You are on page 1of 7

LAPORAN EVALUASI DAN ANALISIS HIDROLOGI

Special Study Bendungan Salomekko

BAB VII KEBUTUHAN AIR


Manfaat utama dari waduk Salomekko adalah untuk irigasi sehingga kebutuhan yang diperhitungkan hanya untuk irigasi. Irigasi yang diperhitungkan selama ini hanya untuk pertanian padi dan palawija, untuk kepentingan selain itu seperti kolam ikan dan perkebunan belum dimasukkan.

7.1 FAKTOR KEBUTUHAN AIR


Faktor-faktor yang mempengaruhi hitungan kebutuhan irigasi meliputi luas areal, hujan efektif, evapotranspirasi, perkolasi, faktor jenis dan pertumbuhan tanaman (Kc), masa pengolahan tanah serta penggantian genangan.

7.1.1

Adopsi dari KP

Sebagian faktor kebutuhan air merupakan ketentuan yang terdapat dalam Kriteria Perencanaan (KP) Irigasi khususnya KP 01, seperti berikut ini. 1. Faktor Jenis dan pertumbuhan tanaman (Kc), periode bulanan: a. Padi umur pendek : 1.10, 1.10, 1.05, 1.05, 0.95, 0.0 b. Padi umur panjang : 1.10, 1.10, 1.10, 1.10, 1.10, 1.05, 0.95, 0.0 c. Palawija (kedelai) : 0.50, 0.75, 1.00, 1.00, 0.82, 0.45 2. Pengolahan tanah : Penjenuhan 200 mm, penggenangan 50 mm selain penguapan dan perkolasi. 3. Penggantian genangan : 50 mm pada 1 bulan dan 2 bulan setelah tanam. Tanah di DAS Salomekko termasuk dalam klasifikasi Tanah Mediteran Coklat Kelabuan yang merupakan pelapukan dari batu gamping, permeabiilitasnya rendah. Harga perkolasi diambil 2 mm. 7.1.2 Luas Areal Irigasi

Daerah irigasi yang akan mendapat air dari waduk Salomekko adalah DI Salomekko yang berada di kanan-kiri sungai Salomekko. Dalam DI tersebut ada areal yang dilayani oleh bendung Baruttung sehingga layanan dari waduk bersifat suplesi. Daerah Irigasi yang akan dilayani oleh waduk Salomekko meliputi: DI Salomekko kanan 723 ha DI Salomekko kiri 891 ha DI Baruttung 108 ha Jumlah 1.722 ha

