You are on page 1of 10
SATUAN ACARA PENYULUHAN (SAP) HIPERTENSI D I S U S U N OLEH AMRI BENARDO FUTRI
SATUAN ACARA PENYULUHAN (SAP)
HIPERTENSI
D
I
S
U
S
U
N
OLEH
AMRI BENARDO
FUTRI WIDYA
MITRA YUDA
SEPTI RULISNI
SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN (STIKes)
FLORA MEDAN

SATUAN ACARA PENYULUHAN (SAP)

Materi

: Hipertensi

Sasaran

: Masyarakat

Waktu

: 1×60 Menit

Pertemuan

: 1 (Pertama)

Hari/ Tanggal : 16 Juni 2012

Pengajar

: Kelompok 3 Mahasiswa STIKes Flora Medan Tingkat 3

  • A. Tujuan

    • 1. Tujuan Instruksional Umum Setelah menyelesaikan penyuluhan ini, diharapkan Masyarakat dapat memahami tentang Hipertensi.

    • 2. Tujuan Instruksional Khusus Setelah mendapatkan materi penyuluhan tentang Hipertensi, diharapkan Masyarakat memahami tentang pengertian hipertensi, Penyebab, klasifikasi, Tanda dan Gejala, Komplikasi, Pencegahan dari Hipertensi.

  • B. Pokok Bahasan Hipertensi

  • C. Sub Pokok Bahasan

    • 1. Pengertian Hipertensi

    • 2. Penyebab

    • 3. Klasifikasi

    • 4. Tanda dan Gejala

    • 5. Kompilikasi

    • 6. Pencegahan

    • D. Kegiatan penyuluhan

    Tahap

    Kegiatan Dosen

    Kegiatan Masyarakat

     

    Pendahuluan

    Membuka penyuluhan dengan mengucapakan salam pembuka

    Menjawab salam

    Menjelaskan tujuan penyuluhan

    Mendengarkan

    Menyebutkan Topik penyuluhan

    Memperhatikan

    Isi

    Menjelaskan tentang:

    Mendengarkan

    • 1. Pengertian Hipertensi

    Memperhatikan

    • 2. Etiologi

     
    • 3. Klasifikasi

    • 4. Manifestasi Klinis

    Memberi kesempatan

    Mengajukan

    kepada Masyarakat untuk menanyakan materi yang kurang jelas

    pertanyaan

    Menjelaskan kepada

    Mendengarkan

    /

    Masyarakat tentang hal yang tidak dimengerti

    mencatat

    Menjelaskan tentang:

    Memerhatikan

    • 5. Pencegahan

     
    • 6. Penatalaksanaan

    Memberi kesempatan

    Mengajukan

    kepada Masyarakat untuk menanyakan materi yang kurang jelas

    pertanyaan

    Menjelaskan pada

    Mendengar

    Masyarakat tentang hal

    Mencatat

       

    yang tidak dimengerti

     

    Penutup

    Mengevaluasi Masyarakat dengan mengajukan pertanyaan

    Mendengarkan

    Menyimpulkan Materi

    Memerhatikan

    penyuluhan Menutup penyuluhan dengan mengucapkan salam penutup

    Menjawab Salam

    • E. Metode Ceramah Dan Tanya Jawab

    • F. Media dan Alat Flip Chart

    • G. Evaluasi

      • Kriteria Proses :

    Masyarakat antusias terhadap materi yang disampaikan

    Masyarakat konsentrasi mendengarkan materi yang disampaikan

    Masyarakat mengajukan pertanyaan dan menjawab pertanyaan secara lengkap dan benar.

    • Kriteria Hasil :

    Masyarakat mengetahui tentang Pengertian Hipertensi

    Masyarakat mengetahui tentang Etiologi Hipertensi

    Masyarakat mengetahui klasifikasi Hipertensi

    Masyarakat mengetahui manifestasi Klinis Hipertensi

    Masyarakat dapat menjelaskan tentang pencegahan Hipertensi

    Masyarakat dapat menjelaskan tentang penatalaksanaan Hipertensi

    H. Daftar Pustaka / Referensi

    Carpenito, Lynda jual 2000.BukuSakuDiagnosaKeperawatan. Edisi 8. Monica Ester.

