You are on page 1of 19

Koma metabolik

Santoso Sumorahardjo Departemen Ilmu Penyakit Dalam Fakultas Kedokteran Atma Jaya

Koma Metabolik
Koma : adalah suatu keadaan di mana mata tertutup pada pasien yg tak dapat di gugah bangunkan , dan tak dapat bereaksi seperti manusia umumnya yg dirangsang internal maupun eksternal . Jadi koma adalah gejala dan bukan penyakit. Dibedakan dng status vegetatif. Dibedakan dng status Locked In

Status Vegetatif : Pada status ini biasanya mata dapat terbuka spontan , dan siklus tidur dan bangun terlihat dng nyata dari mata ini. Namun juga,pen derita tak dapat bereaksi seperti umumnya manusia yg sadar

Status locked In Penderita tampaknya seperti tak sadarkan diri, tetapi dengan pemeriksaan yang hati2 dan mendalam , terlihat bahwa ia masih menyimpan kemampuan untuk berkomunikasi dan bereaksi dng menggunakan bahasa mata (kedip, lihat kiri kanan dsb ) yg menunjukkan bahwa penderita sadar, dan masih punya he misfer serebral yg normal .

Penanganan koma : Umumnya harus dicari akar penyebabnya dan dijaga terhadap kemungkinan komplikasi . Umunya koma jadi lebih serius, berat dan ber kepanjangan, adalah karena kemampuan dokter yg kurang dlm menegakkan diagnosa , dan terapi karena pertimbangan antara etis dan ke-manusia-an dalam menolong orang yg tak mampu

Diagnosis : 1. ditegakkan kl mata tak dapat membuka mata terhadap segala rangsangan. 2. tak ada respons gerakan motorik atas perintah atau rasa sakit yg ditimbulkan mis: cabut rambut, pijit kuku , pinggiran tulang mata . 3. berkemampuan reaksi dari posisi primitif yg dilakukan terhadap sedikit paksaan fleksi atau ekstensi (dekortikasi /deserebrasi )

Status vegetatif : ditegakkan Kriteria kondisi yg sama dengan koma , hanya matanya dapat terbuka spontan dan berkedip, Mata yg terbuka dan berkedip yg tak mempu-nyai arti fungsi hemisfer, dpt dibuktikan dng perintah pada telinga atau tulisan (sesuai baha sa pasien ) untuk melakukan suatu perintah tertulis atau verbal dengan respons gerakan dan kedipan mata Tak dapat memberikan respon emotional spt keta wa atau menangis

Pada umumnya pasien koma dan vegetatif masih mempunyai tanda berfungsinya batang otak seperti reaksi korneal, reaksi pupil terha dap rangsangan dr luar, dan masih ada perna fasan spontan . Bilamana fungsi batang otak tak ada , harus se gera dilakukan pemeriksaan kematian batang otak

Koma dibedakan dalam dua grup besar. Koma metabolik dan koma nonmetabolik /ko ma neurologik dan biasanya yang terkena adalah disfungsi kedua hemisfer , kecuali koma dari batang otak atas (perdarahan pontine ) yg menimbulkan edema serebral yg ekstensif dan disfungsi yg luas. Koma metabolik biasanya mengenai organ hepar (koma hepatik ) ginjal (koma uremik ) diabetik (koma diabetik ) thyroid (koma thyro-id)

Hepatik koma meskipun etiologinya dan aspek klinis berbeda beda, namun dalam terapi sela- lu uniform tergantung manisfestasi klinik dari gangguan fungsi yg timbul seperti 1.porto sistemik ensefalopatia, 2.edema serebral , 3 asites, 4.infeksi, 5.gastrointestinal hemorhagia 6.koma uremik, 7hipoglikemia. Progresifitas koma hepatik dapat dilihat dari pemeriksa an lab B1 dan B2, Gama GT , GPT/GOT, Pemeriksaan USG, CT scan, MRI untuk melihat adanya SOL hepatik ,nekrosis H, abses H luas, batu vesika felea ,hipertensi portal . Pengobatan agresif sekarang dilakukan dengan transplantasi hati

