You are on page 1of 13

KEWAJIBAN MUSAFIR

SDIT Anak Sholeh, Mataram 8-10-2011

H.Satriawan

SAFAR
: ETIMOLOGIS

- HADITS : ASFIRUU BISHSHUBHI :- PERKATAAN UMAR: ANDA KENAL ORANG JIKASAFAR, BERTETANGGA, TRANSAKSI : TERMINOLOGIS

SAFAR:
THOAH MUBAH MAKRUH MAKSIAT

ARROFIQ QOBLATHTHORIQ ALJAR QOBLA ADDAR

KRITERIA MUSAFIR
QOTHU MASAFAH DHORBUN FIL ARDHI

HAL-HAL YANG HARUS DIPERHATIKAN SEBAGAI MUSAFIR


NIAT : ---- SAFAR THOAH DAN MUBAH ILMU AGAMA TERKAIT SAFAR PERBEKALAN (KENDARAAN, TEMAN (RIFQOH SHOLIHAH) MEMPERHATIKAN ADAB SAFAR: - DOA (BERANGKAT --- KEMBALI) - ITIMAR (MENGANGKAT AMIR) - THOATUL AMIR - TAAWUN (IANATUL MUHTAJ) - SABAR - MENGAMBIL RUKHSOH

ADAB SAFAR
A. Sebelum bepergian 1. Mengembalikan hak orang yang dizalimi, membayar hutang, mengembalikan titipan dan menyiapkan nafkah untuk orang yang wajib dia nafkahi. 2. Menyertakan niat bepergian yang baik agar mendapat pahala. 3. Memilih teman bepergian yang baik dan meyiapkan perbekalan yang dibutuhkan; Sabda Rasulullah : Satu orang pengendara (yang hendak bepergian) adalah setan, dua orang adalah setan, dan tiga orang adalah rombongan musafirin (Shahih Jami).

B. Saat bepergian
Dianjurkan untuk keluar musafir pada pagi hari; karena Rasulullah

Ya Allah berkahilah ummatku pada pagi hari mereka (Shahih Jami). Dari Abu Hurairah bahwa seseorang mengatakan kepada Rasulullah : Wahai Rasulullah! Saya hendak musafir, berwasiatlah kepada saya!, Rasul bersabda: Hendaklah kamu bertakwa kepada Allah, dan bertakbir bila ada jalan yang mendaki, ketika orang itu berlalu Rasulullah Berdoa: Ya Allah lipatlah jauhnya perjalanan untuknya, dan ringankanlah untuknya perjalanan (Shahih Kalimitthayyib 140). Juga sabda Beliau : " : " Siapa yang hendak musafir maka hendaklah dia berdoa untuk yang ditinggalkan: Aku titipkan kalian kepada Allah yang tidak pernah hilang titipan-Nya (Shahih Kalim Thayyib)

bersabda:

Disunnahkan mengucapkan doa selamat tinggal untuk keluarga dan kawan, juga meminta nasehat/wasiat dari mereka serta mendoakan mereka.

Memilih seseorang dari rombongan (bila jumlahnya tiga atau lebih) untuk menjadi amir (kepala rombongan) dan mentaatinya, Sabda Rasulullah :

Bila tiga orang keluar musafir maka hendaklah mereka menunjuk salah seorang menjadi amir (pimpinan) mereka (Shahih Jami).

Berdoa saat menaiki kendaraan; saat duduk di atas kendaraan dengan tenang membaca takbir tiga kali lalu berdoa:

C. Dalam perjalanan.
Menentukan arah kiblat untuk shalat. Memperbanyak doa, karena doa orang musafir mustajab. Bertakbir ketika melalui jalan yang mendaki, dan bertasbih jika melalui jalan yang menurun. Disunnahkan berjalan pada malam hari. Sabda Rasululah :

Hendaklah kalian berjalan pada malam hari, karena bumi di lipat pada malam hari (Shahih Jami).

