You are on page 1of 4

PENGARUH DISINTEGRASI NEGARA DI NEGARA KESATUAN REPUBLIK INDONESIA

Ditulis oleh : Maulana Putra Pambudi (135150207111011)

Abstrak :

Disintegrasi sudah menjadi masalah di seluruh negra di belahan dunia, disintegrasi akan membawa perpecahan bagi suatu bangsa, dan dapat menghancurkan suatu bangsa, disintegrasi dapat terjadi karena berbagai hal namun yang paling utama adalah adanya iisu SARA yang mencerminkan ketidak adilan pemeritah terhadap kaum minoritas, dan bisa juga karena pemerintahan yang sudah terlanjur carut marut, atau yang lebih parahnya lagi disintegrasi dapat pula ditunggangi oleh kekuatan asing yang ingin menghancurkan suatu negara, oleh karena itu kita harus menanggulani hal tersebut dengan berbagai cara agar tercipta negara yang adil dan damai

Kata kunci : Disintegrasi; Bangsa ; Pemerintahan ; Negara.

Pembahasan/isi
Pada saat ini, di berbagai negara negara yang ada di dunia, mengalami proses disintegrasi bangsa, termasuk Indonesia. Desintegrasi jika diartkan secara sederhana adalah perpecahan, hal seperti ini bayak terjadi di timur tengah saat ini, dan jika di Indonesia disintegrasi bukanlah sesuatu yang baru karena hal ini sudah terjadi ketika awal kemerdekaan, seperti gerakan G30S PKI, DI TII, GAM,OPM dan lainya, hal ini jika dibiarkan maka akan mengancam keutuhan negara, Disintegrasi bangsa dapat berakibat pada kehancuran suatu negara, Disintegrasi menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia berarti suatu keadaan tidak bersatu padu atau keadaan terpecah belah; hilangnya keutuhan atau maka dapat kita ketahui bahwa disintegrasi sebenarnya adalah perpecahan suatu negara yang bisa diakibatkan dari berbagai faktor, tentu perpecahan itu sendiri dapat terjadi dari dala negara itu sendiri, atau bahkan oleh campur tangan pihak asing. Disintegrasi secara

harfiah dipahami sebagai perpecahan suatu bangsa menjadi bagian-bagian yang saling terpisah (Websters New Encyclopedic Dictionary 1994).maksud dari pernyataan disini adalah, disintegrasi adalah terpecah belahnya suatu bangsa, contoh yang paling nyata adalah ketika pecahnya uni soviet menjadi beberapa negara.. Disintegrasi suatu bangsa dapat terjadi karena bermacam macam hal seperti masalah SARA (Suku Agama Ras dan Antar golongan), mengapa SARA bisa menjadi penyebab terjadinya disintegrasi negara? Hal ini dikarenakan karena suatu kelompok di dalam suatu negara menganggap bahwa mereka telah dibeda bedakan oleh pemerintah dalam pengambilan kebijakan, contohnya adalah kelompok OPM( Operasi Papua Merdeka) yang menganggap bahwa daerah papua khususnya cenderung tidak mendapat perhatian yang lebih dari negara Indonesia, dan menganggap bahwa ketidakadilan itu berdampak pada tertinggalnya daerah papua, maksud tertinggal di sini adalah tertinggal masalah kualitas pembangunan dan dari berbagai aspek lainya, sehingga menghasilkan mutu sdm yang rendah, mereka juga berpendapat bahwa dengan kekayaan alam yang papua miliki seharusnya mereka bisa menjadi suatu negeri yang sejahtera, oleh karena itu mereka menginginkan membentuk pemerintahan sendiri dengan berpisah dari negara Indonesia. Namun, sesungguhnya hal seperti ini tidak perlu dilaukan, karena ini akan mengakibatkan konflik di papua, pasti ada beberapa orang papua yang masnh ingin menjadi waga negara Indonesia, dan lebih jauh lagi pasti pemerintah Indonesia tidak akan membiarkan wilayahnya lepas begitu saja, jika cara Indonesia membujuk dengan perundingan hal itu masih bisa diterima atau bahkan diapresiasi, namun bagaimana jia harus terjadi perang untuk mempertahankan wilayah RI, ini tentu akan memakan korban jiwa yang sangat banyak dari kedua belah pihak, dan bukan tidak mungkin akan ada warga sipil yang menjadi korban, bentrokan antara TNI dan pasukan pemberontak sudah kerap kali terjadi dan menimbulkan banyak kerugian bagi negara kita. Kemudian selain faktor utama diatas penyebab lainya adalah kurangnya rasa nasionalisme dan cinta tanah air, mengapa mereka mau menyerang negara kita? Hal ini disebabkan karena kurangnya rasa nasionalisme yang mereka miliki, jika hal ini dibiarkan secara terus menerus dan ditambah dengan ketidakpuasan mereka terhadap kinerja pemerintah, maka hal ini dapat memicu konflik yang berkepanjangan,contoh sederhananya adalah ketika akhir dari orde baru, dimana carut marutnya pemerintahn saat ittu ditambah dengan krisis ekonomi moneter yang berkepanjangan maka rakyat Indonesia sendiri turun ke jalan untuk menyuarakan aspirasinya, merasa aspirasinya tidak di dengar, hal ini malah berujung pada rencana menggulingkan/mengkudeta pemerintahan yang sudah ada, ketika hal ini terjadi maka dapat kita lihat pada saat itu betapa terpecah belahnya negara Indonesia. Persoalan asas kesejahteraan yang terlalu diumbar, merupakan salah satu sebab ancaman disintegrasi bangsa, di samping instabilitas yang diakibatkan oleh para pelaku politik yang tidak lagi bersikap netral (Aristoteles), maksud dari pendapat aristoteles diatas adalah misalnya pemberitaan tentang ketimpangan yang ada di negara ini terlalu diekspose oleh media, sehingga menimbulkan jiwa jiwa pemberontak yang baru, kemudian salah dari pemerintah juga kurang cepatnya penanganan atas masalah yang diekspose ke media, maka dari itu lama kelamaan akan membuat kesal warganya, maksud instabilitas adalah pemerintah yang kebanyakan menginginkan sesuatu yang instan tapa menimbang apa efek buruk dan baiknya.

