You are on page 1of 20

A.

Kasus pemicu kelompok Istri seorang pasien sedang bersiap-siap untuk pulang setelah perawatan infark myokardium mendekati anda dan memperlihatkan keprihatinannya mengenai apa yang harus dilakukan bila suaminya mengalami sakit jantung 1. Pengkajian keperawatan A. Keluhan utama Pasien mengatakan setelah bekerja 2. Patofiologi 3. Bagaimana anda memberikan petunjuk untuk membuat persiapan bila terjadi kejadian seperti itu IM bagaimana cara pencegahanya 4. Bagaimana perbedaan tindakan yang anda anjurkan bila berusia 40-60 tahun tinggal di daerah pedesaan atau perkotaan 5. Jelaskan rehabilitasi pasca IM yang harus dijalani pasien

INFARK MIOKARD 1. Definisi Infark miokard adalah kematian jaringan miokard yang diakibatkan oleh kerusakan aliran darah koroner moikard (Carpenito, 2001). Hudak & Gallo, 1994, infark miokard adalah akibat dari penyakit arteri koroner (PAK) dengan kerusakan jaringan yang menyertai dan nekrosis. Infark miokard adalah kematian jaringan otot jantung yang ditandai adanya sakit dada yang khas: lama sakitnya lebih dari 30 menit, tidak hilang dengan istirahat atau pemberian anti angina ( PKJPDN Harapan Kita, 2001). Infark miokard disebabkan oleh penurunan aliran darah melalui satu atau lebih arteri koroner, mengakibatkan iskemia miokard dan nekrosis (Doenges, 2000)

Batasan karakteristik Subyektif

Ketidaknyamanan atau dispnea yang membutuhkan pengarahan tenaga . Melaporkan keletihan atau kelemahan secara verbal. Obyektif

Denyut jantung atau tekanan darah tidak normal sebagai respon terhadap aktifitas. 2. Etiologi Ketidakadekuatan aliran darah akibat dari penyempitan, sumbatan, arteri koronaria akibat terjadinya aterosklerosis, atau penurunan aliran darah akibat syok atau perdarahan Faktor resiko menurut Framingham : Hiperkolesterolemia : > 275 mg/dl Merokok sigaret : > 20/hari Kegemukan : > 120 % dari BB ideal Hipertensi : > 160/90 mmHg Gaya hidup monoton

Faktor-faktor lain yang dapat memungkinkan berkembangnya PAK adalah sbb : Riwayat penyakit jantung keluarga Kepribadian tipe A (sangat ambisius, pandangan kompetitif, serba cepat) Diabetes militus atau ters toleransi glukosa abnormal Jenis kelamin pria Menggunakan kontrasepsi oral Menopause Diet kolesterol tinggi dan lemak tinggi

3.

Tanda dan gejala

Secara khas nyeri dirasakan di daerah perikardial sering dirasakan sebagai suatu desakan, diperas, ditekan, dicekik, dan nyeri seperti terbakar, rasanya tajam dan menekan atau sangat nyeri, nyeri terus menerus, dan dangkal. Nyeri dapat melebar ke belakang strenum sampai dada kiri, lengan kiri, leher, rahang, atau bahu kiri. A. RiwayatKeperawatan 1. Keluhanutama Pusing Lemas Tidak dapat tidur

2. Riwayatkesehatansekarang Pernah beberapa kali masuk rumah sakit 3. Riwayatkesehatanmasalalu Mempunyai darah tinggi 4. Riwayat psikososial Psiko : pasien ingin cepat pulang Sosial : istri pasien sudah menjenguk Spiritual : pasien tidak beribadah Cuma berdoa.

4.

Patofisiologi Iskemia yang berlangsung lebih dari 30 45 menit akan menyebabkan kerusakan seluler yang irreversibel dan kematian otot atau nekrosis. Bagian miokardium yang mengelami infark atau nekrosis akan berhenti berkontraksi secara permanen. Jaringan yang mengalami infark dikelilingi oleh suatu daerah iskemik yang berpotensi dapat hidup. Bila pinggir daerah infark mengalami nekrosis maka besar dearah infark akan bertambah besar, sedangkan perbaikan iskemia akan memperkecil daerah nekrosis. Infark miokardium biasanya menyerang daerah ventrikel kiri. Infark trasmural mengenai seluruh tebal dinding yang bersangkutan, sedangkan infark

