You are on page 1of 7

RESUME BUKU AL QIYADAH WAL JUNDIYAH

Pemimpin Pimpinan dalam suatu jamaah ibarat kepala bagi tubuh yang berperan sebagai sumber informasi, sebagai orang yang berfikir dan mengkaji seluruh masalah yang ada dan memberikan solusinya.Pemimpin yang mempunayi kekuatan yang priam akan sangat menentukan jamaah yang ada akan tetapi sebaliknya jamaah akan kesulitan dalam mencapai tujuannya jika seorang pemimpin kurang cakap dalam memanagement jamaahnya.Hal yang harus diperhatikan dalam memilih pemimpin adalah hindarilah adanya pilih kasih dalm memilih seorang pemimpin serta jangan memilih pemimpin yang ambisius dan sangat berhasrat untuk mendapatkan posisi tsb karena pemimpin dalam hal ini bebrbeda dengan pemimpin di keduniawian. Hasan al Bana pernah mengatakan bahwa kedudukan pemimpi dalam ikhwanul muslimin adalah sebagai ayah dalam ibarat ikatan hati dan sebagia guru dalam menagajarkan ilmu yang bermanfaat, sebagai syekh dalam mengajarkan pendidikan ruhani dan sebagai pimpinan dalam mengendalikan kebijakan dalam dakwah. Dengan dakwah kita dapat memadukan semua hal tsb. Keanggotaan Pada dasarnya setiap muslim adalah satu angkatan bergerak dan berjuang bersama untuk islam dalam mewujudkan daulah islamiyah dengan berpegang Kitabullah dan Sunaturrasul.pada masa Rasulullah telah membentuk generasi muslim dg ajaran Al Quran pertama, dan ternyata inilah pondasi utama yang kuat yangakan menentukan tingkatan selanjutnya. Imam hasan Al bana telah menerapkan manhaj dan uslub ini dengan mempersiapkan anggota jamaah secara tajarud (berangsur2) yaitu dengan tahap pengenalan (taarif), tahap pembentukan (takwin), dan tahap pemahaman (tanfiz). Dan juga dilengkapi dengan syarat dan ciri2nya. Dimana ciri2nya adalah akidahnya lurus, ibadahnya benar, berakhlak mulia, berpikiran cerdas, bijak, berbadan sehat, dan kuat, sertya berguna bagi manusia, disiplin dalam segala hal, dapat menjaga waktunya, bermujahadatun nafs, dan memiliki asasi seorang pejuang muslim. Selain itu juga ada ada bentuk sumpah setia, kewajiban yang harus dilaksanakan dalam menggariskan 10 rukun baiah.dan juga ada 10 wasiat serta latihan2nya. Semua ini penting karena dengan pemimpin yang superkuat sekalipun jika jamaahnya lemah maka program2 besar niscaya akan sulit untuk dijalankan. Amanah dan tanggung jawab pemimpin. Pada dasarnya manusia diciptakan di muka bumi ini adalah sebagai pemimpin. Dan seorang pemimpin dalam suatu jamaah mempunyai amanah yang sangat besar dan dibebani pula tanggung jawab yang besar. Semakin banyak jamaah maka semakin besar pula tanggung jawab yang dipikulnya apalagi akan lebih besar pula hal yang akan dipertanggungjawabkan kepada Allah SWT terhadap apa yang telah dipimpinnya. Beban amanah dan tanggung jawab seorang pemimpin ini akan menjadi semkain berat akan tergantung dari halhal sbb: 1. Besar tidaknya tujuan dari suatu jamaah dimana jamaah ini mempunyai tujuan yaitu mewujudkan daulah islamiyah. 1. Tergantung luasnya daerah yang dipimpinnya.

