Вы находитесь на странице: 1из 17

Soal Musculoskeletal 2011 By Hypothalamus

SKENARIO Seorang wanita 50 tahun nyeri pergelangan tangan kanan. Ditambah tebal dan kesemutan di sekitar ibu jari. Lebih terjadi pada malam hari. 1. Sruktur apa yang mengalami kelainan pada penyakit tersebut. a. N. Radialis b. N. Ulnaris c. N. Axillaris 2. Ossa Carpalia yang terletak disebelah proksimal medial adalah. a. Os scapoideum b. Os lunatum c. Os hamatum 3. Salah satu otot thenar yang dimaksud adalah. a. M. Abductor pollicis brevis b. M. Opponemis digiti quinti c. M. Flexor digitorum superficialis 4. Otot-otot dibawah ini di inervasi oleh N. Medianus, kecuali. a. M. Abductor pollicis brevis b. M. Oppinens pollicis c. M. Flexor pollicis longus SKENARIO Seorang wanita, 56 tahun datang ke poliklinik dengan keluhan bengkak ke-2 lutut kanan. Dialami sejak 1 bulan. Nyeri terutama saat jalan, kaku pagi hari. BB 65 kg, TB 162 cm. Riwayat trauma tidak ada. d. M. Adductor pollicis e. M. Palmaris longus d. e. d. Os pisiformis e. Os trapezius d. N. Medianus e. N. Musculocutaneus

Seorang wanita, 56 tahun datang ke poliklinik dengan keluhan bengkak ke-2 lutut kanan. Dialami sejak 1 bulan. Nyeri terutama saat jalan, kaku pagi hari. BB 65 kg, TB 162 cm. Riwayat trauma tidak ada. 5.yang merupakan discus articularis sendi pada kasus diatas adalah a.meniscus b.bursa mucosa c.ligamentum crusiatum

d.ligamentum patella e.ligamentum popliteum 6.secara morfologi artikulasio pada kasus diatas termasuk tipe : a.artikulasio sellaris b.artikulasio trochoidea c.artikulasio condyloidea d.artikulasio globoidea e.artikulasio gingymus

5.

Yang merupakan discus articularis sendi pada kasus di atas adalah. OA a. Meniscus b. Bursa mucosan c. Ligamentum crusiatum d. Ligamentum patella e. Ligamentum popliteum

6.

Morfologi pembentuk bagian tersebut adalah. a. Ligamentum patella b. Ligamentum popliteum c. Ligamentum crusiatum d. e.

7.

Tulang yang membentuk persendian di atas adalah. a. Femur, fibula, patella b. Femur, tibia, fibula c. Tibia, fibula d. Patella, tibia, fibula e. Femur, tibia

8.

Klasifikasi tulang yang membentuk persendian, berdasarkan morfologinya pada kasus di atas termasuk. a. Os longum b. Os brevis c. Os pneumaticum d. Os sesamoidea e. Os irregular

9.

Pada kasus di atas, yang memflexikan regio femoris oleh otot-otot di bawah ini yaitu. a. M. Rectus femoris b. M. Biceps femoris c. M. Vastus medialis d. M. Vastus lateralis e. M. Vastus intermedia

