You are on page 1of 23

Agung hadi mulyono Ibnu dwi hermawan Mahardika himas nugraeni Yuli astutik

Disususn oleh (xi A5/01) (xi A5/11) (xi A5/14) (xi A5/30)

I. PENDAHULUAN
Sengketa internasional adalah sengketa atau perselisihan yang terjadi antarnegara baik yang berupa masalah wilayah, warga negara, hak asasi

manusia, maupun masalah terorisme

Faktor-faktor penyebab timbulnya sengketa internasional sangat kompleks. Namun demikian, berikut ini disebutkan beberapa, yakni : Segi Politis (Adanya Pakta Pertahanan atau Pakta Perdamaian) Suatu wilayah teritorial Pengembangan senjata nuklir atau senjata biologi Permasalahan terorisme Ketidakpuasan terhadap rezim yang berkuasa Adanya Hegemoni (Pengaruh Kekuatan Amerika)

Untuk kesempatan kali ini, kami akan


membahas mengenai 2 faktor penyebab

terjadinya sengketa internasional, yaitu :

Pengembangan

senjata

nuklir

atau

senjata biologi

Permasalahan terorisme

II. PEMBAHASAN
A. Pengembangan Senjata Nuklir Atau Senjata Biologi Pada akhir Perang Dunia II tepatnya tanggal 6 dan 9 Agustus 1945, dunia terutama Jepang dikejutkan dengan dijatuhkannya bom atom (nuklir) diatas kota Hiroshima dan Nagasaki, Jepang Keberhasilan teknologi nuklir dalam pembuatan persenjataan yang bersifat perusak massal (mass destructive) memicu ketegangan yang lebih besar dengan lahirnya era perang dingin yang ditandai dengan perlombaan persenjataan nuklir antara negara-negara blok barat (Amerika Serikat) dengan negara-negara blok timur (Uni Sovyet).

Akibat yang ditimbulkan akibat perang nuklir

Nuclear Future Balance of Power Foreign Aid Peace and Security

A. NUCLEAR FUTURE
Pengembangan nuklir adalah salah satu hasil dari konflik yang tidak kunjung selesai di Semenanjung Korea. Pada 9 Oktober 2006, Korea Utara melakukan percobaan bom nuklir untuk pertama kalinya, hal itulah yang nantinya akan menyebabkan masyarakat dunia kembali memberi perhatian pada negara ini.Pengembangan Nuklir di Korea Utara ini memberikan banyak dampak terhadap hubungan negara ini dengan pihak luar.

Dengan Amerika Serikat misalnya, Korea

Utara melakukan persetujuan dengan


mengijinkan pihak Amerika untuk melakukan inspeksi di YongByon dengan syarat diberikannya bantuan minyak. Nuklir yang dimiliki oleh Korea Utara memiliki kapasitas

untuk menghancurkan seluruh kota di Korea


Selatan dan Jepang.

B. BALANCE OF POWER
Balance of power adalah salah satu teori yang dikemukakan oleh paradigma realis, dimana teori tersebut mengemukakan bahwa adanya tindakan oleh satu negara untuk mengimbangi tindakan yang dilakukan oleh negara lain untuk melindungi negaranya dari negara lain tersebut dengan menyeimbangkan kekuatannya dengan negara tersebut, misalnya dengan meningkatkan persenjataan. Di Semenanjung Korea ada 6 negara yang merasa memiliki kepentingan, Amerika Serikat, Jepang, Korea Utara, Korea Selatan, China dan Rusia, masing- masing negara tersebut berusaha mencegah negara yang lain untuk mendapatkan keuntungan.

Amerika Serikat di sini sangat memegang peranan penting dimana negara inilah yang nantinya akan mengatur keseimbangan power di kawasan ini. China dan Korea seringkali merasa khawatir Amerika Serikat nantinya akan mengambil kesempatan untuk menjadi sebuah kekuatan hegemony dalam kawasan Asia, serta mengijinkan Jepang untuk memainkan peranan di Asia .

C. FOREIGN AID.
Bantuan luar negeri masih berkaitan erat dengan nuklir di Korea Utara. Korea Utara seperti kita semua tahu, memiliki perekonomian yang sangat buruk dan semakin bertambah buruk dengan pengalokasian dana untuk pengembangan fasilitas nuklir. Dengan buruknya perekonomian tersebut Korea Utara memiliki ketergantungan yang besar pada negaranegara lain. Namun, ketergantungan itu seringkali digunakan sebagai kesempatan, misalnya saja Amerika Serikat yang menggunakan tekanan ekonomi untuk mengawasi perkembangan nuklir di Korea Utara.

Bantuan tersebut disalurkan antara lain melalui The Federal Reserve Bank di New York, Central Bank of Rusia, dan The Far East Commercial Bank. Sebagai salah satu negara yang pernah menjajah Korea, Jepang seringkali tetap memberi bantuan walaupun Korea Utara terbukti melanggar perjanjian dengan meneruskan pengembangan nuklir mereka.