2. Tergantung banyaknya jumlah anggota yang ada pada jamaah tersebut diman semakin banyak jamaah akan semakin berat amanh dan tanggung jawabnya. 3. Karena pemimpinlah yang memberikan arahan dan program2 terhadapa jalan dakwah ke depan.serat juga pemimpinlah yang mengatut dan mengalokasikan waktu, tenaga , pikiran dan harta untuk pergerakan dakwah kedepan. 4. Tergantung dari produktivitas yang dilakukan oleh jamaah tersebut. 5. Amanah akan semakin berat jika masalah yang ada di dunia ini semakin kompleks, Saling berkait dan harus segera ditangani. 6. Amanah juga akan semakin berat jika seluruh umat muslim menaruh harapan Meletakkan cita2 umat kepadanya. 7. Amanah juga akan semakin berat jika semakin panjangnya jalan dakwah yang Harus dilalui serta banyaknya rintangan, onak duri dan hambatan yang harus dilalui. 8. Amanah juga akan semakin berat jika karakter tahap dakwah yang sedang dilaluinya serta ditambah banyaknya ancaman yang harus dihadapi silih berganti. Maka dari itu semakin kita tahu besarnya amanah seorang pemimpin maka sebaiknya para anggota dan pemimpin dapat menyadari semua itu dan dapat menyiapkan diri secara matang pada sat ia akan menerimanya. Hal yang membantu terlaksananya tugas pemimpin 1. Ikhlas karena Allah semata serta selalau jujur dan benar kepadaNya. Karena jujur dan ikhlas merupakan kunci dari pertolongan dan taufik dari Allah SWT. 2. Peka terhadap penjagaan dan pengawasan dari Allah SWT yang terus menerus terhadap seluruh waktu dan amal usahanya. 3. Memohon pertolongan dan perlindungan Allah dalam segala kegiatan dan aktivitasnya. 4. Pemimpin harus memiliki tanggung jawab yang besar yang dapat mendorongnya untuk selalu menjaga diri dan dalam memegang amanahnya. 5. Pemimpin harus mempunyai perhatian khusus terhadap pendidikan atau tarbiyah, menyiapkan kader dan calon pengganti. 6. Terjadinya rasa kasih sayang dan ukhuwah islamiyah yang mantap diantara jamaah, khususnya anggota dan pemipin. 7. Pimpinan harus benar2 merencanakan program yang tepat, menentukan tujuan, tahapan, cara, sarana dan persiapan2 sesuai dengan kemampuan. 8. Para pimpinan tingkat cabang atau daerah dan setiap anggota jamaah harus mampu merasakan bagaimana beratnya amanah dan tanggung awab pimpinan pusat dalam menjalankan kewajibannya. 9. Pemimpin harus memiliki cita2 dan tekad juang.

3 faktor keberhasilan Hasan al Bana Dakwah ini merupakan kekuatan dakwah Allah yang paling tinggi dan mulia Tujuannya murni dan terbebas dari tujuan kotor dan kepentingan pribadi Ketergantungan dakwah ini hanyalah pada pertolongan Allah Pesan Hasan Al Bana: Pada intinya jamah ikhwan akan kalah bukan karena sedikitnya jumlah kalian, banyaknya jumlah musuh, kurang lengkap dan canggihnya peralatan kalian bahkan jika seluruh isi bumi berkumpul dan menentang kalian, kalian tidak akan kalah kecuali ttg apa yang telah ditentukan oleh Allah untuk kalian. Tetapi kalian akan hancur jika hati2 kalian rusak. Akhlak dan sifat2 yang harus dimiliki oleh pemimpin 1. Senantiasa mengharapkan akhirat dengan ikhlas karena Allah smata 2. Mempunyai daya ingat yang kuat, bijak, cerdas, dan berpengalaman luas serta mampu menganalisis permasalahan yang ada 3. Berperangai santun, penyayang 4. Bersifat lemah lembut 5. Berani dan sportif, tidak pengecut dan membabi buta shg membahayakan jamaah 6. ShidiQ, benar dalam berkata, sikap, dan perbuatan 7. Tawadhu, merendahkan diri dan tidak membanggakan diri kepada manusia( Asy Syuara215), tawadhu juga bisa berarti tunduk dan mematuhi Haq 8. Memaafkan, menahan amarah, dan bersikap ihsan. 9. Menepati janji dan sumpah setia 10. Sabar, karena jalan dakwah sangat panjang dan tidak ringan maka dari itu kesabaran akan sangat membantu dalam pergerakan dakwah ini 11. Iffah dan Kiram, sifat yang melambangkan kesucian jiwa dan tidak mudah tunduk terhadap hawa nafsu yang cenderung mengotori jiwa 12. Wara dan Zuhud, dua sifat yang dapat menjauhkan dari peroalku syubhat dan meninggalkan hal hal yang tidak mengandung dosa karena takut terjebak ke dalam dosa 13. Adil dan jujur, termasuk kepada diri sendiri serta pemimpin mau mengaku kesalahannya sendiri. 14. Tidak mengungkit2 dan menyombongkan diri 15. Memelihara hal2 yang dimuliakan oleh Allah SWT. Pemimpin dalam suatu jamaah harus mampu mengawasi dan penjaga yang selalu awas. 16. Berlapang dada dan tidak melayani pengumpat dan pengadu domba.tekad bulat, tawakal, dan yakin.