10. Seorang laki-laki 32 tahun dibawa ke UGD dengan luka robek pada daerah dorsal art. Radiocarpalis. Struktur yang mengalami robekan adalah. a. M. Flexor carpi ulnaris b. M. Flexor carpi radialis c. M. Extensor digitorum communis 11. Jika pasien tidak dapat mengekstensikan secara maksimal digitorumnya, maka saraf yang terkena cidera adalah. a. N. Radialis b. N. Ulnaris c. N. Medianus 12. N. ischiadicus mempersarafi, kecuali. a. Semua otot-otot anterior femoris b. Semua otot-otot posterior femoris c. Semua otot-otot cruris 13. 14. Gangguan keseimbangan mineral terutama vitamin D pada anak-anak dapat menyebabkan. a. Ricketsia b. Osteomalacia c. Osteoporosis 15. Kuman yang paling sering menyebabkan osteomyelitis pada anak-anak adalah. a. Staphylococus aureus b. E. Coli c. Pseudomonas 16. Osteomalacia pada dewasa meupakan gangguan metabolisme. a. Vitamin B b. Vitamin C c. Vitamin D 17. Adanya kelainan otot yang disebabkan gangguan pada sel otot itu sendiri di sebut. a. Denervasi atrofi b. Myopathy c. Demyelinisasi 18. Aspek utama pencegahan primer adalah. d. Axonal degeneration e. Segmental necrosis d. Calcium e. Fosfat d. Streptococcus e. Chlamidia trachomatis d. Hyperparatyroidism e. Renal osteodystrophy d. Semua otot-otot plantar pedis e. Semua otot-otot dorsal pedis d. N. Musculocutaneus e. N. Digitalis proprii d. M. Pronator teres e. M. Supinator

a. Skrining b. Promosi kesehatan c. Deteksi dini 19. Pencegahan sekunder bertujuan untuk. a. Menghentikan perkembangan penyakit b. Menghentikan kejadian suatu penyakit c. Memulihkan seseorang yang sakit

d. Rehabilitasi e. Pembatasan kecacatan

d. Memberikan rambu-rambu lalu lintas di jalan raya e. Perlindungan kesehatan manula

20. Seorang anak 6 tahun di beri pengobatan paracetamol dosis tinggi, efek patologi terburuk yang mungkin terjadi adalah. a. Sesak nafas b. Aritmia c. Kerusakan hati 21. Seorang wanita dengan kadar asam urat yang tinggi dalam darah. Obat pilihan tepat bagi pasien. a. Aspirin b. Kortikosteroid c. Probenesid 22. Seorang laki-laki umur 20 tahun dengan gejala nyeri kepala, maka obat pilihan pertama adalah. a. Morfin b. Paracetamol c. Papaverin 23. Statement yang tidak sesuai untuk matriks tulang rawan adalah. a. Mengandung sedikit proteoglikosamid b. Bertumbuh secara intertitiel c. Dapat menahan banyak air 24. Statement yang benar untuk osteoclast. (Inti banyak, Dekat permukaan tulang, Sistem fagosit mononuclear, Mengatur kadar serum kalsium : parathormon & kalsitonin, Sitopl. : asidofilik, eosin (gelap), mengandung mitokondria, badan golgi, lisosom, GER, Meresorpsi tulang LACUNA HOWSHIP). a. Lacuna howship b. Acidofil c. Mononukleus d. Mengatur kadar natrium e. Lebih kecil dari osteoblast d. Bersifat avaskuler e. Tidak ada struktur lamel d. Kodein e. Salisilat d. Asam mefenamat e. Allopurinol d. Kejang-kejang e. Nefrotik syndrom

25. Statement yang sesuai untuk kartilago fibrosa. (Distribusi : Anulus fibrosus diskus intervertebralis, symphisis pubis, tempat melekatnya tendo pd tulang rawan, Mikroskopi : Serat kolagen kasar, teratur, Kurang seluler, Sel kondrosit tersebar jarang, Matrix basofilik, perikondrium). a. Pada symphisis pubis b. Mempunyai perikondrium c. Ada serat kolagen halus 26. Mikroskopis dari jaringan penyambung adalah. a. Sel banyak dan matriks ekstraselular banyak b. Relatif sel kurang, matriks banyak 27. Sel jaringan ikat yang tidak bergerak adalah. a. Mesenchymal sel b. Monosit c. Sel lemak 28. Anyaman penyambung gelatinous. a. Gaster b. Duodenum c. Plasenta 29. Kontraksi dari otot polos. a. Lebih cepat dari otot skelet b. Sangat lambat c. Kontraksi gelombang 30. Jaringan otot mengandung unsur jaringan ikat, sebab. a. Metabolisme sangat aktif b. Metabolisme lambat c. Berguna untuk bantalan 31. Fraktur radius bagian dorsal. a. Fraktur colles dan fraktur smith b. Fraktur monteggia c. Fraktur galleazzi 32. Fraktur radius dan ulna. a. Fraktur hangmans b. Fraktur Jefferson d. Fraktur hangmans e. Fraktur jefferson d. Relaksasi otot e. Komponen penyokong d. Kontraksi sama dengan otot skelet e. Kontraksi sama dengan otot jantung d. Tali pusat e. Kulit d. Mast cell e. Fibroblast c. Sel banyak dan matriks tidak ada d. Sel kurang dan matriks kurang e. Sel banyak dan matriks kurang d. Matriks acidofil e. Ada sel isogen (Tulang rawan)

