You are on page 1of 12

BAB I PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Perkembangan pada masa remaja merupakan hal yang sangat komplek banyak hal yang mempengaruhi perkembangan anak. Baik unsur genetik maupun sosial. Karakteristik perkembangan remaja pada masa sekolah menengah pertama mencakup, aspek kognitif, motorik, emosional, dan sosial. Pada masa remaja, pertumbuhan fisik mengalami perubahan lebih cepat dibandingkan dengan masa anak-anak dan masa dewasa. Pada fase ini remaja memerlukan asupan gizi yang lebih, agar pertumbuhan bisa berjalan secara optimal. Perkembangan fisik remaja jelas terlihat pada tungkai dan tangan, tulang kaki dan tangan, serta otot-otot tubuh berkembang pesat. Serupa dengan aspek-aspek perkembangan yang lainnya,

kemampuan kognitif anak juga mengalami perkembangan tahap demi tahap. Secara sederhana, pada buku karangan (Desmita, 2009) dijelaskan kemampuan kognitif dapat dipahami sebagai kemampuan anak untuk berpikir lebih kompleks serta kemampuan melakukan penalaran dan pemecahan masalah. Dengan berkembangnya kemampuan kognitif ini akan memudahkan peserta didik menguasai pengetahuan umum yang lebih luas, sehingga anak mampu melanjutkan fungsinya dengan wajar dalam interaksinya dengan masyarakat dan lingkungan

B. Rumusan masalah Berdasarkan latar belakang diatas terdapat beberapa rumusan masalah sebagai berikut: 1. Perkembangan kognitif merupakan perkembangan intelektual,

bagaimana seorang anak menerima pembelajaran? 2. Bagaimana Perkembangan motorik merupakan perkembangan dimana perubahan fisik seorang remaja? 3. Bagaimana gaya bahasa seorang remaja? 4. Bagaimana perkembangan sosial seorang anak usia remaja. C. Tujuan laporan Berdasarkan rumusan masalah diatas penulis memiliki beberapa tujuan dalam penyusunan makalah ini, diantaranya ; 1. Untuk mengetahui perkembangan kogntif merupakan perkembangan intelektual. 2. Untuk mengetahui perkembangan motorik seorang anak usia remaja. 3. Mengetahui bahasa seorang anak usia remaja 4. Mengetahui perkembangan sosial anak usia remaja D. Kegunaan laporan Makalah dan laporan hasil observasi ini disusun dengan harapan dapat memberikan keguanaan secara teoritis maupun praktis. Secara teoritis makalah ini berguna sebagai konsep pengembangan siswa sekolah dasar. Secara praktis makalah ini diharapkan bermanfaat bagi:

1. Penulis, sebagai wahana penambah pengetahuan dan konsep keilmuan khususnya mengenai perkembangan pada siswa sekkolah dasar; 2. Pembaca/guru, sebagai media informasi mengenai perkembangan anak baik secara teoritis maupun praktis

BAB II PEMBAHASAN

A. Pengertian remaja Remaja adalah waktu manusia berumur belasan tahun. Pada masa remaja manusia tidak dapat disebut sudah dewasa tetapi tidak dapat pula disebut anak-anak. Masa remaja adalah masa peralihan manusia dari anak-anak menuju dewasa. Remaja merupakan masa peralihan antara masa anak dan masa dewasa yang berjalan antara umur 12 tahun sampai 21 tahun. Menurut psikologi, remaja adalah suatu periode transisi dari masa awal anak anak hingga masa awal dewasa, yang dimasuki pada usia kira kira 10 hingga 12 tahun dan berakhir pada usia 18 tahun hingga 22 tahun. Masa remaja bermula pada perubahan fisik yang cepat, pertambahan berat dan tinggi badan yang dramatis, perubahan bentuk tubuh, dan perkembangan karakteristik seksual seperti pembesaran buah dada, perkembangan pinggang dan kumis, dan dalamnya suara. Pada perkembangan ini, pencapaian kemandirian dan identitas sangat menonjol (pemikiran semakin logis, abstrak, dan idealistis) dan semakin banyak menghabiskan waktu di luar keluarga. Rentang waktu usia remaja ini biasanya dibedakan atas tiga, yaitu: 12 15 tahun masa remaja awal, 15 18 tahun masa remaja pertengahan, dan 18 21 tahun

masa remaja akhir.

