You are on page 1of 5

Paparan Sunda (Sundaland)

Paparan Sunda (Sundaland) adalah nama sebuah dataran luas yang dulunya pada masa jaman es terakhir meliputi kawasan yang sekarang disebut sebagai Semenanjung Malaysia, Laut Cina Selatan, Sumatra, Jawa dan Kalimantan beserta selat/laut dengan kedalaman rata-rata mencapai 120 meter yang berada di antara pulau-pulau tersebut (Selat Malaka,Karimata,Sunda dan Laut Jawa). Paparan Sunda ini merupakan bagian dari Lempeng Eurasia. Paparan Sunda memiliki luas sekitar 1.850.000 km2. Secara umum Paparan Sunda merupakan perpanjangan dari paparan kontinen Asia Tenggara yang tertutup interglasial oleh Laut Cina Selatan sehingga mengisolasi Kalimantan, Sumatra, Jawa dan pulau-pulau lain yang lebih kecil. Pada periode glasial, muka air laut turun, dan perbesaran dari Paparan Sunda muncul dan terlihat sebagai marshy plain. Lautan dan teluk yang tertutup oleh paparan Sunda memiliki kedalaman kurang dari 100 m. Gradien bawah laut yang landai memisahkan Paparan Sunda dari Filipina, Sulawesi dan Kepulauan Sunda Kecil, dimana garis pemisah membentang diantara Bali dan Lombok, ditandai dengan diskontinuitas utama dalam fauna yang dikenal sebagai Garis Wallace.

Perkembangan Tektonik Paparan Sunda Paparan Sunda adalah bagian heterogen yang merupakan bagian dari Laut Tethys dan gabungan dari beberapa bagian fragmen Gondwana (gambar 1). Lempeng Mikro Sunda terbentuk akibat pecahnya Benua Gondwana. Pecahnya Benua Gondwana (126 Ma) menyebabkan kepingan-kepingan fragmen Benua Gondwana bergerak ke utara dan membentur bagian tepi selatan Asia sehingga membentuk Lempeng Mikro Sunda. Perkembangan tektoniknya selama tersier-sekarang dipengaruhi oleh benturan antara India dan Asia.

Gambar 1. Batas tepi Lempeng Mikro Sunda.

Ada beberapa teori tentang pembentukan pola struktur dan tektonik Paparan Sunda (Sundaland), yaitu : Sebagai gelang-gelang jalur subduksi yang berkembang semakin muda ke arah barat daya-selatan dan ke arah utara (Katili). Sejak awal merupakan bagian dari Benua Asia Sebagai amalgamasi unsur-unsur yang berasal dari Benua Asia dan Gondwana

Sejarah pembentukan Daratan Sunda adalah dulunya sebagai gelang-gelang jalur subduksi yang berkembang semakin muda ke arah barat-daya selatan dan ke arah utara. Interaksi antar lempeng Hindia Australia dari arah selatan dengan Laut Cina Selatan menyebabkan jalur subduksi dan busur magmatik di Sundaland berpindah-pindah. Gelanggelang jalur subduksi dan busur gunung berapi dari Perm sampai Tersier tersebut (gambar 2). secara relatif semakin muda berkembang ke arah barat daya dan selatan untuk subduksi yang awalnya berada di sebelah barat Sundaland pada Karbon Akhir dan ke arah utara untuk jalur subduksi yang berada di sebelah timur Sundaland.

Gambar 2. Perkembangan tektonik Daratan Sunda pada Zaman Pre-Tersier

Gambar 3. Daratan Sunda yang dikelilingi oleh jalur-jalur subduksi antara Lempeng Indo-Australia dan Lempeng Pasifik.

Daratan Sunda sejak 70 55 juta tahun lalu merupakan bagian dari Benua Asia, yaitu Asia Tenggara, yang dikelilingi oleh jalur-jalur subduksi antara Lempeng IndoAustralia di bagaian selatan dan Lempeng Pasifik di bagian Utara (gambar 3). Pada 45 juta tahun lalu, India bergerak ke arah utara dan membentur Benua Asia. Benturan ini menghasilkan deformasi di Benua Asia, yaitu terjadi pergeseran melalui sesar-sesar mendatar yang berukuran raksasa. Proses ini juga mempengaruhi proses terbentuknya dan deformasi dari cekungan-cekungan yang ada di Indonesia Bagian Barat (Daratan Sunda). Disamping itu akibat desakan dari bagian tepi timur Asia yaitu membukanya laut Cina Selatan.

Gambar 4. Deformasi yang terbentuk akibat bergeraknya India ke utara membentur Benua Asia.

Daratan Sunda juga merupakan amalgamasi dari unsur-unsur yang berasal dari Benua Asia dan Gondwana (berupa kerak benua, kerak samudera, dan busur volkanik) (gambar 5). Unsur dari Gondwana meliputi lempeng mikro Mergui yang persebarannya dari Sumatera tengah - Sumatera Utara hingga ke Burma. Sementara unsur dari Benua Asia yaitu lempeng mikro Asia dan lempeng mikro Asia Timur yang sebarannya dari Semenanjung Malaka, Kalimantan Barat dan Indo-Cina. Perkembangan selanjutnya dari amalgamasi ini dipengaruhi oleh interaksi konvergen dengan Lempeng Indo-Australia di Selatan dan Lempeng Pasifik di barat.

Gambar 5. Daratan Sunda sebagai amalgamasi yang berasal dari Benua Asia dan Gondwana.

Referensi : Hall, R., Clements, B., Smyth, H.R. 2009. Sundaland: Basement Character, Structure and Plate Tectonic Development. Proceedings, Indonesian Petroleum Association: ThirtyThird Annual Convention & Exhibition, May 2009. http://jurnal-geologi.blogspot.com/2010/01/geo-pendahuluan-tektonika.html (Diakses pada tanggal 8 Februari 2014 pukul 19.00 WIB) http://fosi.iagi.or.id/tecsed/tecsed-intro.htm (Diakses pada tanggal 8 Februari 2014 pukul 19.00 WIB)

TUGAS GEOLOGI INDONESIA (GL3203)

Paparan Sunda (Sundaland)

Nama : Irvan Febyanto NIM : 12011024

PROGRAM STUDI TEKNIK GEOLOGI FAKULTAS ILMU DAN TEKNOLOGI KEBUMIAN ( FITB ) INSTITUT TEKNOLOGI BANDUNG 2014