c. Fraktur colles d. Fraktur smith 33. Gambaran Rachitis Rosary ditemukan pada penyakit.

e. Fraktur galleazzi

monteggia

dan

fraktur

a. Scurvy (Definisi : Akibat defisiensi Vit. C terjadi kegagalan pembentukan jaringan Intraseluler termasuk tulang, kartilago & endotel. Selain itu, pembentukan tulang terhambat, sedangkan reabsorbsi tetap terjadi osteoporosis. Rontgen: Osteoporosis general, Ground Glass Appearance, Cortex tipis, Metafise lebar (cupping), Pelkens sign marginal spur formation, Wimbergers sign marginal ring calcification pada pusat2 osifikasi di epifise, Hematoma mengalami kalsifikasi subperiosteal bone) b. RA (Rontgen : Periartikular soft tissue swelling bentuk fusiform (spindle sharped), Osteoporosis periarticular, Celah sendi menyempit destruksi rawan sendi, Erotion juxta articular arthritis mutilans, Ankylosing tulang + subluxatio, Ulnar deviation dari jari2 Akibat subluxatio (flexi-extensi swan neck Appearance) c. OA (Rontgen : Celah sendi menyempit, Permukaan sendi irregular, Herbendens Nodes pada aspect dorsal dari basis phalang distal spurformation, Subchondral cyst, d. Rickets (Definisi : Kelainan tulang akibat defisiensi vit D,kerusakan ginjal, kerusakan absorbsi mineral (usus), Ronntgen : Pembesaran chondrocostal junction Rachitis Rosary, Cupping metafise (Tarikan otot-otot & ligamentum, Bowing tulang2 panjang), Kadang2 Greenstick fraktur, Kalsifikasi subperiosteal, Tepi ala ossis ilii (irreguler), Dens metaphysial line yang normal, Fontanella + sutura (masih terbuka), Osteoporosis) e. Gout (Rontgen : periartikuler & joint swelling, Osteolitik juxta artikular kecil/besar batas tegas, Ada subartikuler cystic area tepi sklerotik, Over hanging edge PUNCHED OUT, Sendi menyempit, Tophus) 34. Bentuk kepala yang membesar serta Os pelvis bentuk champagne ditemukan pada penyakit. a. Rickets b. Scurvy c. Fibrous dysplasia (Definisi : Terdiri atas 2 bentuk yaitu monostatik (femur, tibia, iga & muka) dan Polistatik beberapa tulang unilateral. Rontgen : Ground glass app, Cortex utuh & lebar, Endosteal cortex tipis & scalloping, Diafise lebar & ekspansi, Kadang-kadang sklerotik menonjol, Kepala : tepi sklerotik, diploe lebar, tabula eksterna menonjol) d. Osteogenesis imperfecta (terdiri atas 2 bentuk yaitu congenital (sejak lahir) dan gejala baru tampak waktu anak2. Rontgen : Tulang2 osteoporosis (ground glass appearance), Multiple

