You are on page 1of 11

MAKALAH ILMU LOGAM TEMBAGA

Kelompok 7 Oleh: Hasan Burhani 2111030068

D3 TEKNIK MESIN FAKULTAS TEKNOLOGI INDUSTRI

INSTITUT TEKNOLOGI SEPUUH NOPEMBER 2012 2013

PENDAHULUAN

A. LATAR BELAKANG
Tembaga dan paduannya merupakan salah satu logam yang paling banyak dimanfaatkan oleh manusia selain karena kelimpahannya yang besar di alam juga disebabkan sifat-sifat yang dimiliki oleh tembaga. Tembaga mempunyai konduktivitas termal dan elektrik yang baik,relatif lunak, mudah ditempa, memberikan kilau yang indah bila digosok dan mempunyai laju korosi yang lambat. Tembaga banyak digunakan untuk komponen elektrik, peralatan rumah tangga, bodi automobil, dan bodi pesawat. Sedangkan laju korosi tembaga yang rendah banyak dimanfaatkan untuk melapisi logam lain yang mempunyai laju korosi tinggi misalnya baja. Pelapisan tembaga pada baja dapat mengontrol atmosfer korosi dari baja, meningkatkan konduktivitas elektrik dan termal baja. Kualitas lapisan tembaga yang dihasilkan dari proses elektroplakting sangat ditentukan oleh pengaturan kondisi plating, penambahan aditif seperti sufaktan serta ada tidaknya pengotor. Adanya pengotor dapat mempengaruhi kualitas lapisan antara lain struktur lapisa, kelenturan, tarikan dan aktivitas lapisan. Pengotor anionik memberika efek yang spesifik misalnya adanya pospat atau flourida dalam bak plating asam akan menyebabkan kekasaran pada lapisan. Penelitian tentang pengaruh pengotor pada proses elektroplakting telah dilakukan pada proses pelapisan nikel. Masing-masing pada konsentrasi berbeda menyebabkan lapisan nikel mudah retak dan terkelupas. Peningkatan kandungan pengotor dalam lapisan akan menurunkan daya regang dan kelenturan lapisan akan mudah retak. Tembaga banyak digunakan sebagai pelapis untuk baja karena mempunyai kualitas yang lebih baik daripada baja antara lain ketahanan korosinya tinggi, konduktivitas termal dan elektriknya juga tinggi.

B. TUJUAN PENULISAN
Tujuanpenulisanmakalahiniadalahuntukmengetahuilebih detail tentangpengertiantembaga, jenis-jenisdansifattembaga, proses produksipembuatantembaga, tahapan proses produksipembuatantembaga, danuntukmemenuhitugas proses produksi.

C. MANFAAT
Manfaat penulisan makah ini adalah untuk memberikan informasi kepada umum, pembuatan tembagapengertiantembaga, jenis-jenisdansifattembaga, proses produksipembuatantembaga, tahapan proses produksipembuatantembaga.

TINJAUAN PUSTAKA

Pendahuluan
Tembaga merupakan salah satu logam non-ferrous yang paling penting dan banyak dipakai mulai dari industri sederhana sampai industri berteknologi tinggi. Hal ini digunakan baik murni atau paduan dengan logam lain. Secara fisika tembaga berwarna coklat kemerahan, lunak sehingga mudah di tempa, dapat dibentuk dan merupakan konduktor panas dan pengahantar listrik yang baik dengan. Tembaga adalah bahan penting dan sangat diperlukan dalam banyak aplikasi karena sifat fisik dan mekanis, termasuk konduktivitas listrik dan panas luar biasa tinggi, ketahanan terhadap korosi yang tinggi, sehingga daktilitas kemudahan pengolahan, dan mampu las yang baik. Banyak penelitian dasar dan terapan telah dilakukan pada tembaga dan paduannya, baik secara mikroskopik maupun makroskopik. Penelitian menggunakan accumulative roll-bonding terhadap tembaga telah banyak di lakukan beberapa tahun tahun yang lalu.

Pembuatan tembaga dilakukan dalam beberapa tahap. Tembaga terikat secara kimia di
dalam bijih pada bahan yang disebut batu gang. Untuk mengumpulkan bijih-bijh itu biasanya dulakukan dengan membersihkannya dalam cairan berbuih, di mana di situ ditiupkan udara. Ikatan tembaga dari bijih yang digiling sampai halus dicampur dengan air dan zat-zat kimia sehingga menjadi pulp (bubur) pada suatu bejana silinder.