subendokardial terbatas pada separuh bagian dalam miokardium. Daerah lain yang biasanya terserang infark adalah bagian inferoir, lateral, posterior, dan septum, infark luas yang melibatkan bagian besar ventrikel dinyatakan sesuai dengan lokasi infark yaitu anteroseptal, anterolateral, inferolateral. Infark dinding ventrikel kanan juga ditemukan pada sekitar seperempat kasus infark dinding posterior kiri, pada kondisi ini disebut sebagai infark biventrikuler. Otot yang mengalami infark akan mengalami serangkaian perubahan selama berlangsungnya proses penyembuhan, mula-mula otot yang mengalami infark tampak memar dan sianotik akibat terputusnya alioran darah regional kemudian dalam jangka waktu 24 jam akan timbul edema pda sel-sel, respon peradangan disertai infiltrasi leukosit. Enzim-enzim jantung akan terlepas dari sel-sel ini, menjelang hari kedua atau ketiga mulai terjadi proses degradasi ringan dan pembuangan semua serabut nekrotik. Selama fase ini dinding nekrotik relatif tipis, kira-kira pada minggu ketiga mulai terbentuk jaringan parut. Lambat laun jaringan penyambung fibrosa menggantikan otot yang nekrosis dan mengalami penebalan yang progresif. Pada minggu keenam parut sudah terbentuk dengan jelas. Akibat yang terjadi karena infark miokardiun adalah daya kontraksi menurun, gerakan dinding abnormal, perubahan daya kembang dinding ventrikel, pengurangan curah sekuncup, pengurangan fraksi ejeksi, peningkatan volume akhir sistolok dan akhir diastolik ventrikel serta peningkatan akhir diastolik ventrikel kiri.

Derajat gangguan fungsional akibat infark tergantung dari : Ukuran infark : infark yang melebihi 40 % miokardium berkaitan dengan insiden syok kardiogenik tinggi. Lokasi infark : lokasi di dinding anterior lebih besar kemungkinannya mengurangi fungsi mekanik dibandingkan dengan kerusakan dinding inferior. Fungsi miokardium yang terlibat : infark tua akan membahayakan fungsi miokardium sisanya.

Sirkulasi kolateral : baik melalui anastomosis arteria yang sudah ada atau melalui saluran yang baru terbentuk, dapat berkembang sebagai respon terhadap iskemia yang kronik dan hipoperfusi regional guna memperbaiki aliran darah yang menuju ke miokardium terancam.

Mekanisme kompensasi dari kardiovaskular : mekanisme ini bekerja untuk mempertahankan curah jantung dan perfusi perifer.

Kompensasi terhadap infark adalah sebagai berikut : Peningkatan frekuensi jantung dan daya kontraksi. Vasokonstriksi umum. Retensi natrium dan air. Dilatasi ventrikel. Hipertropi ventrikel.

Skema patofisiologi
Miokard iskemik

Miocardial o2 demand meningkat Afterload menurun Coronery ferfusi menurun

Suplai O2 kemiokardial menurun

Hypoxia menurun

Altered cell mee integrity Diastolic filling menurun

Pheriperal vasocontriction

Kontraksi miokard menurun

Heart rate meningkat

Cardiac output menurun

Respon simpatetic

Arterial pressure menurun

Ranngsangan baroreseptor

Diagnosa 1. Penurunan curah jantung berhubungan dengan perubahan kontraktilitas miokardial, frekuensi, irama dan konduksi listrik. 2. Gangguan pertukaran gas berhubungan dengan perubahan membran kapileralveolus yang diakibatkan oleh tekanan kapiler paru. 3. Kelebihan volume cairan berhubungan dengan menurunnya curah

jantung/meningkatnya produksi ADH dan retensi natrium/air. 4. Intoleran aktivitas berhubungan dengan ketidakseimbangan suplai okigen, kelemahan umum, dan immobilisasi. N o 1 Penurunan -Curah Diagnosa Tujuan Kriteria Hasil menunjuk kan tanda 1. Auskultasi nadi apikal dan mengkaji frekuensi, irama 1. Mengetahui terjadinya takikardi (meskipun pada saat untuk istirahat) Intervensi Rasional

curah jantung jantung berhubungan dengan perubahan kontraktilitas

mencukupi vital kebutuhan individual dalam batas yan bisa

miokardial, frekuensi, irama konduksi listrik

komplikasi

diterima melaporka

jantung . 2. Catat bunyi jantung 3. Mengkaji kulit terhadap adanya pucat sianosis 4. Berikan oksigen tambahan dengan kanula nasal/maske r dan obat sesuai indikasi (kolaborasi) dan