VII - 1

LAPORAN EVALUASI DAN ANALISIS HIDROLOGI

Special Study Bendungan Salomekko


7.1.3 Hujan Efektif

Hujan efektif dihitung berdasar hujan rata-rata areal irigasi 80% terlampaui (R 80) dengan periode setengah bulanan. Hujan rata-rata dihitung dari 2 stasiun pengukur hujan dengan cara rata-rata aritmatik. Stasiun-stasiun hujan yang datanya dipakai adalah Biccoing (1987 2010), Manera (1981 2010) tetapi hanya diambil periode yang sama dengan Biccoing. Perhitungan 80% terlampaui dengan dasar bulanan (basis month). Sedangkan efektifitas bagian yang dapat dipakai oleh tanaman berdasar KP 01 untuk sawah dipakai faktor 0,7 dan untuk palawija dipakai faktor 0,5. Berikut ini dalam tabel dan gambar ditampilkan hujan rata-rata bulanan, hujan 80% terlampaui dan hujan efektif untuk irigasi sawah dan palawija sebagai dasar perhitungan kebutuhan air irigasi. Tabel 7.1 Hitungan hujan bulanan 80% terlapaui
Probabilitas 80% terlampaui, basic month Urutan Jan Feb Mar 1 46 30 85 2 55 50 88 3 75 55 88 4 88 73 109 5 97 77 137 6 110 78 146 7 125 99 166 8 132 100 200 9 148 108 203 10 152 111 203 11 156 127 222 12 161 149 227 13 170 173 252 14 172 175 262 15 200 178 272 16 225 181 285 17 229 182 292 18 242 195 315 19 252 210 343 20 264 210 364 21 266 231 380 22 282 249 488 23 331 261 489 24 426 353 526 Rata-rata 184 152 256 Apr 135 172 215 297 331 357 365 445 447 489 505 506 547 564 566 569 603 629 684 709 748 816 881 926 521 May 289 291 325 368 400 400 416 465 469 496 625 637 680 687 835 854 862 886 886 939 1010 1083 1328 1390 693 Jun 75 215 263 266 323 338 425 429 437 509 582 585 617 653 712 771 791 802 855 984 1098 1199 1262 1298 645 Jul 62 130 143 230 247 263 310 312 333 379 385 426 441 463 492 499 505 505 506 517 536 583 733 763 407 Aug 0 4 24 28 37 58 68 84 90 116 123 133 141 151 169 193 211 231 255 268 367 424 544 584 179 Sep 0 0 1 1 5 5 16 17 17 18 23 23 24 34 44 44 77 80 103 155 195 238 695 817 110 Oct 0 0 0 7 12 21 26 41 45 51 51 66 105 106 113 115 126 143 152 267 299 320 384 479 122 Nov 2 3 19 21 45 47 71 75 76 80 83 108 135 155 171 174 177 184 199 202 207 238 267 862 150 Dec 45 57 73 100 103 117 127 129 142 144 148 154 165 183 184 204 229 239 264 274 277 288 326 938 205

Hujan Rata-rata dan Hujan Efektif


800 700 600 500 400 300 200 100 0
Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct

Rata-rata 80% terlampaui

Efektif u/ padi Efektif u/ palawija

Nov

Dec

Gambar 7.1 Histogram Hujan Rata-rata dan Hujan Efektif

VII - 2

LAPORAN EVALUASI DAN ANALISIS HIDROLOGI

Special Study Bendungan Salomekko

Tabel 7.2 Hujan Rata-rata Bulanan, Hujan 80% Terlampaui dan Hujan Efektif Bulan Ratarata R80% 0,7 R 0,5 R 7.1.4 Jan 97 68 48 24 Feb 77 63 44 22 Mar 137 242 169 85 Apr 331 274 192 96 May 400 214 150 75 Jun 323 339 237 119 Jul 247 233 163 82 Aug 37 25 18 9 Sep 5 27 19 9 Oct 12 58 41 20 Nov 45 160 112 56 Dec 103 51 36 18

Evapotranspirasi

Evapotranspirasi dihitung dengan rumus Penman Modifikasi dari data klimatologi. Periode yang digunakan adalah setangah bulanan. Stasiun Klimatologi yang dipakai adalah Awangpone. Berikut ini tabel hitungan Penman Modifikasi dalam periode setengah bulanan tetapi tidak ditampilkan secara utuh, hanya ditampilkan data dan hasilnya. Tabel 7.3 Hitungan Evapotranspirasi
Lokasi : Posisi : Elevasi : Simbol Setengah Bulanan Stasiun Awangpone 4.5 LS 106.45 BT 10 m T RH U Kecepatan Angin (km/hari) 71.28 71.28 47.28 47.28 58.93 58.93 57.96 57.96 64.23 64.23 69.01 69.01 94.21 94.21 116.20 116.20 119.20 119.20 114.71 114.71 85.16 85.16 60.77 60.77 N Durasi Matahari Maksimum (jam/hari) 12.23 12.23 12.15 12.15 12.02 12.02 11.91 11.91 11.78 11.78 11.75 11.75 11.78 11.78 11.85 11.85 11.98 11.98 12.08 12.08 12.23 12.23 12.24 12.24 n Durasi Matahari Rerata (jam/hari) 6.01 6.01 5.59 5.59 5.91 5.91 5.91 5.91 6.38 6.38 6.20 6.20 6.67 6.67 7.66 7.66 7.96 7.96 8.31 8.31 7.62 7.62 5.25 5.25 ET0 Evapotranspirasi (mm/hari) 4.65 4.65 4.54 4.54 4.64 4.64 4.34 4.34 4.11 4.11 3.82 3.82 3.94 3.94 4.66 4.66 5.16 5.16 5.54 5.54 5.34 5.34 4.38 4.38 ET0 Evapotranspirasi (mm/15 hari) 69.73 74.37 68.13 59.04 69.62 74.26 65.03 65.03 61.69 65.81 57.37 57.37 59.08 63.02 69.90 74.56 77.46 77.46 83.04 88.57 80.10 80.10 65.70 70.08

