You are on page 1of 22

LAPORAN HASIL KUNJUNGAN RUMAH

I. IDENTITAS PASIEN DAN KELUARGA A. Identitas Pasien Nama Umur Jenis Kelamin : Tn. Syaiful : 33 Tahun : Laki-laki

Status perkawinan : Menikah Alamat Agama Suku Bangsa Pendidikan Pekerjaan : Jl. J, Gang Perintis RT 10 RW 10, Kebon Baru : Islam : Betawi : Tamat SD : Buruh bangunan

B. Identitas Kepala Keluarga Nama Umur Jenis Kelamin : Tn. Syaiful : 33 Tahun : Laki-laki

Status perkawinan : Menikah Alamat Agama Suku Bangsa Pendidikan Pekerjaan : Jl. J, Gang Perintis RT 10 RW 10, Kebon Baru : Islam : Betawi : Tamat SD : Buruh bangunan

C. Sumber Pembiayaan Kesehatan Non-Jaminan : Biaya pribadi

D. Perilaku Kesehatan Keluarga 1. Bila ada anggota keluarga yang sakit, yang pertama dilakukan : - Diobati sendiri Bila diobati sendiri, apa yang dilakukan apabila yang sakit belum sembuh juga, Jelaskan: berobat ke Puskesmas atau klinik dokter 24 jam 2. Keikut sertaan pada program Kesehatan di lingkungan rumah : - Posyandu balita: tidak - Posyandu lansia: tidak - Perkumpulan kesehatan lainnya : tidak 3. Pemanfaatan waktu luang : Olah raga : tidak Rekreasi : tidak Melakukan hobi : tidak Aktivitas Sosial di Lingkungan pemukiman : ya -Arisan : tidak -Pertemuan RT : tidak -Organisasi : tidak

II. PROFIL KELUARGA Tabel 1. Daftar Anggota Keluarga Kandung


No Nama Kdudukan dalam Keluarga Bapak Ibu Anak I Sex Umur (thn) 33 25 4 Pedidikan Pekerjaan Keterangan Tempat Tinggal

1. 2. 3.

Syaiful Ois Samsidah Akbar Eksel

L P L

Tamat SD Tamat SMP Belum sekolah

Buruh Sakit bangunan Ibu rumah Sakit tangga Tidak Sehat bekerja

s.d.a
s.d.a s.d.a

Diagram 1. Genogram Keluarga Kandung Pasien

10

11

12

7 13 14

Keterangan: 1. Kakek dari ayah 2. Nenek dari ayah 3. Kakek dari ibu 4. Nenek dari ibu 5. Ayah (pasien) 6. Ibu (istri pasien) 7. Anak pasien (laki-laki) 8. Kakak keempat pasien (perempuan) 9. Kakak ketiga pasien (laki-laki) 10. Kakak kedua pasien (laki-laki) 11. Kakak pertama pasien (laki-laki) 12. Istri kakak pertama pasien : meninggal : meninggal : sehat : sehat : sakit : sehat : sehat : meninggal : meninggal : sehat : sehat : sehat

13. Anak kakak pertama pasien (laki-laki) : sehat 14. Anak kakak pertama pasien (laki-laki) : sehat

III. RESUME PENYAKIT DAN PENATALAKSANAAN YANG SUDAH DILAKUKAN Dilakukan dengan autoanamnesa dan alloanamnesa (suami pasien) pada Tanggal 21 Desember 2012