mengkompensas i penurunan

dan teratasi -tingkat aktivitas optimal -proses penyakit dimengerti

kontraktilitas ventrikel. 2. Pada auskultasi, S1 dan S2

n penurunan dispnea -ikut serta dalam aktivitas yang menguran gi beban

mungkin terdengar lemah karena menurunnya kerja Irama pompa. Gallop

umum (S3 dan S4) dihasilkan aliran ke yang

kerja jantung

sebagai darah serambi

disteni. Murmur dapat menunjukkan Inkompetensi/st enosis katup. 3. Pucat menunjukkan menurunnya perfusi ekunder terhadap tidak perifer

adekutnya curah jantung, vasokontriksi

dan Sianosis terjadi

anemia. dapt sebagai

refrakstori GJK. Area yang sakit sering berwarna biru atu belang karena peningkatan kongesti vena. 4. Meningkatkan sediaan oksigen untuk kebutuhan miokard melawan untuk efek

hipoksia/iskemi a. Banyak obat dapat digunakan untuk meningkatkan volume sekuncup, memperbaiki kontraktilitas dan menurunkan kongesti

Gangguan pertukaran gas berhubungan

Gangguan pertukaran gas berkurang

Menunjuk

1.Pantau dan

bunyi catat

1. Menyatakan adanya kongesti paru/pengumpul an secret

kan status nafas pernafasa n adanya

crackles

yang pada pasien.

dengan perubahan membran kapileralveolus yang diakibatkan oleh tekanan kapiler paru.

atau hilang

normal berdasark an : PaO2 PaCO2, pH arteri, dan saturasi o2 dalam batas normal

2.Ajarkan/anjurkan pasien efektif, dalam. 3.Membantu pasien untuk melakukan posisi batuk nafas

menunjukkan kebutuhan untuk intervensi lebih lanjut.

perubahan

2. Membersihkan jalan nafas dan memudahkan aliran oksigen. 3. Membantu mencegah terjadinya atelektasis dan

secara berkala. 4.Pantau hasil dari GDA dan nadi

oksimetri.

pneumonia pada pasien.

4. Hipoksemia dapat memberat selama paru. edema

Kelebihan volume cairan berhubungan dengan menurunnya

Keseimban Memperta gan volume cairan dapat dipertahan hankan

1.Pantau pengeluaran urine,

1. Pengeluaran urine sedikit pekat mungkin dan karena

keseimban catat jumlah dan gan cairan warna saat dimana seperti diuresis terjadi.

penurunan perfusi ginjal.

dibuktikan 2.Pantau/hitung

curah jantung/meni ngkatnya produksi ADH retensi natrium/air

kan selama oleh dilakukan tindakan keperawat dan an tekanan darah dalam batas normal, tak

keseimbangan pemasukan dan

Posisi terlentang membantu diuresis sehingga pengeluaran urine dapat

pengeluaran selama 24 jam. dan terapi

terapkan diuretic.

ada 3.Pertahakan pasien duduk atau tirah baring dengan posisi semifowler

ditingkatkan selama baring. 2. Terapi diuretic tirah

distensi vena perifer/

vena dan selama fase akut. edema dependen, paru bersih dan berat badan ideal ( BB ideal TB 100 10 %) 4.Kaji bisisng usus. Catat anoreksia, distensi keluhan mual, abdomen

yang diberikan dapat menyebabkan kehilangan cairan tiba-

dan konstipasi. 5.Kolaborasi dengan ahli gizi

tiba/berlebihan sehingga terjadi hipovolemia. 3. Posisi tersebut

untuk menentukan diet yang akan oleh

meningkatkan filtrasi ginjal

dilakukan pasien.

dan menurunkan produksi sehingga meningkatkan diuresis. 4. Kongesti visceral (terjadi pada lanjut) GJK dapat ADH

10

mengganggu fungsi gaster/intestinal. 5. Pasien diberikan yang untuk memenuhi kebutuhan kalori dalam perlu diet tepat

pembatasan natrium.

