You are on page 1of 9

1 BAB I PENDAHULUAN A.

LATAR BELAKANG Dari segi terminologi, artritis rheumatoid berasal dari dua kata yaitu arthritis dan rheumatoid. Artritis merupakan suatu bentuk peradangan yang menyerang sendi dan struktur atau jaringan penunjang di sekitar sendi. Sedangkan rheumatoid itu sendiri berarti penyakit degeneratif yang sifatnya menahun dan menghambat aktivitas penderitanya. Jadi, dari kedua kata tersebut dapat disimpulkan bahwa artritis rheumatoid adalah suatu peradangan kronik yang menyerang sendi dan jaringan penunjang di sekitar sendi, sehingga menyebabkan degenerasi jaringan ikat yang membentuk lapisan sendi serta struktur-struktur di sekitar sendi. erdasarkan riset yang pernah dilakukan menunjukkan bahwa !"# penduduk perkotaan berpotensi mengidap penyakit radang sendi ini. $al tersebut dikarenakan oleh gaya hidup warga perkotaan yang kurang sehat, seperti kebiasaan merokok, kurangnya olah raga, serta kebiasaan mengkonsumsi makanan yang tinggi kolesterol %www. wina pribadi. blogspot. &om.' B. TUJUAN (. )engetahui pengertian Arthritis *eumathoid D. )engetahui faktor resiko Arthritis *eumathoid +. )engetahui penyebab Arthritis *eumathoid ,. )engetahui manifestasi klinis Arthritis *eumathoid -. )engetahui pathofisiologi dan pathway Arthritis *eumathoid $. )engetahui pemeriksaan penunjang Arthritis *eumathoid .. )engetahui penatalaksanaan Arthritis *eumathoid J. )engetahui komplikasi dan prognosis Arthritis *eumathoid

BAB II TINJAUAN TEORI A. DEFINISI

/ Dari segi terminologi, artritis rheumatoid berasal dari dua kata yaitu arthritis dan rheumatoid. Artritis merupakan suatu bentuk peradangan yang menyerang sendi dan struktur atau jaringan penunjang di sekitar sendi. Sedangkan rheumatoid itu sendiri berarti penyakit degeneratif yang sifatnya menahun dan menghambat aktivitas penderitanya. Jadi, dari kedua kata tersebut dapat disimpulkan bahwa artritis rheumatoid adalah suatu peradangan kronik yang menyerang sendi dan jaringan penunjang di sekitar sendi, sehingga menyebabkan degenerasi jaringan ikat yang membentuk lapisan sendi serta struktur-struktur di sekitar sendi. )enurut Sylvia dan 0ilson %1112', artritis rheumatoid merupakan gangguan kronik yang menyerang berbagai sistem organ, dan merupakan penyakit jaringan penyambung difus yang diperantarai oleh immunitas serta terjadi destruksi sendi progresif. Senada dengan definisi di atas, di dalam buku 3apita Selekta 3edokteran edisi-4 %/551', menjelaskan bahwa artritis rheumatoid ialah suatu penyakit inflamasi sistemik kronik dengan manifestasi utama poliartritis progresif dan melibatkan seluruh organ tubuh. B. PREVALENSI Artritis rheumatoid lebih sering menyerang wanita daripada pria dengan perbandingan 461. 7enyebabnya tidak diketahui pasti, namun diduga ada hubungannya dengan mekanisme immunitas tubuh. .nsidensi artritis rheumatoid meningkat dengan bertambahnya usia, pun&aknya adalah pada usia 85-95 tahun. 7enyakit ini menyerang orang-orang di seluruh dunia dari berbagai suku bangsa. Sekitar 1# orang dewasa menderita artritis rheumatoid yang jelas, dan dilaporkan bahwa di Amerika Serikat setiap tahun timbul kira-kira !25 kasus baru per satu juta penduduk %Sylvia dan 0ilson, 1112'. )enurut 7rof. dr. $arry .sbagio, Sp.7D-3* %/559', mengatakan bahwa pada tahun /555, jumlah penderita artritis rheumatoid sekitar 1/5.555 orang. 0alaupun prevalensi penyakit rendah, tetapi penyakit ini sangat progrsif dan paling sering menyebabkan ke&a&atan. Apabila tidak diobati, akan mun&ul ke&a&atan dalam tempo dua pertiga tahun kemudian.