A. Keluhan Utama Badan semakin kurus sejak dua bulan terakhir

B. Riwayat Penyakit Sekarang Pasien mengeluhkan sejak dua bulan terakhir ini badannya menjadi semakin kurus. Pasien juga mengeluhkan sering merasa sakit atau tidak enak badan, terutama jika pasien merasa kelelahan. Dua bulan belakangan pasien merasa kondisi kesehatannya sering terganggu, keluhan yang dirasakan pasien seperti badan terasa pegal-pegal, cepat lelah, meriang atau panas dingin dan kadang juga dirasakan sakit kepala. Pasien tidak mengeluhkan adanya batuk, batuk berdarah, sesak nafas, dada berdebardebar. Pasien juga tidak mengeluhkan adanya mual, muntah, diare, tidak nafsu makan, ataupun nyeri perut. Buang air besar tidak ada keluhan, 1 hari 2x, konsistensi lunak.Buang air kecil juga tidak ada keluhan. Pasien mengeluhkan badanya yang semakin kurus, namun pasien mengaku tidak mengalami penurunan nafsu makan dan porsi makananya cukup banyak, tetapi pasien memang sehari-harinya sering makan-makanan diluar seperti gorengan, makan mie instan dan makanan yang tidak bergizi. Belakangan ini pasien sering mengalami pegal-pegal dan sakit kepala. Setiap pasien merasa pegal-pegal dan sakit kepala, pasien hanya minum obat yang dia beli di warung, bahkan terkadang jika pasien sedang punya uang, pasien membeli minuman anggur merah untuk menghilangkan rasa pegal-pegal dan sakit kepalanya. Pasien merasa lebih baikan setiap kali minum minuman anggur merah.

C. Riwayat Penyakit Dahulu Darah tinggi (-) DM (-) 4

Penyakit jantung (-) Penyakit ginjal (-) Alergi (-) Asthma (-)

Riwayat Kebiasaan Pasien memiliki kebiasaan merokok, 1 hari kurang lebih merokok sebanyak 1 bungkus, merk djarum super. Kebiasaan merokok pasien ini sudah dijalani nya sejak kelas 4 SD sejak tahun 1989 sampai sekarang pasien masih merokok, meskipun frekuensi merokoknya saat ini sudah jauh berkurang. Pasien memiliki kebiasaan minum anggur merah, 1 minggu kurang lebih 2 botol. Kebiasaan minum pasien ini sudah dijalani nya sejak kelas 4 SD sejak tahun 1989 sampai sekarang pasien masih minum minuman keras. Namun beberapa tahun terakhir ini kebiasaan minum-minumnya jauh berkurang, dahulu ia sering mabuk-mabukan dan bisa menghabiskan 2 botol sehari. Saat ini pasien minum hanya bila sedang merasa banyak pikiran, dan tidak enak badan. Pasien memiliki beberapa tatoo di badannya, tatoo tersebut ia buat sejak saat tahun 1989. Beberapa kali pasien men tatto dirinya, tatto yang dia buat, dibuatkan oleh temannya, menggunakan jarum yang juga bergantian dengan yang lain. Saat ini pasien memiliki 5 buah tatoo. Sejak tahun 1993, pasien sering mengkonsumsi obat-obatan terlarang, baik tablet atau pun suntik. Pasien biasanya mengkonsumsi obat-obatan terlarang ini bersama dengan kakak nya dan juga teman teman pergaulannya. Pasien sering memasukan obat tersebut dengan cara suntik, jarum suntik yang dipakai pun bergantian dengan temanya. Kehidupan pasien sejak tahun 1993 sampai tahun 2008 dihabiskan dengan mebuk-mabukan, merokok, melakukan sex bebas dan mengkonsumsi obat-obatan terlarang, sampai pada saat tahun 2008 setelah pasien membeli obat-obatan terlarang pada pengedar, dalam perjalanan pulang, pasien menabrak seorang ibu-ibu dan berurusan dengan polisi, sampai akhirnya pasien tertangkap karna menabrak dan kedapatan membawa obat-obatan terlarang. Karna hal tersebut pasien masuk penjara selama 3 tahun, dan mulai

menyadari kesalahan-kesalahan dan memperbaiki dirinya selama di penjara. Saat ini pasien sudah tidak lagi mengkonsumsi obat-obatan terlarang,dan tidak melakukan sex dengan orang lain yang bukan istrinya. Pasien tidak memiliki kebiasaan minum kopi. Pasien biasa memakan makanan dengan gizi tidak seimbang saat sebelum sakit sampai sekarang. Pasien tidak bekerja, pasien sering menghabiskan waktu dengan memenemani anaknya bermain atau berbincang-bincang dengan tetangga. Pasien hanya bekerja apabila ada pekerjaan bangunan dan dia diminta untuk membantu menjadi buruh bangunan.

