You are on page 1of 3

Khasiat Warna Bahan Makanan

Buah dan sayuran yang warnanya cerah memiliki daya tarik tersendiri bagi konsumen. Warna
buah dan sayuran sering dipakai sebagai indikator penentu kualitas serta sebagai bahan
pertimbangan untuk memilih bahan makanan tersebut. Beberapa indicator yang dimaksud antara
lain adalah : 1. Warna menunjukkan tingkat kematangan, 2. Warna dipakai untuk menentukan
tingkat kesegaran dari buah dan sayuran, 3. Warna di pakai sebagai penanda kandungan gizi dari
buah dan sayuran..

Muara dari semua itu adalah konsumen akan memilih buah dan sayuran yang paling bagus dan
menarik warnanya. Karena di yakini bahwa warna yang terdapat pada buah dan sayur memiliki
khasiat bagi kesehatan. Buah dan sayuran setelah di panen akan tetap melakukan aktifitas
biokimia di dalam jaringannya, hal ini akan berakibat pada proses degradasi warna dan
terjadinya perubahan warna dari hijau menjadi kekuningan atau menjadi lebih pucat. Sehingga
kualitas warna bahan makanan yang masih segar atau baru di panen dengan yang tidak akan
sangat jelas berbeda. Warna yang terdapat pada bahan pangan tersebut di hasilkan dari suatu
metabolisme yang panjang, melibatkan proses biokimia dan beberapa jenis pigmen yang
bergabung hingga di hasilkan satu warna yang dominan. Warna asli bahan makanan berasal dari
senyawa alamiah (pigmen) yaitu senyawa fitokimia yang memiliki efek fungsional bagi tubuh.
Efek fungsional yang umum dimiliki oleh warna asli makanan adalah sebagai antioksidan.

Pigmen warna makanan terbagi menjadi 2 golongan yaitu yang bernutrisi dan yang tidak
bernutrisi. Pigmen bernutrisi adalah pigmen yang memberikan unsur esensial bagi tubuh, seperti
beta-karoten yang merupakan provitamin A yang selanjutnya akan diubah menjadi vitamin A
dalam tubuh. Sedangkan vitamin yang tidak bernutrisi artinya ia tidak memberikan zat (vitamin)
esensial, tetapi ia memiliki gugus polifenol yang bersifat sebagai antioksidan, contohnya pigmen
antosianin. Pada dasarnya kedua jenis pigmen tersebut sama-sama bermanfaat. Tiap warna
memiliki kandungan gizi dan manfaat bagi tubuh yang berbeda satu sama lain. Jika kandungan
pigmen warna bahan makanan yang semakin pekat maka memiliki kandungan gizinya yang
semakin tinggi pula.

Warna, serta khasiat pigmen yang terkandug tersebut antara lain adalah :

• Warna merah kaya akan pigmen likopen yang bermanfaat untuk mengurangi resiko
kanker, mengobati penyakit jantung, serta menurunkan kolesterol karena mampu
menurunkan LDL dalam darah, mengendalikan kadar gula darah serta meningkatkan
kualitas dan aktifitas sperma. Sumber bahan pangan: tomat, apel, semangka, pepaya,
strawbery, bayam merah, paprika, daging kerang, ikan salmon, lobster (dan sebagian sea
food) dll
• Warna Jingga : kaya akan alfa dan beta karoten. Beta karoten merupakan provitamin a
yang akan di rubah menjadi vitamin A yang dapat dimanfaatkan oleh tubuh.
Manfaat : untuk kesehatan mata, bersifat menangkal radikal bebas penyebab kanker dan
peradangan serta mampu mengurangi kolestreol dan stroke. Sumber : wortel, mangga,
jeruk, labu kuning, ubi merah kangkung dan bayam

• Warna kuning : sebagian di bentuk oleh pigmen xanthophyll, juga kaya akan Karotenoid,
dan beta cryptoxanthin mengindikasikan kandungan vitamin C yang berfungsi untuk
melindungi sel2 tubuh, mengurangi risiko kanker/tumor, mencegah kerusakan DNA,
mencegah osteoporosis dan juga menjaga kesehatan mata. Sumber nya : jeruk, nenas,
melon, pepaya, madu, timun suri, pir, jagung, kuning telur, kunyit dll.

Cari
• Hijau / Kuning : kaya akan karotenoid, lutein, dan zeaxantin
Manfaat untuk kesehatan mata. Sumber : sayuran warna hijau, kacang dan alpukat

• Khusus warna hijau yang banyak mengandung sulforaphane, isthiocyanate, dan


indole, mampu merangsang lever memproduksi komponen yang mampu mencegah
pembentukan sel kanker. Selain itu pigmen pembentuk warna hijau adalah klorofil.
Klorofil memiliki struktur yang sama dengan hemoglobin, perbedaan hanya terletak pada
inti nya, Fe pada hemoglobin dan Mg pada klorofil. Klorofil juga disebut ‘darah hijau’
yang berfungsi mentransportasikan oksigen ke seluruh jaringan tubuh. Manfaat dari
klorofil adalah bersifat sebagai antibakteri, dan antikanker. Klorofil banyak terdapat pada
alpukat, kiwi, anggur hijau, asparagus, bayam, brokoli, daun singkong, kacang polong,
paprika hijau, sawi, kubis serta sayuran dan buah wana hijau lainnya.

• Putih, bahan makanan yang berwarna putih tidak memiliki pigmen yang menghasilkan
warna tertentu. Pada bahan pangan berwarna putih kaya akan glutation proksidase dan
katalase yang secara umum berfungsi meningkatkan imunitas tubuh karena merupakan
enzim yang mampu menangkal radikal bebas penyebab kanker, proses penuaan, serta
mencegah penyakit degeneratif lainnya, serta menyehatkan saluran pencernaan. Sumber
bahan pangan antara lain buah-buah berwarna putih seperti leci, rambutan, lengkeng
(juga kaya akan vitamin C), susu, sawi putih, tauge bawang putih, bawang bombai, dan
buah pir, dll

• Biru / ungu, pigmen pembentuknya adalah antosianin. Bahan pangan dengan warna biru /
ungu juga kaya akan phycocyanin, dan spirulina yang juga memiliki kemampuan sebagai
antioksidan, anti peradangan, serta pelindung sel mata dan otak, mencegah pernyebaran
sel kanker, dan diabetes militus. Sumbernya : anggur ungu, terong ungu, plum, manggis,
kol ungu, dll
• Warna hitam pada bahan pangan juga banyak mengandung polifenol yang mampu
menurunkan kadar kolesterol, mengatasi demam, mual, diare, serta hipertensi , Sumber :
cicau hitam, coklat, jamur kuping, dll. Warna hitam pada tinta cumi2 kaya akan protein
(asam amino esensial) dan mineral. Tinta cumi mampu mengaktifkan sel2 darah putih
untuk menangkal radikal bebas san penyebaran sel kanker.

Dalam pola makan kita sehari hari hendaknya bahan makanan yang kita konsumsi cukup
bervariasi, baik dari segi jenis bahan dan warna bahan pangan. Karena warna asli bahan makanan
memiliki khasiat yang bervariasi juga. Selain itu juga dalam pemilihan bahan pangan yang
berwarna hendaknya dilakukan dengan memilih warna yang tidak menyimpang.