You are on page 1of 17

PENGEMBANGAN SISTEM PEMBELAJARAN JARAK JAUH (DISTANCE LEARNING) BERBASIS

WEB UNTUK SEKOLAH YAPI AL-HUSAENI

Disusun Untuk Memenuhi Salah Satu Tugas Mata Kuliah

Metode Penelitian Pendidikan Ilmu Komputer

Disusun oleh:

Hasbi Al-Mauritsa Husein

(0608750)

Pendidikan Ilmu Komputer A

Jurusan Pendidikan Ilmu Komputer

Fakultas Pendidikan Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam

Universitas Pendidikan Indonesia

2009
Abstraksi

Sekarang, kita berada dalam era digital. Teknologi telah mengubah segalanya, sekarang ini
mengubah pembelajaran.

Sistem Pembelajaran Jarak Jauh Berbasis Web ini mengacu pada penggunaan media
Teknologi internet untuk mendapatkan cara yang lebih luas dalam mempertinggi kualitas
pengetahuan dan performansinya. Perkembangan komputer dan media komunikasi
elektronis telah menghapus batasan ruang dan waktu. Kita dapat memperoleh pengetahuan
kapanpun dan dimanapun.
Apalagi pemerintah sudah menggalakkan program internet masuk desa, ini merupakan
suatu kesempatan untuk mengembangkan gaya pembelajaran konvensional dengan
pembelajaran modern baik itu untuk Sekolah Menengah Pertama, ataupun Sekolah
Menengah Atas.

Sistem pembelajaran jarak jauh berbasis web ini memberikan beberapa keuntungan
dibandingkan model kelas (konvensonal). Sistem ini menggabungkan pembelajaran tatap
muka dan sistem Computer Based Training (CBT) yang mempunyai kemampuan akses
kapanpun dan dimanapun. Di bawah ini beberapa keuntungan yang diberikan :
+ kemampuan akses ke sumber informasi berbasis web (internet)
+ Media penyimpanan dan pengelolaan yang terpusat
+ Mekanisme kerjasama

Sebelum membangun sistem, pertama kali kita harus menganalisa sistem dan
kebutuhannya. Kemudian setelah itu kita lakukan pengkodean dan pengetesan. Hal ini untuk
mendapatkan QosS Quality of Services) yang tinggi. Analisa yang baik, akan mempermudah
dalam proses pembangunan sistem. Kita menggunakan mekanisme perancangan perangkat
lunak seperti analisa-desain-coding-test-re analisa.

1
Sistem pembelajaran jarak jauh akan sangat komplek ketika kita memutuskan untuk
menerapkan secara total menggunakan Web dakan kualitas yang tinggi. Ini akan
membutuhkan strategi yang luas dan analisa yang lebih dalam.

Untuk langkah yang lebih baik dan kesuksesan di masa yang akan datang perlu sebuah
pengembangan dan pemeliharaan. Dengan dimikian, siapapun dan dimanapun dapat belajar
apapun dan kapanpun.

Dengan dibuatnya media pembelajaran seperti ini diharapkan proses pembelajaran di


Sekolah YAPI AL-HUSAENI akan menjadi lebih baik dan dapat meningkatkan prestasi belajar
siswa.

2
BAB I
PENDAHULUAN

1.1 LATAR BELAKANG

Education merupakan perbuatan atau proses perbuatan untuk memperoleh


pengetahuan (McLeod, 1989 dalam Syah, 2000). Proses belajar seyogyanya berlangsung
sejak dari lahir sampai akhir hayat, atau lebih sering dikenal dengan life long learner
(Jones, 2004). Selain belajar sepanjang hayat, proses belajar orang dewasa juga
menekankan kemandirian dan keaktifan untuk selalu mencari pengetahuan. Informasi
merupakan suatu hal yang mutlak dan perlu didapatkan dalam mengarungi perjalanan
hidup sehari-hari. Dimasa sekarang kecanggihan teknologi membuat akses yang tidak
terbatas apalagi dalam hal mendapatkan informasi.

Metode distance learning merupakan salah satu metode belajar secara mandiri dan
terus menerus. Metode distance learning bukan merupakan fenomena baru karena kita
telah mengenal Universitas terbuka. Universitas terbuka (UT) merupakan salah satu
metode distance learning yang pada masa lalu banyak UT yang memberikan modul
pembelajaran dan peserta didik secara mandiri belajar dan meningkatkan pengetahuan.
Saat ini seiring dengan perkembangan teknologi informasi, maka metode distance
learning diarahkan pada e-learning/ electronic-learning.