Intoleran aktivitas berhubungan dengan ketidakseimb

Terjadi peningkata

1.Periksa

tanda

1. Hipotensi ortostatik dapat terjadi dengan

berpartisip vital sebelum dan aktif setelah khususnya aktivitas, bila

n toleransi asi pada klien pada setelah

aktivitas karena efek (vasodilasi), perpindahan cairan (diuretic) atau pengaruh obat

aktivitas yag

klien menggunakan vasodilator dan

angan suplai dilaksanak okigen, kelemahan umum, an tindakan

diinginkan obat-obat diuretic. , memenuhi 2.Catat respons

dan keperawat

immobilisasi

an selama kebutuhan di perawatan perawatan diri sendiri. -mencapai peningkat an toleransi

fungsi jantung.

kardiopulmonal terhadap aktivitas, catat adanya 2. Penurunan/ketid akmampuan miokardium untuk

takikardi, diritmia, dispnea berkeringat dan pucat.

11

aktivitas yang dapat diukur, dibuktikan oleh menurunn ya kelemaha n dan 4.Implementasi program rehabilitasi jantung. 3.Evaluasi peningkatan intoleran aktivitas.

meningkatkan volume sekuncup selama aktivitas dpat menyebabkan peningkatan segera frekuensi jantung kebutuhan oksigen peningkatan kelelahan kelemahan. 3. Dapat menunjukkan peningkatan dekompensasi jantung daripada kelebihan aktivitas. 4. Peningkatan bertahap aktivitas menghindari kerja jantung/konsum si oksigen pada dan juga dan

kelelahan dan tanda vital DBN selama aktivitas

berlebihan. Penguatan dan

perbaikan fungsi

12

jantung dibawah stress, fungsi tidak membaik kembali. bila jantung dapat

Bagaimana cara penanggulangannya kalau terulang kembali bila terjadi : 1. Menangani timbulnya gejala. A. Melaporkan diri ke fasilitas darurat terdekat bila terasa tertekan atau nyeri dada yang tidak hilang detelah 15 menit dengan nitrogliserin B. Menghubungi dokter bila terjadi yang berikut: a. Napas pendek b. Pingsan c. Denyut jantung yang cepat atau lambat d. Bengkak pada kaki atau tumit 2. Tindakan yang harus dianjurkan perawat kepada pasien bila ia berusia 40-an atau akhir 60-an, tinggal didaerah perkotaan atau daerah pedesaan : Penanganan nutrisi pada MCI Nutrisi merupakan bagian penting dari program rehabilitasi jantung. Perencanaan nutrisi yang baik dapat mencegah terjadinya serangan jantung, pasien boleh mengkonsumsi makanan apapun, terutama sayur, buah, berbagai jenis padi, kacang dan biji-bijian. Selama minggu pertama periode serangan jantung, pasien hanya diperbolehkan mengkonsumsi sedikit daging rendah garam, menghindari minuman dingin, mengkonsumsi lebih banyak sayuran (kembang kol, asparagus, wortel). Mencegah daging berwarna merah mengandung banyak lemak, margarin dan makanan yang diproses ulang yang banyak mengandung asam lemak.
13

Terapi nutrisi dengan metode reversal dapat ditentukan dengan pendeteksian awal dengan menggunakan PET (Positron Emission Tomography) scan. Tindakan selanjutnya diikuti dengan obat penurun kolesterol yang dikombinasi dengan diet rendang lemak, pengontrolan BB (penurunan intake kalori karbohidrat, latihan, manajemen sters, dan berhenti merokok dan minum alkohol). Hal diatas merupakan langkah alternatif yang efektif untuk revaskularisasi pada hampir semua pasien. Kunci dari reversal terapi adalah menurunkan kadar lemak dan kolesterol. Mengkonsumsi magnesium yang terdapat pada tahu, tepung, brokoli, kentang, lobak, bayam dapat membantu mengatur aktivitas jantung, kemudian mengkonsumsi bawang putih dan 3 butir cengkeh sehari dapat menurunkan kolesterol dan trigliserida, mencegah pembentukan trombus, dan menurunkan tekanan darah. Bawang merah mengadung antioksidan, lada merah dapat menurunkan kolesterol, melebarkan arteri, meningkatkan aliran darah, menghambat

pengumpulan platelet darah. Konsumsi lada merah sebanyak 1 sdt dicampur 1 gelas air pada saat serangan awal akan dapat mengurangi nyeri. Para peneliti menemukan bahwa dengan mengkonsumsi walnuts 1 ons setiap hari (7 biji) dpat menurunkan resiko serangan jantung sebanyak 8-10%. Untuk menguatkan jantung, pasien dapat

mengkonsumsi 1 sdt madu 3 kali sehari selama beberapa minggu (kontaindikasi untuk pasien DM). Diet untuk pasien dengan MCI menurut Donna&Warkman (2006) terdiri dari: Kalori sejumlah 50%-55% karbohidrat, 30%-35% karbohidrat kompleks, 10% gula sederhana, kurang dari 30% lemak, 15% lemak mono ansaturated, 10% lemak poli ansaturated, 12-20% protein.
14