Suhu 15 Kelembaban Harian Relatif Rerata (%) Rerata (0C) 28.54 28.54 28.46 28.46 28.51 28.51 28.19 28.19 28.05 28.05 27.43 27.43 27.04 27.04 27.21 27.21 27.71 27.71 28.38 28.38 28.80 28.80 28.60 28.60 93.86 93.86 94.20 94.20 93.56 93.56 94.72 94.72 95.25 95.25 94.76 94.76 93.98 93.98 91.36 91.36 89.78 89.78 89.23 89.23 90.48 90.48 92.35 92.35

Jan 1 Jan 2 Peb 1 Peb 2 Mar 1 Mar 2 Apr 1 Apr 2 Mei 1 Mei 2 Jun 1 Jun 2 Jul 1 Jul 2 Ags 1 Ags 2 Sep 1 Sep 2 Okt 1 Okt 2 Nop 1 Nop 2 Des 1 Des 2

VII - 3

LAPORAN EVALUASI DAN ANALISIS HIDROLOGI

Special Study Bendungan Salomekko

7.2 HITUNGAN KEBUTUHAN AIR


Kebutuhan irigasi di lahan selain dipengaruhi faktor-faktor di atas juga dipengaruhi pola tanam yang menyangkut jenis tanamannya dan tata tanam yang menyangkut lokasi dan waktu mulai tanam.

7.2.1

Pola Tanam

Berdasar Petunjuk Operasi dan Pemeliharaan Daerah Irigasi Salomekko (O&P Manual) Nippon Koei 1997, Pola Tanam yang dianjurkan adalah Padi Palawija. Padi ditanam pada musim hujan yaitu mulai Mei sampai September, sedangkan palawija ditanam pada musim kemarau yaitu dari bulan Desember sampai Maret. Gua mengetahui seberapa besar kemungkinan pemanfaatan air waduk secara lebih optimal maka perlu ditinjau beberapa alternatif pola tanam. Pola tanam yang dicoba dibahas ditampilkan pada tabel berikut.

Tabel 7.4 Skenario Pola Tanam Skenario No. 1 2 3 4 5 6 7 8 9 Kode Pd4 - Pd3 Pd3 - Pd3 Pd3 - Pd4 Plw3 - Pd3 Plw3 - Pd4 Pd3Plw3 Pd3 Pd3Plw3 Pd4 Pd4Plw3 Pd3 Pd4Plw3 Pd3 MT I Umur Tanaman (bulan) Padi Padi Padi Palawija Palawija Padi Palawija Padi Palawija Padi Palawija Padi Palawija 4 3 3 3 3 3 3 3 3 4 3 4 3 MT II Umur Tanaman (bulan) Padi Padi Padi Padi Padi Padi Padi Padi Padi 3 3 4 3 4 3 4 3 4

