You are on page 1of 2

Nama NIM Kelas

: Muchammad Ulil Aidi : L2A008095 :B

Aspek Hukum Pembangunan

Pada hakekatnya tenaga kerja sebagai manusia pada umumnya tentu mengharapkan selalu dalam keadaan selamat dan sehat selama melakukan pekerjaannya, atau dengan perkataan lain terhindar dari kecelakaan. Sehubungan dengan itu dan atas dasar Undang-Undang No. 1 tahun 1970, tentang Keselamatan Kerja. Walaupun nama Undang-Undang tersebut adalah Undang-Undang Keselamatan Kerja, namun materi didalamnya mencakup pula masalah Kesehatan Kerja. Sebagai pertimbangan dikeluarkannya Undang-Undang No. 1 tahun 1970 antara lain adalah : 1.Agar setiap tenaga kerja yang berada ditempat kerja selalu dalam keadaan selamat dan sehat. 2.Agar setiap sumber produksi digunakan dan dipakai secara aman dan efektif.

Sasaran tersebut dimungkinkan terwujud apabila malapetaka atau kecelakaan yang mungkin timbul dapat ditanggulangi. Dengan demikian sebagai tujuan pokok usaha Keselamatan Kerja adalah : 1. Mencegah dan mengurangi peristiwa terjadinya kecelakaan termasuk kebakaran, peledakan dan penyakit akibat kerja. 2. 3. Mengamankan tempat kerja, alat - alat kerja, bahan dan usaha produksi. Menciptakan tempat kerja yang aman dan sehat serta nyaman.

RELEVANSI UU NO. 1 TAHUN 1970 DI BIDANG KONSTRUKSI UU No. 1 Tahun 1970 ini mengatur tentang keselamatan kerja, dimana bidang konstruksi termasuk dalam ruang lingkup dari UU ini sesuai dengan isi BAB II pada Pasal 2 Ayat 2.c yang berbunyi, dikerjakan pembangunan, perbaikan, perawatan, pembersihan atau pembongkaran rumah, gedung atau bangunan lainnya, termasuk bangunan pengairan, saluran atau terowongan di bawah tanah dan sebagainya atau di mana dilakukan pekerjaan persiapan.

Undang-undang ini sudah mengatur tentang hak dan kewajiban pekerja untuk mendapatkan dan menggunakan APD (Alat Pelindung Diri) agar keselamatan pekerja terjamin saat bekerja serta kewajiban dari pekerjan untuk menaati peraturan keselamatan kerja saat memasuki tempat kerja. Kewajiban dari pengurus dan tata pengawasan juga sudah dijelaskan di UU ini. Namun menurut saya UU ini kurang relevan lagi diterapkan di bidang konstruksi untuk saat ini, karena bidang konstruksi sekarang sudah berkembang pesat. Banyak teknologi-teknologi baru yang digunakan yang pada saat UU ini disahkan teknologi tersebut belum ada. Yang kedua, UU ini hanya menjelaskan hal-hal yang bersifat umum dan kurang mendetail, misalnya tentang alat pengaman diri minimal yang harus dipakai untuk suatu pekerjaan dan kelengkapan-kelengkapan apa saja yang harus terpasang di tempat kerja untuk menjamin keselamatan kerja. Yang ketiga, menurut ketentuan pasal 15 UU No. 1/1970, pemerintah memberikan ancaman pidana atas pelanggaran peraturan K3 dengan hukuman kurungan selama-lamanya tiga bulan atau denda setinggi-tingginya Rp100.000. Menurut saya Ketentuan sanksi pidana ini sudah tidak relevan lagi. Bisa dibilang nyawa orang dihargai Rp100.000,-.