You are on page 1of 3

Pengusaha Muda Muslim Sejati? Teladani Rasul SAW dan Para Sahabat Dong!

Jika kita mendapat pertanyaan siapakah pengusaha tersukses saat ini tentu kita akan merujuk kepada nama-nama seperti Carlos Slim Helu, Bill Gates, dan Warren Buffet yang baru-baru ini dinobatkan sebagai tiga orang paling kaya di dunia oleh majalah Forbes dengan kekayaan masing-masing 627,84 trilyun, 555 trilyun, dan 400,3 trilyun rupiah. Jika yang ditanyakan pengusaha muda sukses, siapa lagi kalau bukan Mark Zuckerberg yang kekayaannya kini mencapai $US 17,7 miliar. Dengan uang yang mereka miliki para pengusaha kaya dapat melakukan apapun yang mereka suka dan membeli apapun yang mereka mau. Roman Abramovich yang merupakan salah satu taipan minyak sukses asal Rusia yang juga merupakan pemilik klub Chelsea dengan menggunakan kekuatan uang yang dimilikinya pernah mengklaim telah membeli sebidang tanah di bulan dari Lunar Embassy pada 20-24 derajat lintang selatan dan 30-34 derajat bujur barat. Itulah bukti bahwa pengusaha dapat melakukan dan membeli apapun yang mereka mau. Bagaimana dengan para pengusaha muslim? Apa yang harus mereka lakukan dengan harta yang telah diamanahkan Allah Swt kepada mereka? Bagaimana peran yang seharusnya mereka ambil untuk mengembalikan kejayaan Islam di masa depan? Setiap pengusaha muslim harus memahami bahwa seluruh harta yang terdapat di seluruh muka bumi dan bahkan seluruh alam semesta ini adalah milik Allah Swt semata, arRozzak al-Ghani. Kepemilikan manusia terhadap hartanya hanya bersifat relatif, sebatas untuk melaksanakan amanah untuk mengelola dan memanfaatkannya sesuai dengan ketentuanNya (QS al-Hadid {57}: 7). Pengusaha muslim juga harus senantiasa mengingat sebuah hadits Rasulullah SAW yang telah diriwayatkan oleh Abu Daud RA yang berbunyi Manusia pada hari akhir nanti pasti akan ditanya tentang empat hal: usianya dihabiskan untuk apa, jasmaninya dipergunakan untuk apa, hartanya dari mana didapatkan dan dipergunakan untuk apa, serta ilmunya diamalkan untuk apa. Kemudian sabda Rasullullah SAW yang mengatakan sebaik baik manusia adalah manusia yang paling bermanfaat bagi umat manusia. Kejayaan Islam di masa lalu tidak terlepas dari peran para konglomerat-konglomerat kaya saat itu seperti diri Nabi Muhammad sendiri, Abu Bakar ash-Shiddiq, Utsman bin Affan, dan Abdurrahman bin Auf. Mereka semua bersedia dan tidak pernah menyesal ataupun mengeluh sama sekali ketika harus menginfaqkan sebagian besar harta miliknya untuk kepentingan dakwah Islam. Hal inilah yang harus dicontoh oleh para pengusaha muda muslim masa kini demi kejayaan Islam di masa datang.