Penilaian fungsi hati dilihat berdasarkan pemikiran dan pemeriksaan fungsi sel satu persatu , terpisah satu dg lainnya dan digabungkan menjadi satu pengertian. Kerusakan hepatocyte misalnya dapat dilihat dari pemeriksaan serial Albumin, Bilirubin , GOT, GPT , gama GT , alkali fosfatase , protrombine time , sekaligus menilai beratnya jaundice dari penderita

Terapi hepatik koma biasanya didasarkan padq suportive terapi terhadap kerusakan multiple organ yg diakibatkan oleh kerusakan hepar seperti icterus, asites, perdarahan gatrointes-tinal, gangguan sirkulasi darah , kelainan neu-rologik ensefalopatia, infeksi organ vital dan gangguan psikiatrik. Hepatik koma akut biasanya mempunyai gejala yg sama dg yg kronis, namun gejalanya tampak lebih berat dan buruk namun kondisi patologiknya ham pir masih reversibel . Transplantasi hepar perlu difikirkan bila kondisi pemeriksaan sistimnya sangat buruk

Koma uremic timbal akibat kegagalan ginjal dalam melakukan fungsi filtrasi glomerulus yg ditandai dg adanya kenaikan kreatine darah , ureum, dan menurunnya eksresi urine. Klierens creatinin pada keadaan akut koma uremik sering tak merupakan faktor penentu koma uremik karena biasanya kenaikan klie-rens kreatine terjadi setelah beberapa hari ginjal kekurangan darah untuk filtrasi . Penyebab tersering adalah ATN, kausa prerenal , dan paologiknya terjadi akibat hipoperfusi dan efek toksik yg terjadi yg bekerja sinergistik

Untuk mencapai hasil optimal dlm menangani koma uremik perlu diperhatikan 5 faktor y.i 1. tentuka koma uremik akut atau kronik. ( olig dan anuria biasanya akut, kenaikan kreatinin bisa keduanya. 2.Tentukan penyebabnya koma uremikum 3.tentukan sekiranya diperlukan terapi spesifik 4. tentukan penanganan optimal dengan cairan, elektrolit , obat dan dialisa 5, tentuk prospeknya dan prognosisnya kalau penderita dapat tertolong kehidupannya

Pengawasan pada koma uremik meliputi: 1.pemberian kalori dan cairan yg cukup 2. perhatikan elektrolit khususnya ion K. 3. perhatikan adanya perdarahan yg terjadi . 4. koreksi adanya asidosis metabolik yg berat. 5. perhatikan jumlah diuresis / jam/24jam 6. perhatikan faktor infeksi

7. kejang 2 fokal dan menjadi kejang umum 8. Uremic frost pd ujung dari kumis krn kristalisasi ureum 9. foetor nafas berbau urine. 10. kulit terasa sangat kasar karena adanya pengembunan

Diabetik koma, biasanya dikenal dengan istilah DKA . Koma lainnya yg berkaitan dg ini adalah hiperglisemia hiperosmolar , dan hipoglikemik koma . Dasar utama dari koma ini adalah dehidrasi yg dapat disebabkan karena intake cairan kurang sekali , diuresis yg berlebihan ,dan kemudian diikuti dg keton bodies ( as.beta hidroksi buty-rik , hiperkalemia , infeksi berat , asetone dalam urine,

Diabetik koma terdapat : 1. koma krn pengaruh keton bodies, asidosis metabolik karena adanya metambolisme asam lemak menjadi keto butyric acid . 2 dehidrasi krn adanya hiperosmolar diuresis 3. hipergikemia karena adanya kekurangan in - sulin untuk metambolisme gula menjadi gluko sa 6 fosfat. 4. hiperkalemia, krn adanya asidosis metabolik di mana kalium keluar dari sel ke intravaskuler. 5 infeksi sistimik menambah beratnya kondisi hiperglikemik