    SKp. EGC: Jakarta

    Wahyu Nugroho, SKM. 1992. Buku Kedokteran. Edisi 1. Perawatan Lanjut Usia. EGC : Jakarta

    MATERI PENYULUHAN HIPERTENSI

    • 1. PENGERTIAN Menurut JNC IV, Hipertensi adalah kenaikan tekanan darah melebihi normal, yaitu systole lebih dari 140 mmHg dan diastole lebih dari 90 mmHg. Hipertensi atau Darah Tinggi adalah keadaan dimana seseorang mengalami peningkatan tekanan darah diatas normal atau kronis (dalam waktu yang lama). Hipertensi merupakan kelainan yang sulit diketahui oleh tubuh kita sendiri. Satu- satunya cara untuk mengetahui hipertensi adalah dengan mengukur tekanan darah kita secara teratur.

    • 2. PENYEBAB HIPERTENSI Penyebab Hipertensi antara lain :

      • Penyakit saluran kemih

      • Penyakit Endokrin

      • Arteriosklerosi

      • Merokok

      • Minum-minuman alkohol

      • Tekanan tinggi kolesterol

  • 3. KLASIFIKASI

  •  

    SISTOLIK

     

    KATEGORI

    DIASTOLIK

    MmHg

    MmHg

    Optimal

    < 120

    < 80

    Normal

    <130

    < 85

    High Normal

    • 130 139

    • 85 89

    Hipertensi

       

    Derajat 1

    • 140 159

    • 90 99

    Derajat 2

    • 160 179

    100 109

    Derajat 3

    > 180

    > 110

    • 4. TANDA DAN GEJALA

      • a. Gelisah, kepala pusing

      • b. Gemeter, tremor

      • c. Sering marah marah

      • d. Jantung berdebar debar

      • e. Tekanan darah lebih dari 140 / 90 mmHg

      • f. Keringat berlebihan

      • g. Gangguan penglihatan

      • h. Nafsu makan menurun

      • i. Sulit konsentrasi

      • j. Mudah tersinggung

  • 5. KOMPLIKASI

    • a. Stroke

    • b. Gagal jantung

    • c. Kerusakan gagal ginjal

    • d. Kerusakan jaringan otot

  • 6.

    CARA MENGATASI DAN PENCEGAHANNYA

    Cara mengatasi dan mencegah Hipertensi adalah :

    • a. Makan makanan yang bergizi

    • b. Menghindari makanan yang berlemak dan mengurangi asin

    • c. Menghindari makanan dengan bahan pengawet

    • d. Menjaga berat badan agar tetap stabil

    • e. Menghindari minum minuman keras

    • f. Menghindari merokok

    • g. Istirahat yang cukup

    • h. Belajar untuk tenang, menikmati hidup dan selalu bersukur serta perbanyak surga

    • i. Peran keluarga sangat ditekankan dalam rangka mengatasi hidup orang dengan hipertensi dan mencegah hipertensi

    Pengobatan

    Olah raga lebih banyak dihubungkan dengan pengobatan hipertensi, karena olah raga isotonik (spt bersepeda, jogging, aerobic) yang teratur dapat memperlancar peredaran darah sehingga dapat menurunkan tekanan darah. Olah raga juga dapat digunakan untuk mengurangi/ mencegah obesitas dan mengurangi asupan garam ke dalam tubuh (tubuh yang berkeringat akan mengeluarkan garam lewat kulit).

    Pengobatan hipertensi secara garis besar dibagi menjadi 2 jenis yaitu:

    • 1. Pengobatan non obat (non farmakologis)

    • 2. Pengobatan dengan obat-obatan (farmakologis)

    Pengobatan non obat (non farmakologis)

    Pengobatan non farmakologis kadang-kadang dapat mengontrol tekanan darah sehingga pengobatan farmakologis menjadi tidak diperlukan atau sekurang-kurangnya ditunda. Sedangkan pada keadaan dimana obat anti hipertensi diperlukan, pengobatan non farmakologis dapat dipakai sebagai pelengkap untuk mendapatkan efek pengobatan yang lebih baik.

