You are on page 1of 14

Etika Politik

Disusun Oleh : Ari Nur Fauzi Cahyaningsih 1010711060

S1 Keperawatan Fakultas Ilmu-ilmu kesehatan Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jakarta Tahun Ajaran 2010/2011

I. Pendahuluan :
Pancasila sebagai suatu sistem filsafat pada hakikatnya merupakan suatu nilai sehingga merupakan sumber dari segala penjabaran dari norma baik norma hukum, norma moral maupun norma kenegaraan lainya. Dalam filsafat pancasila terkandung didalamnya suatu pemikiran-pemikiran yang bersifat kritis, mendasar, rasional, sistematis dan komprehensif (menyeluruh) dan sistem pemikira ini merupakan suatu nilai, Oleh karena itu suatu pemikiran filsafat tidak secara langsung menyajikan norma-norma yang merupakan pedoman dalam suatu tindakan atau aspek prasis melainkan suatu nilai yan bersifat mendasar. Nilai-nilai pancasila kemudian dijabarkan dalam suatu norma yang jelas sehingga merupakan suatu pedoman. Norma tersebut meliputi norma moral yaitu yang berkaitan dengan tingkah laku manusia yang dapat diukur dari sudut baik maupun buruk. Kemudian yang ke dua adalah norma hukum yaitu suatu sistem perundang-undangan yang berlaku di Indonesia. Dalam pengertian inilah maka pancasila berkedudukan sebagai sumber dari segala hukum di Indonesia, pancasila juga merupakan suatu cita-cita moral yang luhur yang terwujud dalam kehidupan sehari-hari bangsa Indonesia sebelum membentuk negara dan berasal dari bangsa indonesia sendiri sebagai asal mula (kausa materialis). Pancasila bukanlah merupakan pedoman yang berlangsung bersifat normatif ataupun praksis melainkan merupakan suatu sistem nilai-nilai etika yang merupakan sumber hukum baik meliputi norma moral maupun norma hukum, yang pada giliranya harus dijabarkan lebih lanjut dalam norma-norma etika, moral maupun norma hukum dalam kehidupan kenegaraan maupun kebangsaan.

II. Masalah :
1. Semakin merosotnya etika para pejabat Negara kita. 2. Kurangnya perhatian dari pemerintah. 3. Obama Akan Dikepung Demonstran di Depok. 4. Nim AS, Panglima TNI Disuruh Beri Kondom.

5. Kondom Bekas Dibahas di Rapat DPR. 6. Kurangnya pendidikan tentang etika di bangku sekolah. 7. Kurangnya pemahaman tentang etika di kalangan para pejabat. 8. Etika sudah dianggap kurang penting dalam kehidupan sehari-hari.

III. Analisis Masalah :


1. PANCASILA Pancasila sebagai pandangan hidup bangsa Indonesia, mengatur masalah kehidupan dan kerukunan dalam beragama. Akan tetapi rakyat Indonesia belum memahami isi kandungan dalam pancasila sendiri. 2. DEPAG Departemen yang menaungi masalah keagamaan di Indonesia. Akan tetapi dalam pelaksanaanya Depag dianggap kurang maksimal dalam melaksanakan tugasnya. Karena selama ini Depag sepertinya hanya mengurusi masalah-masalah umum tentang keagamaan. 3. DEPDIKNAS Lembaga yang menaungi masalah pendidikan serta berperan untuk meningkatkan mutu generasi-generasi muda. Akan tetapi DEPDIKNAS kurang memberikan penyuluhan tentang pentingnya etika yang baik dalam kehidupan sehari-hari. 4. DEPKUM dan HAM Lembaga yang menaungi masalah hukum dan HAM di Indonesia. Setiap warga Negara berhak mendapat perlindungan hukum dari Negara dan Setiap orang mempunyai hak yang sama dalam memperoleh pembelajaran etika demi tercapainya kehidupan yang bermatabat serta mendapatkan jaminan hak-hak asasi manusia adalah bukti kemanusiaan yang adil dan beradab, karena hak asasi manusia menyatakan bagaimana manusia wajib diperlakukan dan wajib tidak diperlakuakan agar sesuai dengan martabatnya sebagai manusia.