fracture, Bowing ekstremitas inferior, Vertebra bikonkaf, Deosifikasi tulang + diameter tlg lebar, Protrusio acetabuli) e. Achondroplasia (Definisi : Semua tulang panjang (ekstremitas) memendek sedangkan Corpus Vertebra normal panjangnya. Rontgen : Tulang2 panjang pendek & simetris (micromelia), Proximal lebih pendek daripada distal (rhizomelia) humerus lebih pendek dari radius, femur lebih pendek dari tibia, Metafise lebar & cupping (distal tulang panjang), Tulang jari tangan pendek % lebar, mis jari 3 & 4 sama panjang (trident hand), Tulang belakang : wedge/baji (vertebra lumbal), tepi belakang Corpus Vertebrae membulat (concaf) shg foramen Intervertebralis lebar, diameter Antero-Posterior pedikel memendek, Kepala membesar (branchycephaly), Fibula head lebih panjang dari tibia (sama halnya ulna terhadap radius), Tulang pelvis bentuk champagne acetabular angle mendatar) 35. Trident Hand ditemukan pada penyakit. a. Osteogenesis imperfect b. Achondroplasia c. Fibrous dysplasia SKENARIO Seorang gadis usia 16 tahun datang ke poliklinik dengan keluhan nyeri sendi tangan kiri dan 1 hari kemudian nyeri diseluruh sendi tangan kanan. Nyeri juga dirasakan hampir seluruh persendian. Kekakuan dirasakan kurang lebih 40 menit pada pagi hari. Pasien telah mengkonsumsi obat penghilang rasa nyeri tetapi tidak ada perbaikan. 36. Diagnosis pasien tersebut adalah. a. OA b. Arthritis psoriasis c. Gout 37. Pemeriksaan serologis yang paling tepat dibutuhkan pada pasien ini adalah. a. Complement b. Anti dsDNA c. RF 38. Obat yang dimaksud bridging therapy pada pasien ini adalah. a. Metotrexat b. Glucocorticoid dengan dosis kecil c. Glucocorticoid dengan dosis besar d. Glucocorticoid seumur hidup e. Chloroquin d. LED e. CRP d. RA e. Bursitis d. Rickets e. Scurvy

39. Jika pasien ini diberikan DMARDS, obat DMARDS yang paling terakhir diberhentikan adalah. a. Chloroquin b. Sulfazalasine c. Metatrexat 40. Untuk mengontrol keberhasilan pengobatan pada pasien ini dengan menggunakan criteria. a. ARA b. DAS 28 c. Sledal SKENARIO Pasien 35 tahun masuk RS dengan keluhan nyeri dan luka bakar 6 cm, kotor, dengan tulang menonjol keluar akibat kecelakaan lalu lintas, dari foto rontgen ditemukan fraktur 1/3 tengah femur kanan. 41. Kemungkinan diagnosis lengkap pasien tersebut adalah. a. Fraktur femur kanan 1/3 tengah b. Fraktur femur kanan dengan vulnus laceratum c. Fraktur femur kanan dengan luka terbuka grade III d. Fraktur terbuka femur kanan 1/3 tengah grade III e. Fraktur femur + infeksi + luka terbuka grade III 42. Penanganan yang tepat untuk pasien tersebut diatas adalah. a. Debridement b. Open reduction internal fixation c. Pemasangan plate dan screw 43. Komplikasi yang paling mungkin bila keadaan diatas tidak diterapi dengan tepat adalah. a. Mallunion b. Non union c. Osteomyelitis 44. Setelah 2 tahun pasca terapi dengan baik, pada pasien kasus di atas dan hasil x-ray menunjukkan radiologik healing. Berarti pasien telah melalui fase proses penyembuhan tulang. a. Soft callus b. Hard callus c. Inflamasi 45. Bila pada kasus di atas tidak ditemukan luka terbuka, maka penanganan yang tepat untuk pasien tersebut adalah. d. Hematom e. Ossifikasi d. Paralysis e. Osteoarthritis d. Pemasangan intermudullary nail e. Pemasangan gips d. ACR 1987 e. Eular d. Garam emas e. Cyclophospamid

