Вы находитесь на странице: 1из 8

Mawas Desember 10

Mawas Desember 10

TEKNIK DALAM KEGIATAN BIMBINGAN KELOMPOK (BKp) DAN KONSELING KELOMPOK (KKp)
Sucipto1 ABSTRACT Service for group guidance and group counseling is effective and efficient to discuss a topic and to solve problems of group members and has got effect towards other group members and it is done in fully happy nuance through dynamic activities of the group. Service for guidance and group counseling is the most familiar service of all counseling service at school besides individual counseling. The advantages of the group service are: (1) the group nuance can be used as media of recovery, (2) through the dynamic activities of the group, courage in putting forward idea, sense of sharing, and group communicative quality can be developed, (3) this technique can improve the quantity and quality of communication among the group members, as well as (4) it can improve the individual attitude in the interaction among the group members The general technique of the group dynamic activities development in group guidance and group counseling covers (1) effective, dynamic, and open multi-directional communication, (2) given stimulus to create initiative in discussion, analysis and argumentation development, (3) Minimal support to enhance responses and activities of the group members, (4) explanation, exploration and given example to enhance analysis, argumentation, and discussion, (5) training to create new pattern of expected attitude Keywords : technic, group guidance/counseling

ABSTRAK Layanan Bimbingan Kelompok dan Layanan Konseling Kelompok sangat efektif dan efisien dalam membahas topik dan pengentasan masalah anggota kelompok yang dampaknya dapat dimiliki oleh anggota kelompok lainnya melalui suasana penuh kegembiraan melalui dinamika kelompok. Layanan bimbingan dan konseling kelompok merupakan layanan primadona dalam keseluruhan layanan konseling di sekolah di samping layanan konseling perorangan. Keuntungan melalui layanan kelompok diantaranya (1) suasana kelompok bisa dijadikan sebagai sarana penyembuhan, (2) melalui dinamika kelompok keberanian berpendapat, berbagi dan saling menyokong ide/pendapat dapat ditumbuh kembangkan, (3) dapat meningkatan kuantitas dan kualitas komunikasi anggota kelompok serta (4) meningkatkan cara bertingkah laku individu dalam berinteraksi satu sama lain dalam kelompok. Teknik umum untuk pengembangan dinamika kelompok meliputi (1) komunikasi multi arah secara efektif dinamis dan terbuka (2) pemberian rangsangan untuk menimbulkan inisiatif dalam pembahasan diskusi, analisis, pengembangan argumentasi. (3) dorongan minimal untuk memantapkan respon dan aktifitas anggota kelompok. (4) penjelasan, pendalaman dan pemberian contoh untuk lebih memantapkan analisis, argumentasi dan pembahasan. (5) pelatihan untuk membentuk pola tingkah laku (baru) yang dikehendaki. Kata Kunci : Teknik, Bimbingan Kelompok/Konseling.

PENDAHULUAN Layanan bimbingan dan konseling kelompok merupakan layanan primadona dalam keseluruhan layanan konseling di sekolah di samping layanan konseling perorangan. Keuntungan melalui layanan kelompok

Staf pengajar pada Fakultas FKIP Universitas Muria Kudus

diantaranya (1) suasana kelompok bisa dijadikan sebagai sarana penyembuhan, (2) melalui dinamika kelompok keberanian berpendapat, berbagi dan saling menyokong ide/pendapat dapat ditumbuh kembangkan, (3) dapat meningkatan kuantitas dan kualitas komunikasi anggota kelompok serta (4)

ANALISA TEKNIK DALAM KEGIATAN BIMBINGAN KELOMPOK (BKp) dan KONSELING KELOMPOK (KKp)

Sucipto

Mawas Desember 10

Mawas Desember 10

meningkatkan cara bertingkah laku individu dalam berinteraksi satu sama lain dalam kelompok. Kenyataan di lapangan, masih jarang layanan bimbingan dan konseling kelompok dilaksanakan. Kalaupun dilaksanakan belum sesuai tahapan atau prosedur yang digariskan. Keluhan dan pertanyaan yang dikemukakan beragam diantaranya (a) waktunya tidak memungkinkan, (b) anak terlalu banyak kegiatan setelah pelajaran, (c) bagaimana melaksanakan di dalam pembelajaran dengan satu pemimpin kelompok, dan (d) bolehkah Guru Pembimbing melatih beberapa siswa untuk melakukan bimbingan teman sebaya, guru pembimbing sebagai pengawas kegiatan. Berdasarkan fenomena di atas, pelatihan ini dimaksudkan memantapkan teknik dalam melaksanakan layanan bimbingan dan konseling kelompok, sekaligus mempraktikkan di bawah pengawasan instruktur dan tenagatenaga yang telah terlatih untuk layanan bimbingan dan konseling kelompok. Harapannya setelah pelatihan ini peserta akan mempraktikkan dalam program praktik lapangan maupun di sekolah

masing-masing serta dikembangkan dalam kegiatan perkuliahan..

