You are on page 1of 8

Article Ekologi

By :

Novia Rahmah

Manusia memiliki berbagai jenis kebutuhan, baik kebutuhan pokok atau primer maupun kebutuhan sekunder. Dalam memenuhi kebutuhannya tersebut, manusia memanfaatkan sumber daya alam yang tersedia. Semakin banyak jumlah manusia, semakin banyak pula sumber daya alam yang di gali, diolah dan dijadikan berbagai produk yang siap digunakan. Manusia melakukan berbagai kegiatan untuk memenuhi berbagai kebutuhan hidupnya. Untuk memenuhi kebutuhan akan makanan, mengembangkan pertanian, membuat pabrik pengolah hasil pertanian, membuat peternakan dan lainlain. Untuk memenuhi kebutuhan akan peralatan hidup seperti alat-alat pertanian, alat-alat rumah tangga, kendaraan dan lain-lain, manusia mengembangkan berbagai jenis industri. Berbagai kegiatan untuk memenuhi kebutuhan hidup tersebut, pada akhirnya akan menghasilkan sisa berupa

Article Ekologi
By :

Novia Rahmah

sampah atau limbah yang dibuang ke lingkungan. Hal ini terjadi karena setiap aktivitas manusia pada dasarnya adalah sebuah proses pengubahan zat atau energi dari satu bentuk ke bentuk lainnya. Setiap proses tersebut tidak dapat sepenuhnya mampu diubah, melainkan selalu ada sisa atau disebut entropy yang kemudian menjadi sampah atau limbah yang masuk atau dimasukkan ke lingkungan. Contoh sederhana adalah entropy adalah ketika kalian makan, makanan akan diproses dalam perut untuk kemudian diubah menjadi energi. Tidak semua makanan dapat diubah menjadi energi seluruhnya, melainkan ada sisa dalam bentuk kotoran atau tinja. Begitu pula dengan kegiatan industri, tidak semua bahan mentah mampu diubah menjadi produk industri, melainkan akan ada sisa yang kemudian menjadi sampah atau limbah. Sampah atau limbah ini kemudian akan menurunkan kualitas lingkungan jika tidak di kelola

Article Ekologi
By :

Novia Rahmah

dengan

baik.

sampah

merupakan

salah

satu

permasalahan yang dihadapi oleh banyak kota diseluruh dunia. Semakin tinggi jumlah penduduk dan aktivitasnya, membuat volume sampah terus meningkat. Akibatnya, untuk mengatasi sampah diperlukan biaya yang tidak sedikit dan lahan yang semakin luas. Disamping itu, tentu saja sampah membahayakan kesehatan dan lingkungan jika tidak dikelola dengan baik. Sampah dan limbah pada dasarnya merupakan sisa dari proses pengubahan energi yang tidak bisa sempurna. Hal ini sesuai dengan hukum termodinamika yang kedua yang banyak digunakan dalam ilmu fisika. Meskipun energi tidak pernah hilang dari alam raya tetapi akan diubah kedalam bentuk yang kurang bermanfaat. Hukum tersebut kemudian dijadikan salah satu asas dasar ilmu lingkungan yang menyatakan bahwa tidak ada system pengubahan energy yang betul- betul efisien. Artinya, selalu ada sisa atau disebut Entropy.

Article Ekologi
By :

Novia Rahmah

Ketika manusia makan, maka sebagian akan diubah menjadi energy untuk beraktivitas dan sisanya akan diubah menjadi limbah kotoran atau disebut entropy. Begitu pula dalam proses produksi di industry, tidak semua bahan mentah dapat diubah menjadi barang jadi, tetapi sebagian akan diubah menjadi sampah atau limbah. Dalam rumah tangga pun demikian, tidak semua barangbarang konsumsi habis semuanya, sebagian akan dibuang dalam bentuk sampah baik sampah organik maupun anorganik. Saat ini jumlah manusia semakin banyak dan kebutuhannya semakin beragam. Makanan yang mereka makan semakin beragam jenisnya, begitu pula dengan pakaian dan rumah. Untuk memenuhi tuntutan kebutuhan tersebut, semakin banyak industry dibangun dan semakin banyak pula sumber daya alam yang diambildari alam. Kondisi tersebut membawa dampa terhadap lingkungan

Article Ekologi
By :