D. Riwayat Penyakit Keluarga Anggota keluarga pasien tidak ada yang mengalami keluhan yang sama seperti pasien. Kakak ketiga pasien meninggal pada tahun 1995 karena overdosis obat-obatan terlarang. Riwayat hipertensi, stroke maupun sakit jantung, asma pada keluarga disangkal oleh pasien.

Hasil Pemeriksaan Fisik Tanggal 21 Desember 2012 di Puskesmas Kelurahan Pondok Labu Keluhan Keadaan Umum Kesadaran Tinggi Badan Berat Badan BMI Keadaan Gizi : Pegal-pegal di seluruh badan : Sakit ringan : Compos Mentis : 170 cm : 55 kg : 19,03 kg/m2 : kurang

Tanda Vital : Tensi Nadi Kepala Mata Telinga Hidung

: 130/90 mmHg : 86x / menit

RR : 18x / menit Suhu : 36,8o

: Normocephali : Konjungtiva anemis -/-, sklera ikterik -/-, pupil bulat isokor : Normotia, serumen -/-, sekret -/: Bentuk normal, sekret -/-, septum deviasi -

Tenggorok : T1-1, hiperemis (-), faring hiperemis (+), detritus -/-, kripta -/Mulut Dada Jantung Inspeksi : Iktus kordis tak tampak Palpasi Perkusi : Iktus kordis teraba di ICS V 2cm medial LMCS : Konfigurasi jantung dalam batas normal : Bibir kering (-), sianosis (-) :

Auskultasi : BJ I-II normal, murmur (-), gallop (-) Pulmo Inspeksi : Simetris saat statis dan dinamis Palpasi Perkusi : Stem fremitus kiri dan kanan sama kuat : Sonor pada hemisfer kanan dan hemisfer kiri, nyeri ketuk (-)

Auskultasi: Suara nafas vesikuler (+/+), rhonki (+/+), wheezing (-/-) Abdomen Inspeksi : Datar Palpasi Perkusi : Supel, hepar dan lien tak teraba, nyeri tekan (-) : Timpani

Auskultasi : Bising usus (+) normal

Superior Ekstremitas Oedema Akral dingin -/-/-

Inferior

-/-/-

E. Hasil Laboratorium dan Pemeriksaan Penunjang (Tidak dilakukan pemeriksaan)

Diagnosis Kerja Myalgia Suspect HIV positif

F. Rencana Penatalaksanaan Pengobatan yang telah diberikan : Terapi medikamentosa : (terapi simptomatis) 1. Asam mefenamat 500 mg 3x1, bila sakit kepala 2. Vitamin B1, B6, B12 2x1 hari

Terapi edukasi : Menjelaskan pada pasien mengenai kemungkinan penyakitnya adalah HIV, dilihat dari riwayat kehidupan pribadi pasien. Menjelaskan cara penularan, komplikasi dan menghindari faktor-faktor yang dapat memperberat kondisi pasien Menjelaskan kepada pasien mengenai pentingnya untuk memeriksakan dirinya ke puskesmas/ ke rumah sakit, untuk memastikan kondisi kesehatan pasien. Memeriksakan kondisi pasien secara keseluruhan, apakah benar pasien positif HIV ataupun adanya penyakit lain yang diderita pasien yang berhubungan dengan kebiasaan buruk nya merokok dan minum-minuman keras. Menjelaskan Menjelaskan kepada pasien untuk mengurangi bahkan menghentikan

kebiasaannya merokoknya. kepada pasien untuk mengurangi bahkan menghentikan

kebiasaannya minum-minuman keras. Apabila pasien merasa tidak enak badan ataupun sakit kepala, sarankan pasien untuk tidak menguranginya dengan minumminum, cukup dengan istirahat dan pasien bisa juga berobat ke puskesmas. Memberikan motivasi kepada pasien dan keluarga. Periksakan juga kondisi kesehatan istri dan anaknya.