Mengimplementasikan pembelajaran berbasis internet bukan berarti sekedar


meletakkan materi ajar pada web. Selain materi ajar, skenario pembelajaran perlu
disiapkan dengan matang untuk mengundang keterlibatan peserta didik secara aktif
dan konstruktif dalam proses belajar mereka.

Penelitian ini dilakukan dengan membuat model pembelajaran jarak jauh


berbasis web (Distance Learning) untuk meningkatkan kualitas pembelajaran
SMAN 1 Pagaden yang dapat digunakan sebagai sarana yang menunjang proses belajar
mengajar serta tidak hanya mengimplementasikan materi ajar pada web, tetapi
juga menciptakan skenario pembelajaran dengan matang untuk mengundang
keterlibatan peserta didik secara aktif dan konstruktif dalam proses belajar mereka

3
1.2 PERUMUSAN MASALAH
1. Bagaimana menciptakan proses pembelajaran yang dapat menarik siswanya secara
aktif dalam belajar?
2. Adakah media pembelajaran yang dijadikan alternative apabila terjadi hambatan
dalam proses penyampaian materi secara tatap muka dikelas?
3. Apakah dengan media pembelajaran yang dibuat dapat mengembangkan kualitas
belajar siswa?
1.3 BATASAN MASALAH
Berhubung keterbatasan pengetahuan dan waktu sehingga penulis membatasi masalah
dengan membahas masalah seputar pembelajaran jarak jauh (distance learning) yang
cenderung pada perakitan sistem.

1.4 TUJUAN PENULISAN


Tujuan dari penulisan ini adalah menciptakan suatu sistem pembelajaran jarak jauh
(distance learning) berbasis web, yang diharapkan menjadi media alat bantu bagi
peserta didik serta media pelengkap pembelajaran di sekolah.
1.5 METODE PENULISAN
Dalam melakukan penyusunan tulisan ini penulis melakukan langkah-langkah dalam
menyelesaikannya. Berikut beerapa metode yang penulis gunakan dalam penysunan
tulisan ini:

1. Studi Pustaka

Salah satu yang penulis lakukan dalam penyusunan makalah ini yaitu dengan
melakukan studi pustaka yakni suatu cara yang dilakukan dengan mencari data
dari buku-buku media lain yang menjadi sumber untuk mendapatkan teori dan
konsep yang berhubungan dengan pokok bahasan.

2. Observasi lapangan

Tambahan lain yang dilakukan penulis dalam penusunan makalah ini yaitu
melalui observasi lapangan yakni suatu cara yang dilakukan untuk memperoleh
data secara langsung dari ahlinya sebagai dasar dan pertimbangan dalam
penyusunan.

4
BAB II
LANDASAN TEORI

2.1 PERANAN MEDIA AJAR DALAM PROSES PEMBELAJARAN

Strategi mengajar menurut Muhibbin Syah (2002), didefiniskan sebagai sejumlah


langkah yang direkayasa sedemikian rupa untuk mencapai tujuan pengajaran tertentu.
Strategi mengajar ini mecakup beberapa tahapan, seperti :

1. Strategi perumusan sasaran proses belajar mengajar (PBM), yang


berkaitan dengan strategi yang akan digunakan oleh pengajar dalam
menentukan pola ajar untuk mencapai sasaran PBM.
2. Strategi perencanaan proses belajar mengajar, berkaitan dengan langlah-
langkah pelaksanaan mencapai sasaran yang telah ditetapkan. Dalam tahap ini
termasuk perencanaan tentang media ajar yang akan digunakan.
3. Strategi pelaksanaan proses balajar mengajar, berhubungan dengan
pendekatan sistem pengajaran yang benar-benar sesuai dengan pokok bahasan
materi ajar.
Dalam pelaksanaannya, teknik penggunaan dan pemanfaatan media turut
memberikan andil yang besar dalam menarik perhatian mahasiswa dalam PBM, karena
pada dasarnya media mempunyai dua fungsi utama, yaitu media sebagai alat bantu
dan media sebagai sumber belajar bagi mahasiswa (Djamarah, 2002; 137). Umar
Hamalik

(1986), Djamarah (2002) dan Sadiman, dkk (1986), mengelompokkan media ini
berdasarkan jenisnya ke dalam beberapa jenis :

a) Media auditif, yaitu media yang hanya mengandalkan kemampuan suara saja,
seperti taperecorder.

b) Media visual, yaitu media yang hanya mengandalkan indra penglihatan dalam
wujud visual.

c) Media audiovisual, yaitu media yang mempunyai unsur suara dan unsur gambar.

