Вы находитесь на странице: 1из 2

Title: Prevalensi Benda Asing Pada Telinga, Hidung, Trakeobronkial, dan Esofagus di Departemen THT FK USU/RSUP H Adam Malik

tahun 2010 Authors: Nastia, Puja Advisors: Rambe, Andrina YM Issue Date: 29-Feb-2012 Abstract: Background: Foreign bodies object in an organ are objects that comes from outside the body, and under normal circumstances do not exist. Sometimes it becomes a serious problem. Most people have little attention on the problem of foreign bodies that enter organs, patients come to the hospital or to the doctor after the foreign bodies showed serious symptoms that make patients feel uncomfortable or feel pain. Objective: The purpose of this study is to obtain the characteristics of patients with foreign body objects in the ear, nose, tracheobronchial, and esophagus in the Department of Otolaryngology Faculty of Medicine USU/RSUP H Adam Malik Medan in 2010. Methods: This research is a descriptive study with case series (retrospective) design. The samples are obtained with a total sampling method in which all the patients diagnosed with foreign bodies in ear, nose, trachea, bronchus, and esophagus in the Department of Otolaryngology Faculty of Medicine USU and Medical Records RSUP H Adam Malik Medan in 2010 are included. Results: From the 110 cases obtained, the majority of patients were male (69 person), and based on the age group, most of the patients are children ( 61 person). Most of the foreign body that was found are categorized non-organic (71,8%) with cotton as the majority foreign body acquired (26,4%). According to the location of obstruction, the ear was the most frequent location that had a foreign body with 47 cases (42,7%). Conclusion: The conclusion of this study its recommended for parents to pay attention to their children especially boys while playing with the non-organic objects like cottons potensial in entering body carity especially ears cannal. Abstract (other language): Latar Belakang: Benda asing di dalam suatu organ adalah benda yang berasal dari luar tubuh, yang dalam keadaan normal tidak ada. Kadang kala menjadi suatu problema yang serius. Kebanyakan masyarakat tidak terlalu menghiraukan masalah benda asing yang masuk kedalam organ tubuh mereka, mereka datang ke rumah sakit atau ke dokter setelah benda asing tersebut menunjukkan gejala-gejala yang serius sehingga membuat pasien merasa tidak nyaman atau merasa kesakitan. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui prevalensi benda asing di telinga, hidung, trakeobronkial, dan esofagus di Departemen THT FK USU/RSUP H Adam Malik tahun 2010. Metode: Penelitian ini bersifat deskriptif dengan desain penelitian case series (retrospektif). Dengan sample yang didapatkan melalui metode total sampling dimana seluruh pasien yang didiagnosa dengan benda asing di telinga, hidung, trakea-bronkus, dan esofagus di Departemen THT FK USU dan Rekam Medis RSUP H Adam Malik Medan tahun 2010. Hasil: Dari 110 kasus penelitian yang didapat sebagian besar penderita berjenis kelamin laki-laki sebanyak 69 orang

(62,7%), berdasarkan umur kelompok anak-anak merupakan yang paling banyak adalah sebanyak 61 orang (55,5%), sedangakan kapas merupakan jenis benda asing yang paling banyak ditemukan sebanyak 29 kasus (26,4%), dan benda asing terbanyak adalah benda asing non organik yaitu sebanyak 79 kasus (71,8%), terakhir menurut lokasi benda asing yang terbanyak berada pada telinga yaitu sebanyak 47 kasus (42,7%). Kesimpulan: dari penelitian ini dapat dsarankan pada orang tua untuk mengawasi anak-anaknya terutama anak laki-laki saat bermain dengan benda yang berpotensial non-organik seperti kapas masuk ke dalam rongga tubuh terutama telinga. Keywords: Foreign Body Ears Nose Tracheobronchial Esophageal URI: http://repository.usu.ac.id/handle/123456789/31256 Appears in Collections: SP - General