Bagian Luas 100% 100% 100% 100% 100% 50% 50% 50% 50% 50% 50% 50% 50%

Bagian Luas 100% 100% 100% 100% 100% 100% 100% 100% 100%

7.2.2

Tata Tanam

Tata tanam mengatur lokasi dan awal tanam, yang dalam hal ini berkait dengan ketersediaan air, agar dapat memberi manfaat yang optimal. Berdasar pola hujan DAS Salomekko yang termasuk tipe lokal, sebenarnya kurang tepat untuk disebut Musim Tanam Penghujan dan Musim Tanam Kemarau. Di lapangan musim tanam I adalah kemarau yaitu sekitar bulan Desember sampai Maret, musim tanam II adalah penghujan yaitu bulan April sampai Agustus. Sedangkan bulan September sampai November lahan

VII - 4

LAPORAN EVALUASI DAN ANALISIS HIDROLOGI

Special Study Bendungan Salomekko

tidak ditanami (bera), atau kalau ada yang tanam hanya sebagain kecil. Dalam studi ini, penamaan musim tanam menggunakan sebutan Musim Tanam I dan Musim Tanam II yang masing-masing dapat disebut musim kemarau karena hujan rata-rata bulanan < 150 mm dan musim penghujan karena hujan rata-rata bulanan > 150 mm. Skenario pola tanam yang dievaluasi cukup banyak yaitu 9 alternatif, sedangkan pada masing-masing skenario dicoba-coba awal tanamnya hingga didapat kebutuhan suplai irigasi minimum. Mulai bulan November meskipun masih musim kemarau tetapi sudah mulai basah akibat terpengaruh musim hujan sisi barat daratan yang berpola monsoon. Awal musim tanam I yang dicoba dimulai dari November I setelah panen langsung bersambung dengan musim tanam II. Masing-masing bergeser per periode bulanan hingga didapat volume kebutuhan irigasi tahunan yang minimum yang ditandai dengan naiknya kembali volume kebutuhan per-tahun. Mengingat bahwa untuk DI Salomekko akan ada pergeseran awal tanam sekitar 1 bulan maka volume kebutuhan minimum yang diambil adalah 2 periode berurutan yang minimum.

7.2.3

Hitungan dan Hasilnya

Kebutuhan irigasi di Intake dihitung dari kebutuhan di lahan dikalikan Luas Areal dan dibagi Efesiensi Irigasinya. Efisiensi irigasi diambil 0,65, sesuai KP. Dalam hitungan ini juga dipertimbangkan adanya golongan praktis yang terjadi karena kemampuan petani dalam mengolah lahan. Perhitungan dilakukan dalam spreadsheet standar yang telah umum dipakai dengan periode setengah bulanan. Contoh spreadsheet hitungan kebutuhan air seluruh DI (1722 ha) dan rangkuman kebutuhan irigasi dalam periode bulanan ditampilkan dalam lampiran. Berikut ini ditampilkan sebagian dari spreadsheet hitungan dan rangkuman hasil dalam volume pertahun, tampak volume terkecil adalah ubtuk pola tanam Palawija Padi.

VII - 5

LAPORAN EVALUASI DAN ANALISIS HIDROLOGI

Special Study Bendungan Salomekko

Tabel 7.5 Contoh Spreadsheet hitungan kebutuhan air irigasi.


