You are on page 1of 8

AUDIT SIKLUS AKUISISI DAN PEMBAYARAN : PENGUJIAN PENGENDALIAN , PENGUJIAN SUBTANTIF ATAS TRANSAKSI DAN UTANG USAH

Akun dan Kelas Transaksi Dalam Siklus Akusisi dan Pembayaran

DEAMY FILIANTO NUGROHO F0311035

Tujuan keseluruhan dari audit atas siklus akuisisi dan pembayaran adalah untuk mengevaluasi apakah akun akun yang dipengaruhi oleh akuisisi barang atau jasa serta pengeluaran kas bagi akuisisi tersebut disajikan secara wajar disesuaikan dengan prinsip prinsip akuntansi yang diterima umum. Terdapat tiga kelas transaksi yang dimasukkan dalam siklus : 1. Akuisisi barang dan jasa 2. Pengeluaran kas 3. Retur dan pengurangan pembelian serta diskon pembelian

Fungsi Bisnis Dalam Siklus Serta Dokumen dan Catatan yang Terkait
Siklus akuisisi dan pembayaran melibatkan keputusan dan proses yang diperlukan untuk memperoleh barang serta jasa guna mengoperasikan suatu bisnis. Siklus tersebut umumnya dimulai dengan pembuatan permintaan pembelian oleh karyawan yang berwenang yang memerlukan barang dan jasa, dan berakhir dengan pembayaran utang usaha. 1. Memroses Pesanan Pembelian Dokumen yang terkait: a. Permintaan pembelian Permintaan pembelian digunakan untuk meminta barang dan jasa oleh karyawan yang berwenang. b. Pesanan pembelian Pesanan pembelian adalah dokumen yang digunakan untuk memesan barang dan jasa dari vendor. c. Faktur vendor Faktur vendor adalah dokumen yang diterima dari vendor dan menunjukkan jumlah yang terutang atas suatu akuisisi d. Memo debet Memo debet merupakan dokumen yang diterima dari vendor dan menunjukkan pengurangan jumlah yang terutang kepada vendor akibat retur barang atau pengurangan yang diberikan.

e.

Voucher Voucher sering digunakan oleh organisasi dalam menetapkan cara yang formal untuk mencatat dan mengendalikan akuisisi, terutama dengan memungkinkan setiap transaksi akuisisi diberi nomer urut.

f. File transaksi akuisisi File transaksi akuisisi adalah file yang dibuat computer yang meliputi semua transaksi akuisisi yang diproses oleh system akuntansi selama satu periode. g. Jurnal akuisisi atau listing Listing atau laporan ini dibuat dari file transaksi akuisisi dan umumnya meliputi nama vendor, tanggal, jumlah, dan klasifikasi akun atau klasifikasi setiap transaksi, seperti perbaikan dan pemeliharaan, persediaan atau utilitas. h. File induk utang usaha Mencatat transaksi akuisisi, pengeluaran kas, serta retur dan pengurangan akuisisi untuk setiap vendor. File induk ini diperbaharui dari file transaksi akuisisi, retur dan pengurangan, serta pengeluaran kas yang terkomputerisasi. i. Neraca saldo utang usaha Mencantumkan jumlah yang terutang kepada setiap vendor atau dari setiap faktur atau voucher pada suatu titik waktu. Neraca tersebut dibuat langsung dari file induk utang usaha. j. Laporan vendor Dokumen yang disiapkan setiap bulan oleh vendor dan menunjukkan saldo awal, akuisisi, retur dan pengurangan, pembayaran kepada vendor dan menunjukkan saldo awal, akuisisi, retur, dan pengurangan, pembayaran kepada vendor, dan saldo akhir. 2. Memroses dan Mencatat Pengeluaran Kas Pembayaran atas pembelian barang dan jasa merupakan aktivitas yang signifikan bagi semua entitas. Aktivitas tersebut secara langsung akan mengurangi saldo akun kewajiban, terutama utang usaha. Dokumen yang terkait dengan proses pengeluaran kas yang diperiksa auditor termasuk: a. Cek Dokumen ini umumnya digunakan untuk membayar akuisisi ketika pembayaran sudah jatuh tempo. b. File transaksi pengeluaran kas

File yang dibuat dengan computer yang mencantumkan semua transaksi pengeluaran kas yang diproses oleh system akuntansi selama suatu periode. c. Jurnal atau listing pengeluaran kas Listing atau laporan yang dibuat dari file transaksi pengeluaran kas yang mencantumkan semua transaksi selama setiap periode waktu.

