Tuhan, jangan terlalu percaya padaku, mungkin aku tak sekuat itu.

#dibuat ketika lagi ujian, DEMI APA! Author: anak yang sedang galau dan gila