Tabel Kebutuhan Irigasi DI Salomekko
Uraian ETo P Reff Paddy Reff Palawija Eo = Eto * 1.1 M = Eo + P T S K=M*T/S LP = M * ek / ( ek -1 ) (mm/hr) (mm/hr) (mm/hr) (mm/hr) (mm/hr) (mm/hr) hr mm (mm/hr) Jan 1 4.66 2.00 2.41 1.72 5.12 7.12 30.00 250.0 0.85 12.40 2 4.66 2.00 1.99 1.42 5.12 7.12 30.00 250.0 0.85 12.40 Feb 1 4.55 2.00 1.89 1.35 5.01 7.01 30.00 250.0 0.84 12.32 2 4.55 2.00 1.97 1.41 5.01 7.01 30.00 250.0 0.84 12.32 Mart 1 4.65 2.00 2.68 1.91 5.12 7.12 30.00 250.0 0.85 12.39 2 4.65 2.00 3.48 2.49 5.12 7.12 30.00 250.0 0.85 12.39 Apr 1 4.34 2.00 6.43 4.60 4.78 6.78 30.00 250.0 0.81 12.18 2 4.34 2.00 9.01 6.43 4.78 6.78 30.00 250.0 0.81 12.18 Mei 1 4.12 2.00 9.52 6.80 4.53 6.53 30.00 250.0 0.78 12.02 2 4.12 2.00 8.58 6.13 4.53 6.53 30.00 250.0 0.78 12.02 Jun 1 3.83 2.00 9.41 6.72 4.22 6.22 30.00 250.0 0.75 11.82 2 3.83 2.00 5.67 4.05 4.22 6.22 30.00 250.0 0.75 11.82 Jul 1 3.95 2.00 7.79 5.56 4.34 6.34 30.00 250.0 0.76 11.90 2 3.95 2.00 3.51 2.51 4.34 6.34 30.00 250.0 0.76 11.90 Agt 1 4.67 2.00 0.81 0.58 5.13 7.13 30.00 250.0 0.86 12.40

Cropping Pattern

Basic Data

MT I Palawija
Crop Coef. Kc : - Crop season I : paddy Area Factor Kc with Area Factor - Crop season II: paddy Area Factor Kc with Area Factor - Crop Seasion I: Palawija Area Factor Kc with Area Factor Land Preparation LP - Crop season I : paddy Area Factor LP with Area Factor - Crop season II: paddy Area Factor LP with Area Factor (mm/hr) Consumtive use ETc with Area Factor - Crop season I : paddy (mm/hr) - Crop season II: paddy (mm/hr) - Crop Seasion I: Palawija (mm/hr) Percolation with Area Factor - Crop season I : paddy (mm/hr) - Crop season II: paddy (mm/hr) - Crop Seasion I: Palawija (mm/hr) Water Layer Replacement 1.16 2.91 3.98 4.55 4.23 2.95 (mm/hr) 12.18 0.50 6.09 0.98 0.50 0.50 0.25 0.75 0.5 0.5 0.5 0.63 1.00 0.75 0.50 0.50 0.88 1 1 0.5 0.5 1.00 0.82 1.00 0.50 0.50 0.91 0.45 0.82 0.5 0.5 0.64 0.45 0.50 0.23 -

LP

MT II Padi

1.10 0.50

0.55

1.10 1.1 0.5 0.5 1.10

1.05 1.10 0.50 0.50 1.08

1.05 1.05 0.5 0.5 1.05

0.95 1.05 0.50 0.50 1.00

0 0.95 0.5 0.5 0.48

0.50 -

12.18 12.18 0.50 0.50 12.18 -

12.02 0.50 6.01 2.27 1.00

4.53 2.00

4.12 2.00

4.02 2.00

3.95 2.00

1.87 2.00

1.00

3.30 3.30 Area Factor WLR with Area Factor NFR - Crop season I : paddy - Crop season II: paddy - Crop Seasion I: Palawija - Crop season I : paddy - Crop season II: paddy - Crop Seasion I: Palawija Total DR - Crop season I : paddy - Crop season II: paddy - Crop Seasion I: Palawija Total Diversion Discharge - Crop season I : paddy - Crop season II: paddy - Crop Seasion I: Palawija Total Irrgation Area Max. Diversion Requirement Max. Diversion Discharge (mm/hr) (mm/hr) (mm/hr) (mm/hr) (lt/dt/ha) (lt/dt/ha) (lt/dt/ha) (lt/dt/ha) 1.49 0.17 0.17 2.63 0.30 0.30 3.14 0.36 0.36 2.32 0.27 0.27 0.46 0.05 0.05 3.17 0.37 0.37 0.50 1.65 0.50 1.65 2.00 0.23 0.23

3.30 3.30 0.50 1.65 0.50 1.65 2.01 0.23 0.23 -

(lt/dt/ha) (lt/dt/ha) (lt/dt/ha) (lt/dt/ha) (m3/dt) 0% 100% 100% (m3/dt)

