You are on page 1of 8

MORFOMETRI

Oleh : Nama NIM Rombongan Kelompok Asisten : : : : : Azwar Amirudin B1J010066 II 2 Goldha Biggest D.P.N.

LAPORAN PRAKTIKUM TAKSONOMI HEWAN

KEMENTERIAN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN UNIVERSITAS JENDERAL SOEDIRMAN FAKULTAS BIOLOGI PURWOKERTO 2012

I.

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Morfometri merupakan peneraan-pengukuran morfologi yang meliputi ukuran panjang dan berat, serta skala kondisi fisik berdasarkan standar morfologi tubuh, sesuai fase hidup hewan (Indarmawan et al., 2012). Morfologi ikan nilem (Osteochilus hasselti) terbagi menjadi 3 bagian, yaitu caput (kepala), truncus (perut), dan cauda (ekor). Bagian caput mulai dari moncong sampai dengan batas tutup insang, bagian truncus mulai dari belakang tutup insang hingga anus, dan bagian cauda dimulai dari anus hingga sirip ekor (Hildebrand, 1974). Ikan sangat sensitif terhadap perubahan lingkungan dan cepat menyesuaikan diri dengan terpaksa mengubah morfometri. Hal ini dikenal bahwa karakter morfologi dapat menunjukkan plastisitas tinggi dalam menanggapi perbedaan kondisi lingkungan, seperti kelimpahan makanan dan suhu (Hossain et al., 2009). Contoh ukuran bagian-bagian tubuh penting yang mendukung burung yaitu: panjang seluruh tubuh, panjang seluruh kepala, panjang paruh dengan dan tanpa sere, tebal paruh, panjang dan lebar rentang sanyap, panjang bulu primer sayap, panjang bulu ekor, panjang tarsus, panjang cakar, panjang tiap digiti, skala bulu primer dan bulu ekor (Indarmawan et al., 2012).

B. Tujuan Tujuan praktikum kali ini adalah mengenal karakter morfologi pada hewan avertebrata dan vertebrata yang digunakan sebagai dasar untuk melakukan determinasi, mengukur bagian morfologi tubuh yang penting pada hewan avertebrata dan vertebrata, disetiap fase pertunbuhannya, sehingga informasi untuk melakukan determinasi taksa menjadi lebih lengkap dan akurat, serta menerapkan teknik truss morphometrics pada ikan, agar mendapatkan gambaran tubuh lebih menyeluruh.

II.

MATERI DAN METODE A. Materi

Materi yang digunakan adalah spesimen ikan Nilem (Osteochilus hasselti), sedangkan alat yang digunakan adalah bak preparat, jarum preparat, steroform, jangka sorong, buku gambar, dan alat tulis.

B. Metode 1. Alat dan bahan terlebih dahulu disiapkan. 2. Bagian-bagian ikan nilem yang akan diukur ditandai dengan penusukan jarum. 3. Jarak jarum preparat pada bagian yang ditusukkan pada preparat diukur panjangnya menggunakan mikrometer sekrup secara teliti, kemudian dicatat di tabel. 4. Preparat digambar dan diberi keterangan.

III.

HASIL DAN PEMBAHASAN A. Hasil

Gambar 1. Hasil Pengukuran Truss Morfometric

Gambar 2. Pematokan Morfologi Ikan Nilem (Osteochilus hasselti) dengan Truss Morphometric

B. Pembahasan Hasil morfometri diperoleh dengan pengukuran morfologi ikan nilem yang ditaruh diatas kertas milimeter blok dengan tanda patokan yang diukur menggunakan mikrometer sekrup dengan keakuratan 0.05 mm. Tiap kelompok memperoleh hasil yang berbeda, tetapi tidak berbeda nyata dari tiap bagian titik pengukuran, artinya nilai dari masing-masing kelompok tidak berbeda jauh ukuran bagian-bagiannya walaupun individu ikan yang berbeda. Pematokan beberapa titik dipilih secara bebas pada tubuh ikan, dan dengan bantuan titiktitik, maka bentuk individu ikan dapat dianalisis. Dengan kata lain, titik korespondensi pada objek yang cocok antara dan di dalam populasi (Barlow 1961, Swain and Foote 1999, dari Hossain et al., 2009). Pengukuran morfometri merupakan beberapa pengukuran standar yang digunakan pada ikan antara lain panjang standar, panjang moncong atau bibir, panjang sirip punggung atau tinggi batang ekor. Pengukuran ikan yang sedang mengalami pertumbuhan digunakan rasio dari panjang standar. Ikan yang digunakan adalah ikan yang diperkirakan mempunyai ukuran dan kelamin yang sama. Hal ini disebabkan pertumbuhan ikan tidak selalu proporsional dan dimorfime seksual sering muncul pada ikan (tetapi seingkali tidak jelas) (Ariyanto, 2003). Disamping itu morfometri dimaksudkan untuk mengukur bagian tubuh yang penting pada hewan, agar diketahui kisaran ukurannya, disetiap fase pertumbuhan pada masing-masing jenis-species hewan, sehingga informasi untuk determinasi taksa menjadi lebih lengkap dan akurat. Nilai penting yang terkandung dalam morfometri yaitu untuk mengenal lebih mendalam tentang jenis-species, melakukan estimasi umur dan jenis kelamin serta mengetahui berat dan ukuran tubuh (Indarmawan et al., 2012). Metode analisis morfologis tradisional yaitu perbandingan antara univariat karakter meristik dan morfometri seperti panjang tubuh, lebar tubuh, dan tinggi tubuh, yang mampu mengidentifikasi perbedaan antar species, sering kali gagal mengidentifikasi perbedaan antara galur atau populasi. Karakter morfometri baku yang terkonsentrasi pada ukuran-ukuran panjang dan bagian kepala, badan dan ekor menghasilkan pola gambaran bentuk tubuh yang cenderung bias (Kottelat et al., 1993). Pengukuran morfometri dan anatomi tradisional telah digunakan untuk membedakan populasi dan stok (keturunan) ikan (Ujjania & Kohli, 2011).