4 erdasarkan riset yang pernah dilakukan menunjukkan bahwa !"# penduduk perkotaan berpotensi mengidap penyakit radang sendi ini. $al tersebut dikarenakan oleh gaya hidup warga perkotaan yang kurang sehat, seperti kebiasaan merokok, kurangnya olah raga, serta kebiasaan mengkonsumsi makanan yang tinggi kolesterol %www. wina pribadi. blogspot. &om.' C. 1. /. ETIOLOGI 7enyebabnya belum diketahui se&ara pasti, akan tetapi diduga dikarenakan oleh6 )ekanisme immunitas, seperti interaksi .g- dari immunoglobulin dengan rheumatoid faktor. ,aktor metabolik, melalui destruksi pen&ernaan oleh produksi protease, kolagenase, dan en:im-en:im hidrolitik lainnya. +n:imen:im ini meme&ahkan tulang rawan, ligament, tendon, dan tulang paha sendi serta dilepaskan bersama-sama dengan radikal oksigen dan metaboli& asam arakhidonat oleh leukosit polimorfonuklear dalam &&airan sinovial. 4. D. 1. /. 4. .nfeksi mikroorganisme. MANIFESTASI KLINIK ;anda dan gejala yang menyertai penyakit artritis rheumatoid antara lain6 Awitan artritis rheumatoid ditandai oleh gejala umum peradangan berupa demam, rasa lemah, nyeri tubuh, dan pembengkakan sendi. -ejala-gejala ;imbul nyeri sistemik, dan misalnya lemah, lelah, anoreksia, berat badan menurun, takikardi, dan demam. kekakuan sendi, mula-mula disebabkan oleh peradangan akut dan kemudian sebagai akibat dari pembentukan jaringan parut. 3ekakuan ini terjadi paling parah pada pagi hari dan mengenai sendi se&ara bilateral. +pisode-episode peradangan diselingi oleh periode remisi. 8. ;erjadi poliartritis simetris, terutama pada sendi perifer, termasuk sendi-sendi di tangan, namun biasanya tidak melibatkan sendi-sendi interfalangs distal. $ampir semua sendi di artrodial dapat terserang. 2. Artritis erosive, merupakan &iri khas penyakiti ini. 7ada gambaran radiologik, peradangan sendi yang kronik mengakibatkan erosi di tepi tulang dan ini dapat dilihat pada radiogram.

8 9. Deformitas6 kerusakan dari struktur-struktur penunjang sendi dengan perjalanan penyakit yaitu pada tangan seperti pergeseran ulnar atau deviasi pada jari tangan, subluksasi sendi metakarpofalangeal, dan leher angsa. Sedangkan pada kaki berupa tonjolan %protrusi' kaput metatarsal yang timbul sekunder dari subluksasi metatarsal. !. ". darah. E. FAKTOR RISIKO erikut adalah golongan-golongan yang berisiko terkena penyakit artritis rheumatoid, antara lain6 1. daripada pada pria. /. rematik. 4. 8. perkembangan sel. 2. 9. !. ". 3egemukan, disebabkan karena timbunan lemak di tubuh bisa membebani persendian panggul, pinggang, dan terutama lutut. *iwayat keluarga yang terkena artritis rheumatoid. *iwayat penyakit persendian sebelumnya. -aya hidup kurang sehat, seperti merokok, kurang olah raga, dan konsumsi makanan tinggi kolesterol. F. PATHOFISIOLOGI .nflamasi mula = mula mengenai sendi = sendi sinovial disertai edema, kongesti vaskuler, eksudat fibrin dan infiltrasi seluler. 7eradangan yang berkelanjutan , sinovial menjadi menebal, terutama pada sendi artikular kartilago orang yang terinfeksi mikroorganisme. <sia, semakin bertambah usia semakin tinggi risiko tekena radang sendi. .ni berkaitan dengan degenerasi yaitu menurunnya 3ondisi autoimun, karena salah unsur tubuh yang ditolak dan menimbulkan reaksi antigen-antibodi yang berakibat kea rah Jenis kelamin, lebih berisiko terjadi pada wanita )un&ul nodul-nodul rematoid, yaitu massa subkutan yang biasanya terdapat di atas siku dan jari tangan. )anifestasi ekstra-artikukular, menyerang organ-organ lain di luar sendi, misalnya jantung, paru-paru, mata, dan rusaknya pembuluh