Istirahat yang cukup Makan makanan dengan gizi yang seimbang untuk meningkatkan daya tahan tubuh, yaitu makanan yang seimbang gizinya dengan energi sebanyak 1500 kalori (1hari 3 kali makan utama,2 kali makan selingan dengan persentase makan pagi 20%, siang 30%, malam 20 %, selingan masing-masing 10%) Biasakan pola tidur yang teratur, tidur harus cukup dan berkualitas.

G. Hasil Penatalaksanaan Medis Keluhan yang dirasakan sudah berkurang setelah minum obat secara rutin dan teratur. Saat kunjungan rumah (Jumat, 4 Januari 2013) keadaan kesehatan penderita sedikit merasa lebih baik, keluhan sakit kepala penderita juga dirasakan sudah berkurang. Faktor Pendukung :

Penderita minum obat yang diberikan Penderita sudah mulai mengurangi konsumsi rokok nya, saat ini 1 hari sebanyak kurang lebih 3 batang rokok

Penderita sudah mulai tidak minum anggur merah, pasien mencoba menggantikan kebiasaannya itu dengan istirahat dan makan yang lebih banyak apabila dia tidak enak badan atau pun merasa sakit kepala

Penderita memiliki keinginan untuk sembuh. Penderita beristirahat cukup :

Faktor Penghambat

- Pasien tidak memeriksakan dirinya ke puskesmas atau pun ke rumah sakit - Penderita tidak memiliki pekerjaan selama 1 minggu belakangan ini. - Pendapatan keluarga bergantung pada istri pasien yang bekerja sebagai pembantu rumah tangga. Indikator Keberhasilan : Pasien mau memeriksakan dirinya ke puskesmas/ ke rumah sakit, dilakukan pemeriksaan secara keseluruhan, termasuk pemeriksaan laboratorium atau roentgen.

Pasien bisa mengurangi kebiasaan-kebiasaan buruk pasien yang dapat memperberat kondisi pasien

IV. IDENTIFIKASI FUNGSI FUNGSI KELUARGA A. Fungsi Biologis Dari hasil wawancara dengan penderita didapatkan informasi bahwa penderita tidak memiliki memiliki riwayat sakit yang berat, atau sampai dirawat di rumah sakit. Sakit yan dirasakan hanya sebatas sakit kepala, pegal-pegal adan terkadang demam atau flu. Apabila merasa sakit biasanya pasien jarang berobat.

B. Fungsi Psikologis Penderita tinggal di rumah dengan anggota keluarga yang berjumlah 3 orang. Penderita terbiasa tidur pukul 22.00 dan bangun pukul 06.00. Hubungan pasien dengan istri, anak, dan anggota keluarga lain cukup baik. Penderita termasuk orang yang mudah bergaul. Sakit kepala yang akhir-akhir ini dirasakan penderita tidak terlalu mengganggu aktivitas penderita secara bermakna.

C. Fungsi Ekonomi Penderita dalam hal ini sebagai kepala keluarga yang bekerja hanya sebagai buruh bangunan serabutan, yang penghasilannya tidak tentu. Istri penderita bekerja sebagai pembantu rumah tangga. Selama ini perekonomian keluarga lebih banyak berasal dari istrinya, yaitu bekerja sebagai pembantu rumah tangga dengan penghasilan sekitar Rp 800.000,-per bulan.

D. Fungsi Pendidikan Pendidikan penderita adalah tamat SD dan istri penderita adalah tamat SMP. Pendidikan anak pertama penderita adalah belum sekolah.

E. Fungsi Religius Penderita beragama Islam dan rutin menjalankan ibadahnya. Kegiatan melakukan

10

ibadah (sholat) di rumah ada, namun tidak tersedia ruangan khusus di rumah untuk beribadah.

F. Fungsi Sosial Budaya Penderita tinggal di tempat pemukiman penduduk yang padat. Hubungan penderita dengan tetangga cukup baik. Sosialisasi dengan tetangga cukup baik. Kebiasaan penderita atau riwayat kehidupan yang buruk dimasa lalu tidak begitu berpengaruh terhadap kehidupan sosialisasi penderita.