Bagaimana E-Commerce Pembayaran

Mempengaruhi

Siklus

Akuisisi

dan

Perusahaan menggunakan internet dari opsi e-commerce lainnya untuk merampingakan proses akuisisi barang dan jasa juga sering memungkinkan pengiriman produk barang dan jasa dengan lebih cepat karena waktu yang terkait dengan melakukan pesanan secara online dapat dihemat. Dan beberapa perusahaan menggunakan Ekstranet, yang merupakan jaringan kerja pribadi yang dibangun atas dasar teknologi internet, yang memungkinkan pemasok dan pelanggan bisnis mengkomunikasikan serta melakukan bisnis secara langsung dalam setting yang aman.

Metodologi untuk Merancang Pengujian Pengujian Substantif atas Transaksi


1. Memahami Pengendalian Internal

Pengendalian

dan

Auditor harus memahami pengendalian internal untuk siklus akuisisi sebagai bagian dari pelaksanaan prosedur penilaian resiko dgn mempelajari bagan arus klien , meriview kuisioner pengendalian internal, serta melakukan pengujian walkthroughuntuk akuisisi pengeluaran kas. 2. Menilai Risiko dan Pengendalian yang Direncanakan a. Otorisasi pembelian-merupakan otorisasi yang tepat untuk melakukan akuisisi akan memastikan bahwa barang dan jasa yang diperoleh adalah demi memenuhi tujuan perusahaan yang diotorisasi dan menghindari akuisisi item yang berlebihan. b. Pemisahan penyimpanan aktiva dari fungsi lainnya-sebagian besar perushaan meminta departemen penerimaan untuk memulai membuat laporan penerimaan sebagai bukti penerimaan dan pemrikasaan barang. c. Pencatatan yang tepat waktu dan review independen atas transaksipencatatan kewajiban atas akuisisi dibuat atas dasar penerimaan barang dan jasa. d. Otorisai pembayaran-Pengendalian termasuk pengeluaran kas yaitu penandatanganan cek oleh individu,pemisahan tanggungjawab untuk menandatangani cek dan melaksanakan fungsi utang usaha, dan pemeriksaan yang cermat atas dokumen.

3. Menentukan Luas Pengujian Pengendalian Auditor melaksanakan penujian pengendalian untuk memperoleh bukti bahwa penegndalian telah beroperasi secara efektif. 4. Merancang pengujian pengendalian dan pebgujian subtantif atas transaksi untuk akuisisi a. Menghubungkan setiap pengendalian internal dengan tujuan audit yang berkaitan dengan kelas transaksi b. Menghubungkan internal pengujian pengendalian denagn pengendalian

c. Menghubungkan pengujian subtantif atas transaksi dengan tujuan audit yang berkaitan dengan transaksi setelah mempertimbangkan pengendalian serta difesiensi pengendalian. Empat dari enam tujuan audit yang berkaitan dengan transaksi akuisisi memerlukan perhatian khusus sehingga harus diperiksa secara lebih teliti. Kebenaran banyak akun aktiva, kewajiban dan beban tergantung pada pencatatan transaksi yang benar dalam jurnal akuisisi: a. b. c. d. Akuisisi yang dicatat adalah untuk barang dan jasa yang diterima, konsisten dengan kepentingan utama dari klien (Keterjadian). Akuisisi yang telah ada dicatat (Kelengkapan) Akuisis telah ada dicatat secara akurat (Keakuratan) Akuisisi telah diklasifikasikan dengan benar (Klasifikasi) dan pengujian substantif atas

5. Merancang pengujian pengendalian transaksaksi untuk pengeluaran kas

6. Sampling atribut untuk pengujian pengendalian dan pengujian substantif atas transaksi

Metodologi untuk Merancang Pengujian Atas Rincian Saldo Utang Usaha


Karena semua transaksi dalam siklus akuisisi dan pembayaran umumnya mengalir melalui utang usaha, akun ini penting bagi audit atas siklus akuisisi dan pembayaran. Utang usaha adalah kewajiban yang belum dibayar atas barang dan jasa yang diterima dalam peristiwa bisnis yang biasa. Utang usaha harus dibedakan dari kewajiban akrual dan kewajiban berbunga. Kewajiban akan dianggap utang usaha hanya jika total kewajiban itu diketahui dan terhutang pada tanggal neraca. Jika kewajiban mencakup pembayaran bunga, hal tersebut harus dicatat sebagai wesel bayar, utang kontrak, utang hipotik, atau utang obligasi.