Solusi Terhadap Keluhan dan Pertanyaan Seputar BKp dan KKp Waktu pelaksanaan layanan bimbingan kelompok dan layanan konseling kelompok umumnya di luar jam pembelajaran. Kesediaan meluangkan waktu dan berkorban didasari dengan motivasi altruistik yaitu dorongan untuk membantu demi kepentingan dan kebahagiaan klien tanpa didasari pamrih pribadi menjadi hal yang utama dan pertama. Setelah guru pembimbing mempunyai motivasi demikian, kemudian dikomunikasikan dengan siswa untuk mengatur jadwal pelaksanaan yaitu mencari kesepakatan supaya pelaksanaan BKp dan KKp tidak mengganggu aktivitas baik kegiatan ekstrakurikuler maupun kegiatan tambahan pelajaran. Langkah berikutnya memberitahu orang tua apabila pada hari-hari dimana anak harus melaksankan BKp dan KKp akan pulang terlambat. Pemberitahuan kepada orang tua perlu melibatkan sekolah atau ada surat ijin resmi dari sekolah kepada orang tua. 3

Apabila BKp dan KKp akan dilaksanakan didalam pelajaran, maka perlu bekerja sama dengan guru pembimbing lain baik yang di sekolah maupun di sekolah-sekolah lain terdekat. Dengan prinsip saling memberi dan menguntungkan maka sistem arisan dapat diterapkan. Maksudnya pada jam tertentu di kelas tertentu pelaksanaan BKp atau KKp dilaksankan oleh 4 guru pembimbing, supaya pada jam itu satu kelas melaksanakan BKp atau KKp semua. Begitu saling bergantian diatur dengan guru pembimbing lain yang satu sekolah atau dengan sekolah lain terdekat. Guru pembimbing boleh saja melatih beberapa siswa menjadi siswa yang memberi bantuan dalam kegiatan bimbingan teman sebaya dalam kegiatan bimbingan kelompok. Rekruitmen siswa menjadi siswa yang memberi bantuan hendaknya memperhatikan persyaratan sebagai berikut (1) fisik; sehat dan tidak mengalami gangguan komunikasi, penampilan wajar yang menunjang interaksi dan komunikasi, (2) akademik; wawasan luas, prestasi belajar memuaskan, (3) kepribadian; minat dan motivasi menjadi BTS, (4) hubungan sosial yang baik, (5) emosi normal / stabil, (6) memiliki 4

jiwa kepemimpinan, (6) aktif dalam ekstrakurikuler, (7) akhlak terpuji, dan (8) taat pada kode etik BTS. Secara administratif siswa yang akan memberikan bantuan melakukan (1) mendaftar menjadi BTS, (2) mendapat persetujuan wali kelas dan GP, (3) mengikuti seleksi, dan (4) bersedia mengikuti pelatihan. Khusus untuk pelaksanaan konseling kelompok siswa yang akan memberi bantuan harus tahu, memahami dan mampu memegang teguh asas kerahasiaan.

ANALISA TEKNIK DALAM KEGIATAN BIMBINGAN KELOMPOK (BKp) dan KONSELING KELOMPOK (KKp)