V. POLA KONSUMSI MAKANAN PENDERITA (buat resume seperti 24-h recall) FORMULIR 24 HOUR RECALL
(Catatan : asupan makanan/minuman KEMARIN mulai bangun pagi hingga tidur malam)

Waktu Makan Pagi

Jam

Nama makanan atau minuman

Bahan makanan

Jumlah URT gram

08.00

Mie telur

Nasi Mie Telur ayam

gelas 1 gelas 1 butir 1 gelas 1 ptg 1 ptg gelas 2 ptg 1 gelas 1 prng gelas 1 mgk 2 ptg 2 ptg -

50 50 60 200 50 50 50 100

Susu
Selingan

Susu milo coklat Tempe goreng Bakwan goreng

11.00

Gorengan

Makan Siang

13.00

Ayam goreng

Nasi Ayam goreng Air putih

Selingan Makan Malam

16,00 19.00

Siomay Sayur santan

Siomay Nasi Sayur santan Terong Tempe

100 50 175 50 50 -

Selingan

11

Penjelasan : Frekuensi makan rata rata setiap harinya 3x/hari dengan variasi makanan sebagai berikut : nasi, lauk (ayam, tempe),sayur dan dan meminum susu tiap pagi. Pasien jarang mengkonsumsi buah-buahan sehari-harinya. Dari hasil pendaftaran makanan yang dilakukan berdasarkan Metode Recall 24 Jam di atas, maka dapat disusun menu makanan tersebut di dalam survey nutrisi (nutrient survey) berdasarkan masing-masing jenis makanan dan beratnya. Berdasarkan survey nutrisi tersebut, energi yang dikonsumsi oleh penderita adalah sebesar 1389.3 kalori yang mana masih dikategorikan kurang. Sedangkan yang direkomendasikan adalah konsumsi makanan yang seimbang gizinya dengan energi sebanyak 1500 kalori (1hari 3 kali makan utama,2 kali makan selingan dengan persentase makan pagi 20%, siang 30%, malam 20 %, selingan masing-masing 10%).

VI. IDENTIFIKASI FAKTOR FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KESEHATAN A. Faktor Perilaku Penderita memiliki kebiasaan makan cukup teratur dengan frekuensi makan 3x/hari. Penderita sudah mulai mengurangi kebiasaan buruk nya dalam hal merokok dan minum minuman keras. Penderita kurang memperdulikan kemungkinan penyakit yang dideritanya, ia takut untuk memeriksakan dirinya ke puskesmas, dan juga penderita merasa dirinya tidak memiliki sakit berat yang sampai mengganggu aktivitas sehariharinya. Penderita kurang mempedulikan kebersihan rumah. Penderita tidak cukup rutin melakukan olah raga. Jika ada anggota keluarga sakit maka diobati sendiri dan jika tidak sembuh, dibawa ke Puskesmas atau klinik dokter 24 jam di dekat tumah. Pemanfaatan waktu luang untuk menemani anaknya bermain atau berbincang-bincang dengan tetangga.

B. Faktor Non Perilaku Sarana pelayanan kesehatan yang paling dekat dengan rumah adalah Puskesmas dan klinik dokter 24 jam. Hal ini cukup berpengaruh terhadap kemudahan mendapatkan pelayanan kesehatan jika ada anggota keluarga yang sakit, jarak rumah ke Puskesmas terdekat yaitu3Km.

12

VII. DIAGNOSIS FUNGSI KELUARGA VII. DIAGNOSIS FUNGSI KELUARGA A. Fungsi Biologis Penderita mengalami penurunan berat badan selam kurang lebih sejak 2 bulan terakhir ini. Saat ini, penderita mengeluhkan pegal, pegal diseluruh badan, sakit kepala sejak 1 minggu terakhir yang dirasakan hilang timbul. Riwayat penyakit menular dan penyakit kronis pada anggota keluarga disangkal oleh penderita.