Jika pengujian pengendalian dan pengujian substantive atas transaksi terkait menunjukkan bahwa pengendalian telah beroperasi secara efektif, dan jika hasil prosedur analitis memuaskan, auditor mungkin akan mengurangi pengujian atas rincian saldo utang usaha. Akan tetapi, karena utang usaha cenderung material bagi sebagaian besar perusahaan, auditor hampir selalu melaksanakan sejumlah pengujian atas rincian saldo. 1. Mengidentifikasi Risiko Bisnis Klien yang Mempengaruhi Utang Usaha (Tahap I) Focus yang diberikan banyak perusahaan pada perbaikan aktivitas manajemen mata rantai suplainya telah menimbulkan banyak perubahan dalam rancangan system yang digunakan untuk mengawali serta mencatat aktifitas akuisisi dan pembayaran. Usaha untuk merampingkan proses pembelian barang dan jasa telah mengubah semua aspek siklus akuntansi dan pembayaran bagi banyak perusahaan. Pengaturan system tersebut dapat menjadi kompleks. Auditor harus memahami sifat perubahan system tersebut utuk mengidentifikasi apakah risiko bisnis klien dan pengendalian manajemen yang terkait mempengaruhi kemungkinan salah saji yang material dalam utang usaha. 2. Menetapkan Salah Saji yang Dapat Ditoleransi dan Menilai Risiko Inheren (Tahap I) Seperti halnya Piutang usaha, utang usaha seringkali saldonya berjumlah besar dan terdiri dari sejumlah besar saldo vendor serta relative mahal untuk mengaudit akun tersebut. Karena alasan itu auditor umumnya menetapkan salah saji yang dapat ditoleransi yang relative tinggi untuk utang usaha. Auditor sering menilai risiko inheren sebagai sedang atau tinggi. Mereka peduli dengan tujuan audit yang berkaitan dengan saldo pisah batas dan kelengkapan karena berpotensi menimbulkan kurang saji saldo akun. 3. Menilai Risiko Pengendalian dan Merancang serta Melaksanakan Pengujian pengendalian dan pengujian Substantif atas Transaksi (tahap I dan II) Setelah menetapkan salah saji yang dapat ditoleransi dan risiko inheren , auditor menilai risiko pengendalian berdasarkan pemahaman terhadap pengendalian internal. Pengujian sustantif bergantung pada keefektifan relative pengendalian internal yang berhubungan dengan utang usaha. Setelah menilai risiko pengendalian, auditor merancang dan melaksanakan pengujian pengendalian serta pengujian substrantif atas transaksi akuisisis dan pengeluaran kas. 4. Merancang dan Melaksanakan Prosedur analitis (tahap III) Tujuan audit atas utang usaha secara keseluruhan adalah untuk menentukan apakah saldo utang usaha telah dinyatakan secara wajar dan diungkapkan secaraa layak. Nilai realisasi tidak dapat diterapkan pada kewajiban. Penekanan yang penting dalam audit atas kewajiban dan