Dari paparan diatas maka dapat kita simpulkan bahwa disintegritas merupakan masalah yang sangat berbahaya bagi kelangsungan negara khususnya negara Indonesia, untuk mencegah hal hal tersebut maka harus dilakukan berbagai upaya untuk menghindari terjadinya disintegritas, hal hal yang dapat menghindari terjadinya disintegritas adalah. Menumbuhkan rasa nasionalisme yang tinggi disertai wawasan kebangsaan yang luas kepada generasi muda negara ini, hal ini ditujukan agar kelak kedepanya tidak muncul lagi orang yang dapat membuat disintegritas pada negara ini, dan menanamkan rasa cinta pada tanah air yang besar sehingga ketika pemerintah tidak baik dalam melaksanakan tugasnya, generasi muda inilah yang akan mencari solusi atau ikut membantu pemerintah keluar dari masalah ini, bukan malah melakukan aksi anarkis. Lalu untuk menangulanginya diperlukan juga jajaran pemerintahan yang langsung turun ke rakyatnya, untuk mengetahui masalah yang ada di daerah yang dikunjungi, selain itu hal ini juga dapat menciptakan kebersamaan antara pemimpin dan rakyatnya, dan menghilangkan gap antara penguasa dan rakyat, jika hal ini dilakukan maka kecil kemungkinan rakyat akan melakukan kudeta berdarah pada pemerintah tersebut. Perlu ditegakanya kembali nilai nilai pancasila dan UUD 1945, masksudnya adalah nilai nilai yang terandung dalam pancasila dan UUD 1945 harus diserukan dan ditanam kepada seluruh rakyat Indonesia agar mereka menggunakan nilai tersebut dalam kehidupanya, jia nilai nilai tersebut diterapkan di kehidupan masarakat maka akan tercipta negara yang lebih damai. GBHN yang sempat dihilangkan harus ditegakan dan dilaksanakan kembali, hal ini ditujuan untuk menyatukan visi pembangunan bangsa, dan menjadi pedoman dalam pembangunan bangsa sehingga konsep pembangunan lebih terarah dan merata. Budaya budaya luhur bangsa seperti gottong royong , tolong menolong, kerja bakti, harus ditingkatkan hal ini menciptakan rasa kebersamaan dan solidaritas antar rakyat Indonesia, tanpa disadari hal ini juga dapat membuat maju bangsa Indonesia. Selain paparan di atas TNI dan Polri juga harus memiliki fungsi yang strategis dan jelas untuk menjaga keutuhan negara kesatuan republik Indonesia.