5
Jenis media ini mempunyai kemampuan yang lebih baik, dan media ini dibagi ke
dalam dua jenis

a. audiovisual diam, yang menampilkan suara dan visual diam, seperti film
sound slide.

b. Audiovisual gerak, yaitu media yang dapat menampilkan unsur suara dan
gambar yang bergerak, seperti film, video cassete dan VCD.

Sementara itu, selain media-media tersebut di atas, di lembaga pendidikan


kehadiran perangkat komputer telah merupakan suatu hal yang harus dikondisikan dan
disosialisasikan untuk menjawab tantangan dan kemajuan ilmu pengetahuan dan
teknologi. Di sisi lain sangat banyak pengguna jasa dibidang komputer yang
mengharapkan dapat membantu mereka baik sebagai tutor, tutee maupun tools
yang belum mampu dipenuhi oleh tenaga yang profesional dibidangnya yang
dihasilkan melalui lembaga pendidikan yang ada. Hal ini juga dikeluhkan oleh para
pengajar terhadap kemampuan untuk memahami, mengimplementasikan, serta
mengaplikasikan pengajaran sejalan dengan tuntutan kurikulum karena keterbatas
informasi dan pelatihan yang mereka peroleh.

2.2 TINJAUAN PEMIKIRAN BELAJAR


2.2.1 Proses Belajar
 Belajar tidak sekedar menghafal tetapi harus mengkonstruksikan pengetahuan
 Belajar dari mengalami, dan bermakna bukan sekedar diberi oleh guru
 Pengetahuan yang dimiliki oleh seseorang itu terorganisasi dan mencerminkan
pemahaman yang mendalam tentang sesuatu persoalan (subyect matter)
 Pengetahuan tidak dapat dipisah-pisahkan menjadi fakta-fakta atau proposisi
yang terpisah, tetapi mencerminkan ketrampilan yang dapat diterapkan
 Manusia mempunyai tingkatan yang berbeda dalam mensikapi situasi baru
 Dibiasakan memecahkan masalah, menemukan sesuatu yang berguna, dan
bergelut dengan ide-ide
 Proses belajar dapat mengubah struktur otak yang berpengaruh pada perilaku
2.2.2 Transfer Belajar
 Belajar dari “mengalami”, bukan dari ‘pemberian’

6
 Ketrampilan dan pengetahuan itu diperluas dari konteks yang terbatas
(sempit), sedikit demi sedikit
 Tahu untuk apa ia belajar, dan bagaimana menggunakan pengetahuan dan
keterampilan itu
2.2.3 Siswa sebagai Pembelajar
 Ada kecenderungan untuk belajar hal baru dengan cepat
 Hal-hal yang sulit perlu strategi belajar
 Peran guru membantu menghubungkan antar “yang baru” dan yang sudah
diketahui
 Tugas guru sebagai fasilitator agar informasi baru bermakna, siswa
menemukan dan menerapkan idenya sendiri
2.2.4 Pentingnya Lingkungan Belajar
 Belajar berpusat pada siswa
 Strategi belajar lebih dipentingkan dibanding hasilnya
 Proses penilaian (assessment) yang benar, sebagai umpan balik
 Menumbuhkan komunitas belajar dalam bentuk kerja kelompok

2.3 Internet sebagai Media Pembelajaran


Internet adalah sebuah jaringan komputer global, yang terdiri dari jutaan komputer
yang saling berhubungan dengan menggunakan protokol yang sama untuk berbagi informasi
secara bersama. (Supriyanto, 2005). Menurut Brace ( 1997), internet adalah jaringan global
yg menghubungkan berjuta jaringan komputer (LAN) dan komputer pribadi, yang
memungkinkan setiap komputer terhubung shg bisa melakukan komunikasi satu sama lain.
2.4 Definisi Media Dalam Proses Pendidikan
Menurut Haryoso (2002), media adalah segala bentuk yang dimanfaatkan dalam
proses penyaluran informasi. Segala jenis dan bentuk sumber/ bahan yang digunakan dalam
bidang pendidikan untuk membantu dalam variasi proses pendidikan.
Media dalam proses pendidikan adalah media yang digunakan sebagai alat dan
bahan kegiatan pembelajaran (Ikhsan, 2007). Internet sebagai media dalam proses
pendidikan merupakan salah satu kemudahan modern yang disediakan oleh media
pendidikan, karena memiliki layanan yang tepat untuk menunjang proses pendidikan.
2.5 PEMBELAJARAN JARAK JAUH (DISTANCE LEARNING)