Teknik

truss

morphometric

merupakan

salah

satu

upaya

menggambarkan bentuk ikan dengan cara mengukur bagian-bagian dari tubuhnya atas dasar titik-titik patokan. Pengukuran karakter morfometri dengan pola truss network menberikan gambaran yang lebih menyeluruh. Metode ini menghasilkan karakterisasi geometri bentuk tubuh ikan secara lebih sistematik dan menunjukan peningkatan kemampuan untuk mengidentifikasi perbedaanperbedaan bentuk tubuh (Mayr, 1982). Menurut Hossain et al. (2009), karakter morfometri dan meristic ikan adalah karakter yang dapat diukur atau dihitung umum untuk semua ikan. Pengukuran karakter morfometri dengan pola truss network menberikan gambaran yang lebih menyeluruh. Metode ini menghasilkan karakterisasi geometri bentuk tubuh ikan secara lebih sistematik dan menunjukan peningkatan kemampuan untuk mengidentifikasi perbedaan-perbedaan bentuk tubuh Patokan titik truss pada tubuh ikan sebanyak 11 buah yang meliputi : pangkal rahang bawah, pangkal moncong bawah, pangkal moncong atas, batas antara kepala dengan badan (ujung dorsal kepala), dst (Moyle, et al., 1986).

IV. KESIMPULAN DAN SARAN A. Kesimpulan Hasil dan pembahasan dapat disimpulkan bahwa : 1. Morfometri merupakan peneraan-pengukuran morfologi yang meliputi ukuran panjang dan berat, serta skala kondisi fisik berdasarkan standar morfologi tubuh, sesuai fase hidup hewan. 2. Teknik truss morphometrics merupakan salah satu upaya menggambarkan bentuk ikan dengan cara mengukur bagian-bagian dari tubuhnya atas dasar titik-titik patokan, dan memberikan gambaran morfologi secara utuh.

B. Saran Mengukur dan menghitung teknik truss morphometrics harus teliti bagian-bagian dari tubuhnya atas dasar titik-titik patokan, serta penggunaan 2 angka penting dalam penulisan hasil pengukuran morfometri menggunakan mikrometer sekrup.

DAFTAR REFERENSI Ariyanto, Didik. 2003. Analisis Keragaman Genetik Tiga Strain Ikan Nila dan Satu Strain Ikan Mujair Berdasarkan Karakter Morfologinya. Zuriat, vol. 14, No. 1. Hildebrand, M. 1974. Analisa Struktur Vertebrata. Diterjemahkan oleh Tatang Djuhanda. Armico, Bandung. Hossain MAR, Nahiduzzaman Md, Saha D, Khanam MstUH, and Alam MdS. 2009. Landmark-Based Morphometric and Meristic Variations of the Endangered Carp, Kalibaus Labeo calbasu, from Stocks of Two Isolated Rivers, the Jamuna and Halda, and a Hatchery. Zoological Studies 49(4): 556-563 (2010). Indarmawan, Suryaningsih S, Abulias MN, Bhagawati D, Nuryanto A. 2012. Petunjuk Praktikum Taksonomi Hewan. Unsoed, Purwokerto. Kottelat, M., A. J. Whitten, S. N. Kartikasari dan S. Wirjoatmodjo. 1993. Fresh Water Fishes of Western Indonesia and Sulawesi. Periplus Editions Limited, Jakarta. Mayr, Ernest. 1982. Principles Of Systematic Zoologi. Tata McGraw-Hill Publishing Company, New Delhi. Moyle, P.B. & J.J. Cech. 1986. Fishes. An Introduction to Ichthyology. First Edition. Prentice Hall: New Jersey. Ujjania, N.C., Kohli, M.P.S. 2011. Landmark-Based Morphometric Analysis for Selected Species if Indian Major Carp (Catla catla, Ham.1822). Vol. 1 (1), pp.64-74.