Penutup
Kesimpulannya, bahwa kondisi Republik Indonesia dengan NKRI-nya secara nyata harus diakui oleh setiap warga negara bila ditinjau dari kondisi geografi, demografi, dan kondisi sosial yang ada akan terlihat bahwa pluralitas, suku, agama, ras dan antar golongan dijadikan pangkal penyebab konflik atau kekerasan massal, tidak bisa diterima begitu saja. Pendapat tersebut bisa benar untuk sebuah kasus tapi belum tentu benar untuk kasus yang lain. Namun ada kondisi-kondisi struktural dan kultural tertentu dalam kondisi rakyat yang beraneka ragam yang terkadang terjadi akibat dari suatu proses sejarah atau peninggalan penjajah masa lalu, sehingga memerlukan penanganan khusus dengan pendekatan yang arif namun tegas walaupun dengan aspek hukum, keadilan dan sosial budaya merupakan faktor berpengaruh dan perlu pemikiran sendiri. Dan para pemimpin bangsa ini dari tingkat elit politik nasional hingga kepemimpinan daerah, sangat menentukan dalam rangka meredam konflik yang

banyak terjadi saat ini. Sedangkan peredaman konflik memerlukan tingkat profesionalisme dari seluruh aparat hukum dan instansi terkait secara terpadu dan tidak berpihak pada sebelah pihak. Sekilas permasalahan tersebuat nampak biasa saja, namun apabila hal ini terus terjadi dan tidak ada upaya dari pemerintah untuk menyelesaikan persoalan tersebut, bukan tidak mungkin disintegrasi yang selama ini dikhawatirkan akan terwujud, dan kemungkinan memang bisa terwujud. Pemerintah harus merumuskan kebijakan yang tegas dan tepat dalam aspek kehidupan dan pembangunan bangsa, yang dapat mencerminkan keadilan bagi seluruh rakyat di Republik Indonesia ini. Daru paparan di atas maka sebaiknya pemerintah apabila terjadi masalah yang berbau SARA maka pemerintah sebaiknya turun langsung kepada masyarakat untuk berdiskusi, atau menurunkan muliter sebatas untuk berjaga jaga, dan mendekatkan pendekatan secara hukum dan HAM, kemudian dalam pengambilan kebijakan sebaiknya harus yang pro rakyat bukan atas kepentingan elite atau golongan, lalu membangun intelegen agar mengawasi ketika ada isu pemberontakan muncul kembali, atau bisa pemberontakan yang ditunggangi oleh kekuatan asing, harus cepat dideteksi oleh seorang intelegen negara. Kesimpulan dari paparan diatas adalah bahwa kita sebaiknya mengedepankan kepentingan negara dibanding kepentingan golongan, sudah menjadi kewajiban kita bahwa kita sedirilah yang mampu memerangi disintegrasi negeri ini. Lalu jika ada permasalahan bangsa seharusnya kita membantu dengan aksi nyata bukan malah berdemonstrasi yang kurang manfaatnya, sebaiknya kita bahu membahu untuk kemajuan bangsa Indonesia.

DAFTAR PUSTAKA :
Alfarisi, I.K. 2012. Kesatuan Bangsa untuk Mencegah Disintegrasi. http://news.detik.com/read/2012/02/13/164604/1841278/471/kesatuan-bangsa-untukmencegah-disintegrasi. 17 Desember 2013. Adidharta, S.2012. Fenomena Disintegrasi Bangsa di dalam NKRI. http://hankam.kompasiana.com/2012/11/03/fenomena-disintegrasi-bangsa-di-dalam-nkri505569.html. 17 Desember 2013 Sukarelawati, E.2013. Menkominfo:Antisipasi Disintegrasi Negara. http://www.antarajatim.com/lihat/berita/117188/menkominfo-antisipasi-disintegrasi-bangsa. 17 Desember 2013 Ulwiyah, R.2013. Disintegrasi Bangsa. http://april-delapan .blogspot.com /2013/02/ disintegrasi-bangsa.html. 16 Desember 2013