7
Distance learning mempunyai beberapa definisi antara lain yang dikemukakan oleh
Keegan, D.1995,”distance education & training result from the technological separation of
teacher & learner which frees the student from the necessity of traveling to “a fixed place, at
a fixed time, to meet a fixed person, in order to be trained” . Sedangkan e-learning
mempunyai difinisi: the systematic use of networked multimedia computer technologies to
empower learners, improve learning, connect learners to people and resources supportive to
their needs, and to integrate learning with performance and individual with organizational
goals (Goodyear, 2000 dalam Suradjijono 2005).
Konsep dari pembelajaran jarak jauh yang lebih dikenal dengan istilah distance
learning atau distance education, yaitu suatu sistem pendidikan dimana terdapat pemisahan
antara pengajar dan siswa baik secara ruang dan/atau waktu. Recce dan Walker (2000)
menyarankan untuk mengadakan identifikasi kebutuhan belajar, gaya belajar, dan
infrastruktur sebelum memulai distance learning.
Meskipun masih menjadi fenomena baru, sistem pembelajaran jarak jauh berbasis
web ini mempunyai keuntungan yang berbeda dengan sistem konvensional dan computer
based training (CBT). Keuntungan yang diperoleh dari sistem pembelajran jarak jauh
berbasis web ini antara lain :
1. Menghemat biaya
2. Memperbaiki Sistem Pengajaran
3. Lebih nyaman
4. Kebebasan siswa dan Universalitas
5. Kemudahan Pengajar
6. Materi kuliah yang lebih dinamis
7. Skalabilitas yang lebih luas
8. Membentuk sebuah komunitas
Teknologi sangat memperngaruhi orang dalam memperoleh informasi dan data
dalam berbagai jenis. Terkadang hal ini menjadi kendala teknis yang utama. Dalam
perkulaihan jarak jauh hal ini akan membatasi proses pembelajaran siswa. Kecepatan
koneksi akan mempengaruhi dalam proses transfer data. Hal ini akan terasa ketika berupa
paket audio maupun video conference.
Pertama kali kita harus memilih teknologi yang digunakan dan hanya diperlukan
dalam perkuliahan. Hal ini akan mempermudah siswa dalam menggunkan tools yang

8
dibutuhkanya. Kemudian kita integrasikan tool-tools yang ada dalam sebuah halaman Web.
Dengan demikian user interface akan terasa lebih simple dalam penggunaannya. Namun hal
ini mempunyai kekurangan yaitu akan mengurangi beberapa kemampuan atau fasilitas
program.
Proses pembelajaran dengan distance learning berbasis teknologi berlangsung
sebagai berikut:
Guru, material, tugas,
evaluasi, forum, diskusi,
dll.

Learning Management System (LMS) merupakan lingkungan pembelajaran yang


digunakan oleh pengajar dan peserta didik. Tempat pelaksanaannya pada Learning Support
Center (LSS). Dengan adanya LMS ini pengajar dapat memasukkan materi pembelajaran
baik, tugas, forum diskusi, dan evaluasi, sedangkan peserta didik dapat men-down load
materi, berdiskusi dengan pengajar dan teman. Dengan sistem ini sharing informasi dan
sharing pengetahuan tidak bersifat hanya vertikal artinya tidak hanya dari pengajar tetapi
juga dari peserta didik.
Idealnya Pendidikan Jarak Jauh Berbasis Web Harus Memiliki Unsur-Unsur Sebagai
Berikut:

 Pusat kegiatan siswa;


Sebagai suatu community web based distance learning harus mampu
menjadikan sarana tempat kegiatan mahasiswa, dimana mahasiswa dapat
menambah kemampuan, membaca materi kuliah, mencari informasi dan
sebagainya

 Interaksi dalam grup;


Para mahasiswa dapat berinteraksi satu sama lain untuk mendiskusikan
materi-materi yang diberikan dosen. Dosen dapat hadir dalam group ini
untuk memberikan sedikit ulasan tentang materi yang diberikannya.