D. PEACE AND SECURITY


Perang Korea terjadi sejak tahun 19501953, namun hingga saat ini tidak ada penyelesaian yang menunjukkan secara jelas mengenai bagaimana kelangsungan hubungan antara dua wilayah tersebut. Sejak tahun 1950, krisis yang terjadi di Semenanjung Korea mengalami pasang surut, seringkali memanas. Pada saat Korea Selatan diperintah oleh Kim Dae Jung dibuat salah satu perjanjian perdamaian yang bertujuan untuk menyatukan kembali Korea Utara dan Korea Selatan, yaitu Sunshine Policy.

TERORISME
Terorisme merupakan sebuah tindakan yang memiliki unsur kekerasan dan bertujuanuntuk menyebarkan terror sehingga menyebabkan ketakutan di tengah masyarakat.Aksi kejitersebut ditujukan pada masyarakat sipil yang tidak bersalah, yang dipilih dikarenakandianggap sebagai symbol penyebaran pesan yang efektif oleh para teroris

Serangan terorisme cukup meresahkan masyarakat karena akibat aksi terorisme ini telah menjatuhkan banyak korban jiwa.Selain itu, terorisme telah menjadi isu global dan negara-negara mulai memperhatikan isu ini dengan melakukan beberapa pengaturan, pembatasan, perlawanan, bahkan peperangan untuk memberantas terorisme

Menurut Loudewijk F. Paulus, karakteristik terorisme ditinjau dari 4(empat) macam pengelompokan yaitu terdiri dari :
Karakteristik organisasi yang meliputi organisasi,

rekrutmen,pendanaan dan hubungan internasional; Karakteristik Operasi yang meliputi perencanaan, waktu, taktik dan kolusi; Karakteristik perilaku yang meliputi : motivasi, dedikasi, disiplin, keinginan membunuh dan keinginan menyerah hidup-hidup; Karakteristik sumber daya yang meliputi : latihan/kemampuan, pengalaman perorangan di bidang teknologi, persenjataan, perlengkapan dan transportasi.

Motif terorisme dapat diklarifikasikan menjadi 3(tiga) katagori yaitu :


Rasional; Psikologi;

Budaya.

Berbagai kejadian terorisme seperti peristiwa World Trade Centre (WTC) di New York,Amerika Serikat,Peristiwa Bom Bali,dll, telah menjadi isu global yang mempengaruhi kebijakan politik seluruh negara-negara di dunia, sehingga menjadi titik tolak persepsi untuk memerangi Terorisme sebagai musuh internasional. Pembunuhan massal tersebut telah mempersatukan dunia melawan Terorisme Internasional

PELANGGARAN HAM

Kejahatan Kemanusiaan Kejahatan terhadap kemanusiaan ialah salah satu dari empat Pelanggaran HAM berat yang berada dalam yurisdiksi International Criminal Court. Pelanggaran HAM berat lainnya ialah Genosida, Kejahatan perang, dan kejahatan Agresi.

Kejahatan-kejahatan terhadap perikemanusiaan sebagaimana yang dimaksud dalam pasal 7 Statuta Roma tersebut adalah serangan yang meluas atau sistematik yang ditujukan secara langsung terhadap penduduk sipil dengan tujuan : (a) Pembunuhan; (b) Pemusnahan (c) Perbudakan; (d) Pengusiran atau pemindahan penduduk (e) Perampasan kemerdekaan / perampasan kebebasan fisik lain (f) Menganiaya; (g) Memperkosa, perbudakan seksual, memaksa seorang menjadi pelacur,

Salah satu contoh nyata kejahatan kemanusiaan adalah kejahatan perang akibat dari Perang Asia Pasifik yang belum terselesaikan sampai sekarang. Pada tahun 1931, tentara Jepang menyerbu daratan Cina dan membangun pangkalan militer untuk menguasai daratan Cina secara keseluruhan. Hal ini terbukti saat tahun 1936 militer Jepang berhasail menduduki Kota Shanghai dan mulai mencapai Nanjing yang berjarak 360 km dari Shanghai. Demi mewujudkan ambisinya, tidak kurang dari 135.000 tentara Jepang dikerahkan.

Sesudah Kota Nanjing diduduki militer Jepang, banyak diantara mereka menderita penyakit kelamin. Oleh karena situasi inilah pihak Angkatan Darat Jepang membuat kebijakan baru yaitu ; Tentara yang menderita penyakit kelamin tidak boleh pulang ke Jepang sampai mereka sembuh, agar penyakit kelamin tidak menyebar ke Negara Jepang. Militer Jepang menyediakan perempuanperempuan "bersih" untuk tentara Jepang, supaya tidak terjangkit penyakit kelamin

TERIMA KASIH