You are on page 1of 6

Makalah PERKEMBANGAN DAN PERSIAPAN NEONATUS DARI INTRA KE EKSTRA PERNAFASAN DAN SIRKULASI

Di S U S U N

Oleh :

RITA ASRINA NIM. 11010068

Dosen Pembimbing : SITI WAHYUNI, SST

SEKOLAH TINGGI KESEHATAN UBUDIYAH DIPLOMA III KEBIDANAN BANDA ACEH 2011 / 2012

PERKEMBANGAN SISTEM ORGAN FETUS Sekitar 1 bulan setelah fertilisasi ovum, semua organ fetus telah terbentuk sebagian (minimal) dan selama dua tiga bulan berikutnya organ telah terbentuk. Selanjutnya, setelah bulan keempat organ-organ fetus sama dengan organ neonatus. Perkembangan struktur organ yang lebih kecil (stuktur sel) lebih baik dan memerlukan lima bulan kehamilan sisanya untuk menyempurnakan perkembangan. Bahkan ketika lahir, beberapa struktur tertentu (sistem saraf, ginjal, dan hati) belum sempurna. Sistem Pernapasan Pergerakan pernapasan berlangsung mulai pada akhir trimester pertama kehamilan di mana kehadiran alveoli mulai minggu ke-25 kehamilan, dan diisi dengan cairan paru-paru. Pergerakan pernapasan sekejap ada sekejap tidak ada pada fetus pertukaran gas berlaku antara tubuh janin dan plasenta. Paru-paru berasal dari titik tumbuh yang muncul dari faring yang bercabang, kemudian bercabang kembali membentuk struktur percabangan bronkus. Proses ini berlanjut setelah kelahiran sampai usia sekitar delapan tahun hingga jumlah bronkiolus dan alveolus akan sepenuhnya berkembang, meskipun gerakan napas janin mulai terlihat mulai trimester kedua dan ketiga. Pengaruh kelahiran yang paling nyata pada bayi adalah putusnya hubungan plasenta dengan ibu dan terhentinya cara untuk mendukung metabolisme. Hal yang paling penting adalah terhentinya suplai oksigen dan ekskresi O2 plasenta. Penyesuaian plasenta yang pertama diperlukan bayi adalah mulainya pernapasan. Biasanya anak mulai bernapas segera dan mempunyai irama pernapasan yang normal. Kecepatan fetus mulai bernapas menunjukkan bahwa bernapas dimulai oleh terpaparnya bayi secara mendadak ke dunia luar, mungkin akibat dari keadaan asfiksia ringan karena proses kelahiran, tetapi juga akibat impuls sensori yang berasal dari kulit

yang mendadak dingin. Upaya pernapasan pertama seorang bayi berfungsi untuk mengeluarkan cairan dalam paru-paru dan mengembangkan alveolus paru-paru untuk pertama kali. Produksi surfaktan dimulai pada minggu ke-20 kehamilan, jumlahnya meningkat sampai paru-paru matang pada minggu ke-30-40 kehamilan. Surfaktan berfungsi mengurangi tekanan permukaan paru-paru dan membantu menstabilkan dinding alveolus sehingga tidak kolaps pada akhir pernapasan. Tanpa surfaktan, alveoli akan kolaps setiap saat setelah akhir pernapasan sehingga dapat menyebabkan sulit bernapas. Ketika lahir, dinding alveoli disatukan oleh tegangan permukaan cairan kental yang melapisinya. Diperlukan lebih dari 25 mmHg ke tekanan negatif untuk melawan pengaruh tegangan permukaan tersebut dan untuk membuka alveoli pertama kalinya. Sekali alveoli terbuka, pernapasan tersebut dapat dilakukan oleh pergerakan pernapasan yang relatif lemah. Infrinasi baru lahir sangat kuat, biasanya mampu menimbulkan tekanan negatif sebesar 50 mmHg dalam ruangan intrapluera. Frekuensi napas bayi yang normal 40-60 kali/menit yang cenderung dangkal dan jika bayi tidak sedang tidur, kecepatan irama dan kedalamannya tidak teratur. Bayi cukup bulan mempunyai cairan di dalam paru. Pada waktu persalinan, sekitar cairan ini diperas keluar paru. Dengan beberapa kali tarikan napas pertama, udara memenuhi ruangan trakea dan bronkus bayi baru lahir. Dengan sisa cairan di dalam paru dikeluarkan dari paru dan diserap oleh pembuluh limfe darah. Dua faktor yang berperan pada perangsangan napas pertama bayi baru lahir adalah sebagai berikut. 1. Hipoksia pada akhir persalinan dan rangsangan fisik lingkungan luar rahim akan merangsang pusat pernapasan di otak. 2. Tekanan terhadap rongga dada yang terjadi karena kompresi paru-paru selama persalinan akan merangsang masuknya udara ke dalam paru-paru secara mekanis. Gambar 7.1 melukiskan gaya yang sangat besar yang dibutuhkan untuk membuka paru pada saat mulainya pernapasan. Pada bagian kiri diperlihatkan kurva tekanan volume (kurva compliance) untuk pertama kali bernapas setelah lahir. Perhatikan pertama, yang paling bawah yang menunjukkan bahwa pada hakekatnya paru tidak mengembang secara keseluruhan sampai dicapai tekanan negatif - 40 cm air (-30 mmHg). Kemudian, waktu tekanan negatif meningkat sampai - 60 cm air, hanya sekitar