Sucipto

Mawas Desember 10

Mawas Desember 10

MASALAH-MASALAH YANG MUNGKIN DIALAMI PEMIMPIN KELOMPOK No. 1. Masalah Upaya Mengatasi Pembicara Kronis (the - Pada tahap pembentukan cronic talker) tekankan pentingnya - Tipe nervus bergiliran (azas normatif) - Tipe melantur (ramling) - Diingatkan untuk - Tipe menonjolkan diri mempertimbangkan waktu (show of) memberi kesempatan anggota yang lain - Ingatkan tujuan kelompok untuk berbagi ide, pengalaman, dan perasaan. - Berkata, apakah semua anggota kelompok sudah mendapat kesempatan berbicara, atau Mari kita beri kesempatan kepada kawan lain yang belum mengemukakan idenya. Anggota Dewa atau Dewi - Mengajari untuk terbiasa Penolong (the rescuing berbagi penderitaan, bukan member) melakukan percakapan akrab - suka mendamaikan dan menyelamatkan anggota perasaan negatif kelompok Anggota yang negatif (the - Berbicara secara terbuka di negative member) luar kelompok - mencerca - Arahkan pertanyaan dan - menggerutu komentar kepada anggota - mengomel yang positif - Apabila memberikan pertanyaan kepada anggota kelompok jauhi kontak mata 5 6

4.

Anggota yang melawan (the resistent member)

2.

3.

dengan anggota yang bersikap negatif Jangan melakukan perlawanan langsung dengan anggota kelompok negatif Apabila upaya belum berhasil (anggota negatif terlalu ekstrim), anggota negatif disuruh duduk diam saja atau meninggalkan kelompok. Mengkondisikan anggota kelompok itu berbagi perasaan dalam kelompok supaya puas. (bisa juga pembicaraan di luar kelompok) Kalau pertentangannya dengan pemimpin kelompok, ciptakan kegiatan interaksi dengan berpasangan anggota kelompok lain. Bila melawan anggota kelompok lainnya, ajaklah dia untuk konseling kelompok. Bedakan anggota yang melawan proses pelaksanaan kelompok dengan melawan karena tidak ingin merubah situasi dirinya.

5.

Anggota yang mencoba - Menjauhi perebutan menarik perhatian kekuasaan dengan anggota pemimpin kelompok (the yang menjegal member who tries to get - Berdialog tatap muka setelah the leader) kegiatan - menyabotase - Kalau tidak mau terbuka,
ANALISA TEKNIK DALAM KEGIATAN BIMBINGAN KELOMPOK (BKp) dan KONSELING KELOMPOK (KKp)

Sucipto

Mawas Desember 10

Mawas Desember 10

- memperlihatkan sikap pemimpin kelompok dapat tidak setuju mencari informasi dari - Tidak mau mengikuti anggota kelompok lain. petunjuk dan anjuran- - Bila tetap menjegal, pemimpin anjuran kelompok bisa meminta - Memunculkan pendapat anggota lain, apa ada pertanyaan-pertanyaan manfaatnya kalau selalu yang tidak mungkin menjegal. dijawab - Jika upaya-upaya di atas tetap - Berbicara dengan tidak berhasil, anggota anggota lain penjegal bisa dikeluarkan dari - Hanya menunjukkan kelompok. perlawanan pada pemimpin kelompok tidak kepada anggota kelompok Penyebab mungkin pemimipin kelompok pernah membuat anggota kelompok menjadi malu atau sakit hati, misalnya: - Menyuruh anggota berdiri di depan anggota lain dengan serta merta - Memutus pembicaraan anggota dengan cara yang tidak pantas - Tidak memberi kesempatan kepada anggota - Membiarkan anggota memberikan masukan negatif terhadap anggota tertentu - Tidak memilki 7 8

6.

keterampilan memadai dalam mengontrol kelompok - Membiarkan anggota bosan karena pemimpin kelompok kurang terampil - Ungkapan-ungkapan bernada memerintah misalnya...saya ingin kamu.... sebaiknya mengizinkan kamu untuk ..... Dari diri anggota kelompok itu sendiri mungkin disebabkan: - Tidak mampu mengarahkan diri sendiri sehingga menyatakan kekecewaan dan kemarahan kepada pemimpin kelompok - Memproyeksikan ketakutannya tentang sesuatu yang akan terjadi dalam kelompok - Anggota ingin menjadi faforit Anggota yang diam atau - Pahami suasana diam terebut membisu (the silent produktif atau non produktif member) - Kalau suasana diam produktif, Diam ada dua diam beri kesempatan 2-3 menit produktif dan diam non untuk menghasilkan sesuatu produktif. yang produktif. Diam produktif apabila - Kalau non produktif, arahkan
ANALISA TEKNIK DALAM KEGIATAN BIMBINGAN KELOMPOK (BKp) dan KONSELING KELOMPOK (KKp)

Sucipto

Mawas Desember 10

Mawas Desember 10

7.

anggota dalam proses menginternalisasikan apa yang dikatakan atau apa yang dikerjakan dalam kelompok. Diam non produktif apabila anggota menjadi sepi, karena mereka bingung tentang apa yang dikatakan, takut berbicara, atau bosan. Anggota yang menangis (the crying member) Menangis dapat saja karena: - sedih - marah - sakit hati - takut tertekan kehampaan - kebingungan - kecemasan - kebahagiaan

untuk fokus kembali pada kegiatan.

