You are on page 1of 9

LAPORAN PROJECT RANGKAIAN WIEN BRIDGE OSCILLATOR

Oleh : Nama : Fajar Majidah NRP :3 ! " !"#

DEPARTEMEN TEKNIK MEKANIKA DAN ENERGI POLITEKNIK ELEKTRONIKA NEGERI S$RABA%A


PROJECT WIEN BRIDGE OSCILATOR
A& T$J$AN - Mahasiswa dapat memahami dan mengamati prinsip kerja dari rangkaian wien bridge oscillator. - Mahasiswa dapat merancang rangkaian wien bridge oscillator.

B& DASAR TEORI Osilator merupakan rangkaian elektronika kyang digunakan untuk menghasilkan sinyal tegangan AC dari sumber DC. Rangkaian osilator keluarannya berupa gelombang atau sinyal periodik dengan masukan hanya dari catu daya DC dan input AC sesaat, atau catu daya DC saja. Relaxation Oscillator. "ada #eedback osilator sebagian sinyal keluaran ke bagian masukan dari sebuah penguat maju, yang selanjutnya digunakan sebagai sinyal masukan bagi keluaran berikutnya dengan menggunakan rangkaian $C. edangkan pada Rela%ation Oscillator digunakan sebuah rangkaian RC untuk membangkitkan sinyal output yang berupa gelombang kotak atau gelombang non sinusoida yang lain. "ada rangkaian ini digunakan prinsip charge dan discharge kapasitor melalui sebuah resistor. Rangkaian osilator sendiri terdiri dari berbagai macam tipe, namun yang akan dibahas kali ini adalah osilator tipe &ien-'ridge. Wie' Brid(e O)*ila+,r ecara umum rangkaian osilator dapat diklasi!ikasikan menjadi Feedback Oscilator dan

"ada osilator &ien 'ridge memakai penguat non-in(erting dan !ilter yang digunakan adalah 'and-"ass #ilter )'" * yang dibentuk dari rangkaian lead-lag, rangkaian ini akan membentuk sebuah kur(a tegangan yang menunjukkan respon ooutput terhadap !rekuensi yang masuk. menggeser phasa sinyal sebesar +, o. eperti yang sudah diketahui pada etidak-tidaknya diperlukan rangkaian ebenarnya rangkaian rangkain !ilter pasi!, satu tingkat )single pole* rangkaian R$ atau RC dapat penggeser phase - tingkat agar phasa sinyal tergeser ./, o.

$C adalah pengeser phase - tingkat, namun untuk aplikasi !rekuensi rendah )0 . M12* akan diperlukan nilai induktansi $ yang relati! besar dengan ukuran !isik yang besar juga. ehingga pada kali dihindari pemakaian induktor $ tetapi menggunakan rangkaian penggeser phasa RC - tingkat.

3ambar .. Rangkaian !ilter '"# 'erikut ini bentuk kur(a tegangan terhadap respon !rekuensi 4

3ambar -. 5ur(a tegangan !ilter '"# "ada kur(a tersebut menunjukkan puncak tegangan output yang terjadi pada !rekuensi tertentu yang dinamakan dengan !rekuensi resonansi, pada !rekuensi ini output puncaknya mengalami peredaman)6out76in* sebesar .78 jika nilai R.9Rdan C.9C-, untuk menghitung !rekuensi resonansinya digunakan rumus sebagai berikut 4
FR = 1 2RC

).*

Dengan menggunakan rangkaian lead-lag sebagai umpan balik positi! pada op-amp dan sebuah rangkaian (oltage di(ider untuk umpan balik negati! maka akan membentuk sebuah rangkaian osilator wien bridge, wien bridge osilator dapat dilihat sebagai kon!igurasi penguat non in(erting dengan input sinyal dari output melewati rangkaian lead-lag. "enguatan dari rangkaian ini dapat dihitung dengan rumus 4
AV = 1 1 R1 + R 2 = = B R 2 /( R1 + R 2) R2

)-*

3ambar 8. Rangkaian osilator wien bridge tanpa dioda yarat dari suatu osilator adalah memiliki sebuah output yang stabil atau tunak atau total seluruh dari penguatannya adalah . sehingga nilai dari R. dapat ditentukan dengan menurunkan rumus di atas menjadi 4 A(.: 9 . A(.
1 9. 3 R1 + R 2 R2 R1 + R 2 R2 R1 + R 2 R2

A( 9 A( 9 89

A( 9 8

R. 9 -R-

)8*

"ada saat pertama osilator diberi tegangan supply total seluruh penguatannya harus lebih dari satu atau dengan kata lain penguatan A( harus lebih besar dari 8, kondisi ini diperlukan untuk membawa output osilator pada amplitudo yang dibutuhkan dan setelah besar amlitudo sudah terpenuhi maka A( akan kembali lagi menjadi 8. ;ntuk itu rangkaian pembagi tegangan di atas ditambahkan - dioda

2ener back to back yang paralel dengan sebuah resistor dan nilai R.9-R-, dengan rumus penguatannya sebagai berikut 4 A( 9
R1 + R 2 + R3 3R 2 + R3 R3 = = 3+ R2 R2 R2