40 ml udara masuk paru. Kemudian, untuk mengempiskan paru, diperlukan tekanan positif yang besar, mungkin karena resistensi kekentalan yang diberikan oleh cairan dalam bronkiolus. Napas yang kedua jauh lebih mudah, akan tetapi bernapas tidak menjadi normal sama sekali sampai sekitar 40 menit setelah lahir, seperti pada kurva ketiga, bentuk sangat menyamai dengan bentuk dewasa normal. Fungsi Pernapasan dalam Kaitannya dengan Fungsi Kardiovaskular Oksigenasi sangat penting dalam mempertahankan kecukupan pertukaran udara. Jika terjadi hipoksia, pembuluh darah paru-paru akan mengalami vasokonstriksi. Keadaan ini berarti tidak ada pembuluh darah yang terbuka untuk menerima oksigen yang berada dalam alveoli sehingga terjadi penurunan oksigenasi jaringan yang akan memperburuk hipoksia. Peningkatan aliran darah paru-paru akan memperlancar pertukaran gas dalam alveolus dan menghilangkan cairan paru-paru sehingga akan mendorong terjadinya peningkatan sirkulasi limfe dan membantu menghilangkan cairan paru-paru serta merangsang perubahan sirkulasi janin menjadi sirkulasi luar rahim. Sistem Sirkulasi Penyesuaian sirkulasi segera yang memungkinkan aliran darah yang adekuat melalui paru adalah salah satu faktor penting selain mulainya pernapasan ketika lahir. Oleh karena paru tidak berfungsi terutama selama kehidupan fetal, maka jantung fetus tidak perlu memompa banyak darah melalui paru. Sebaliknya jantung fetus harus memompa darah dalam jumlah besar melalui plasenta.

Gambar. Susunan Sirkulasi Fetal Pada gambar di atas dapat dilihat, sebagian besar darah yang masuk ke atrium kanan dari vena kava inferior langsung berjalan lurus melalui permukaan posterior atrium kanan dan kemudian melalui foramen ovale langsung masuk ke dalam atrium kiri. Jadi, darali yang dioksigenisasi baik dari plasenta masuk ke sisi kiri jantung bukan ke sisi kanan jantung dan dipompa oleh ventrikel kiri terutama ke dalam pembuluh darah kepala dan anggota gerak bawah. Darah yang masuk atrium kanan dari vena kava superior langsung berjalan turun melalui katup trikuspidalis masuk ke dalam ventrikel kanan. Darah ini terutama darah deoksigenisasi dari daerah kepala fetus, dan dipompa oleh ventrikel kanan masuk ke dalam arteria pulmonalis, kemudian terutama melalui duktus arteriosus masuk ke dalam aorta desenden dan melalui arteria umbilikalis masuk ke plasenta, tempat darah deoksigenisasi mengalami oksigenisasi. Sistem Sirkulasi dan Hematologi Aliran darah fetal bermula dari vena umbilikalis, akibat tahanan pembuluh paru yang besar (lebih tinggi dibanding tahanan vaskular sistemik = SVR) hanya 10% dari keluaran ventrikel kanan yang sampai paru, sedangkan sisanya (90%) terjadi shunting kanan ke kiri melalui duktus arteriosus Bottali. Pada waktu bayi lahir, terjadi pelepasan dari plasenta secara mendadak (saat umbilical cord dipotong/dijepit), tekanan atrium kanan menjadi rendah, Sirkulasi bypass III (Patent duktus arteriosus)

Sirkulasi Fetus 1. Rintangan tinggi pada sirkulasi pulmonal. 2. Rintangan rendah pada sirkulasi sistemik. Terjadinya pergerakan darah dari sebelah kanan ke kiri. 1. Foramen ovale. Tekanan arteri sebelah kiri rendah karena darah yang kembali ke paru-paru adalah rendah dan tingginya tekanan pada arteri sebelah kanan karena isi pada darah dari plasenta tinggi. 2. Duktus arteriosus. Rintangan tinggi pada sirkulasi pulmonari. Rintangan (resisten) rendah pada sirkulasi sistemik fetus dan fungsi prostaglandin. Sirkulasi Neonatal 1. Banyak perubahan dalam sirkulasi ketika kelahiran. Bertambahnya aliran darah pada sirkulasi pulmonal terjadi akibat turunnya resisten pada sirkulasi pulmonal sehingga paru-paru mengembang. 2. Darah vena kembali daripada jantung meningkat. 3. Tekanan arteri kiri meningkat, sedangkan arteri kanan berkurang mengakibatkan foramen ovale tertutup. 4. Resisten sirkulasi sistemik lebih tinggi daripada resisten pulmonal dalam, masa 24 jam. Fungsi prostaglandin menyebabkan duktus arteriosus menutup. 5. Arteri-arteri umbilikus mengerut dan aliran darah ke plasenta berhenti.