You are on page 1of 1

MIND AND SOUL

Setiap kali bertengkar dengan suaminya atau ada masalah kecil saja, Yanti lantas ngambek dan pulang ke rumah orangtuanya. Padahal, pernikahan Yanti dengan Leo sudah berjalan lima tahun dan mereka telah dikaruniai anak berusia 3 tahun.

AHLI PSIKOLOGI & MOTIVATOR


ANTHONY DIO MARTIN

THINKSTOCK

emikian pula yang terjadi pada Mega. Hingga sekarang, ia masih sering berfantasi akan datangnya seorang pangeran yang bakal menyuntingnya. Usia 30 tahun, tetapi Mega masih berperilaku, menurut teman-temannya, seperti anak-anak. Hobinya bermain boneka kesayangan, yang dibawa ke mana pun. Mega pernah dua kali menjalin hubungan asmara, tetepi selalu berakhir dengan perpisahan. Penyebabnya, sang pacar tidak tahan dengan sikapnya yang suka ngambek dan penuntut. Kedua contoh itu memiliki gejalagejala yang mendekati gambaran Colette Dowling dalam bukunya berjudul The Cinderella Complex: Womens Hidden Fear of Independence, yang terbit pada 1981. Buku tersebut berkisah tentang kecenderungan perempuan dewasa yang berperilaku tidak layaknya perempuan dewasa karena ketakutan mereka untuk menjadi mandiri. Kenyataannya, meski saat ini banyak perempuan metropolitan yang tampak independen, berkarier bagus dan sukses, ternyata mengalami kecemasan, rapuh, dan berfantasi akan hadirnya gur pendamping. Bagaimana asal mula istilah Cinderella Complex? Pasti banyak yang tahu Cinderella, tokoh dongeng terkenal karya Disney. Kisahnya pertama kali ditulis pada 1697 oleh penulis Prancis, Charles Perrault. Pasti pula Anda sudah tahu kisahnya. Kisah Cinderella kemudian diadaptasi ke dalam kehidupan beberapa perempuan dewasa secara usia, tetapi secara mental belum atau kurang matang. Istilah Cinderella Complex menjelaskan ketakutan tersembunyi pada perempuan untuk mandiri. Jika digali dan ditelusuri, mereka

Cinderella Complex Sindrom Perempuan yang Tak Pernah Dewasa


punya harapan bahkan fantasi bahwa hidup akan diselamatkan, dilindungi, dan tentunya disayangi sang pangeran. Dalam kehidupan sehari-hari, penyakit psikologis ini biasa disebut sindrom umur 20, sindrom umur 21, sindrom umur 22, dan seterusnya sesuai usia si perempuan, selama ia masih terus berkhayal tentang pangeran impian. cowok ataupun suami yang menjadi pasangannya, ternyata tidak seperti harapan. Bisa juga sebaliknya, mereka diputus lantaran laki-laki yang menjadi tumpuan hidup, merasa capek terusmenerus harus membela dan melindungi diri perempuan itu, yang tak pernah mandiri dalam mengambil keputusan dan melakukan sesuatu. Contohnya, pergi ke mana pun harus diantar, menuntut sang pacar harus berperilaku gentleman seperti dalam buku etika, dan lainnya. Bahkan, dalam beberapa kasus, sering terjadi seorang perempuan dewasa penderita Cinderella Complex masih menggunakan pakaian ataupun berperilaku seperti anakanak.

Menghentikan Cinderella Complex


Salahkah Cinderella Complex? Tidak sepenuhnya. Namun, untuk jangka panjang, para penderitanya akan menghabiskan banyak energi orang di sekitarnya, bahkan sulit diandalkan. Sindrom tersebut dapat dihentikan dengan adanya kesadaran untuk menjadi lebih mandiri. 1. Stop berfantasi. Jika Anda belum menikah, berhentilah berfantasi akan datang pangeran tanpa cacat yang menolong. Belajar bersikap realistis kepada pasangan. 2. Persiapkan masa depan. 3. Jadilah orang yang bisa diandalkan. 4. Biasakan mandiri dan melakukan hal-hal kecil sendiri. 5. Belajar menyelesaikan masalah secara mandiri. 6. Tak perlu cemas dan yakinlah kemampuan Anda jauh melebihi ketakutan Anda.

Ciri-Ciri

Perempuan yang mengalami Cinderella Complex tampak tidak matang. Antara usia biologis dengan usia kematangan mental-emosional, terpaut jauh. Secara sik sudah dewasa, tetapi secara mental kekanakkanakan. Sangat bergantung pada orang lain, bak parasit. Kala mulai berpacaran dan menikah, mereka berharap hidup mereka akan selalu dilindungi dan dijaga. Sangat rapuh, terutama menghadapi tekanan dan masalah hidup. Tak heran, dalam beberapa kasus, ketika sudah menikah dan mengalami masalah, mereka dengan mudahnya pulang kembali ke rumah orangtuanya. Itulah sebabnya, perempuan yang mengalami Cinderella Complex sangat membutuhkan pacar ataupun suami yang bisa bersifat seperti ayahnya, yang lebih dewasa, yang bisa melindungi serta mengayomi hidupnya. Kadang-kadang, mereka pun bisa serta merta memutuskan hubungan, kala mereka merasa

Latar Belakang

Seringkali penderita sindroma Cinderella Complex lahir dari keluarga yang terlalu protektif. Orangtua terlalu melindungi. Bahkan ketika mereka telah dewasa, orangtua turut campur tangan melindungi. Akibatnya, mereka tak pernah dewasa. Di sisi lain, hal itu bisa terjadi pada orangtua yang sering membiarkan anak putrinya bermanja-manja secara berlebihan, ataupun banyak mengambil tanggung jawab atas kehidupan putrinya. Ingin berkonsultasi langsung? Silakan hubungi: www.anthonydiomartin.com/go/ facebook

20

TAHUN XIII, No. 03 / 13 - 19 APRIL 2012