a. Debridement b. Debridement dengan internal fixasi c. Internal fixasi

d. ORIF e. Casting

46. Bila pasien tersebut pada pemeriksaan lebih lanjut ditemukan nyeri pada bahu kiri sehingga pasien tidak mau menggerakkan bahunya dan tampak posisi sendi bahu abduksi dan ekstensi tidak bisa ditegakkan dengan bentuk permukaan deltoid yang hilang. Kemungkinan yang terjadi pada sendi bahu tersebut adalah. a. Fraktur terbuka b. Subluksasi c. Brachial plexus injury 47. Apakah terapi yang tepat untuk kasus di atas. a. Debridement b. ORIF c. Reposisi tertutup 48. Wanita 65 tahun masuk poliklinik dengan keluhan nyeri pada sendi lutut kanan dan kiri yang dialami kurang lebih 3 tahun yang lalu, di mana nyerinya makin lama makin bertambah berat terutama bila melakukan aktivitas yang bertumpu pada lutut, apakah kemungkinan diagnosa dari pasien tersebut. a. Osteoporosis b. OA sekunder c. RA 49. Untuk membantu menegakkan diagnosis tersebut dibutuhkan pemeriksaan tambahan. a. Laboratoritum b. LED c. MRI 50. Pada pemeriksaan laboratorium pasien tersebut diatas akan ditemukan. a. HLA B-27 (Ankilosing Spondylitis) b. RF (RA) c. Anemia (SLE) SKENARIO Seorang gadis umur 15 tahun datang ke poliklinik dengan keluhan bercak kemerahan menetap di pipi yang terjadi setelah berenang dipantai 2 hari yang lalu. Sebelumnya pasien merasakan adanya d. Peningkatan urin acid (Gout) e. Tidak ada yang bermakna d. X-Ray e. Ultrasonografi d. Gout e. OA primer d. External fiksasi e. Pasang gips d. Ruptur tendon e. Dislokasi

kekakuan sendi di ke-2 tungkai (dan tangan) setiap pagi. Ada riwayat penyakit arthritis dalam keluarga. 51. Hasil lab yang manakah yang paling spesifik yang dapat ditemukan melalui tes darah rutin pada kasus di atas a. Anemia hemolitik b. Eritrosit meningkat c. Trombositosis 52. 53. Wanita 50 tahun datang ke klinik karena keluhan bengkak, nyeri, kemerahan dan kaku pada sendi lutut simetris, terutama pada pagi hari, pada pemeriksaan fisik ditemukan nodul pada PIP. Kombinasi tes imunologi manakah yang paling tepat untuk kasus. RA a. Anti CCP dan anti dsDNA b. RF dan ANA c. ANA dan anti dsDNA 54. Sitokin petanda inflamasi pada penderita RA dapat diperiksa menggunakan sampel, kecuali. a. Serum b. Cairan synovial c. Urin 55. Yang benar mengenai sel LE. a. Merupakan salah satu parameter imunologi yang diketahui melalui tes darah rutin b. Merupakan suatu autoantibodi terhadap FC portion dari IgG (RF) c. Merupakan sel eusinofil yang memfagositosis jaringan yang rusak (Leukosit normal yg memfagosit leukosit rusak) d. Autoantibodi terhadap komponen inti sel d. A dan B benar e. Darah lengkap d. RF dan anti dsDNA e. RF dan anti CCP d. Leukositosis e. LED meningkat

e. Negatif palsu pada penderita yang mendapat terapi kortikosteroid 56. Wanita 58 tahun. Nyeri lutut 3 bulan terakhir, saat berjalan, sulit berdiri dan jongkok. Kaku pada pagi hari 10-15 menit, bengkak kedua lutut, nyeri jari-jari tangan tidak simestris. Diabetes. Termasuk penanganan apakah kasus tersebut.. a. Musculoskeletal rehabilitation b. Neuro rehabilitation c. Sport medicine 57. Alat bantu yang dapat digunakan pada kasus di atas adalah. d. Geriatric e. Semua benar

