You are on page 1of 3

METODE PRAKTIKUM

Waktu dan tempat Pengamatan dilakukan pada tanggal 22 September 2011 di Laboratorium Pasca Panen Departemen Agronomi Dan Hortikultura IPB. Alat dan bahan Plastik Timbangan digital Moisture tester Beras ciherang Beras raskin Gabah mentik wangi Gabah way apoburu 100 gram 100 gram 100 gram 100 gram

Langkah kerja 1. Dua macam gabah (Way apoburu dan Mentik Wangi) dan dua macam beras (Ciherang dan Raskin) masing-masing ditimbang 100 gram per kelompok 2. Setiap bahan diukur kadar airnya dengan menggunakan moisture tester 3. Masing-masing bahan diamati bentuk beras dan gabah berdasarkan kriteria mutu masing-masing kemudian dipisahkan 4. Masing-masing kriteria yang telah dipisahkan ditimbang dengan menggunakan timbangan digital 5. Data tiap kriteria mutu masing-masing bahan dicatat

HASIL

Beras
No 1 2 3 4 5 6 Komponen Mutu 1 Kadar air (%) Butir patah besar (g) Butir patah (g) Menir (g) Butir utuh (g) Butir kepala (g) 11.3 16.82 16.45 13.27 60.51 77.33 Ciherang 2 11 20.46 9.87 8.16 62.11 82.57 3 11.5 3.28 10.7 1.5 85.15 88.43 11.27 13.52 12.34 7.64 69.26 82.78 III III III V I IV Rataan mutu 1 11 7.13 9.45 7.41 76.01 83.14 Raskin 2 11 14 5 2 77 91 3 11 3.15 12.89 1.57 83.25 86.4 11.00 8.09 9.11 3.66 78.75 86.85 III III III V I III Rataan Mutu

No

Komponen Mutu 1

Way Apo Buru 2 11.5 92.53 6.98 0.7 0.5 3 12.4 92.81 5.9 1.96

Rataan Mutu

Mentik Wangi 1 2 12 90.63 5.07 1.22 0.95 3 12.1 95.7 2.94 1.09

Rataan Mutu

1 2 3 4 5

Kadar air (%) Gabah berisi (g) Gabah hampa (g) Benda asing (g) varietas lain (g)

11.6 91.8 5.03 0.66 0.14

11.83 92.38 5.97 1.11 0.21

III

11 95.61

11.70 93.98 3.91 1.17 0.56

III

III I I

3.73 1.19 0.73

III III I

Gabah

Pembahasan Hasil dari uji mutu fisik, mutu kimia dan mutu biologis akan menentukan kualitas beras atau gabah. Penentuan mutu fisik dilakukan dengan mengambil contoh analisis sebanyak 100 gram kemudian memilah masing-masing sesuai standar mutu beras SNI No. 01-6128-1999. Sedangkan untuk standar mutu gabah dipilah berdasarkan standar SNI No 01. 0224-1987. Pengujian mutu fisik beras menggunakan beras varietas Ciherang dan beras raskin. Data menunjukkan bahwa dari kriteria mutu yang yang dijadikan peubah pengamatan dalam satu varietas memiliki mutu yang berbeda. Pada varietas ciherang

kriteria mutu beras kepala berada pada mutu IV, butir utuh ada pada mutu I, dan butir patah ada pada mutu III. Sedangkan pada beras raskin, kriteria mutu beras kepala berada pada mutu III. Hasil dari penilaian mutu tersebut dibuat rata-rata masuk mutu yang paling banyak. Komponen mutu yang banyak digunakan oleh pedagang untuk menentukan mutu dalam perdagangan beras adalah kadar air, derajat warna putih, beras kepala, butir rusak, dan beras patah (Rahmat et al., 2006). Berdasarkan standar mutu beras SNI No. 01-6128-1999 maka beras Ciherang dan beras raskin memiliki standar mutu III. Pengujian mutu fisik gabah menggunakan gabah varietas Way Apoburu dan varietas Mentik Wangi. Dari data praktikum gabah, keduanya termasuk pada kualitas gabah III karena mayoritas kriteria masuk pada mutu III.