B. Fungsi Psikologis Hubungan penderita dengan keluarga baik. Penderita termasuk orang yang mudah bergaul.

C. Fungsi Ekonomi dan Pemenuhan Kebutuhan Terdapat masalah dalam perekonomian keluarga.

D. Fungsi Sosial Dapat bersosialisasi dengan masyarakat sekitar.

E. Faktor Perilaku Tidak mau memeriksakan diri ke puskesmas/ ke rumah sakit Tidak mengkonsumsi makanan dengan gizi seimbang Masih mengkonsumsi rokok ataupun minum-minuman keras Tidak mempedulikan kebersihan rumah Tidak memperdulikan kerapihan rumah Pemanfaatan waktu luang dengan berbincang-bincang dengan tetangga

F. Faktor Non Perilaku Tidak ada masalah

13

VIII. IDENTIFIKASI LINGKUNGAN RUMAH A. Gambaran Lingkungan Rumah Pasien tinggal di dalam rumah berukuran 7x10 meter, dengan 1 ruang depan berisi tempat tidur. Tidak memiliki ruang tamu ataupun ruang makan. Terdapat 1 dapur dan 1 kamar mandi yang dilengkapi jamban. Dinding rumah terbuat dari batu bata, dan berlantaikan ubin, atap rumah terbuat dari genteng, sedangkan bagian belakang rumah yaitu dapur berdinding anyaman bambu berlantai semen. Ventilasi rumah berasal dari 1 jendela di ruang depan berukuran rata-rata sekitar 40 x 60 cm. Cahaya matahari tidak dapat masuk ke setiap ruangan rumah karena lebih sering ditutup, sehingga pasien lebih memilih membuka pintu rumahnya atau menggunakan lampu rumah untuk menerangi ruangan dalam rumah. Penerangan didalam ruangan kurang baik. Udara didalam ruangan terasa sedikit lembab, dan kebersihan dalam dan luar rumah kurang bersih, tata letak barang-barang kurang rapi, listrik 1300 watt, sumber air untuk keperluan mandi, mencuci, memasak dari PAM. Untuk minum menggunakan aqua galon. Jamban leher angsa. Jarak antara sumber air dan septic tank 3 meter. Ember mandi dikuras 1 minggu sekali, air limbah dialirkan ke selokan/got.Jarak antara sumur dan septic tank sekitar 6 meter. Pembuangan sampah dilakukan dengan menggunakan lubang di halaman depan rumah, yang berukuran 2x1 meter. Sampah ditumpuk yang kemudian dibakar. Jarak dengan rumah sekitar 5 meter. Halaman depan tidak memiliki tembok pagar atau tembok pembatas halaman./

14

B. DENAH RUMAH

10 m

2 1

7m Keterangan ruangan: 1. Halaman depan rumah 2. Raung depan: tivi, dispenser, lemari, kasur 3. Dapur 4. WC (jamban) dan kamar mandi

Analisis Keadaan Rumah : 1. Letak rumah di daerah : perumahan padat penduduk 2. Bentuk bangunan rumah : tidak bertingkat Kepemilikan rumah 3. Luas rumah : sendiri

: 7 x 10 meter

Jumlah orang dalam satu rumah : 3 orang

15

Luas halaman rumah : 3 m2 4. Lantai rumah dari: keramik 5. Dinding rumah dari 6. Atap rumah : tembok : genteng

7. Pembagian ruangan rumah : Ruang tamu Ruang makan Ruang keluarga : tidak ada : tidak ada : Ukuran 60x40 cm2

ada, di ruang depan bersamaan dengan ruang tidur, ukuran 4x4 cm 8. Jendela rumah : ada

Perbandingan luas lantai dan jendela di : Ruang depan : <25%

Penerangan didalam rumah (dinilai setelah membandingkan luas jendela dengan lantai dan kesan subjektif saat membaca tulisan didalam rumah) : kurang \ 9. Listrik di rumah : ada 1300 watt 10. Lubang ventilasi : Ruang depan : ada; ukuran 60x40 cm