a. Cruthes b. Cane c. Walker

d. A dan B benar e. Semua benar

58. Modalitas terapi yang cocok digunakan pada kasus tersebut adalah. a. Terapi panas b. Terapi dingin c. Terapi listrik 59. Latihan yang cocok dilakukan pada kondisi diatas guna menguatkan otot adalah. a. Latihan isometric b. Latihan isotonic c. Latihan isokinetik 60. Terapi suara dengan menggunakan obat, kasus diatas di sebut. a. Iontroporesis b. Phonoporesis c. Ultrasonografi 61. Pasien laki-laki BB 25, kadar asam urat 9,0. Pasien ini mengalami peningkatan asam urat dalam darah disebabkan karena. a. Gangguan metabolisme pirimidin dalam tubuh b. Gangguan metabolisme purin dalam tubuh c. Gangguan metabolisme kreatin dalam tubuh d. Gangguan metabolisme ureum dalam tubuh e. Gangguan metabolisme xanthin dalam tubuh 62. Tujuan dari manajemen nutrisi pada pasien ini adalah. a. Penurunan tekanan darah b. Perununan asupan protein c. Penurunan asupan purin 63. Komposisi makronutrien pada pasien ini adalah yaitu KH : P : L. a. 50 : 35 : 25 b. 60 : 10 : 30 c. 75 : 10 : 15 64. d. 55 : 30 : 15 e. 55 : 20 : 25 d. Penurunan berat badan e. Penururnan asupan xanthin d. TENS e. Interferensi d. Semua benar e. Semua salah d. Terapi suara e. Semua benar

65. Wanita 50 tahun masuk poliklinik dengan keluhan nyeri, bengkak, kemerahan pada sendi tangan. Hal ini paling sering dirasakan pada pagi hari. Saat ini pasien mengeluh nafsu makan menurun. Pasien ini dapat mengalami malnutrisi disebabkan oleh. a. Meningkatnya kecepatan metabolisme b. Meningkatnya asupan nutrien pada saluran cerna c. Meningkatnya kebutuhan lemak d. Menurunnya kebutuhan cairan e. Meningkatnya ekskresi nutrien

66. Saat ini lemak yang dapat digunakan sebagai anti inflamasi yaitu jenis lemak. a. Omega 5 b. Omega 4 c. Omega 9 67. Cadangan energi dalam otot berupa. Kreatinkinase 68. Terminologi AcH sebagai berikut, kecuali. a. Suatu neurotransmitter b. Diproduksi pada kelenjar hypophise c. Syntesa pada neuron sinaps 69. Mutasi gen kolagen CO.II I A I dan CO.II I A 2 khas pada kelainan. a. Riketsia b. Osteoporosis (Col. I A1) c. Osteogenesis imperfect (Col. I A1) 70. Proses resorpsi pada proses bone remodelling disebut sebagai. a. Osteoblast b. Osteoclast c. Osteoporosis 71. Unit kontraktil pada otot terdapat pada. a. Kalmodulin b. Troponin c. Aktin 72. 73. Kontraksi otot pada kasus dapat terjadi jika. a. Terpisahnya cross bridges pada sarkomer otot b. Terlepas ikatan antara aktin dan myosin c. Aksi potensial tidak terjadi d. Sarkomer (Terdiri atas filament tipis dan filament tebal) e. Myosin d. Osteopenie e. Osteoartritis d. Khondrodisplasia (dan OA) e. Syndrome ethers (Col. IV A1-A5) d. Sekresi dengan eksositosis e. Disimpan dalam vesikel d. Omega 3 e. Omega 6

