You are on page 1of 8

Web : http://fathifaza.wordpress.

com/2011/06/18/kaitan-kleptomania-dengan-pendekatanpsikologi-sosial-dan-spiritual/

Kaitan Kleptomania dengan pendekatan Psikologi, Sosial dan Spiritual.


Posted on June 18, 2011 by bibah faza Kaitan Kleptomania dengan pendekatan Psikologi, Sosial dan Spiritual. Seperti yang kita ketahui bersama bahwa kleptomania merupakan sebuah gangguan kejiwaan dimana seorang penderita mengalami dorongan dan ketegangan yang sangat kuat untuk melakukan tindakan mengambil barang milik orang lain dan mencapai kepuasaannya apabila tindakan mengambil tersebut telah berhasil. Seolah menjadi sebuah kebutuhan, dimana barang yang diambil bukan merupakan barang yang dibutuhkan atau bernilai ekonomis tinggi, melainkan semata pemenuhan hasrat sensasi dalam melakukan tindakan pengambilan barang tersebut. Seperti yang dikemukakan pada wikipedia, penyakit ini umum muncul pada masa puber dan ada sampai dewasa. Pada beberapa kasus, kleptomania diderita seumur hidup. Penderita juga mungkin memiliki kelainan jiwa lainnya, seperti kelainan emosi, Bulimia Nervosa, paranoid, schizoid atau borderline personality disorder. Kleptomania dapat muncul setelah terjadi cedera otak traumatik dan keracunan karbon monoksida. Pendekatan Psikologis Kleptomania dapat disebabkan oleh banyak faktor, salah satunya ialah sebagai wadah pemenuhan kepuasaan. Dilihat dari kacamata ilmu jiwa, kleptomania merupakan sebuah impuls abnormal untuk mencuri. Ini merupakan penyakit mental patologis. Seperti gangguan pengendalian impuls lainnya, kleptomania ditandai oleh ketegangan yang memuncak sebelum tindakan, diikuti oleh pemuasan dan peredaan ketegangan dengan atau tanpa rasa bersalah, penyesalan, atau depresi selama tindakan. Mencuri adalah tidak direncanakan dan tidak melibatkan orang lain. Walaupun pencurian tidak terjadi jika kemungkinan akan ditangkap, orang kleptomania tidak selalu mempertimbangkan kemungkinan penangkapan mereka, kendatipun penahanan yang berulang menyebabkan penderitaan dan rasa malu. Orang kleptomania mungkin merasa bersalah dan cemas setelah mencuri, tetapi mereka tidak marah atau balas dendam. Selain itu, jika benda yang dicuri adalah sasaran, diagnosis bukan kleptomania, karena kleptomania tindakan mencuri itu sendirilah yang menjadi sasarannya. Seperti yang dikemukan diawal pembahasan ini bahwa kebanyakan dari penderita adalah para remaja, disaat masa pubertas hingga orang dewasa. Dalam pandangan psikologi, masa remaja merupakan masa dimana seseorang tengah asyik untuk mencoba-coba berbagai hal, dari yang bermanfaat bagi dirinya hingga hal-hal yang dapat memberikan kepuasan dalam dirinya. Ketika