9
 Sistem administrasi mahasiswa;
Dimana para mahasiswa dapat melihat informasi mengenai status mahasiswa,
prestasi mahasiswa dan sebagainya.

 Pendalaman materi dan ujian;


Biasanya dosen sering mengadakan quis singkat dan tugas yang bertujuan
untuk pendalaman dari apa yang telah diajarkan serta melakukan test pada
akhir masa belajar. Hal ini juga harus dapat diantisipasi oleh web based
distance learning.

 Perpustakaan digital;
Pada bagian ini, terdapat berbagai informasi kepustakaan, tidak terbatas
pada buku tapi juga pada kepustakaan digital seperti suara, gambar dan
sebagainya. Bagian ini bersifat sebagai penunjang dan berbentuk database.

 Materi online diluar materi kuliah;


Untuk menunjang perkuliahan, diperlukan juga bahan bacaan dari web
lainnya. Karenanya pada bagian ini, dosen dan siswa dapat langsung terlibat
untuk memberikan bahan lainnya untuk di publikasikan kepada mahasiswa
lainnya lewat web.

Gambar 2.1. Jaringan internet yang dapat diakses untuk pembelajaran

10
BAB III

PERANCANGAN MEDIA

3.1 Pendahuluan

Langkah Awal dari pembuatan sebuah media adalah perancangan. Perancangan


merupakan langkah yang paling utama dalam merealisasikan suatu alat/madia yang akan
dibuat. Perancangan media ini dimulai dengan mengumpulakan bahan-bahan yang akan
dibutuhakan seperti bahan ajar dan software yang mendukung pembuatan media ini.

Unjuk kerja apilkasi web akan menentukan quality of service (QoS) yang diberikan
kepada konsumen. Ada beberapa faktor yang menentukan keberhasilan sebuah situs web,
yaitu :
a. Mudah digunakan, pengguna tidak mengalami kesulitan dalam mengikuti
prosedure yang harus dilakukan dalam pengoperasian sistem
b. Cepat, aplikasi harus cepat melakukan proses data dan memberi respon balik
kepada pengguna
c. Stabil, aplikasi tidak memiliki kelemahan-kelemahan yang suatu waktu dapat
mengakibatkan aplikasi tidak berfungsi.
3.2 Metode umum perancangan sistem yang dibangun
 Analisis
Pada tahap ini dilakukan analisis terhadap masalah, diamana proses analisis ini dapat
dibagi dalam lima tahapan, yaitu (1) identifikasi masalah; (2) evaluasi dan sintesa; (3)
pemodelan; (4) spesifikasi; dan (5) review
Pada tahap pengenalan masalah, analis mengidentifikasikan semua elemen dasar
permasalahan. Pada tahapan evaluasi dan sintesa, analis harus dapat mendefinisikan
semua fungsi software; memahami perilaku software; menetapkan karakteristik
interface sistem; dan membuat pembatasan perancangan. Semua proses ini
dilakukan untuk mendapatkan deskripsi masalah, sehingga solusi yang menyeluruh
dapat disintesa.
Setelah melakukan evaluasi masalah dengan informasikan input dan output yang
diharapkan, analis mulai mensintesa satu atau lebih solusi. Data, fungsi proses, dan
perlaku sistem didefinisikan secara detail.

11
Selama melakukan evaluasi dan sintesa, analis juga membuat model sistem sebagai
usaha untuk lebih memahami data dan control flow, fungsi proses, perilaku sistem,
dan isi informasi. Model yang dibuat analis ini menjadi pondasi dalam merancang
software.
Proses menentukan spesifikasi software adalah proses puncak dari keseluruhan
proses analisis. Fungsi dan prformansi yang akan dialokasikan pada software disaring
lagi dengan membuat deskripsi informasi lengkap, penjelasan fungsi dan perilaku
detail sistem, kriteria validasi yang cocok, dan data yang berhubungan dengan
requirement.
Review terhadap spesifikasi kebutuhan software dilakukan oleh pengembang dan
pelanggan. Pada proses ini, pengembang meyakinkan pelanggan, apakah semua
system requirement sudah tercakup.
 Perancangan
Perancangan adalah proses penggunaan berbagai teknik dan prinsip untuk tujuan
mendefinisikan proses atau sistem secara detail. Tujuan utama desainer adalah
menghasilkan model atau representasi sebuah entitas yang akan dibangun.
 Implementasi dan Pengkodean
Implementasi atau pengkodean adalah proses menterjemahkan dokumen hasil
desain menjadi baris-baris perintah bahasa pemrograman komputer. Semakin baik
hasil analisis dan disain yang dilakukan, maka proses pengkodean ini akan lebih
mudah dilakukan.
 Pengujian
Pengujian software adalah proses untuk memastikan apakah semua fungsi sistem
bekerja dengan baik, dan mencari apakah masih ada kesalahan pada sistem.
Pengujian atau testing software sangat penting untuk dilakukan. Pengujian ini
bertujuan untuk memnjamin kualitas software, dan juga menjadi peninjauan terakhir
terhadap spesifikasi, disain dan pengkodean