17. Sederhana dalam segala hal, karena dengan bersifat sederhana dapat menghindarkan bahaya dan penyelewengan bahan dapat memupuk kesatuan shaff 18. Bertahan dalam kebenaran dengan teguh dan pantang mundur 19. Menjauhi sikap pesimis dan over estimate, karena sifat pesimis dapat melemahkan jamaah dan juag Allah tidak akan meminta hasil yang didadapat akan tetapai proses. Begitu pula sifat over estimate sangat tidak pantas dimilki oleh mukmin karena akan mengakibatkan keputus asaan yang besar jika ternyata mengalami kegagagalan. Tabiat gerakan dan medannya Sehubungan dengan tabiat dan gerakannya, seorang pemimpin jamaah harus memperhatikan hal2 sbb: 1. Harus beriltizam dengan tujuan berdirinya jamaah yaitu tegaknya Dien Allah di muka bumi dengan daulah Islamiyah. 2. Memelihara keuniversalan tujuan dan medan gerakandengan seluruh konsekuensinya tanpa 3. Melupakan salah satu aspeknya. Perlu menjaga tabiat tahapan dakwah Islamiyah dengan segala tuntutannya. 4. Kewajiban mempberikan perhatian serius terhadap pendidikandi setiap peringkat. 5. Harus mengawasi sikap jamaah dan jamaah lainnya. 6. menegakkan hukum Allah di setiap aspek kehidupan. 7. mempersiapkan seluruh masyarakat 8. wanita muslimah dapat memainkan peran penting dalam amal Islami. 9. memperhatikan generasi muda 10. seorang pemimpin harus bersunggguh-sungguh Keanggotaan dan Tuntutannya Beberapa persyaratan pokok seorang aktivis 1. Memahami benar arti komitmennya kepada Islam. 2. Mengenali karakter dakwah 3. Meyakini untuk kembali kepada Al Quran dan Sunnah atas segala permasalahan 4. Yakin akan kewajiban bergerak membangkitkan iman. 5. Seorang muslim mengetahui bahwa usaha menegakkan Daulah Islamiyah adalah kewajiban 6. Mengetahui kewajiban ini tidak mungkin tercapai dengan usaha perseorangan. 7. Amal jami merupakan persoalan yang wajib ditunaikan sebelum melangkah membangun Dll.