Kelembaban dalam rumah : terasa lembab Kesan ventilasi di dalam rumah : kurang 11. Kebersihan dalam rumah : kurang 12. Sumber air minum dari : air galon Aqua 13. Kamar mandi : ada 14. Limbah rumah tangga di alirkan ke : got (saluran limbah) 15. Tempat sampah diluar rumah : ada ; tidak tertutup 16. Jalan di depan rumah lebarnya : 2 meter, terbuat dari : tanah Kesan kebersihan lingkungan pemukiman : kurang

16

IX. DIAGRAM REALITA YANG ADA PADA KELUARGA Genetik d d f i

Ibu penderita memiliki riwayat tekanan darah tinggi

Yan Kes

Status kesehatan

Lingkungan

Pelayanan kesehatan terdekat dari rumah adalah Puskesmas dengan jarak tempuh sekitar 3 km menaiki angkot dengan biaya Rp. 2000,Perilaku

Lingkungan rumah kurang sehat: lembab, pencahayaan kurang

Jendela kamar yang berukuran < 25% dari luas kamar

Tidak memeriksakan diri ke puskesmas/ rumah sakit Riwayat prilaku terdahulu yang berisiko Kebiasaan buruk merokok dan minum minuman keras Kurang menjaga kebersihan rumah Tidak memperdulikan kerapihan rumah Jendela jarang dibuka Tidak mengkonsumsi makanan gizi seimbang

17

X. TABEL PERMASALAHAN PADA KELUARGA

No 1.

2.

3.

4.

Resiko dan Masalah Rencana Pembinaan Kesehatan Tidak mau memeriksakan Menjelaskan bahwa hal diri ke puskesmas atau tersebut akan dapat rumah sakit terdekat memberikan ketidak jelasan terhadap kondisi penyakit yang diderita pasien Kebiasaan merokok dan Memberikan penjelasan minum minuman keras bahwa kebiasaan buruk tersebut dapat mempengaruhi kondisi kesehatan pasien Kamar lembab, ventilasi Memberikan edukasi tentang dan pencahayaan kurang pentingnya ventilasi dan pencahayaan sehingga dapat mencegah sumber penyakit infeksi Makan makanan dengan Menjelaskan bahwa makan gizi seimbang dengan gizi seimbang dapat meningkatkan daya tahan tubuh

Indikator Keberhasilan Penilaian Pasien memeriksakan dirinya ke puskesmas

Mengurangi kebiasaan merokok dan minum minuman keras Lingkungan rumah tidak lagi lembab dan ventilasi rumah diperbanyak bila memungkinkan Pasien makan makanan gizi seimbang dengan energi sebanyak 1500 kalori (1 hari 3 kali makan utama, 2 kali makan selingan dengan persentase makan pagi 20%, siang 30%, malam 20 %, selingan masing-masing 10%).

XI. KESIMPULAN PEMBINAAN KELUARGA 1. Tingkat pemahaman 2. Faktor pendukung : Pembinaan terhadap penderita yang dilakukan cukup baik : - Penderita dapat memahami dan menangkap penjelasan yang diberikan - Sikap penderita yang kooperatif 3. Faktor penyulit : Pasien masih belum mau memeriksakan dirinya ke puskesmas untuk memastikan kondisi penyakitnya 4. Indikator keberhasilan : Pasien mengetahui cara kemungkinan penularan, penyakit komplikasi yang serta

dideritanya,

penatalaksanaan yang harus dilakukan serta berusaha untuk menerapkannya.

18

DOKUMENTASI Gambar 1. Dokumentasi saat kunjungan rumah

Gambar 2. Tampak depan rumah

Gambar 3. Ruang Tengah sekaligus ruang tidur

19

Gambar 4. Dapur

20

Gambar 5. Toilet

21

LAPORAN KUNJUNGAN RUMAH SEORANG PRIA DENGAN SUSPECT HIV POSITIF

Diajukan untuk memenuhi tugas dan melengkapi syarat dalam menempuh Kepaniteraan Klinik Ilmu Kesehatan Masyarakat Disusun oleh : Novi Agustina (030.07.189)

PRAKTEK KEDOKTERAN KELUARGA FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS TRISAKTI JAKARTA 2012

22