seorang remaja mencoba-coba tindakan tersebut dan dia mendapatkan reward berupa kepuasan dalam dirinya, maka ia cenderung terus melakukan tindakan tersebut, apapun resikonya. Seperti yang dikemukakan dalam teori Operant Conditioning bahwa seseorang cenderung mempertahankan perilakunya apabila ia mendapatkan reward dari tindakannya tersebut. Reward bagi seseorang jelas tidak terbatas hanya pada bentuk materi. Kepuasan diri dan pemenuhan hasrat mencari sensari dapat menjadi reward yang besar bagi seseorang. Dalam pandangan psikoanalisa, seseorang mempunyai dorongan-dorongan dari alam bawah sadar yang biasa disebut dengan id. Dorongan-dorongan tersebut cenderung mengajak manusia melakukan keburukan. Pandangan Freud tentang manusia adalah pada dasarnya manusia merupakan kumpulan-kumpulan hasrat jahat. Selain id manusia juga memiliki eksekutor yang disebut dengan ego. Ego bertindak sebagai eksekutor dari dorongan-dorongan yang diberikan id dan dirasionalisasikan oleh super ego sehingga yang tersalurkan lewat ego merupakan tindakan yang telah mengalami diskusi antara id dengan super ego. Super ego memberikan pertimbangan yang lebih baik pada ego dalam melakukan sebuah keputusan dan tindakan dari semua hasrat/keinginan-keinginan alam bawah sadar. Penderita Kleptomania mempunyai id yang cukup kuat untuk mengajaknya melakukan tindakan pengambilan barang seseorang. Dorongan-dorongan tersebut seolah membujuk penderita bahwa dengan mengambil barang orang lain, maka ia akan mendapatkan hal menyenangkan yang dapat membuatnya bahagia. Namun bukan berarti super ego tidak bertindak dalam meminimalisir tindakan tersebut, bahwa sebenarnya penderita masih menyadari nomanorma dan dan moral dalam bermasyarakat hanya saja saat melakukan tindakan tersebut, penderita seolah tengah dirasuki sehingga pada saat melakukan tindakan tersebut seolah ia tidak sadarkan diri, terhanyut oleh id-nya untuk mengambil barang yang sebenarnya tidak ia butuhkan atau bahkan ia dapat membelinya sendiri. Super ego akan timbul setelah ia melakukan tindakan tersebut, perasaan bersalah terkadang juga menghantui menderita kleptomania, sehingga timbulah depresi pada penderita yang terkadang penjadi penyebab tindakan bunuh diri. Saat sadar ia menyadari tindakannya itu tidak baik dan membuatnya terpuruk dimasyarakat, namun ia tidak dapat mencegah tindakannya tersebut saat ia sudah mulai melakukan aksi-nya dalam mengambil barang orang lain. Karena sensasi-lah yang ia cari, ketegangan saat melakukan dan perasaan puas saat tindakannya telah selesai dan ia merasa telah berhasil, bahkan seolah aktualisasi dirinya telah tercapai. Pendekatan Sosial Kleptomania merupakan salah satu gangguan mental. Hambatan-hambatan yang berkaitan dengan kesehatan mental ialah banyak orang tidak menyadari bahwa dirinya sebenarnya mengalami gangguan mental. Disamping itu banyak orang yang menderita gangguan mental tidak mau menerima perawatan apapun. Pada penderita kleptomania, orang tersebut bisa jadi sadar bahwa perilakunya merugikan masyarakat dan ia merasa malu untuk bersosialisasi, namun terkadang peran masyarakat pula lah yang diperlukan. Sebagian orang masyarakat ada yang tidak mengetahui bahwa kleptomania merupakan suatu gangguan mental. Mereka berfikir orang-orang yang melakukan klepto merupakan seorang pencuri, sehingga penderitapun dikucilkan dan dicemooh. Sebagian masyarakat yang lainpun bisa jadi mengetahui gangguan mental kleptomania ini, namun karena berbagai faktor seperti sulitnya mencari seorang psikolog, tidak adanya fasilitas-fasilitas yang memadai, kekurangan biaya, sehingga pengobatan dan perawatan tidak dilakukan. Dengan adanya pendeskriminasian pada