Beberapa keharusan dan perilaku anggota yang harus ditegakkan 1. Apabila seorang muslim telah memilih suatu jamaah sebagai wadah perjuangan, maka dia harus berusaha komitmen terhadapnya Wahai orang-orang yang beriman! Rukuklah, sujudlah, dan sembahlah Tuhan-mu; dan berbuatlah kebaikan, agar kamu beruntung. Dan berjihadlah kamu di jalan Allah dengan jihad yang sebenar-benarnya. Dia telah Memilih kamu, dan Dia tidak menjadikan kesukaran untukmu dalam agama. (Ikutilah) agama nenek moyangmu Ibrahim. Dia (Allah) telah Menamakan kamu orang-orang Muslim sejak dahulu, dan (begitu pula) dalam (al-Quran) ini, agar Rasul (Muhammad) itu menjadi saksi atas dirimu dan agar kamu semua menjadi saksi atas segenap manusia. Maka laksanakanlah shalat dan tunaikanlah zakat, dan berpegangteguhlah kepada Allah. Dia-lah Pelindungmu; Dia sebaik-baik Pelindung dan sebaikbaik Penolong. 2. Dengan berkecimpung didalam jamaah seorang muslim harus mengetahui secara mendalam segala ketentuan jamaah, serta melaraskan suasana hidupnya dengan kepentingan dakwahnya itu. 3. Seorang anggota jamaah harus melengkapi diri dengan kemampuan. 4. Seorang jamaah harus meniatkan hatinya dalam menegakkan agama Allah dengan niat ikhlas karna Allah. 5. Ketaatan anggota terhadap amir kecuali dalam masalah maksiat. 6. Muslim yang bergabung harus dengan pemahaman Islam yang benar. 7. Seorang anggota harus beriltizam dengan cara gerakan dan seluruh langkah untuk mewujudkan tujuan jamaah yang agung. 8. Seorang jamaah harus mejadi pelindung terpercaya terhadap tujuan jamaahnya. 9. Setiap anggota harus berani menempatkan dirinya di barisan jihad fi sabilillah Dan barangsiapa berjihad, maka sesungguhnya jihadnya itu untuk dirinya sendiri. Sungguh, Allah Maha Kaya (tidak memerlukan sesuatu) dari seluruh alam. ( al Ankabut : 6 ). 10. Seorang mujahid harus mengetahui bahwa martabat jihad terendah adalah penentangan hati terhadap kemungkaran, dan martabat jihad tertinggi adalah jihad fi sabilillah. 11. Seorang mujahid berkewajiban melatih dirinya agar mudah berkorban di jalan Allah SWT. 12. Setiap muslim harus menyadari sesungguhnya ia berkedudukan didaerah pertahanan yang strategis, dan kewajiban diserahkan kepadanya. 13. Ujian adalah sunnatullah dalam dakwah 14. Pembela aqidah dan prajurit dakwah harus mengikhlaskan ketaatan dan kesetiaannya kepada dakwah (wala) 15. Mempererat persaudaraan karena Allah. 16. Anggota jamaah harus membiasakan diri melaksanakan setiap perintah pimpinan jamaah. 17. Setiap anggota jamaah harus benar-benar memberikan kepercayaan kepada pimpinan jamaah. 18. Setiap anggota mesti memiliki indera dakwah 19. Harus memperhatikan pembentukan pribadi Muslim yang spesifik. 20. Seluruh anggota jamaah harus menjauhi cara-cara politik, kelompok yang jahat.

21. Waspada terhadap musuh yang menyusup kedalam jamaah merupakan kewajiban setiap anggota jamaah. 22. Harus menjauhi segala tindakan yang mempersukar barisan dalam amal Islami. 23. Bersikap adil dan bijaksana, tidak keterlaluan dan tidak mermehkan. 24. Saling nasihat-menasihati dalam kebenarn harus dilakukan seluruh anggota jamaah. 25. Berpegang pada semboyan perbaiki diri dan seru orang lain kepada kebaikan 26. Menjaga hubungan komunikasi dengan sesama aktivis amal Islami. 27. Menjaga waktu dengan disiplin, serius, rapi, berguna kepada orang lain. 28. Memikirkan persoalan rumah tangganya. 29. Menumbuhkan harapan didalam hati keluarganya bahwa masa depan adalah milik Islam. 30. Tidak boleh merasa pesimis atau putus asa ketika menderita kekalahan di medan jihad Dan janganlah kamu (merasa) lemah, dan jangan (pula) bersedih hati, sebab kamu paling tinggi (derajatnya), jika kamu orang beriman. Jika kamu (pada Perang Uhud) mendapat luka, maka mereka pun (pada Perang Badr) mendapat luka yang serupa. Dan masa (kejayaan dan kehancuran) itu, Kami Pergilirkan di antara manusia (agar mereka mendapat pelajaran), dan agar Allah Membedakan orang-orang yang beriman (dengan orang-orang kafir) dan agar sebagian kamu Dijadikan-Nya (gugur sebagai) syuhada. Dan Allah tidak menyukai orang-orang zalim. dan agar Allah Membersihkan orang-orang yang beriman (dari dosa mereka) dan Membinasakan orang-orang kafir. Apakah kamu mengira bahwa kamu akan masuk surga, padahal belum nyata bagi Allah orang-orang yang berjihad ** di antara kamu, dan belum nyata orang-orang yang sabar.(Ali Imron : 139-142). 31. Terakhir, seorang anggota harus menghiasi dirinya dengan akhlak Islam, dan menjauhi dirinya dari perbuatan yang buruk.