5. POLISI Polisi sebagai lembaga negara bertugas untuk mengawasi dan menjaga warga negaranya agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diharapkan. Polisi juga sebagai lembaga Negara seharusnya memiliki etika yang baik dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat umum. 6. UU Undang-undang sebagi dasar negara Indonesia, menjadi tolak ukur dalam menjalankan segala peraturan yang berlaku. Termasuk masalah etika dalam berpolitik. 7. INFORMASI Bertugas untuk memberikan informasi yang sebenar-benarnya mengenai segala macam aspek berita yang di butuhkan oleh masyarakat. Termasuk masalah etika dalam berpolitik yang sudah tidak ada nilainya lagi di kalangan para pejabat tinggi. 8. KEUANGAN Bertugas untuk mengatur masalah keuangan dalam negara. Baik pemasukkan maupun pengeluaran, serta digunakannya anggaran untuk memfasilitasi masalah pembangunan di Negara ini. 9. BUDAYA Semakin merosotnya nilai etika di Negara ini dapat membuat budaya Indonesia yang tadinya di anggap baik menjadi tidak ada nilainya lagi di mata dunia. Hal itu dapat membuat nama Indonesia menjadi buruk di kancah perpolitikan internasional.

10. ADAT Adat yang tadinya di junjung tinggi oleh bangsa Indonesia, sekarang menjadi tidak ada gunanya lagi akibat tingkah laku para pejabat Negara yang mempermalukan nama Indonesia di mata dunia. 11. DEPSOS Depsos sejatinya merupakan piranti negara yang berperan sebagai perancang kebijakan sosial makro yang memayungi berbagai upaya penanganan masalah sosial pada tingkat nasional. Dengan begitu, kondisi kesejahteraan sosial yang berdimensi luas dan berkelanjutan dapat diwujudkan. 12. PARPOL Suatu lembaga yang berperan untuk menampung aspirasi-aspirasi dari masyarakat umum. Termasuk masalah merosotnya etika para pejabat Negara. 13. DEPKES DEPKES yang bertugas untuk menangani masalah kesehatan seharusnya lebih mengedepankan masalah kualitas pelayanan-pelayanan di berbagai rumah sakit. Tapi pada kenyataannya masih banyak rumah sakit yang memberikan pelayanan yang buruk terhadap pasien. 14. DPR DPR sebagai lembaga tinggi negara dalam sistem ketatanegaraan Indonesia yang merupakan lembaga perwakilan rakyat dan memegang kekuasaan membentuk Undang-Undang, seharusnya dapat menjalankan tugasnya dengan lebih baik lagi dalam Menyerap, menghimpun, menampung dan menindak lanjuti aspirasi masyarakat. Tetapi pada kenyatataannya justru para anggota DPR lah yang melakukan tindakan memalukan tersebut.

15. PRESIDEN Presiden sebagai pemimpin Negara ini diharapkan dapat lebih bertindak tegas dalam menangani masalah merosotnya nilai etika dikalnagan para pejabat Negara. Karena masalah ini harus di atasi secara cepat dan tepat, agar tidak semakin melebarnya masalah ini. 16. PEMIMPIN Seharusnya seorang pemimpin itu dapat mencontohkan tindakan yang baik kepada para pengikutnya. Dan memiliki kewajiban untuk memberikan penghidupan yang layak kepada para warganya. 17. KEJAKSAAN AGUNG Kejaksaan agung sebagai lembaga Neraga bertugas untuk melakukan pengawasan atas pelaksanaan tugas dan pembangunan semua unsur Kejaksaan, agar terlaksana sesuai dengan peraturan perundang-undangan, rencana dan program kerja serta kebijaksanaan yang ditetapkan Jaksa Agung. 18. MASYARAKAT Masyarakat di harapkan dapat bekerja sama dengan pemerintah dalam menangani masalah diskriminasi agama di Negara ini. Karena biar bagaimanapun masyarakat juga memiliki peranan penting dalam terciptanya Negara yang lebih baik lagi. 19. KPK KPK sebagai lembaga yang khusus menangani masalah korupsi di Negeri ini, seharusnya dapat menjalankan tugasnya lebih baik lagi. KPK diharapkan dapat menangkap siapapun yang melakukan tindak korupsi. Terutama para pelaku korusi di bidang kesehatan, sehingga masyarakat mendapatkan penanganan yang lebih baik.

20. HUKUM Adanya ketidakadilan hukum di Indonesia, yang menyebabkan kaum minoritas selalu menjadi pihak yang bersalah dalam suatu kasus. Hukum di Indonesia saat ini hanya memandang dari kemampuan dan kekayaan seseorang saja, sehingga pihak yang bersalah justru dapat hidup bebas di luar sana karena dapat membeli hukum itu. 21. RT/RW RT/ RW seharusnya dapat membimbing warganya untuk menanamkan pendidikan etika di masyarakat umum. Sehingga dapat terciptanya kehidupan yang bermartabat. 22. MAHASISWA Mahasiswa sebagai generasi muda penerus bangsa seharusnya dapat membawa Negara ini kearah yang lebih baik lagi. Dan dapat mewujudkan semua harapan dan cita-cita para masyarakat. 23. GUBERNUR Gubernur sebagai seorang kepala daerah disuatu provinsi dihapkan dapat menjalankan tugasnya dengan baik. Sehingga dapat membawa provinsi yang di pimpinnya menjadi provinsi yang maju. 24. WAPRES Wapres sebagai orang nomor 2 di suatu negara, berdasarkan UUD 45 wakil presiden berfungsi menggantikan presiden bila berhalangan. Namun dalam praktiknya, seorang wapres seharusnya tidak hanya bertugas untuk menggantikan presiden, melainkan juga bertugas untuk membangun Neraga ini agar menjadi lebih baik lagi.