2 dari sendi.pada persendian ini granulasi membentuk pannus atau penutup yang menutupi kartilago. 7annus masuk ke tulang sub &hondria. Jaringan granulasi menguat karena radang menimbulkan gangguan nutrisi kartilago artikuler, kartilagomenjadi nekrotis. ;ingkat erosi dari kartilago persendian menentukan tingkat ketidakmampuan sendi. ila kerusakan kartilago sangat luas maka terjadi adhesi diantara permukaan sendi, karena jaringan fibrosa atau tulang bersatu %ankilosis'. 3erusakan kartilago dan tulang menyebabkan tendon dan ligamen jadi lemah dan bisa menimbulkan subluksasi atau dislokasi dari persendian. .nvasi dari tulang sub &hondria bisa menyebabkan osteoporosis setempat %peningkatan pengeroposan tulang'. >amanya rhematoid artritis berbeda pada setiap orang. Ditandai dengan masa adanya serangan dan tidak adanya serangan. Sementara orang ada yang sembuh dari serangan pertama dan selanjutnya tidak terserang lagi. ?ang lain, terutama yang mempunyai faktor rhematoid %seropositif gangguan rhematoid'. -angguan akan menjadi kronis yang progresif. 7ada sebagian ke&il individu terjadi progresif yang &epat ditandai dengan kerusakan sendi yang terus menerus dan terjadi vaskulitis yang difus. Serangan dapat timbul karena status fisik dan mental. G. 1. PENATALAKSANAAN 7endidikan untuk pasien mengenai penyakit dan penatalaksanaan yang dilakukan, sehingga terjamin ketaatan pasien untuk tetap berobat dalam jangka waktu panjang. /. @A.AS diberikan sejak dini untuk mengatasi nyeri sendi akibat inflamasi. @A.AS yang diberikan 6 Aspirin 7asien kurang dari 92 tahun dapat mulai dengan dosis 4-8 kali 1 gramBhari, kemudian dinaikan 5,4-5,9 gramBminggu sampai terjadi perbaikan. Dosis terapi /5-45 mg. .buprofen Aaproksen 7iroCi&am

9 4. 8. 2. Diklovenak D)A*D % Disease )odifying Anthireumathoid Drugs ' *ehabilitasi bertujuan untuk meningkatkan kualitas hidup pasien, &aranya antara lain 6 )engistirahatkan sendi yang terlibat. >atihan dengan menggunakan tongkat penyangga, kursi roda. 7emanasan, baik hidroterapi maupun elektroterapi. 7embedahan Jika dengan pengobatan tidak berhasil, dilakukan pembedahan, misalnya 6 Sinovektomi, untuk memperbaiki deviasi ulnar. <ntuk menilai kemajuan pengobatan diapakai parameter 6 1. >ama morning stifelness. /. anyaknya sendi yang nyeri bila digerakanBberjalan. 4. 3ekuatan dengan menggenggam % dinilai dengan tensimeter '. 8. 0aktu yang diperlukan untuk berjalan 15-12 meter. 2. 7eningkatan >+D. 9. Jumlah obat-obatan yang digunakan. Pemeriksaan Pen n!an" # 1. ;es fa&tor reuma biasanya positif pada lebih dari !2# pasien arthritis reumathoid terutama bila masih aktif. /. 7rotein (-reaktif biasanya positif. 4. >+D meningkat. 8. >eukosit normal atau meningkat sedikit. 2. Anemia normositik hipokrom akibat adanya inflamais yang kronik. 9. ;rombosit meningkat. !. 3adar albumin serum turn dan globulin naik. ". 7ada pemeriksaan rongten, semua sendi dapat terkena, tapi yang tersering metatarsofaling dan sendi sakroiliaka. H. KOMPLIKASI

! 3elainan system pen&ernaan yang sering dijumpai adalah, gastritis dan ulkus peptikum. )erupakan komplikasi utama penggunaan obat anti inflamasi nonsteroid atau obat pengubah perjalanan penyakit. 3omplikasi saraf berhubungan dengan )ieo )ielopati akibat ketidaksetabilan Dertebra Servikalis dan Aeuropati .skemik Daskulitis. I. PROGNOSIS 7erjalanan penyakit arthritis reumathoid bergantung pada ketaatan pasien untuk berobat dalam jangka waktu panjang. Sekitar 25-!2# pasien arthritis reumathoid akan mengalami remisi dalam / tahun. Selebihnya akan mengalami prognosis yang lebih buruk. -olongan ini umumnya meningkat 15-12 tahun lebih &epat dari pada orang tanpa arthritis reumathoid.

"

Pa$%a&s 7roses autoimun .g ) dan .g 3ompleks imun ,agositosis 7elepasan en:im sitokinin *espon inflamasi

)embran sinovial menebal ;erbantuk granulosit )embentuk pannus yg menutupi kartilago )asuk ke tulang sub &hondria Jaringangranulosit menguat

7embengkakan

7eradangan Demam

DC 1 Ayeri akut

DC 4 $ipertermi 7ersendian sulit digerakan

Dislokasi dr sendi -angg. nutrisi pd kartilago 3artilago nekrosis tendon E ligamen

DC / 3erusakan imobilitas fisik

1 lemah