aktiva. ketika memverifikasi aktiva auditor menekankan lebih saji melalui verifikasi dengan konfirmasi, pemeriksaan fisik, dan pemeriksaan dokumen pendukung.auditor tidak boleh mengabaikan kemungkinan aktiva mengalami kurang saji tetapi lebih memperhatikan lebih saji. Karena lebih saji ekuitas pemilik dapat terjadi baik dari lebih saji aktiva atau kurang saji kewajiban, merupakan hal yang alami bagi akuntan public untuk menekankan kedua salah saji tersebut. Penggunaan tujuan audit yang berkaitan dengan saldo sama dengan yang diterapkan untuk memverifikasi piutang usaha, karena tujuan itu juga dapat diterapkan pada kewajiban dengan tiga modifikasi kecil: a. Tujuan nilai realisasi tidak dapat diterapkan pada kewajiban. Nilai realisasi hanya dapat diterapkan pada aktiva. b. Aspek hak dalam tujuan hak dan kewajiban tidak dapat diterpkan pada kewajiban. Untuk aktiva auditor menggunakan hak klien atas penggunaan dan pelepasan aktiva. untuk kewajiban auditor memperhatikan kewajiban klien atas pembayaran kewajiban. c. Untuk kewajiban, penekanan diberikan pada pencarian kurang saji dan bukan lebih saji Pengujian Kewajiban Setelah Periode Karena menekankan pada kurang saji dalam akun kewajiban, pengujian kewajiban setelah periode (out-of-period liabilities test) merupakan hal yang penting bagi utang usaha. Luas pengujian untuk mengungkapkan utang usaha yang belum tercatat, sering disebut pencarian utang usaha yang belum tercatat, sangat tergantung pada penilaian risiko pengendalian dan materialitas saldo akun yang potensial. Memeriksa dokumentasi yang mendasari pengeluaran kas selanjutnya Auditor memeriksa dokumen pendukung menyangkut pengeluaran kas setelah tanggal neraca guna menentukan apakah pengeluaran kas dilakukan untuk kewajiban periode berjalan. Jika memang untuk kewajiban periode berjalan, auditor harus menelusurinya ke neraca saldo utang usaha untuk memastikan bahwa pembayaran tersebut telah dilakukan. Memeriksa dokumentasi yang mendasari untuk tagihan yang belum dibayar beberapa minggu setelah akhir tahun Auditor melaksanakan prosedur ini dengan cara yang sama seperti sebelumnya dan untuk tujuan yang sama.prosedur ini berbeda karena dilakukan untuk kewajiban yang belum dibayar mendekati akhir pekerjaan lapangan audit bukan untuk kewajiban yang telah dibayar. Menelusuri laporan penerimaan yang dikeluarkan sebelum akhir taun ke vaktur vendor terkait

Semua barang dagang yang diterima sebelum akhir taun periode akuntansi harus dicantumkan sebagai utang usaha. Menelusuri laporan vendor yang menunjukan saldo yang jatuh tempo ke neraca saldo utang usaha Jika klien menyimpan file laporan vendor, auditor dapat menelusuri setiap laporan yang memiliki saldo yang jatuh tempo pada tanggal neraca ke listing untuk memastikan bahwa hal itu telah dicantumkan sebagai utang usaha. Mengirim konfirmasi ke vendor dengan siapa klien melakukan bisnis, walaupun penggunaan konfirmasi untuk utang usaha kurang begitu umum ketimbang untuk piutang usaha Auditor kadang-kadang menggunakannya untuk menguji vendor yang dihapus dari daftar utang usaha, transaksi yang dihilangkan dan saldo akun yang salah saji. Pengujian pisah batas (cutoff tests) utang usaha Dilakukan untuk menentukan apakah transaksi yang dicatat bebrapa hari sebelum dan setelah tanggal neraca dicantumkan pada periode yang benar. Lima pengujian audit kewajiban setelah periode yang baru saja kita bahas semuanya ,merupakan pengujian pisah batas untuk akuisisi tapi menekankan pada kurang saji. Hubungan pisah batas dengan observasi fisik persediaan Dalam menentukan apakah pisah batas utang usaha sudah benar, sangatlah penting jika pengujian pisah batas dikoordinasikan dengan observasi fisik persediaan. Perbedaan dalam perjalanan Untuk FOB destination, hak akan berpindah ke pembeli ketika persediaan diterima, sehingga hanya persediaan yang diterima pada atau sebelum tanggal neraca yang harus dimasukan dalam persediaan dan utang usaha pada akhir tahun. Jika akuisisi dilakukan atas dasar FOB origin,perusahaan harus mencatat persediaan dan utang yang terkait pada periode berjalan jika pengiriman dilakukan pada atau setelah tanggal neraca. Perbedaan antara faktur vendor dan laporan vendor Auditor harus membedakan antara faktur vendor dengan laporan keuangan ketika memverivikasi jumlah yang terutang kepada vendor. Auditor akan memperoleh bukti yang sangat handal mengenai setiap transaksi ketika mereka memeriksa faktur faktur vendor dan dokumen pendukung terkait setiap laporan penerimaan dan pesanan pembelian. Perbedaan antara laporan vendor dan konfirmasi perbedaan yang paling penting terletak pada sumber informasinya

Laporan vendor disiapkan oleh vendor (pihak ketiga yang independen) tetapi berada ditangan klien pada saat auditor memeriksanya. Hal ini memberikan klien kesempatan untuk mengubah laporan vendor untuk menyimpan laporan tertentu dari auditor.