d. Terbentuknya cross bridges antara aktin dan myosin e. Kalsium kembali ke retikulum sarkoplasma 74. 75. Ketika otot kekurangan suplai darah, maka otot akan memaksa melakukan metabolisme anaerob yang hasilnya berupa. a. Asam piruvat b. ATP c. Asam laktat 76. Resistensi energi yang paling banyak menghasilkan ATP adalah. a. Sistem glikolisis b. Sistem kreatinin fosfat c. Siklus krebs 77. Laki-laki 63 tahun datang ke RS dengan keluhan utama sakit di daerah pinggang sejak 10 tahun lalu dengan intensitas ringan, sakit terasa berat sejak 3 minggu lalu, sakitnya terus menerus, menjalar hingga ke 2 tengkuk dan bagian pinggang sakit bila digerakkan, kaki sempat lemah dan kesemutan. a. LBP spondilitis b. LBP osteoarthritis c. LBP osteoporosis d. LBP paraparase karna trauma tulang belakang e. LBP karna HNP (level L5-S1 & L4-L5) d. Fosforilasi oksidatif e. Siklus asam laktat d. CoA e. Oksigen

78. Untuk menegakkan diagnosis pasien di atas, pemeriksaan yang paling dianjurkan adalah. a. Foto X-ray b. CT Scan c. MRI 79. Tes pada pemeriksaan fisik yang dapat dilakukan untuk membantu diagnosis pasien di atas adalah. a. Romberg tes b. Laseque tes c. Anterior drawer test 80. Struktur anatomi yang sering terlibat pada kasus dengan diagnosis HNP adalah. a. Ligamentum longitudinalis anterior b. Ligamentum longitudinalis posterior (Menahan gaya Flexi) c. Arteri vertebralis d. Posterior drawer test e. Tredelenburg test d. Spine series e. Trauma series

(Menahan gaya Extensi)

d. Ligamentum cruciatum lateralis 81. Lokasi sering terjadi HNP adalah. a. L4 L5 dan L5 - S1 b. Th.12 L1 dan L5 S1 c. L1 L2 dan L4 L5

e. Ligamentum cruciatum medialis

d. L5 S1 dan S1 S2 e. C7 Th1 dan Th.12 L1

82. Wanita 68 tahun nyeri pinggang 2 minggu terakhir nyeri bertambah jika bergerak, membaik saat istirahat. Morning stifness pada pinggang < 30 menit. TD 120/80, nadi 80 kali/menit, nafas 16 kali/menit, suhu 37C, IMT 28. Factor pencetus diagnosis di atas. a. Usia b. Gender c. Kegemukan 83. Laki-laki umur 56 tahun datang ke poliklinik untuk check up untuk mengetahui perkembangan gout dan hipertensi. Pada anamnesis tidak ditemukan keluhan apa-apa. TD 150/90 mmHg. Obat yang harus dihiindari adalah. a. Paracetamol b. Diuretik c. Beta bloker 84. Anamnesis tambahan pada no. 2 riwayat penyakit sebelumnya nyeri sendi hebat pada MTP 1, 2 tahun lalu dan 6 bulan yang lalu LFD 110/90. Asam urat serum 8mg/dl. Maka diagnosisnya adalah. a. Hiperuricemia asimptomatik b. Gout intermitten akut c. Gout kronik bertofi 85. Laki-laki umur 30 tahun datang ke poliklinik, kekakuan pada ke 2 jari-jari tangan. Dialami sejak 4 hari. Kekakuan disertai rasa nyeri pada sendi jari-jari tangan adanya kelemahan badan 1 bulan. Pemeriksaan LED meningkat, RF positif. Pengobatan awal yang diberikan sebelum dirujuk kedokter ahli adalah. RA a. Metotrexat b. Kortikosteroid c. NSAID 86. Seorang gadis berumur 16 tahun datang dengan keluhan nyeri dan pembengkakan sendi jari-jari kedua tangan, sendi siku dan sendi kedua lutut yang dialami 2 minggu terakhir. Sebelumnya d. Cycloporine e. TNF d. Artritis Gout e. Artritis d. ACE inhibitor e. ARB d. LBP e. Kelainan genetik