Batasi intake kolesterol kurang dari 300mg/hari, batasi intake sodium

Pendidikan kesehatan pada klien MCI Pendidikan kesehatan yang diberikan pada pasien MCI diantaranya yaitu : a. Memberikan informasi penanganan dalam menghadapi stress b. Berikan penjelasan tentang bahaya merokok pada pasien, menganjurkan untuk berhenti merokok pada pasien perokok dan menganjurkan untuk tidak mulai merokok bagi pasien yang bukan perokok c. Pengaturan diet : konsumsi kalori tubuh yang proporsional sesuai arahan dari petugas kesehatan (gizi), membatasi asupan kolesterol dan intake natrium d. Menganjurkan untuk melakukan olah raga teratur dan aktivitas fisik secara normal sesuai kemampuan pasien e. Menjaga berat badan dalam batas normal dan kestabilan tekanan darah serta gula darah f. Mengurangi aktivitas seksual g. Mengecek secara rutin nilai laboratorium seperti kolesterol, gula darah, LDL dan HDL Terapi komplementer keperawatan untuk Miocard Infark 1. Terapi ozon Ozon (O3) adalah komponen udara segaryang terjadi secara alami sebagai hasil dari reaksi antara sinar ultraviolet dari matahari dengan lapisan atas atmosfer bumi dan membentuk lapisan pelindung yang melindungi bumi. Ozon untuk pengobatan dibuat dengan cara mengaktifkan oksigen berstandar mutu media dengan menggunakan listrik untuk menghasilkan

15

ozon. Setelah masuk kedalam tubuh melalui pembuluh darah ozon akan terpecah menjadi O2 dan O atom oksigen tunggal. Oksigen bermanfaat bagi kelangsungan hidup sel sedangkan satu atom tunggal oksigen adalah oksilizer berenergi tinggi yang dapat membakar mikroorganisme yang berbahaya dalam tubuh. Manfaat terapi ozon pada pasien MCI (Myocard Infark) : Melancarkan sirkulasi darah Mengencerkan darah yang pekat dan kental Membersihkan plak-plak yang ada pada dinding pembuluh darah, melenturkan pembuluh darah, mencegah terjadinya luka dan perdarahan pada dinding pembuluh darah, sehingga mengurangi penyempitan dan mencegah penyumbatan pembuluh darah Meningkatkan elastisitas dan metabolisme sel-sel darah sehingga suplai dan kebutuhan oksigen keseluruh tubuh terpenuhi secara maksimal Menurunkan kadar trigliserida, kolesterol, asam urat, menstabilkan tekanan darah Meningkatkan fungsi dan kekuatan pompa jantung sehingga volume darah meningkat Meningkatkan metabolisme dan daya tahan tubuh terhadap penyakit Mengoksidasi toksin-toksin yang tertimbun dalam tubuh Memperbaiki fungsi transportasi oksigen dari darah ke jaringan Meningkatkan stimulasi pertumbuhan sel-sel darah baru Memenuhi seluruh sel tubuh dengan oksigen murni Merangsang aktifitas hemoglobin dan meningkatkan penyerapan sekaligus pelepasan oksigen diplasma hingga ke jaringan 10 kali lipat lebih banyak Aplikasi Ozon terapi : Polyatomic Oxygen Ozon Apheresis therapy merupakan metode ozon terpai yang menggunakan prosedur dialysis (resirkulasi darah)

16

Ozonated saline Infusion adalah suatu metode ozon terapi dengan memberikan cairan infuse 0,9% yang telah diproses dengan ozon dan oksigen terlebih dahulu

Rectal insufflation adalah terapi insuflasi dengan campuran ozon, kemudian dimasukkan melalui anus dengan menggunakan disposibel kateter

2. Terapi Herbal : salah satu terapi yang dapat dimanfaatkan adalah buah merah karena banyak mengandung betakaroten, tokoferol dan asam lemak seperti asam oleat, linoleat, linolenat dan dekanoat disamping berbagai vitamin dan mineral seperti kalsium dan Fe (zat besi). Kandungan tokoferol dalam buah merah dapat mencegah penyakit jantung koroner. 3. Millimeter wave therapy, terapi ini digunakan kepada pasien dengan penyakit iskemik jantung dan hipertensi. Penelitian menyatakan bahwa millimeter wave terapi ini dapat meningkatkan efek antiangina dan menjaga kestabilan hemodinamik pasien infark myocard akut.