    Pengobatan non farmakologis diantaranya adalah :

    • 1. Diet rendah garam/kolesterol/lemak jenuh

    • 2. Mengurangi asupan garam ke dalam tubuh. Nasehat pengurangan garam, harus memperhatikan kebiasaan makan penderita. Pengurangan asupan garam secara drastis akan sulit dilaksanakan. Cara pengobatan ini hendaknya tidak dipakai sebagai pengobatan tunggal, tetapi lebih baik digunakan sebagai pelengkap pada pengobatan farmakologis.

    • 3. Ciptakan keadaan rileks Berbagai cara relaksasi seperti meditasi, yoga atau hipnosis dapat mengontrol sistem saraf yang akhirnya dapat menurunkan tekanan darah.

    • 4. Melakukan olah raga seperti senam aerobik atau jalan cepat selama 30-45 menit sebanyak 3-4 kali seminggu.

    • 5. Berhenti merokok dan mengurangi konsumsi alkohol

    Pengobatan dengan obat-obatan (farmakologis)

    Obat-obatan antihipertensi. Terdapat banyak jenis obat antihipertensi yang beredar saat ini. Untuk pemilihan obat yang tepat diharapkan menghubungi dokter.

    Diuretik

    Obat-obatan jenis diuretik bekerja dengan cara mengeluarkan cairan tubuh (lewat kencing) sehingga volume cairan ditubuh berkurang yang mengakibatkan daya pompa jantung menjadi lebih ringan.

    Contoh obatannya adalah Hidroklorotiazid.

    Penghambat Simpatetik

    Golongan obat ini bekerja dengan menghambat aktivitas saraf simpatis (saraf yang bekerja pada saat kita beraktivitas ).

    Contoh obatnya adalah : Metildopa, Klonidin dan Reserpin.

    Betabloker

    Mekanisme kerja anti-hipertensi obat ini adalah melalui penurunan daya pompa jantung. Jenis betabloker tidak dianjurkan pada penderita yang telah diketahui mengidap gangguan pernapasan seperti asma bronkial.

    Contoh obatnya adalah : Metoprolol, Propranolol dan Atenolol. Pada penderita diabetes melitus harus hati-hati, karena dapat menutupi gejala hipoglikemia (kondisi dimana kadar gula dalam darah turun menjadi sangat rendah yang bisa berakibat

    bahaya bagi penderitanya). Pada orang tua terdapat gejala bronkospasme (penyempitan saluran pernapasan) sehingga pemberian obat harus hati-hati.

    Vasodilator

    Obat golongan ini bekerja langsung pada pembuluh darah dengan relaksasi otot polos (otot pembuluh darah). Yang termasuk dalam golongan ini adalah :

    Prasosin, Hidralasin. Efek samping yang kemungkinan akan terjadi dari pemberian obat ini adalah : sakit kepala dan pusing.

    Penghambat ensim konversi Angiotensin

     

    Cara

    kerja

    obat

    golongan

    ini

    adalah

    menghambat

    pembentukan

    zat

    Angiotensin II (zat yang dapat menyebabkan peningkatan tekanan darah).

    Contoh obat yang termasuk golongan ini adalah Kaptopril. Efek samping yang mungkin timbul adalah : batuk kering, pusing, sakit kepala dan lemas.

    Antagonis kalsium

     

    Golongan obat ini menurunkan daya pompa jantung dengan cara menghambat kontraksi jantung (kontraktilitas). Yang termasuk golongan obat ini adalah :

    Nifedipin, Diltiasem dan Verapamil. Efek samping yang mungkin timbul adalah :

    sembelit, pusing, sakit kepala dan muntah.

     

    Penghambat Reseptor Angiotensin II

     

    Cara kerja obat ini adalah dengan menghalangi penempelan zat Angiotensin II pada reseptornya yang mengakibatkan ringannya daya pompa jantung. Obat-obatan yang termasuk dalam golongan ini adalah Valsartan (Diovan). Efek samping yang mungkin timbul adalah : sakit kepala, pusing, lemas dan mual.