PERUBAHAN SIKAP DAN TINGKAH LAKU MELALUI LAYANAN BKp DAN KKp No. Jenis Perubahan Tingkah Laku yang Diharapkan 1. Kemampuan mengemukakan pendapat ide atau - Berani menyampaiakn ide/pendapat - Mampu menjelaskan ide/pendapat - Sabar menerima kritikan - Tidak memaksakan kehendak - usaha yang tinggi untuk memahami ide/pendapat dalam kelompok - usaha yang tinggi untuk mendengarkan dengan serius, penuh perasaan terhadap pendapat dan permasalahan anggota kelompok - Kerja sama dalam memecahkan masalah - Kesukaan membantu teman yang bermasalah - Mampu menganalisa tingkah laku orang lain - Memahami dengan jelas pikiran dan perasaan orang lain - Cepat tanggap terhadap perasaan orang lain - Cepat tanggap terhadap kebutuhan anggota

- Pahami arti tangisan itu. - Beri kesempatan untuk menguasai dirinya - Beri pertanyaan tentang apa yang dirasakan - Jika terus menerus menangis, ajaklah untuk mengungkapkan perasaannya setelah kegiatan kelompok berakhir dengan pemimpin kelompok saja. Yang harus dihindari dalam mengatasi anggota kelompok yang menangis: - Anggota kelompok langsung menjadi dewa atau dewi penolong - Anggota kelompok bertanya terus menerus selama anggota kelompok menangis. - Jangan membuang waktu terlalu banyak untuk anggota kelompok yang menangis.

2.

Kepekaan menerima atau pendapat

ide

3.

Kesenangan menolong teman memecahkan masalah

4.

Kesenangan orang lain

memahami

5.

Kesensitifan terhadap reaksi anggota kelompok

10

ANALISA TEKNIK DALAM KEGIATAN BIMBINGAN KELOMPOK (BKp) dan KONSELING KELOMPOK (KKp)

Sucipto

Mawas Desember 10

Mawas Desember 10

6.

Kemampuan orang lain adanya

menerima sebagaimana -

7. Kemauan informasi baru menerima 8. Kemauan menghadapi resiko dalam hidup -

9.

Perubahan Keyakinan

10.

Peningkatan Kemandirian

11.

Kemampuan memahami diri sendiri

kelompok dan orang lain Kemampuan bertoleransi Kemampuan meneima dan memberikan Perhatian kepada pembicaraan dan permasalahan yang sedang dibahas Ramah terhadap teman sekelompok Kemauan menerima saransaran Kemauan menrima informasi dan nilai baru Mampu berlapang dada Cerdas dan cermat menghadapi resiko kehidupan Berani menerima resiko sehingga optimis dalam hidup Keyakinan nilai-nilai agama Keyakinan nilai-nilai ilmu pengetahuan Keyakinan nilai-nilai sosial Keyakinan kemampuan diri sendiri Kemandirian mengontrol emosi Kemandirian dalam ber-ide Kemandirian dalam mengambil keputusan Mampu memahami dan menilai pikiran, perasaan dan keyakinan yang dimiliki 11

- Mampu menyadari peranan sesuai dengan status diri sendiri, dan melaksanakan peranan itu.

PERSAMAAN DAN PERBEDAAN PELAKSANAAN TAHAP-TAHAP DALAM KEGIATAN BIMBINGAN KELOMPOK DAN KONSELING KELOMPOK Persamaan Perbedaan 1. Sama-sama dilaksanakan dalam 1. Fungsi BKp untuk pemahaman format kelompok dan pengembangan, KKp untuk 2. Tujuan umum untuk pengentasan dan pengembangan pengembangan kemampuan 2. Penekanan Asas BKp pada asas sosialisasi terutama kesukarelaan, KKp pada asas berkomunikasi kerahasiaan 3. Memanfaatkan dinamika 3. Materi layanan BKp adalah topik kelompok sebagai ruh kegiatan. bahasan sedangkan KKp adalah 4. Media yang digunakan, cara masalah pribadi anggota pembentukan kelompok, tahapan kelompok yang dilakukan dan penilaian segera yang diberikan.