penderita mengalami kelemahan tubuh 1 bulan terakhir meskipun pola makan tidak mengalami perubahan berarti. Pada pemeriksaan fisik lain ditemukan konjungtiva anemis dan rambut mudah rontok. Apakah pemeriksaan yang dianjurkan. SLE a. Darah rutin b. X-ray manus c. ANA test 87. Seorang ibu berumur 46 tahun mengalami keluhan sakit pada pergelangan tangan. Pekerjaan ibu ini adalah penyulam. pada pemeriksaan fisik didapatkan tes finklestein positif. Diagnosis pada kasus ini adalah. a. Tennovitis de quervain b. Tendinitis de quervain c. Trigger finger 88. Seorang laki-laki 40 tahun datang ke puskesmas dengan kebutuhan nyeri hebat dan bengkak pada ibu jari kiri yang dialami saat bangun pagi sehari sebelumnya pasien menghadiri acara pesta pernikahan keluarga. Pada pemeriksaan fisik tanda vital dalam batas normal dan artritis pada MTP1 kaki kiri. Apakah penyebab utama kasus tersebut. a. b. c. Kelainan genetic Kerusakan rawan sendi Kristal monosodium urat d. e. Infeksi mikroorganisme Kelainan sinovium d. Plantar facilitis e. Bursitis d. RF e. Gambaran darah tepi

SKENARIO Seorang pria 58 tahun mengeluh kedua ujung jari-jari kakinya kram dan tebal, dialami 1 tahun, semakin lama semakin berat. Dari hasil pemeriksaan dokter kedua ujung jari-jari kakinya kram merasa seperti distribusi kaos kaki (stocking appearance) 89. Kemungkinan pria tersebut menderita penyakit. a. b. c. Neuropati Polineuropati CTS d. e. TTS Peroneal palsy

90. Kemungkinan penyebab dari penyakit tersebut. a. b. Diabetik Obat-obatan c. AIDS

d.

Defisiensi vitamin)

vitamin

(kekurangan

e.

Semua di atas benar

91. Jika penyakit ini tidak ditangani dengan baik, maka akan didapati keluhan lanjutan sbb. a. Gangguan rasa posisi b. Rasa kenyang setelah makan sedikit keseimbangan/gangguan c. d. e. Gangguan berkeringat A, B dan C benar Hanya A dan B yang benar

92. Penyebab terbanyak polineuropati adalah. a. b. c. Diabetes GBS Intoksikasi obat d. e. Defisiensi zat makanan Kompresi saraf/entrapment

93. Neuropati bisa mengenai serabut. 1. 2. Saraf otonom Saraf cranial 3. 4. Saraf motorik Saraf pusat

94. Jika serabut saraf motorik mengalami neuropati tanda dan gejala yang timbul. 1. 2. Hipertensi Atrofi otot 3. 4. Nyeri Reflex tendon (fisiologis menurun)

95. Jika serabut saraf otonom mengalami neuropati maka dapat ditemukan. 1. 2. Gastrophaty Impotensi artostastik 3. 4. Diare kronik Gangguan miksi

96. Berikut merupakan langkah-langkah pengobatan kasus polineuropati. 1. Mencari kemungkinan pemakaian obat neutotoksik 2. Pemberian vitamin B dosis tinggi 3. 4. Pemberian analgetik Pengobattan utama adalah operasi

97. Polineuropati difesiensi disebabkan oleh. 1. 2. Thyamin INH 3. 4. Cyanocoblamin Alkohol

98. Seorang perempuan 40 tahun, karyawan swasta meengeluh telapak kaki kanannya terasa nyeri, rasa terbakar serta geli dialami 1 bulan. Wanita tersebut mengalami. a. b. c. Cubital tunnel syndrome CTS TTS d. e. Peroneal palsy RA

99. Untuk menegakkan diagnosis pemeriksaan apa yang diperlukan.

a. Tunnel sign pada pergelangan kaki b. Tunnel sign pada punggung kaki c. Tunnel sign pada malleolus medialis d. Tunnel sign pada telapak kaki e. Tunnel sign pada telapak malleolus lateralis 100. Terapi yang dapat diberikan pada kasus tersebut, kecuali. a. NSAID b. Injeksi corticosteroid c. Fisioterapi d. Antibiotik e. operasi