Novia Rahmah

berupa munculnya sampah atau limbah yang jumlahnya semakin banyak dan bervariasi, terutama sampah atau limbah anorganik yang sulit untuk diurai oleh mikroorganisme. Hal ini terjadi karena industry pada dasarnya adalah usaha untuk mengubah atau mengolah bahan mentah menjadi bahan jadi. Setiap pengubahan tersebut pasti menghasilkan residua tau sisa berupa sampah. Dalam hokum fisika ada yang disebut Hukum Termodinamika II yang berbunyi setiap pemakaian suatu bentuk atau unit energy tidak pernah tercapai efisiensi 100%. Dalam suatu proses tertentu perubahan suatu bentuk energy menjadi energy lain selalu menghasilkan sisa yang tidak terpakai pada proses itu disebut entropy. Pada dasarnya bahan mentah yang diolah dalam proses industry juga merupakan bentuk energy. Karena itu, setiap pengubahan bahan mentah menjadi barang jadi maupun setengah jadi pasti menghasilkan sisa atu residu

Article Ekologi
By :

Novia Rahmah

berupa sampah atau limbah yang tidak termanfaatkan dalam prose situ seperti yang dimaksud oleh hokum termodinamika. Walaupun sampah adalah sisa yang tidak terpakai oleh industry yang menghasilkannya, tetapi sampah atau limbah tersebut sebenarnya juga adalah energy yang dapat dimanfaatkan untuk keperluan lainnya. Sebagai contoh, pabrik tahu menghasilka limbah berupa ampas tahu. Ampas tahu tersebut adalah sisa dari pabrik tahu yang tak termanfaatkan oleh pabrik tahu tersebut. Padahal ampas adalah energy yang dapat dimanfaatkan untuk kepentingan lain seperti pakan ikan. Industri terdiri dari berbagai jenis dengan limbah yang juga beragam. Sebagian limbah tersebut berupa limbah padat (sampah) dan sebagian lainnya berupa limbah cair serta limbah gas. Limbah padat mencemari lingkungan

Article Ekologi
By :

Novia Rahmah

perairan dan daratan, sedangkan limbah gas mencemari udara. Sampah konsumsi merupakan sampah yang dihasilkan oleh manusia sebagai pengguna barang, dengan kata lain sampah konsumsi adalah sampah yang sengaja dibuang oleh manusia ke tempat sampah. Sampah yang sangat berbahaya adalah sampah atau limbah radioaktif yang berasal dari sampah nuklir. Lokasi dan pengelolaan sampah yang kurang memadai (pembuangan sampah yang tidak terkontrol) merupakan tempat yang cocok bagi beberapa organisme dan menarik bagi berbagai binatang seperti, lalat dan anjing yang dapat menjangkitkan penyakit. Tempat pembuangan sampah, dimasyarakat model tempat sampah sebagai tempat penampungan ada yang di buat secara permanen atau fleksibel. Agar lebih efisien dan efektif, tempat sampah dapat pula dibuat dengan pemanfaatan barang bekas, seperti karung plastik,

Article Ekologi
By :

Novia Rahmah

drum, kotak kayu, ember dan wadah tidak terpakai lainnya. Wadah yag digunakan untuk menampung sampah haruslah memiliki kriteria utama yaitu mudah dibersihkan, tidak mudah rusak, dapat ditutup rapat dan ditempatkan diluar rumah.
Referensi :mpah atau Anonim. Madu. 2011. http://www.harunyahya.com/indo/artikel/058.htm Diakses pada tanggal 20 Maret 2011. Bjorkman, T. 1995. The role of honey bees (Hymenoptera: Apidae) in the pollination of buckwheat in Eastern North America. J. Economic Entomology, 88: 1739-1745. [Abstr.} Dewsa, D.h A. 1978. Comparative Animal Behavior. McGraw-Hill Book Company. New York. Harun yahya, 2011. Keajaiban Lebah Madu Http// www. Keajaiban Lebah madu.harun Yahya.Htm Diakses tanggal 10 maret 2011 Rusfidra. 2006. Madu, cendera mata alam menyehatkan. Artikel iptek Harian Pikiran Rakyat, Bandung, 27 Juli 2006. Sihombing, D. T. H. 1997. Ilmu Ternak Lebah Madu. Gajah Mada University Press. Yogyakarta.