masyarakat, maka akan timbul perilaku menarik diri, merasa diri paling bersalah, malu untuk bersosialisasi, dan masih banyak hal lain yang mengekang perilaku sosalisasi penderita. Penderita akan menjadi pribadi yang cenderung pendiam, menyendiri, tidak mau berkomunikasi dan mengenal orang lain, menjadi orang yang introvert, merasa masyarakat sekitar memandang hina pada dirinya sehingga tidak ada keinginan untuk membina sosialisasi. Namun faktor eksternal pun terlibat seperti, menjauhnya masyarakat dari penderita kleptomania, timbulnya jugdement masyarakat pada penderita yang terkadang hal ini justru memicu penderita untuk tetap melakukan tindakan klepto-nya, penderita merasa tidak ada lagi yang percaya dengan dirinya, maka timbullah stress bahkan depresi berat. Oleh sebab itu, penting bagi masyarakat untuk mengetahui berbagai gangguan mental termasuk kleptomania dan cara pengobatannya, sehingga baik masyarakat maupun penderita dapat terbebas dari perasaan bersalah dan tindakan yang salah terhadap penderita. Pendekatan Spiritual Dalam agama Islam, mencuri merupakan perbuatan tercela yang dapat merugikan baik diri sendiri maupun orang lain. Namun kita harus dapat membedakan antara tindakan mencuri dengan kleptomania. Mencuri adalah tindakan yang dilakukan secara sadar dan terencana. Berbeda halnya dengan kleptomania, penderita tidak menyadari perbuatannya tersebut. Terjadinya tindakan mengambil barang orang lain karna adanya dorongan-dorongan dan sensasi yang terjadi saat melakukan pengambilan barang tersebut dan adanya kepuasan saat selesai melakukan tindakan tersebut. Dalam Islam mengajarkan bahwa buku amalan akan ditarik dalam 3 kriteria, salah satunya ialah apabila orang tersebut tidak berakal/adanya gangguan jiwa (hilang ingatan), maka Allah akan mengampuni kesalahannya. Dosa seseorang akan berlaku bagi mereka yang bisa membedakan mana yang haq dan mana yang bathil. Mereka yang menyadari dan mengetahui bahwa tindakan mencuri merupakan tindakan buruk dan merugikan orang lain, namun tetap melakukan hal tersebut, maka jelas ia telah melanggar larangan Allah dan Allah tidak menyukai perbuatannya. Namun pada penderita kleptomania, pada saat melakukan tindakan tersebut, hilangnya kesadaran mereka untuk dapat mengontrol diri dan membedakan mana yang baik dan mana yang buruk. Dalam surat Ar-Rad ayat 28 yang artinya; (yaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingati Allah-lah hati menjadi tenteram. Salah satu penyebab tindakan klepto adalah timbulnya gangguan kecemasan dan hati yang tidak tenang. Maka Allah telah menurunkan firman-Nya seperti diatas. Bahwa dengan mengingat Allah (berdzikir) akan menghindarkan seseorang dari berbagai gangguan jiwa seperti kleptomania. Seorang muslim seharusnya mempercayai bahwa jika ia mengingat Allah dalam setiap keadaan, maka itu dapat menjadi penyembuh dari berbagai penyakit hati dan gangguan jiwa. Sehingga hidup pun menjadi lebih tentram dan damai serta terhindar dari berbagai penyakit.

Idap Kleptomania, Gadis Kecil Dirantai


Edy Junaedi

25/11/2011 08:09

Liputan6.com, Polewali Mandar: Seorang ibu di Desa Sugiwaras, Polewali Mandar, Sulawesi Barat, terpaksa merantai kaki putri kandungnya. Ini dilakukan karena sang anak diduga mengidap kleptomania yaitu kelainan jiwa yang membuat penderitanya tidak bisa menahan diri untuk mencuri. Akibatnya bocah bernama Suburiah tak dapat bersekolah, tak dapat bebas bermain, dan tidak dapat menikmati masa kecil seperti bocah seusianya. Sudah tiga bulan ini, Suburiah dirantai. Jika sedang berkumpul, sesekali rantai bergembok dibuka. Namun ruang gerak Suburiah tetap terbatas. Sang ibu, Nurlela sebenarnya tidak tega melakukan hal ini. Namun merantai si buah hati tercinta terpaksa dilakukan juga demi keselamatan Suburiah sendiri. Nurlela tak mau anaknya menjadi korban amuk massa yang marah akibat tindak pencurian yang dilakukan bocah anaknya. Suburiah pernah mencuri sepeda tetangga kemudian menyimpannya di kebun milik orang lain. Ia juga pernah mencuri ponsel yang kemudian diberikannya pada orang lain. Yang terakhir, bocah berusia sepuluh tahun tersebut mengambil ember di pasar sehingga nyaris diamuk massa. Sebelum memilih merantai Suburiah, Nurlela sudah mencoba beragam cara agar sang anak jera mulai dari menggunduli, memasukkannya dalam kerangkeng, dan mengikat tubuhnya dengan tali. Namun tak ada yang berhasil. Suburiah tetap tak berhenti mencuri. Kabid Humas Pemda Polewali Mandar Muhammad Daniel berharap orangtua Suburiah melakukan pendekatan khusus pada sang anak. Pasalnya dengan cara kekerasan, mustahil Suburiah dapat sembuh. Dengan terapi yang tepat dan kerja sama pihak terkait, bukan mustahil Suburiah dapat sembuh.(JUM) http://berita.liputan6.com/read/364560/