12

ANALISA TEKNIK DALAM KEGIATAN BIMBINGAN KELOMPOK (BKp) dan KONSELING KELOMPOK (KKp)

Sucipto

Mawas Desember 10

Mawas Desember 10

Dalam alur tahapan kegiatan dapat dikemukan seperti di bawah ini: TAHAP I PEMBENTUKAN

TEKNIK DALAM KEGIATAN BKp DAN KKp Teknik umum untuk pengembangan dinamika kelompok meliputi (1) komunikasi multi arah secara efektif dinamis dan terbuka (2) pemberian rangsangan untuk menimbulkan inisiatif dalam pembahasan diskusi, analisis, pengembangan argumentasi. (3) dorongan minimal untuk memantapkan respon dan aktifitas anggota kelompok. (4) penjelasan, pendalaman dan pemberian contoh untuk lebih memantapkan analisis, argumentasi dan pembahasan. (5) pelatihan untuk membentuk pola tingkah laku (baru) yang dikehendaki. Permainan Kelompok dibutuhkan dalam BKp dan KKp sebagai selingan maupun sebagai wahana yang memuat materi pembinaan tertentu. Ciri permainan kelompok yang efektif: (1) sederhana, (2) menggembirakan, (3) membutuhkan suasan rileks dan tidak melelahkan, (4) meningkatkan keakraban, dan (5) diikuti oleh semua anggota kelompok.

PENUTUP Layanan Bimbingan Kelompok dan Layanan Konseling Kelompok sangat efektif dan efisien serta dalam suasana penuh kegembiraan melalui dinamika kelompok pembahasan terhadap topik dapat terlaksana dan pengentasan masalah anggota kelompok yang dampaknya dapat dimiliki oleh anggota kelompok lainnya. Keluhan dan pertanyaan yang selama ini mengemuka di lapangan bisa teratasi apabila kita mau berbuat dan berusaha didasari dengan motivasi altruistik. Peningkatan kerja sama dengan guru pembimbing, dukungan guru lain, Kepala Sekolah sangat membantu terlaksananya layanan BKp dan KKp. Dengan kenyataan seperti telah dipaparkan di atas, maka pelaksanaan layanan BKp dan KKp sesungguhnya sangat aplikatif, berdaya guna, efektif dan merangsang kretaivitas terutama komunikasi dan sosialisasi siswa dapat terkembang. Semoga dengan pelaksanaan BKp dan KKp yang benar penanaman rasa kebangsaaan, kejujuran dan keikhlasan mulai terbina sehingga penyentuhan sifat kemanusiaan dimulai, kelak apabila siswa sudah menempati posisi

TAHAP II PERALIHAN

TAHAP III KEGIATAN

BIMBINGAN KELOMPOK

KONSELING KELOMPOK

TOPIK BEBAS

TOPIK TUGAS MASALAH PRIBADI

TOPIK UMUM

TAHAP IV PENGAKHIRAN

13

14

ANALISA TEKNIK DALAM KEGIATAN BIMBINGAN KELOMPOK (BKp) dan KONSELING KELOMPOK (KKp)

Sucipto

Mawas Desember 10

masing-masing akan memanusiakan manusia lain.

DAFTAR PUSTAKA Jacobs.E.E., Harvill.R.L. & Mason. R., 1998, Group Counseling; Strategis and Skill, California: Brook Cole Publishing Company. Prayitno. 1995. Seri Bimbingan dan Konseling di Sekolah; Layanan Bimbingan dan Konseling Kelompok (Dasar dan Profil). Jakarta: Ghalia Indonesia Prayitno. 2005. Layanan Bimbingan Kelompok dan Konseling Kelompok. Padang: FIP Universitas Negeri Padang. Romlah, Tatiek. 2001. Teori dan Praktek Bimbingan Kelompok. Malang: Universitas Negeri Malang. Shertzer,B., & Stone, S.C. 1981. Fundamentals of Guidance. Ed. Boston: Houghton Miffin.

15