)<*

3ambar <. Rangkaian osilator wien bridge dengan dioda 2ener Osilator =embatan &ien )Wien Bridge Oscilator* biasa digunakan untuk membangkitkan !rekuensi tanpa memerlukan sinyal input, dengan jangkauan !rekuensi dari > 12 sampai kira-kira . M12. Osilator ini menggunakan umpan balik negati(e dan umpan balik positi!. ;mpan balik positi! di !eed back melalui jaringan lead lag ke input non in(erting, sedangkan umpan balik negati(e melalui pembagi tegangan ke input in(erting. S-ara+ Mem.a'(/' Ra'(0aia' O)ila+,r yarat yang harus dipenuhi untuk membangun rangkaian osilator ini adalah penentuan besarnya Resistor dan 5apasitor penentu !rekuensi output. Fre0/e')i O/+1/+ Adapun !rekuensi output dari rangkaian Osilator =embatan &ien ini ditentukan dengan rumus sbb 4 2& ,/+ 9 . 7 )-?RC* 9 . 7 @- )8,.<* ).,,,,* ). % .,-+*A 9 334 56 7 4&3"K56

C& PERALATAN DAN KOMPONEN Osiloskop Resistor .,k, -,k Op-amp ;A,B<CD 5apasitor .n# "ower upply 'readboard 5abel =umper

D& RANGKAIAN

3ambar >. Rangkaian &ien 'ridge Oscillator E& PROSED$R PERCOBAAN .. Merangkai rangkaian wien bridge seperti gambar > pada breadboard -. Men-set power supply sebesar .,(olt dan menghubungkan pada port B kemudian sumber negati(e sebesar -.,(olt dihubungkan pada port <

8. Mengamati bentuk sinyal output dan !rekuensi menggunakan osiloskop dengan menghubungkan pada port D dan pada ground. <. Membandingkan dengan hasil perhitungan F& GAMBAR 5ASIL PERCOBAAN

G& ANALISA "ada percobaan kali ini dibuat sebuah rangkaian osilator dengan jenis wien bridge. Dari teori diketahui penguatan A adalah penguatan op-amp yang dibentuk oleh rangkaian R! )R-9 .,5E *dan Rg)R89 -,5E* dengan Fang dirangkai ke input negati(e op-amp. Dengan rumus penguatannya adalah 4

"ada gambar rangkaian diketahui R! 9 R - 9 -Rg 9 -R8, sehingga dengan demikian besar penguatan A98. Dengan hasil ini maka syarat terjadinya osilasi telah terpenuhi. Rangkaian osilator ini juga terdiri dari rangkaian penggeser !ase -tingkat yakni rangkaian RC dua tingkat sehingga menghasilkan phasa sinyal sebesar ./,. Dengan menggunakan kapasitor bernilai .nano#arad dan resistor .,5h2 dihasilkan sebuah gelombang osilasi pada osiloskop dengan !rekuensi keluaran resonansi sebesar .>.D-5h2. Gamun pada perhitungan teori dihasilkan gelombang sinusoidal dengan !rekuensi .>.+-5h2. 1al ini diketahui karena adanya distorsi pada rangkaian penggeser phasa yang non-linier karena pada rangkaian wien bridge osilator yang kompleks ditambahkan rangkaian A3C)Automatic 3ain Controller* untuk mengatur penguatannya. 58 KESIMP$LAN Dari percobaan rangakaian osilator wien bridge dapat disimpulkan bahwa4 .. Rangkaian &ien 'ridge Oscillator terdiri dari komponen R!, Rg, Rangkaian penggeser - !asa)-RC*, dan op-amp. 2. Rangkaian osilator wien bridge merupakan rangkaian penguat non in(erting dengan pergeseran !ase ./, dan digunakan rangkaian penggeser phasa tingkat yaitu -RC. 8. "enguatan A atau penguatan op-amp pada wien bridge bernilai 8 dengan demikian nilai R!9-Rg. <. #rekuensi output dapat ditentukan melalui pengaturan nilai R dan C pada rangkaian dengan perhiungan menggunakan !rekuensi resonansi karena menggunakan rangkaian !ilter.

DAFTAR PUSTAKA
http477kambing.ui.ac.id7onnopurbo7orari-diklat7teknik7elektronika7elektronika-dasar-CC-uni(negeri-jember7bab.B-rangkaian-oscillator.pd! http477www.electronics-tutorials.ws7oscillator http477insansainsprojects.!iles.wordpress.com7-,,/7,.7wienHbridgeHoscilator.jpg http477www.electronics-tutorials.ws7oscillator7wienHbridge.html http477www.google.com7urlI sa9tJrct9jJK9Jesrc9sJsource9webJcd9+Jcad9rjaJ(ed9,CCC'L'FwCAJurl9http M8AM-#M-#educypedia.karadimo(.in!oM-#libraryM-#&einM->-,'ridge M->-,OscillatorsM->-,"resentationDarren.pptJei9//HD;ta8=s5<rg!<sC1A'NJusg9A#NjCG1O$8mP6<CrdOR'<#Cb3# 2yatpCLAJsig-9(cDygtNRGOnBBt!!!gngGAJb(m9b(.>/./B.B/,d.bmk http477www.google.com7urlI sa9tJrct9jJK9Jesrc9sJsource9webJcd9.Jcad9rjaJ(ed9,CCkN#jAAJurl9httpM8A M-#M-#bobby!iles.!iles.wordpress.comM-#-,,/M-#,.M-#osilator-satu-op-amppembangkit-gelombangsinus.docJei9+aD&;tr8=<!KkAOojFDgCwJusg9A#NjCG#kA86-62nny>(tQ$paAKm '55CFswJsig-9wD=Qp/-!Q6%--CRCK$-#3gJb(m9b(.>+8B/<D>,d.d3C