2. Rehabilitasi Pasca MCI yang harus dijalani pasien. Setelah pasien menderita MI bebas dari gejala, maka program rehabilitasi aktif harus dimulai. Tujuan rehabilitasi bagi pasien MI adalah mengembangkan dan memperbaiki kualitas hidupnya. Tujuan jangka pendeknya adalah mengembalikan sesegera mungkin ke gaya hidup normal atau mendekati normal. Tujuan tersebut hanya bias dicapai dengan mendorong aktivitas fisik dan penyesuaian fisik,member pendidikan terhadap pasien maupun keluarganya dan memulai penyuluhan psikososial dan bimbingan bila diperlukan. Tahap-tahap rehabilitasi jantung biasanya terjadi dalam 4 tahap. Tahap 1 dimulai segera setelah terjadi episode akut penyakit, biasanya pada pasien pada saat diunit perawatan jantung. Tahap 2 terjadi pada saat menjelang pemulangan pasien, selama tahap kedua ini perawat dapat membantu pasien kearah mencapai tujuan untuk hidup

17

mandiri, meskipun masih dalam tirah baring ketat. Rahap ini dicapai dengan mengarahkan fikiran pasien dimana ia akan dapat aktif kembali. Tujuan disini bukan untuk merubah gaya hidup pasien secara total, tetapi mendorong penyesuaian yang diperlukan. Sebaiknya hindari perhatian terhadap hal-hal yang tidak dapat dilakukan pasien. Melaikan dorongan pencapaian jangka pendek dan jangka panjang berdasarkan kebutuhan masing-masing individu. Perjalanan penyakit perlu diperjelaskan, jawab semua pertanyaan dengan jujur, dan beri keyakinan kepada pasien bahwa kebanyakan orang mampu beraktivitas kembali setelah MI. Pendekatan yang positif ini akan membatu pasien agar tidak mengalami defek jantung. Tahap 3 dimulai saat pasien pulang kerumah dan berlangsung selama masa pemulihatujuan tahap 3 adalah mengembalikan aktivitas pasien dalam tingkat yang memungkinkanya bekerja atau kembali ke aktivitas yang biasa dilakukan sebelum terjadi penyakit. Tahap ini biasanya dilakukan dengan mendaftarkan pasien pada suatu program rehabilitasi formal yang mengawasi aktifitas dan latihan secara bertahap. Program rehabilitasi rawat jalan pasien jantung ini dirancang untuk membantu terlaksananya jadwal kerja dan aktivitas pasien. Kebanyakan program seperti ini menjadwalkan pertemuan pada pagi hari, sore hari atau malam sehingga pasien yang telah kembali bekerja dapat menyusun jadwal pertemuan sesuain aktuvitas harian mereka. Tahap 4 difokuskan pada penyesuaian jangka panjang dan pada pemeliharaan stabilitas kardiovaskuler. Pada tahap ini pasien biasanya sudah mampu mengatur diri sendiri dan tidak memerlukan program pengawasan. Tujuan tiap tahap ditentukan dan didasarkan pada pencapaian pasien tahap sebelunya. Penyesuaian fisik. Sepanjang seluruh tahap rehabilitasi, tujuan aktivitas dan toleransi latihan dicapai melalui penyesuaian fisik, yang dilakukan untuk memperbaiki efisiensi jantung. Efisiensi jantung tercapai bila pekerjaan dan aktivitas sehari-hari telah dilakukan dengan frekuensi jantung dan tekanan darah yang rendah, sehingga mengurangi kebutuhan oksigen dan beban kerja jantung.

18

Perbedaan tindakan yang dianjurkan pada pasien 40-60 tahunan yang tinggal di kota dan didesa adalah: Pada orang desa berika penyuluhan tentang penyakitnya, faktor-faktor apa saja yang dapat mencetuskan dan dapat mengurangi gejala IM, dan memberikan cara pengunaan obat, ajari gaya hidup sehat.

19

DAFTAR PUSTAKA

Corwin, Elizabet.2000, Buku saku patofisiologi, Jakarta,EGC Doenges, Marylinn E.2010, Rencana Asuhan Keperawatan, Jakarta : EGC Underwood, J C E 1999, Pathologi Volume 1, Jakarta, EGC

20