Langkah yang dilakukan kemudian dalam menganalisis kebutuhan adalah


mendefiniskan use case, yang mendeskripsikan apa yang sistem berikan dalam hal
fungsionalitas. Aktor-aktor dalam sistem ini diindentifikasikan sebagai administrator, Guru,

12
siswa/peserta didik, Tata Usaha, dan pengunjung biasa (guest). Use case utama dalam
sistem pembelejaran jarak jauh adalah :
 Memasukkan Mata Pelajaran, Guru, Siswa/Peserta didik
 Memasukkan materi Pelajaran
 Mengikuti Pelajaran
 Melihat informasi umum
Sehingga dapat digambarkan dalam sebuah diagram use case sistem sebagai berikut :

Distance Learning

Insert info studi , Lihat Info umum


Guru, dan Siswa

Administrator/
Tata Usaha Guest

Insert Mata Pelajaran,


konektor1, &
konektor2

Insert materi Mengikuti


Pelajaran Pelajaran

Guru Siswa

Gb. 4.3 Use case sistem

Fase desain ini ditujukan untuk mengembangkan model yang didapat pada tahap analisis
dengan memberikan detail-detail teknis dan menetapkan batasan yang berlaku pada sistem.
Hasil dari perancangan ini diharapkan dapat ditranslasi ke dalam kode program.
Rancangan umum sistem dapat dibagi dalam tiga bagian :
 Desain data.
Bagian ini berkaitan dengan struktur tabel yang akan diimplementasikan pada
database
 Desain arsitektur

13
Bagian ini berkaitan dengan aliran (flow) dari aplikasi yang akan diterapkan pada
pemrogrman PHP nya.
 Desain tampilan antarmuka
Bagian ini berkaitan dengan apa yang akan dilihat oleh pengguna sistem teresebut.

14
BAB IV

KESIMPULAN DAN SARAN

Kesimpulan

1. Sistem pembelajaran jarak jauh (distance learning) berbasis web, diharapkan dapat
membantu para siswa Sekolah YAPI AL-HUSAENI dalam belajar.

2. Rancangan sistem pembelajaran jarak jauh berbasis web ini sekiranya dapat
memberikan gambaran tentang pengembangan sistem dan metode mutakhir masa
depan dalam dunia pendidikan.

3. Sistem ini akan memberikan kemudahan pada para pengajar / Guru Sekolah YAPI AL-
HUSAENI dalam memberikan materi Pelajaran dan penugasan.

Saran

1. Dalam sistem pembelajaran ini diperlukan akses internet untuk memfasilitasi guru
dan siswa

2. Para siswa harus aktif dalam mengikuti perkembangan yang ada di dalam sistem
pembelajaran jarak jauh ini.

3. Agar terlaksananya sistem pembelajaran dengan e-learning ini, maka disetiap


instansi pendidikan yang akan menerapkan sistem pembelajaran jarak jauh dengan
e-learning ini harus disiapkan sarana dan prasarananya separti komputer, akses
internet dan pengelola e-learningnya itu sendiri yang mengerti tentang teknologi
informasi.

15
DAFTAR PUSTAKA

Mahbub, M. 2009. Media Pembelajaran Dalam Konteks Pendidikan Internet Sebagai Media
Pembelajaran. http://one.indoskripsi.com/node/9646.

Darsono, Max. dkk. 2000. Belajar dan Pembelajaran. Semarang: Ikip Semarang Press

Ruspidra, A. 2008. Penerapan Model Pembelajaran Jarak Jauh.

http://bung-hatta.info/tulisan_153.ubh.

16