25. LSM LSM sebagai sebuah organisasi yang didirikan oleh perorangan ataupun sekelompok orang yang secara sukarela yang memberikan pelayanan kepada masyarakat umum tanpa bertujuan untuk memperoleh keuntungan dari kegiatannya. 26. MEDIA MASA Media masa sebagai tempat masyarakat untuk mendapatkan informasi yang dibutuhkan, seharusnya dapat memberikan informasi yang sebenar-benarnya tanpa adanya kebohongan sedikitpun. 27. DOKTER Sebagai seorang tenaga kesehatan yang menjadi tempat kontak pertama pasien untuk menyelesaikan semua masalah kesehatan yang dihadapi tanpa memandang jenis penyakit, organologi, golongan usia, dan jenis kelamin dan yang lainnya, seharusnya seorang dokter dapat menjalankan tugasnya dengan sebaik mungkin dan seefisien mungkin, sehingga kesehatan para masyarakat dapat menjadi lebih baik lagi. 28. PERAWAT Perawat sebagi seorang tenaga medis diharapkan dapat memberikan pelayanan keperawatan kepada individu, keluarga, kelompok atau masyarakat sesuai diagnosis masalah yang terjadi mulai dari masalah yang bersifat sederhana sampai pada masalah yang kompleks. 29. RUMAH SAKIT Rumah sakit sebagai sebuah institusi perawatan kesehatan profesional yang pelayanannya disediakan oleh dokter, perawat, dan tenaga ahli kesehatan lainnya, seharusnya dapat memberikan pelayanan yang terbaik bagi para pasien-pasiennya, seperti pelayanan medis dan pelayanan penunjang medis

30. MPR MPR sebagai lembaga legislatif bikameral yang merupakan salah satu lembaga tinggi negara dalam sistem ketatanegaraan Indonesia, yang terdiri atas anggota Dewan Perwakilan Rakyat dan anggota Dewan Perwakilan Daerah yang brtugas untuk mengubah dan menetapkan Undang-Undang Dasar Republik Indonesia 1945, serta Undang-Undang Dasar. 31. DPRD DPRD sebagai parlemen lokal di daerah diharapkan dapat menampung aspirasiaspirasi masyarakat pedesaan yang belum terjangkau oleh pemerintah pusat. Sehingga dapat mewujudkan apa yang menjadi keinginan rakyat kecil. 32. DEPLU DEPLU sebagai suatu lembag di Indonesia bertugas untuk melakukan penyelenggaraan hubungan luar negeri dan pelaksanaan politik luar negeri, termasuk sarana dan mekanisme pelaksanaannya, koordinasi di pusat dan perwakilan, wewenang dan pelimpahan wewenang dalam penyelenggaraan hubungan luar negeri dan pelaksanaan politik luar negeri serta memberikan perlindungan kepada warga negara Indonesia, termasuk pemberian bantuan dan penyuluhan hukum, serta pelayanan konsuler. 33. SEKOLAH Sekolah sebagai sebuah lembaga yang dirancang untuk pengajaran siswa di bawah pengawasan guru, diharapkan dapat menghasilkan generasi-generasi penerus bangsa yang baik dan dapat membawa negara ini kearah yang lebih baik lagi.

34. PASIEN Pasien sebaagai seseorang yang menerima perawatan medis yang menderita penyakit atau cedera dan memerlukan bantuan dokter untuk memulihkannya sering kali tidak mendapatkan pelayanan yang maksimal dari pihak rumah sakit, terutama jika pasien tersebut dari kalangan miskin. 35. PUSKESMAS Puskesmas sebagai organisasi fungsional yang menyelenggarakan upaya kesehatan yang bersifat menyeluruh, terpadu, merata, dapat diterima dan terjangkau oleh masyarakat, dengan peran serta aktif masyarakat dan menggunakan hasil pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi tepat guna, dengan biaya yang dapat dipikul oleh pemerintah dan masyarakat. Akan tetapi pada kenyataannya banyak puskesmas-puskesmas yang memungut biaya kesehatan dengan harga yang mahal. 36. ORANG TUA Orang tua harus bias memberikan pemahaman kepada anaknya tentang pentingnya memiliki etika yang baik dalam kehidupan sehari-hari. Baik dalam kehidupan beragama maupun dalam kehidupan bernegara. 37. TEMAN BERMAIN Teman bermain sebagai orang yang dekat dengan kita, seharusnya dapat memberikan contoh yang baik dalam bergaul kepada sesame teman sebaya maupun kepada orang yang lebih tua dari kita. 38. GURU Guru sebagi orang yang memberikan ilmu kepada kita harus dapat memberikan dan menanamkan pentingnya memiliki etika yang baik. Sehingga dapat tercapainya kehidupan yang bermartabat dan lebih baik lagi dari sebalumnya.