Aturan dan Adab Pergaulan Pimpinan dan Anggota 1. 2. 3. 4. 5. Saling mempercayai dan berbaik sangka Saling menasihati Saling mencintai dan bersaudara Mempererat hubungan antara pemimpin dan anggota Tunduk dibawah hukum Allah

1. 2. 3. 4.

Sistem Dan Peraturan Berdasarkan kerangka-kerangka Islam Peraturan harus dipandang sebagai sarana dalam mengatur kerja Jamaah bergerak sesuai hasil syura Susunan sistem kerja bertujuan agar terbentuknya bindang gerakan, kelengkapan yang efektif.

5. 6. 7. 8.

Peraturan juga bertujuan untuk mengelakan kekacauan dalam aktivitas Peraturan juga dapat menyelsaikan perkara yang terjadi misal terdapat perselisihan Peraturan harus mencakup cara perbaikan bagi setiap kelalaian Peraturan harus mencakup syarat dan kriteria yang diperlukan untuk setiap calon penanggung jawab bidang 9. Peraturan menentukan calon pemilihan anggota 10. Hendaknya peraturan dibuat dari hasil syura 11. Perlu diperhitungkan keluwesan suatu peraturan 12. Keharmonisan antara pusat dan daerah harus tetap terjaga. 13. Perturan harus mencakup ara pengambilan setiap keputusan 14. Peraturan ditaaati dalam rangka ibada kepada Allah Pengendalian pertemuan-pertemuan 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. 9. 10. 11. 12. 13. 14. Amal usaha dakwah adalah ibadah Sebaiknya setiap pertemuan diawali dengan dzikir kepada Allah Harus mempersiapkan segala sesuatunya Teliti menyampaikan informasi tentang waktu dan tempat pertemuan Setiap anggota harus bersungguh-sungguh menghadiri pertemuan Usahakan waktu pertemuan melewati waktu yang telah disepakati Perlu ditentukan agenda pertemuan dengan menulis di papan tulis Pimpinan pertemuan harus benar-benar menjaga waktu Pemimpin pertemuan harus bijak dalam memelihara tata tertib Pemimpin dapat mengarahkan pembicaraan sesuai agenda Mesti dijaga supaya tidak ada yang memotong pembicaraan Jika ingin mengomentari maka angkat tangan dan dicatat point pembicaraannya Ketika berbicara harus memerhatikan adab-adab Islam. Dalam persidangan tidak boleh ada yang keras kepala mempertahankan pendapatnya karena merasa pendapatnya paling benar 15. Rahasia pertemuan harus dijaga bersama 16. Pertemuan sebaiknya tidak terlalu lama 17. Hendaklah setiap anggota pertemuan bertakwa kepada Allah dalam menyatakan persetujuan atau tidak dalampengambilan keputusan 18. Demikian pula dalam memilih pimpinan 19. Membaca doa kafaratul majelis jika pertemuan ditutup 20. Sebelem ditutup hasil rapat diulangi dan diperjelas kembali.