Tetapi Monks, Knoers, dan Haditono membedakan masa remaja menjadi empat bagian, yaitu masa pra-remaja 10 12 tahun, masa remaja awal 12 15 tahun, masa remaja pertengahan 15 18 tahun, dan masa remaja akhir 18 21 tahun (Deswita, 2006:192) Definisi yang dipaparkan oleh Sri Rumini & Siti Sundari, Zakiah Darajat, dan Santrock tersebut menggambarkan bahwa masa remaja adalah masa peralihan dari masa anak-anak dengan masa dewasa dengan rentang usia antara 12-22 tahun, dimana pada masa tersebut terjadi proses pematangan baik itu pematangan fisik, maupun psikologis. B. Karakteristik perkembangan dan pertumbuhan Remaja 1. Perkembangan motorik a. Perkembangan fisik Yang dimaksud dengan perkembangan fisik adalah perubahan perubahan pada tubuh, otak, kapasitas sensorik dan keterampilan motorik (Papalia & Olds, 2001). Perubahan pada tubuh/fisik ditandai dengan pertambahan tinggi dan berat tubuh, pertumbuhan tulang dan otot, dan kematangan organ seksual dan fungsi reproduksi. Tubuh remaja mulai beralih dari tubuh kanak-kanak yang cirinya adalah pertumbuhan menjadi tubuh orang dewasa yang cirinya adalah kematangan.

4 aspek perkembangan fisik menurut Kuhlen dan Thompson (Hurlock, 1956) antara lain sebagai berikut : 1. Sistem syaraf (perkembangan kecerdasan dan emosi) 2. Otot otot (kekuatan dan kemampuan gerak motorik) 3. Kelenjar Endokrin (perubahan perubahan pola tingkah laku baru) 4. Struktur fisik/tubuh (perubahan tinggi, berat, dan proporsi) Perubahan fisik (otak) juga merupakan aspek yang sangat penting bagi kehidupan manusia karena otak adalah sentral perkembangan dan fungsi kemanusiaan sehingga semakin sempurna struktur otak maka akan meningkatkan kemampuan kognitif (Piaget dalam Papalia dan Olds, 2001). 3 tahap pertumbuhan otak menurut para ahli (Vasta, Heih & Miller, 1992) yaitu : 1. Cell production (produksi sel) 2. Cell migration (perpindahan sel) 3. Cell laboration (elaborasi sel) b. Perkembangan intelegensi/kognitif Perkembangan intelegensi/kognitif adalah perubahan kemampuan mental seperti belajar, memori, menalar, berpikir, dan bahasa. Piaget (dalam Papalia & Olds, 2001) mengemukakan bahwa pada masa remaja terjadi kematangan kognitif, yaitu interaksi dari struktur otak yang telah sempurna

dan lingkungan sosial yang semakin luas untuk eksperimentasi memungkinkan remaja untuk berpikir abstrak. Piaget menyebut tahap perkembangan kognitif ini sebagai tahap operasi formal (suatu tahap dimana seseorang sudah mampu berpikir secara abstrak). Dua macam kapasitas kognitif yang sangat berpengaruh terhadap kualitas skema kognitif itu tentu telah dimiliki pula oleh orang dewasa. Oleh karenanya seorang remaja pelajar yang telah berhasil menempuh proses perkembangan formal operasional secara kognitif dapat dianggap telah mulai dewasa. Selanjutnya, seorang remaja pelajar yang telah berhasil menjalani tahap perkembangan formal operasional akan dapat memahami dan mengungkapkan prinsip-prinsip abstrak. Dimensi Kognitif Perkembangan kognitif remaja, dalam pandangan Jean Piaget (seorang ahli perkembangan kognitif) merupakan periode terakhir dan tertinggi dalam tahap pertumbuhan operasi formal (period of formal operations). Pada periode ini, idealnya para remaja sudah memiliki pola pikir sendiri dalam usaha memecahkan masalah-masalah yang kompleks dan abstrak. Kemampuan berpikir para remaja berkembang sedemikian rupa sehingga mereka dengan mudah dapat membayangkan banyak alternatif pemecahan masalah beserta

kemungkinan akibat atau hasilnya. Kapasitas berpikir secara logis dan abstrak mereka berkembang sehingga mereka mampu berpikir multi-dimensi seperti ilmuwan. Para remaja tidak lagi menerima informasi apa adanya, tetapi mereka akan memproses informasi itu serta mengadaptasikannya dengan pemikiran mereka sendiri. Mereka juga mampu mengintegrasikan pengalaman masa lalu dan sekarang untuk ditransformasikan menjadi konklusi, prediksi, dan rencana untuk masa depan. Dengan kemampuan operasional formal ini, para remaja mampu mengadaptasikan diri dengan lingkungan sekitar mereka. Dimensi Moral Masa remaja adalah periode dimana seseorang mulai bertanya-tanya mengenai berbagai fenomena yang terjadi di lingkungan sekitarnya sebagai dasar bagi pembentukan nilai diri mereka. Elliot Turiel (1978) menyatakan bahwa para remaja mulai membuat penilaian tersendiri dalam menghadapi masalah-masalah populer yang berkenaan dengan lingkungan mereka, misalnya: politik, kemanusiaan, perang, keadaan sosial, dsb. Remaja tidak lagi menerima hasil pemikiran yang kaku, sederhana, dan absolut yang diberikan pada mereka selama ini tanpa bantahan. Remaja mulai mempertanyakan keabsahan pemikiran yang ada dan mempertimbangan lebih