39. DOSEN Dosen harus dapat memberikan pendidikan tertang etika kepada para mahasiswanya. Sehingga mahasiswa tersebut dapat menjadi orang yang membagakan dikemudian hari. 40. UNIVERSITAS Universitas sebagai sebuah lebaga yang memberikan pendidikan kepada para generasi muda, harus dapat menghasilkan generasi muda yang memilki etika yang baik dalam menjalani kehidupan beragama dan bernegara. 41. TOKOH AGAMA Tokoh agama sebagai orang yang mengetahui masalah agama dengan baik, harus bisa mengajarkan kepada para umutnya untuk memiliki etika yang baik. 42. MENPORA Mepora sebagai wadah bagi para generasi muda harus bisa menanamkan kepada para diri generasi nuda untuk selalu beretika yang baik. 43. KEBUDAYAAN DAN PARIWISATA Untuk mengembangkan kebudayaan di Indonesia, harus di mulai dari sikap warganya sendiri. Warga yang baik adalah warga yang emmilki etika yang baik pula. 44. SDM Semakin baiknya SDM yang ada, semakin maju juga Negara ini kedepannya. Karena kemajuan dari sebuah Negar dipengaruhi oleh Sumber Daya Manusia yang ada di Negar itu sendiri.

45. LURAH Sebagai seorang pemimpin, harus bisa memberikan contoh yang baik kepada para warganya. Lurah sendiri pun harus memilki etika yang terpuji, demi terwujudnya kehidupan yang lebih baik lagi. 46. KELUARGA Keluarga sebagai orang yang paling dekat dengan kita, harus menanamkan nilainilai moral yang baik termasuk tentang etika berpolitik. 47. KETUA DPR Ketua DPR sebagai orang yang memiliki kedudukan tertinggi di DPR harusnya dapat mencegah hal yang dapat merusak nama DPR RI itu agar tidak terjadi. 48. BADAN KEHORMATAN DPR Badan Kehormatan DPR seharusnya dapat menjalankan tugasnya dengan sebaikbaiknya. Dan dapat menindak para pelaku pelanggar etika politik tersebut. Karena hal itu dapat merusak nama baik dewan perwakilan rakyat sendiri. Sehingga badan kehormatan dianggap tidak dapat melakukan tugasnya. 49. LINGKUNGAN SEKITAR Lingkungan sekitar sangat besar pengaruhnya dalam terbentuknya kepribadian seseorang. Jadi, agar terbentuknya kepribadian yang baik, lingkungan sekitar pun harus menanamkan nilai-nilai yang baik pula. 50. DIRI SENDIRI Kepribadian dari setiap individu pun sangat berpengaruh besar terhadap perilaku yang dilakukan di dalam masyarakat. Jadi, diharapkan setiap individu dapat memilki kepribadian yang baik.

IV. Upaya- Upaya yang dapat dilakukan :


1. Meningkatkan kualitas moral dari setiap individu. 2. Tanamkan pada diri setiap individu tentang pentingnya memilki etika yang baik dalam kehidupan beragama dan bernegara. 3. Berikan pendidikan tentang etika di sekolah-sekolah. 4. Adanya pengendalian diri, sesuai dengan falsafah pancasila. 5. Adanya kepekaan terhadap lingkungan di masyarakat. 6. Memelihara jati diri, jiwa kebangsaan dan jiwa berpolitik.

V. Kesimpulan :
1. Semakin merosotnya etika para pejabat tinggi di Negara ini. 2. Kurangnya perhatian dari pemerintah dalam menangani kasus-kasus tersebut. 3. Para pejabat Negar tidak dapat memberikan contoh yang baik kepada para warganya.

VI. Daftar Referensi :


www.google.com

indonesia.faithfreedom.org/.../kondom-bertebaran-di-gedung-dpr www.scribd.com/doc/.../Kisah-Kondom-Dari-Senayangroups.yahoo.com/group/Forum-Pembaca-Kompas/ www.freelists.org/.../ppiindia-Re-masih-ada-kondom-di-gedung-DPR www.swaranusa.net www.tempointeraktif.com www.indowebster.web.id www.cathnewsindonesia.com

LAMPIRAN