Mengetahui hukum-hukum yang terkait dengan bepergian seperti hukum menjama dan menqashar shalat, tayamum, menghapus khaf (sepatu) dan jabirah (luka yang dibalut) dan hukum-hukum yang lainnya. TAAWUN (membantu sesama musafir) Bersabar atas masyaqqoh Safar Melakukan shalat dua rakaat di masjid saat kembali, karena Rasulullah bila tiba dari perjalanan melakukan shalat dua rakaat di masjid (Muttafaq alaih). Tidak pulang pada malam hari, namun disunnahkan pada pagi atau siang hari, karena hadits Jabir : Bahwa Rasulullah melarang mendatangi isteri (dari perjalanan) pada malam hari. (Muttafaq alaih). Ketika pulang berdoa seperti waktu berangkat dengan menambahkan pada akhirnya :

kami orang-orang yang kembali, kami orang-orang yang bertaubat kepada Allah, kami hamba-hamba Allah, kami memuji Tuhan Kami (Muttafaq alaih).

DOA-DO SAFAR
: : . : 1 - : : : : . . : : : : ( : ) :

TATA CARA SHALAT DALAM PERJALANAN


Mengqashar shalat Menjama Shalat

MENGQASHAR SHALAT
MAKSUD : Meringkas shalat yang empat rakaat menjadi dua rakaat DALIL KEBOLEHAN: QS.al-Annisa: 101 HUKUM MENGQASHAR SHALAT: a. WAJIB : Ibnu Abbas,Ibnu Masud,Amr bin Ash,Umar,Jabir, Mazhab Hanafi b. SUNNAH MUAKKADAH : Mazhab Maliki c. BOLEH, LEBIH UTAMA DARI ITMAM (SHLT 4 RAKAAT) : Mazhab Hambali dan Syafii (jika lebih jarak qashar) SYARAT KEBOLEHAN:
Safar bukan maksiat Meniatkan qashar saat takbiratul ihram Melampaui jarak safar

JARAK BOLEH MENGQASHAR a. Jumhur Ulama (sebagian besar): 2 marhalah=16 farsakh=4 burud=48 mil=90,48 km b. Hanafi: 3 marhalah=72 mil=135,72 km. c. Zhohiriyyah, Sayyid sabiq,ibnu hajar: 1 farsakh=3 mil=5,565 km. d. Ibnu Hazm: 1 mil ke atas e. Sebagian ulama: semua yang bernama safar dalam bahasa arab (lihat fiqh Sunnah) KAPAN BOLEH MULAI MENGQASHAR ? jumhur ulama : boleh mengqashar shalat setelah keluar dari balad (tempat tinggal) -- hadits Anas: : saya shalat Zuhur bersama nabi di madinah empat rakaat dan di zulhulaifah (shalat ashar) dua rakaat (HR.Bukhari Muslim)

MENJAMA SHALAT
MAKSUD: menghimpun dua shalat dalam salah satu waktu shalat yang dihimpun/ melakukan salah satu shalat pada waktu shalat yang lain (zuhur dengan ashar,magrib dengan isya) DALIL MASYRUIYYAH: hadits Anas : Rasulullah bila musafir sebelum masuk waktu Zhuhur mengakhirkan Zuhur ke waktu Ashar lalu beliau turun dan menjama antara keduanya (Muttafaq alaih) SEBAB KEBOLEHAN: a. safar b. wukuf dan mabit di muzdalifah c. hujan d. sakit atau udzur e. hajat CARA PELAKSANAAN: a. Taqdim : melaksanakan zhuhur dan ashar pada waktu zhuhur, magrib dan isya pada waktu magrib b. Takhir : melaksanakan shalat zhuhur dan ashar pada waktu ashar, melaksanakan magrib dan isya pada waktu isya

Masalah penting dalam safar


Hukum menggunakan dua sepatu/dua kaos kaki Tayammum Junub saat safar