BEHAVIORAL DISORDERS Ketika Orang Ternama Terjangkit Kleptomania

Dalam beberapa kasus, kelainan perilaku (behavioral disorders) memang tidak membahayakan, namun cukup memalukan. Contoh sederhana dari behavioral disorders adalah kleptomania, yakni perilaku yang mendorong keinginan kuat untuk memiliki sesuatu, biasanya barang atau makanan yang bernilai kecil, yang terjadi saat itu juga. "Persoalannya, bukan pada nilai barangnya, tetapi rasa malu yang mesti ditanggung pelaku karena pelaku biasanya pesohor, sedangkan barang yang diambil bukanlah barang yang memunyai nilai tinggi, misalnya sebungkus makanan ringan," ujar Joe H Illerman, peneliti perilaku dari University of Michigan, AS. Perilaku kleptomania bisa menyerang siapa saja, tidak mengenal muda maupun tua, pria atau wanita, miskin atau kaya. Anda mungkin masih ingat dengan insiden yang sempat menghebohkan dunia saat Presiden Ceko Vaclav Klaus berupaya mengutil pena mahal saat sedang melakukan konferensi pers dalam rangka kunjungan kenegaraan ke Chile. Kemudian ada aktris seksi Megan Fox yang memberikan pernyataan mengejutkan bahwa semasa remaja dirinya pernah tertangkap saat mengutil beberapa rangkaian alat make-up brand selebritas Hollywood di pusat perbelanjaan ternama di AS. Begitu pun dengan Jenifer Capriati, petenis terkenal, juga pernah ditangkap karena mencuri cincin di sebuah mal. Benda-benda yang dicuri penderita kleptomania umumnya memang barang-barang yang tidak berharga. Sang penderita biasanya merasakan rasa tegang subjektif sebelum mencuri dan merasakan kelegaan atau kenikmatan setelah mereka melakukan tindakan mencuri tersebut.

Berikut, beberapa artis mancanegara lainnya yang pernah melakukan aksi kleptonya. WINONA RYDER Bintang film Edward Scissorhands itu ditangkap polisi pada 2001 karena ketahuan mengutil baju dan aksesori senilai 5.500 dollar AS di pusat perbelanjaan. Saat melakukan hal tersebut, Winona dituduh tengah berada dalam pengaruh obat-obatan ilegal. Ia pun dikenai hukuman 3 tahun percobaan, 480 jam pelayanan masyarakat, denda 3.700 dollar AS, dan uang penggantian barang 6.355 dollar AS. KATY PERRY Pelantun hit Fireworks ini dalam perjalanan konsernya mengaku selalu mengutil barang-barang di hotel tempatnya menginap. Barangbarang tersebut memang hanya barang-barang remeh, seperti sikat gigi, asbak, handuk, ataupun bantal yang ada di kamar. BAI LING Aktris Hollywood asal China ini ditangkap karena ketahuan mencuri majalah dan batu baterai. Ia penah membintangi film-film box office seperti The Crow, Wild-Wild West, dan Sky Captain After Tomorrow, juga serial televisi terkenal Lost. LINDSAY LOHAN Dirinya dituduh mencuri kalung seharga 2.500 dollar AS, dari toko perhiasan Venice di California. Dia berkukuh hanya meminjam perhiasan tersebut. Namun, kamera pengawas dengan jelas menunjukkan bukti-bukti pencuriannya. ANNA MALOVA Miss Rusia 1998 dan mantan semifi nalis Miss Universe ini dicokok kepolisian New York lantaran mengutil di toko pakaian, Strawberry Shop, berupa sepasang sandal seharga 135 dollar AS dan sebuah topi senilai 10 dolar AS. Akibat ulahnya ini, Anna Malova dikenakan tuduhan pencurian dan harus menjalani persidangan pada 24 Mei 2011 silam. san/L-1 Gangguan Mental Serius Dilansir dari MayoClinic, kleptomania adalah gangguan kesehatan mental serius yang jika tidak diobati akan membuat hidup orang tersebut berantakan. Penderita kleptomania akan menyangkal dirinya sakit dan mempertahankan diri jika dituduh mencuri. Kebanyakan penderitanya malu dan takut untuk mencari perawatan gangguan kesehatan mentalnya. Jackson Scoots, ahli kesehatan mental dari Mayo Clinic Florida, AS, mengatakan orang kleptomania memiliki ciri-ciri: - Punya keinginan besar yang begitu mendesak untuk mencuri barang yang mungkin tidak ia perlukan - Merasa senang saat mencuri - Merasa lega dan puas