Zat-zat kimia (yang disebut Reagens) berfungsi untuk mempercepat terpisahnya tembaga. Pada bubur tersebut ditiupkan udara atau gas sehingga timbul buih yang banyak. Bagian-bagian logam yang kecil sekali melekat pada gelembung udara atau gas tersebut. Di situ terdapat semacam kincir yang berputar dengan kecepatan sedemikian rupa sehingga gaya sentrifugal melemparkan buih tersebut dengan mineral keluar tepi bejana sehingga terpisah dari batu gang. Setelah proses tersebut logam dihilangkan airnya. Proses selanjutnya adalah pencarian di dalam suatu dapur mantel dengan jalan membakarnya dengan arang debu. Di sini dapat dipisahkan zat asam dan batu-batu silikon dan besinya dioksidasikan menjadi terak yang mengapung pada copper sulifida. Pengolahan tembaga selanjutnya adalah dengan membawa isi dapur (yang disebut matte) ke konverter mendatar. Di sini belerang akan terbakar oleh arus udara yang kuat. Kemudian tembaga yang disebut blister sekali lagi dicairkan di dalam sebuah dapur anode. Dalam proses ini (yang disebut polen) terjadi proes pengurangan zat asam. Proses selanjutnya adalah pencarian di dalam suatu dapur mantel dengan jalan membakarnya dengan arang debu. Di sini dapat dipisahkan zat asam dan batu-batu silikon dan besinya dioksidasikan menjadi terak yang mengapung pada copper sulifida. Pengolahan tembaga selanjutnya adalah dengan membawa isi dapur (yang disebut matte) ke konverter mendatar. Di sini belerang akan terbakar oleh arus udara yang kuat. Kemudian tembaga yang disebut blister sekali lagi dicairkan di dalam sebuah dapur anode. Dalam proses ini (yang disebut polen) terjadi proes pengurangan zat asam. Sifat - Sifat Tembaga Produksi tembaga sebagian besar dipergunakan dalam industri kelistrikan, karena tembaga mempunyai daya hantar listrik yang tinggi. Kotoran yang terdapat dalam tembaga akan memperkecil/mengurangi daya hantar listriknya. Selain mempunyai daya hantar listrik yang tinggi, daya hantar panasnya juga tinggi; dan tahan karat. Oleh karena itu tembaga juga dipakai untuk kelengkapan bahan radiator, ketel, dan alat kelengkapan pemanasan. Tembaga mempunyai sifat dapat dirol, ditarik, ditekan, ditekan tarik dan dapat ditempa (meleable).

SIFAT FISIS
SifatFisis Densitas EkspansiThermal Konduktivitas panas 8920kg/m3 16,5x10-6K-1 400/mK Satuan

SIFAT MEKANIS
Sifat Mekanik KuatTarik Modulus Elastisitas BrinnelHardness 200N/mm2 130GPa 874m-2 Satuan

Proses pemurnian bijih tembaga : Proses pemurnian bijih tembaga dapat dilakukan dengan dua cara; 1.Proses Pyrometallurgy : Proses ini menggunakan temperatur tinggi yang diperoleh dari pembakaran bahan bakar. Bijih tembaga yang telah dipisahkan dari kotoran-kotoran (tailing) dipanggang untuk menghilangkan asam belerang dan selanjutnya bijih ini dilebur.Berikut ini diberikan gambar dapur peleburan tembaga tersebut.

1-lining; 2-nose or mouth; 3-tuyere; 4-roller stand. Pada peleburan tersebut bijih-bijih dipisahkan dari terak dan akan dihasilkan matte, selanjutnya matte ini diproses pada converter sehingga unsur-unsur besi dan belerang dapat dipisahkan dan akan menghasilkan tembaga blister.Tembaga blister masih mengandung sejumlah unsur-unsur besi, belerang, seng, nikel, arsen dsb. sehingga blister ini harus diproses ulang (refining) yang pelaksanaannya dapat dilakukan pada Reverberatory 2. Proses Hydrometallurgy: Metoda ini ini dilakukan dengan cara melarutkan bijih-bijih tembaga (leaching) ke dalam suatu larutan tertentu, kemudian tembaga dipisahkan dari bahan ikutan lainnya (kotoran). a.Untuk meleaching bijih tembaga yang bersifat oksida, digunakan asam sulfat (H2SO4), seperti ditunjukkan pada reaksi di bawah ini; CuCO3 . Cu (OH)2 + 2 H2SO4 -> 2 CuSO4 + CO2 + 3 H2O b.Untuk meleaching bijih yang bersifat sulfida atau native digunakan ferri sulfat (Fe2(SO4)3), seperti bijih cholcocite di bawah ini ; Cu2S + 2 Fe2 (SO4)3 -> Cu SO4 + 4 FeSO4 + S Untuk bijih chalcopyrite dan bornite, reaksinya berjalan lambat dan tidak dapat larut seluruhnya. Setelah hasil leaching dipisahkan dari bagian-bagian yang tidak dapat larut, kemudian larutan ini diproses secara elektrolisa,sehingga didapatkan tembaga murni.