Ya, untuk mengembalikan kejayaan Islam sangatlah mudah. Bila kita bertanya peran seperti apa yang harus dilakukan untuk mengembalikan kejayaan Islam. Jawabnya sangat mudah, ambillah peran yang dulu pernah diperankan oleh pengusaha muslim seperti Abu Bakar ash-Shiddiq, Utsman bin Affan, Abdurrahman bin Auf, dan tentunya diri Rasulullah SAW. dan telah ada pada diri Rasulullah SAW sebaik baik suri tauladan (QS al). Bagaimana sih peran rasul dan para sahabat pengusaha saat itu hingga dapat membuat Islam menyebar keseluruh permukaan bumi seperti sekarang? Mudah saja, nabi dan para sahabat seperti Abu Bakar ash-Shiddiq, Utsman bin Affan dan Abdurrahman bin Auf, meskipun memiliki harta yang sangat berlimpah, sedikit sekali atau bahkan sama sekali tidak menikmati kekayaan yang telah mereka hasilkan dari usaha mereka. Mereka senantiasa hidup dalam kesederhanaan. Mereka tidak pernah menyimpan atau bahkan menimbun harta di dalam rumah mereka. Mereka senantiasa menafkahkan sebagian besar hartanya untuk keperluan dakwah Islam dan hanya menyisakan sedikit saja, hanya sekedar untuk bertahan hidup dirinya dan juga keluarganya saat itu. Nabi dan para sahabat justru merasa tidak nyaman ketika tau masih menyimpan harta. Nabi dan para sahabat senantiasa membagi-bagikan hartanya kepada sahabat sahabat yang fakir. Senantiasa menyumbang dengan jumlah yang fantastis jika akan terjadi peperangan dalam bentuk harta atau keperluan logistic seperti kendaraan perang seperti kuda dan unta. Para pengusaha muda muslim sebagai makhluk yang telah diberi rahmat dan rezeki yang berlimpah jangan sampai mengikuti kehidupan glamour seperti yang dilakukan kebanyakan pengusaha pada masa kini. Ingatlah, pada masanya, nabi Muhammad SAW beserta para sahabatnya meski memiliki kekayaan yang melimpah tidak pernah menghabiskannya untuk bersenang-senang. Mereka selalu berdakwah dengan tubuh dan harta mereka. Jangan pula terlena dengan harta yang kita miliki. Adakalanya harta dapat menjadi ujian bagi keimanan kita karena bisa saja kita lalai karenanya atau mempergunakannya untuk sesuatu yang telah diharamkan oleh Allah Swt. Telah banyak kisah yang patut dijadikan pelajaran, salah satunya adalah kisah Qarun. Sekali lagi harta yang kita dapat sepenuhnya hanya milik Allah Swt, kita hanya diamanahkan untuk mengelola dan menyalurkannya sesuai dengan petunjukNya yang terdapat di dalam al-Quran dan Sunnah rasul SAW. Pengusaha telah diberikan banyak karunia oleh Allah Swt, tidak hanya dalam bentuk materi tapi juga ilmu. Dengan ilmu yang mereka miliki mereka akan tetap kembali kaya dan

kembali kaya meski telah mensedekahkan seluruh harta mereka, karena memang sesungguhnya harta sama sekali tidak berkurang jika disedekahkan. Sebagai pengusaha jangan juga merasa cukup berperan dalam dakwah Islam dengan hanya menggunakan harta. Abu Bakar ash-Shiddiq, Utsman bin Affan, dan Abdurrahman bin Auf selalu bersedekah untuk dakwah Islam dan juga ikut dalam peperanganpeperangan. Mereka telah menjual diri dan harta mereka kepada Allah Swt. Allah berfirman dalam surat at-Taubah ayat 111: Sesungguhnya Allah telah membeli dari orang-orang mumin diri dan harta mereka dengan memberikan surga untuk mereka. Mereka berperang pada jalan Allah; lalu mereka membunuh atau terbunuh. janji yang benar dari Allah di dalam Taurat, Injil dan Al Quran. Dan siapakah yang lebih menepati janjinya daripada Allah? Maka bergembiralah dengan jual beli yang telah kamu lakukan itu, dan itulah kemenangan yang besar. Wahai pengusaha muda muslim dimanapun anda berada, teladanilah Rasulullah SAW, teladanilah para sahabat, berperanlah seperti mereka berperan dan bersedekahlah seperti mereka bersedekah maka Islam akan jaya seperti masa nabi SAW. Biarkan Allah Swt membeli jiwa dan harta kita karena surga adalah harga yang sangat pantas untuk itu semua. Kejayaan Islam di masa datang berada di pundak kita sekarang. Ingat dan niatkanlah bahwa kita menjadi pengusaha bukan dengan tujuan untuk memiliki masa tua yang nyaman dan tentram lagi santai. Kita menjadi pengusaha adalah untuk menjadi manusia yang bermanfaat bagi umat dan menegakkan kalimat laa ilaha illallah Muhammad rasulullah di muka bumi dengan harta dan jiwa kita. Tujuan hidup kita sebagai pengusaha muda muslim adalah hanya untuk meraih ridho Allah Swt, bukan yang lain. Artikel ini diikutsertakan dalam lomba MYMC-AC. Keterangan lebih lanjut kunjungi website MYMC di http://www.mymconference.com Nama : Abdullatif Assalam Email : latif.assalam@yahoo.com Asal : DKI Jakarta