- Setelah mencuri muncul rasa bersalah, menyesal, membenci diri sendiri, dan takut ditahan polisi - Meski sesudah mencuri timbul rasa takut dan menyesal, tapi dorongan untuk mencuri akan muncul lagi secara spontan atau saat sedang depresi atau stres sehingga perilaku kleptomania terus berulang. O - rang kleptomania mencuri bukan untuk kepentingan pribadi atau balas dendam, tetapi karena dorongan yang begitu kuat sehingga timbul rangsangan untuk mencuri. Scoots menuturkan hingga kini penyebab kleptomania tidak diketahui secara pasti. Tapi beberapa bukti penelitian menunjukkan kleptomania mungkin terkait dengan salah satu hormon otak yakni pada serotonin. Hormon serotonin ini membantu mengatur suasana hati dan emosi. "Ada juga beberapa bukti menyebutkan bahwa kleptomania mungkin berhubungan dengan gangguan kecanduan atau gangguan obsesif-kompulsif. Tetapi penelitian lebih lanjut diperlukan untuk lebih memahami kemungkinan penyebab kleptomania," ungkapnya. Meskipun penyebab kleptomania tidak diketahui pasti, para peneliti menemukan ada faktor-faktor risiko yang meningkatkan perilaku kleptomania, yaitu genetika, dampak dari gangguan mental lainnya, serotonine, dan gender. san/L-1 Terapi Perilaku Kognitif Kleptomania jika tidak diobati dapat mengakibatkan masalah emosional dan hukum. Pasalnya, penderita kleptomania itu paham bahwa mencuri adalah salah, tetapi merasa tidak berdaya untuk melawan dorongan tersebut. Pengobatan kleptomania biasanya dengan obat-obatan dan psikoterapi atau masuk kelas conseling. Terapi perilaku kognitif telah menjadi psikoterapi pilihan utama untuk kleptomania. Secara umum, terapi perilaku kognitif membantu penderitanya mengidentifi kasi perilaku tidak sehat itu dan menggantinya dengan yang sehat dan positif. Untuk menghindari kekambuhan, pastikan untuk tetap pada rencana pengobatannya. Jika penderita merasa terdesak untuk mencuri segera hubungi psikiaternya, keluarga, atau kelompok conseling. Lembaga Grahita Indonesia telah berhasil menemukan metode baru bagi penyembuhan penderita kleptomania. Program recovery yang diberi nama RBST (Round, Blitz, and Snozer Th erapy) ini sangat mudah dijalankan dan terbukti sangat efektif bagi penyembuhan kasus ini. RBST adalah bentuk terapi dengan menggunakan teknik psikodrama dan melibatkan beberapa pendamping dalam setiap perlakuan yang diberikan. Tujuan utama dari terapi ini adalah membuat habitasi baru dengan perlakuan psikologis, serta menormalkan suplai serotonine dengan teknik gerak sirkuler. Di samping itu, dikenal juga terapi cincin heksagon dan lonceng. Terapi ini secara keseluruhan lebih banyak melibatkan peralatan seperti cincin heksagon yang terbuat dari magnet dan aluminium, gelombang elektronik serta

lonceng. Peserta diberikan perlakuan melalui kejutan bunyi serta gerakan dramatis. Lembaga Grahita Indonesia membuka peluang bagi mereka yang ingin mempelajari lebih dalam teknik ini. "Semakin banyak yang mampu menjalankan teknik recovery ini, maka akan memberi peluang kesembuhan yang lebih besar bagi penderita kleptomania" ujar Eko Budhi Purwanto, pemimpin Lembaga Grahita Indonesia. Dalam dunia psikologi, kleptomania digolongkan sebagai disorder (kecelaruan). Standar yang dipakai untuk menetapkan secara ilmiah adalah DSM (Diagnostic Standard Manual) versi IV (empat). Gangguan ini menyebabkan seseorang tidak bisa menahan diri untuk mengambil sesuatu yang bukan haknya secara diam-diam. Tujuannya bukan untuk memperkaya diri, melainkan hanya untuk kepuasan karena biasanya barang-barang curian itu juga tidak pernah digunakan. Lebih lanjut, Eko menjelaskan bahwa kleptomania bisa dialami anak-anak mulai usia 5 tahun karena ada beberapa kasus ditemukan pada anak usia 5 tahun, sampai pada individu usia 35 tahun. Namun kasus yang paling sering ditemukan terjadi pada individu berusia 16-20 tahun. berbagai sumber/san/L-1

Sumber http://koran-jakarta.com/index.php/detail/view01/81782