0.27 0.27

0.47 0.47

0.56 0.56

0.41 0.41

0.08 0.08

0.56 0.56

0.36 0.36

0.36 0.36

0 = = =

0.46 0.46 1,722 0.56 0.97

0 0.81 0.81 ha lt/dt/ha m3/dt

0.96 0.96

0 0.71 0.71

0.14 0.14

0 -

0.97 0.97

0 -

0 -

0.61 0.61

0 -

0.62 0.62

0 -

Average Discharge Annual Irrigation Volume

= =

0.22 6.94

m3/dt juta m3

VII - 6

LAPORAN EVALUASI DAN ANALISIS HIDROLOGI

Special Study Bendungan Salomekko

Tabel 7.6 Rangkuman Hitungan Kebutuhan Air Irigasi


No. 1 a b c d 2 a b c d 3 a b c d 4 a b c d e f 5 a b c d e f 6 a b c d 7 a b c d 8 a b c d 9 a b c d Pola dan Tata Tanam
Debit Maks. Rata-rata m3/det Volume Pertahun juta m3

m3/det Awal MT I Awal MT II Padi (4 bln-100%) - Padi (3 bln-100%) November I April I 3.64 November II April II 2.87 Desember I Mei I 2.30 Desember II Mei II 2.37 Padi (3 bln-100%) - Padi (3 bln-100%) November I Maret I 3.64 November II Maret II 2.87 Desember I April I 2.04 Desember II April II 2.02 Padi (3 bln-100%) - Padi (4 bln-100%) November I Maret I 3.64 November II Maret II 2.87 Desember I April I 2.04 Desember II April II 2.41 Palawija (3 bln-100%) - Padi (3 bln-100%) November I Maret I 3.17 November II Maret II 2.98 Desember I April I 2.73 Desember II April II 1.76 Januari I Mei I 0.97 Januari II Mei II 1.55 Palawija (3 bln-100%) - Padi (4 bln-100%) November I Maret I 3.17 November II Maret II 2.98 Desember I April I 2.73 Desember II April II 1.76 Januari I Mei I 1.80 Januari II Mei II 2.41 Padi 50% & Palawija 50% (3 bln) - Padi (3 bln-100%) November I Maret I 2.73 November II Maret II 1.76 Desember I April I 1.45 Desember II April II 1.55 Padi 50% & Palawija 50% (3 bln) - Padi (4 bln-100%) November I Maret I 2.73 November II Maret II 1.76 Desember I April I 1.80 Desember II April II 2.41 Padi 50% 4 bln & Palawija 50% 3 bln - Padi (4 bln-100%) November I April I 2.22 November II April II 1.55 Desember I Mei I 2.30 Desember II Mei II 2.37 Padi 50% 4 bln & Palawija 50% 3 bln - Padi (4 bln-100%) November I April I 2.22 November II April II 2.41 Desember I Mei I 2.44 Desember II Mei II 2.80

0.82 0.87 0.73 0.76 0.82 0.72 0.50 0.51 0.85 0.80 0.65 0.69 0.50 0.40 0.34 0.28 0.22 0.29 0.50 0.41 0.37 0.28 0.37 0.47 0.59 0.34 0.37 0.42 0.62 0.42 0.52 0.59 0.53 0.44 0.57 0.65 0.69 0.61 0.76 0.85

25.80 27.30 23.04 24.03 25.82 22.68 15.67 16.12 26.81 25.23 20.43 21.63 15.85 12.76 10.79 8.69 6.94 9.26 15.90 12.82 11.78 8.69 11.77 14.77 18.47 10.68 11.56 13.15 19.46 13.23 16.38 18.66 16.79 13.74 18.00 20.51 21.61 19.24 24.03 26.66

Catatan: sel dengan shading adalah harga berurutan yang minimum.

VII - 7