banyak alternatif lainnya. Secara kritis, remaja akan lebih banyak melakukan pengamatan keluar dan membandingkannya dengan hal-hal yang selama ini diajarkan dan ditanamkan kepadanya. Sebagian besar para remaja mulai melihat adanya kenyataan lain di luar dari yang selama ini diketahui dan dipercayainya. Ia akan melihat bahwa ada banyak aspek dalam melihat hidup dan beragam jenis pemikiran yang lain. Baginya dunia menjadi lebih luas dan seringkali membingungkan, terutama jika ia terbiasa dididik dalam suatu lingkungan tertentu saja selama masa kanakkanak. Peranan orangtua atau pendidik amatlah besar dalam memberikan alternatif jawaban dari hal-hal yang dipertanyakan oleh putra-putri remajanya. Orangtua yang bijak akan memberikan lebih dari satu jawaban dan alternatif supaya remaja itu bisa berpikir lebih jauh dan memilih yang terbaik. Orangtua yang tidak mampu memberikan penjelasan dengan bijak dan bersikap kaku akan membuat sang remaja tambah bingung. Remaja tersebut akan mencari jawaban di luar lingkaran orangtua dan nilai yang dianutnya. Ini bisa menjadi berbahaya jika lingkungan baru memberi jawaban yang tidak diinginkan atau bertentangan dengan yang diberikan

oleh orangtua. Konflik dengan orangtua mungkin akan mulai menajam. C. Observasi Nama Jenis Kelamin Kelas Sekolah Tempat, Tanggal Lahir Alamat Nama Orang Tua Nama Guru N o 1 Fisik . 2 . Psikis : Irfan Sultan Fadilah : laki-laki : IX : SMP Negeri 1 Tasikmalaya : Tasikmalaya, 29 juli 1997 : jln Tamansari no27b Tasikmalaya, Indonesia :Dadang darojatun :Tatang Suherlang, S.Pd Pertumbuhan dan Perkembangan Anak SMP a. Tinggi badan : 155 cm b. Berat badan : 50 kg a. Intelektual, menurut: Orang tua : cukup pintar Guru : tergolong anak yang cerdas Teman : teman yang pintar b. Moral, menurut: Orang tua : baik Guru : baik, sopan, hormat terhadap guru Teman : baik c. Emosi, menurut: Orang tua : cukup stabil, tidak mudah marah Guru : baik Teman : baik d. Bahasa, menurut: Orang tua : baik Guru : bahasanya sopan Teman : baik, jarang menyinggung perasaan teman e. Sosial, menurut: Orang tua : mudah bergaul Guru : termasuk anak yang mudah bergaul, supel Teman : baik, punya banyak teman

10

BAB III SIMPULAN DAN SARAN A. Simpulan Berdasarkan temuan-temuan dan hasil pembahasan, maka dapat disimpulkan bahwa masa remaja merupakan sebuah periode dalam kehidupan manusia yang batasan usia maupun peranannya seringkali tidak terlalu jelas. Masa remaja ini sering dianggap sebagai masa peralihan, dimana saat-saat ketika anak tidak mau lagi diperlakukan sebagai anak-anak, tetapi dilihat dari pertumbuhan fisiknya ia belum dapat dikatakan orang dewasa. B. Saran Selama proses perkembangan pada usia remaja, hendaknya orangtua dan pendidik selalu membimbing dan mengawasi perkembangan remaja tersebut. Dengan catatan tidak terlalu mengekang, karena remaja juga harus menjalani kehidupan dan tugasnya sebagai seorang remaja.

11

DAFTAR PUSTAKA
Zulkifli. (1992). Psikologi Perkembangan. Bandung: PT. Remaja Rosdakarya Suanarto dan Hartono, Agung. (2008). Perkembangan Peserta Didik. Jakarta: PT. Rineka Cipta Admin. (2011). Remaja, Pengertian dan Definisinya. [online]. Tersedia: http:// http://www.duniapsikologi.com/remaja-pengertian-dan-definisinya/. [2904-2012]. Adwinta. (2012). Perkembangan sosial pada masa remaja. [online]. Tersedia: http://adwintaactivity.blogspot.com/2012/05/perkembangan-sosial-padamasa-remaja.html/. [29-04-2012].

12