Вы находитесь на странице: 1из 18

ETILEN GLIKOL

Click to edit Master subtitle style

1. 2.

OLEH : Lianasari Ryan arif Maulana

6/15/12

Latar Belakang
Etilen glikol digunakan hampir di seluruh dunia, termasuk Indonesia. Pada tahun 2010 konsumsi nasional etilen glikol sebesar 545.526 ton/tahun. Kebutuhan etilen glikol di Indonesia, baru terpenuhi sekitar 50% oleh PT Gajah tunggal petrochem6/15/12 yang memproduksi Tbk

Kegunaan Produk
Berikut beberapa kegunaan dari produk utama (Mono Etilen Glikol) dalam industri:

Anti beku; Campuran etilena glikol 60% dan air 40% tidak membeku sampai suhu di bawah -45 C (-49 F). Hidrat; Karena titik didih tinggi dan afinitas untuk air, etilen glikol adalah bergunapengering. Niche; Kegunaan kecil dari etilena glikol termasuk pembuatan kapasitor, sebagai perantara bahan kimia dalam pembuatan1,4 dioxane dan aditif untuk 6/15/12 sebagai mencegahkorosi pada sistem pendingin cair

Penghambat

Aplikasi

Spesifikasi Bahan Baku


Bahan baku utama

(Etilen, C2H4 )

Sifat fisis
BM Titik

: 28,054 didih : - 103, 71 0C kritis : 283,06 0K

Temperatur Tekanan

kritis : 50,497 atm 6/15/12

Etilen oksida
Etilen

oksida dengan rumus kimia C2H4O bersifat reaktif dan merupakan bahan yang sangat banyak kegunaannya. Etilen oksida dapat digunakan untuk membuat berbagai macam produk (Ullmans, 1989). Sifat fisis (McKetta, 1984)

6/15/12 Sifat Fisik

Sifat Fisis dan Kimia Produk


. Monoetilen glikol
Monoetilen

glikol merupakan cairan yang jernih, tidak berwarna tidak berbau dengan rasa manis, dapat menyerap air dan dapat dicampur dengan beberapa pelarut polar seperti air, alkohol, glikol eter dan aseton. Kelarutan dalam larutan nonpolar rendah seperti benzen, 6/15/12 toluen, dikloroetan, dan kloroform

Produk samping
a. Dietilen glikol
Sifat

Fisis (McKetta, 1984) molekul : 106,12 g/mol

Berat

Bentuk

: cair Warna : jernih, tak bewarna : (0,3% TEG, 0,1 EG) : 99,6%

Impuritas

Kemurnian Titik

didih (1 atm) : 245,8oC


6/15/12

Durenlau Teknologi Parameter Bahan baku

Lefort

Kawabe

Etilen Etilen oksida karbonat dandan air methanol

Etilen oksia, CO2, air, dan larutan adsorben Tri phenil metal phosphonium iodide 99% 200C 10 kg/cm Dietilen glikol,

Katalis

Resin ion exchange gugus fungsi ammonium 90 % 95 % 100C 120C 50 Psig 25 atm Dietilen 6/15/12 Dietilen glikol,

Konversi Suhu Tekanan Produk samping

Durenlau

6/15/12

Proses Durenlau memproduksi ethylene glycol dan dimethyl carbonate dengan mereaksikan ethylene carbonate dan methanol dengan tambahan beberapa persen katalis yang dipilih dalam ion exchange resins dengan gugus fungsional ammonium terkandung didalamnya, resin ion exchange sulfonic, dan grup fungsional asam, resin ion exchange dengan grup fungsional carboxylic acid,alkali dan 6/15/12 alkaline tanah silicates, pada

Deskripsi Proses
Methanol dan ethylene carbonate dimasukkan kedalam reaktor transesterification dalam laju alir yang dipertahankan dalam mol rasio methanol ke ethylene carbonate antara 2:1 dan 5:1, dalam reaktor dipertahankan suhu 60-120 C. Dan tekanan setidaknya 50 psig, efluentnya terdiri dari methanol, dimethyl carbonate, ethylene 6/15/12 glycol dan ethylene

Kawabe

6/15/12

Deskripsi Proses
Etilen oksida dibawa kedalam kolom absorbsi dimana menggunakan larutan absorben. Larutan absorben tersebut mengandung etilen karbonat dan etilen glikol dengan komposisi 50% berat dari larutan absorben tersebut. Sebelum etilen oksida dibawa kedalam kolom absorbsi dilakukan pendinginan menggunaan alat penukar panas yang biasanya pada temperatur 10-80 C. Kemudian produk dari kolom absorbsi direaksikan dengan CO2 yang kemudian dibawa menuju reaktor etilen karbonat. Digunakan tekanan tinggi untuk kondisi reksi tersebut sekitar 1-50 kg/cm2 dan pada temperatur 50-200 C, waktu reksi 12-120 menit. Produk dari reaktor dibawa kedalam pemisah CO2 dimana CO2 yang terpisah direcycle sehingga menjadi CO2 tambahan. Kandungan produk dari kolom pemisah tersebut berupa EC dan EG yang dibaea ke hidrolitik reaktor besama air dengan suhu 100-250 C dan tekanan 0-10 Kg/cm2. Kemudian produk dari reaktor tersebut dibawa ke separator untuk memisahkan CO2 dan EG. Produknya air dan EG dipisahkan pada alat separator 6/15/12 kedua. Air yang terpisah direcycle sebagai air tambahan. Produk

Lefort

6/15/12

Deskripsi Proses
Bhan baku EO dan air direaksikan pada suhu 120-250 C dan dengan tekana 14-25 atm, reaksi yang terjadi adalah reaksi eksotermis pada pH netral, pada reaksi ini terjadi reaksi hidrolisa dimana EO menjadi EG. Produk utamanya merupakan MEG dan produk sampingnya berupa DEG,TEG dan PEG. Pembentukan 6/15/12 produk samping bereaksi karena

Durenlau

Kawabe
-

Lefort
Tidak memerlukan katalis sehingga mengurangi biaya bahan baku dan tidak memerlukan unit pemisah katalis Hanya menggunakan satu reaktor

Kelebihan

- Suhu proses lebih rendah 60-120 C

- Konversi yang dihasilkan 99%


-

Kekuranga n

Konversinya hanya 90% Membutuhkan banyak katalis Membutuhkan destilasi azeotrop Membutuhkan ethanol yang diproduksi dariinluar pulau Jawa sehinnga butuh biaya transportasi 1987

Membutuhkan katalis Triphenil metal phosponium iodida -Konversi lebih kecil dari Membutuhkan Kawabe yaitu 95 % larutan absorben dan karbondioksida Membutuhkan dua reaktor

Keteranga

6/15/12

1998

1937

Proses Pengolahan Limbah


Dari ketiga proses tersebut, bahan baku dapat di recycle kembali untuk dijadikan umpan kembali. Karena sisa bahan baku yang tidak terkonversi dapat dibentukmenjadi Dietilen Glikol (DEG) dan Monoetilen Glikol (MEG), maka limbah yang diperolehpun menjadi sedikit. Limbah yang terbentuk biasanya 6/15/12 berfasa cair, sehingga

KESIMPULAN
Dari ketiga teknologi produksi mono ethylen glikol maka yang dipilih adalah metode Lefort karena hanya membutuhkan bahan baku etilen oxide dan air serta tidak memerlukan katalis sehingga membutuhkan biaya untuk bahan baku yang lebih sedikit dan tidak memerlukan unit pemisah katalis.
6/15/12