Kegunaan Industri elektrik merupakan konsumen terbesar unsur ini. Campuran logam besi yang memakai tembaga seperti brass dan perunggu sangat penting. Semua koin-koin di Amerika dan logamlogam senjata mengandung tembaga. Tembaga memiliki kegunaan yang luas sebagai racun pertanian dan sebagai algisida dalam pemurnian air. Senyawa-senyawa tembaga seperti solusi Fehling banyak digunakan di bidang kimia analitik untuk tes gula.

Sebatian
Keadaan pengoksidaan biasa bagi tembaga termasuklah keadaan kuprum(I) yang kurang stabil, Cu+; dan keadaan yang lebih stabil kuprum(II), Cu2+, yang membentuk garam dan larutan berwarna biru atau biru kehijauan. Dalam keadaan yang luar biasa, keadaan pengoksidaan 3+ dan yang lebih jarang iaitu keadaan 4+ boleh dicapai. Kuprum(II) karbonat berwarna hijau dan ini merupakan punca kepada rupa yang menarik pada atap atau kubah bersalut tembaga pada sesetengah bangunan. Kuprum(II) sulfat membentuk hablur pentahidrat biru yang mungkin merupakan sebatian kuprum paling dikenali dalam makmal. Ia digunakan sebagai racun kulat, juga dikenali sebagai campuran Bordeaux. Terdapat dua oksida kuprum yang stabil, kuprum(II) oksida (CuO) dan kuprum(I) oksida (Cu2O). Oksida kuprum digunakan untuk menghasilkan yttrium barium kuprum oksida (YBa2Cu3O7-) atau YBCO yang merupakan asas kepada kebanyakan superkonduktor tak lazim.

Sebatian kuprum (I) : kuprum(I) klorida, kuprum(I) bromida, kuprum(I) iodida, kuprum(I) oksida. Sebatian kuprum (II) : kuprum(II) karbonat, kuprum(II) klorida, kuprum(II) hidroksida, kuprum(II) nitrat, kuprum(II) oksida, kuprum(II) sulfat, kuprum(II) sulfida. Sebatian kuprum (III) , jarang: kalium heksaafluorokuprat (K3CuF6) Sebatian kuprum (IV) , sangat jarang: sesium heksafluorokuprat (Cs2CuF6)

Kuprum (I) dan kuprum (II) juga masing-masing digelar dengan nama lazimnya, kuprus dan kuprik.

TEMBAGA DAN PADUANNYA


Tembaga diperoleh dari bijih tembaga yang disebut chalcoporit. Chalcoporit ini merupakan campuran Cu2S dan Cu Fe S2 dan terdapa dalam tambang-tambang dibawah permukaan tanah. Secara industry sebagian besar penggunaan tembaga dipakai untuk kawat atau bahan penukar panas karena sifat tembaga yang mempunyai sifat hantaran listrik dan panas yang baik. Tembaga ini jika dipadukan dengan logam lain akan menghasilkan paduan yang banyak dibutuhkan oleh manusia. Dan yang paling sering dipakai adalah campuran antara tembaga dan timah, mangan yang biasa disebut perunggu digunakan untuk bagian-bagian mesin khusus dimana diperlukan sifat-sifat yang luar biasa. Paduan antara tembaga dengan unsur-unsur lain dapat membentuk paduan lainseperti:

1. Brons Brons adalah paduan antara tembaga dengan timah dimana kandungan dari timah kurang dari 15% karena mempunyai titik cair yang kurang baik maka brons biasanya ditambah seng, fosfor, timbal dan sebagainya. 2. Kuningan Kuningan adalah paduan antara tembaga dan seng, dimana kandungan seng sampai kira-kira 40%. Dalam ketahanan terhadap korosi dan aus kurang baik disbanding brons tetapi kuningan mampu cornya lebih baik dan harganya lebih murah. 3. Brons Alumunium Brons alumunium ini adalah paduan dari tembaga dan alumunium dengan tambahan nikel dan mangan. Kandungan alumunium 8-15,5%, nikel kurang dari 6,5% mangan kurang dari 3,5% dan sisanya adalah tembaga. Untuk diagram fasa dan paduannya dapat dilihat pada gambar 2.1 kesetimbangan fasa tembaga dimana pada diagram ini dapat dilihat temperature terbentuknya fasa cairan, fasa dan fasa pada logam tembaga serta mengetahui temperatur cair dari kadarkomposisi tembaga dengan kadar 100% Cu atau tembaga murni adalah 1084C.

KESIMPULAN
Dalam hal ini sudah bisa dipastikan tembaga mempunyai banyak sekali kegunaan seharihari. Dalampemaparannya, ilmulogamsangatpentinguntukmengetahuikandungankandungandanunsur-unsur yang terdapatdalamsuatubesi(Ferro) danbukanbesi (non Ferro). Dan jugauntukmengetahuisifat-sifatdankegunaannya.

DAFTAR PUSTAKA

http://teknologi.kompasiana.com/terapan/2011/01/11/makalah/ http://www.scribd.com http://ilmu logam.teknologi terbaru.com