You are on page 1of 10

Langkah 1 Identifikasi istilah yang tidak diketahui

Tidak ada

Langkah 2 Rumusan Masalah Komunikasi dokter pasien Pasien berhenti minum obat karena bosan

Langkah 3 Analisis Masalah

Mind Map

1. Ilmu perilaku

4. Informasi efektif

Pasien Bosan minum obat

2.Komunikasi empati

3. Perilaku sehat

Langkah 4 Hipotesis

Secara ilmu perilaku dokter tidak melakukan transaksional analisis dengan baik dan antara dokter dengan pasien mengalami crossed communication. Bila secara informasi efektif dokter bersikap proaktif dan tidak terampil dalam penyusunan pesan Secara empati dokter hanya mencapai beberapa level empati yang belum sampai pada level yang sempurna Dilihat dari perilaku sehat tingkatan perubahan perilaku pasien dan perilaku sehat oleh pasien

Langkah 5 Sasaran pembelajaran

1. Ilmu perilaku Satu rangka rujukan untuk memahami tingkah laku kita sendiri dan tingkah orang lain adalah melalui analisis transaksional. Analisis transaksional diasaskan oleh Dr.Eric Berne, seorang ahli terapi psikologi. Teori ini adalah berkaitan dengan personality dan perkembangan personality. Teori ini mengatakan bahwa semua perasaan dan pengalaman manusia sejak zaman bayi telah direkam secara tidak sadar di dalam otak. Pesan pesan yang direkodkan inilah yang mempengaruhi tingkah sepanjang hidupnya1. Analisis transaksional adalah suatu pendekatan psikoterapeutik yang sangat dapat diterapkan dalam praktik pekerjaan social klinis (Cooper & Turner, 1996) . Analisis transaksional gagasan Eric Berne (1910-1970) merupakan suatu pendekatan untuk mensistematisasi, menganalisis, dan mengubah saling pengaruh diantar manusia yang menerapkan interaksi keduanya (antara diri sendiri dan manusia lain) dan kesadaran internal (regulasi diri dan ekspresi diri) 1 . Tujuan Berne ialah untuk mesintesiskan gagasan gagasannya , dengan menggunakan istilah istilah yang dapat dipahami sehingga klien dapat berpartisipasi secara aktif dalam mengorganisasikan arah penanganannya sendiri. Pembuatan kontrak yang telah disepakati Apa yang anda ingin capai bagi diri anda sendiri dalam terapi ini? menyatukan terapis dan klien dalam suatu usaha bersama. Tinjauan teoritik tentang analisis transaksional dikaitkan dengan suatu pendekatan yang mengaitkan internal laku manusia

(intrapsikis) dengan intrapersonal dan relasional. Pada intinya makna analisis transaksional adalah untuk memperkaya kemampuan kemampuan menghadapi (coping) dan mengatur (regulatory) situasi yang paling dalam dan interaksi kehidupan nyata1 .

Analisis transaksional terbagi dalam empat macam bentuk interaksi yang dapat dianalisis yaitu2 : Struktural analisis Analisa kepribadian seseorang yang didapat dari perasaan masa lalu seseorang yang direkam. atau menganalisis struktur dari individu tersebut atau intra psikik dari individu tersebut atau disebut ego state2 . keadaan ego dapat didenifinisikan sebagai realitas ego yang benar benar dialami seseorang secara mental dan fisik pada waktu tertentu. Selanjutnya dipostulasikan bahwa setiap keadaan ego memperlihatkan seperangkat pengalaman pengalaman yang khas, dan juga seperangkat perilaku perilaku yang dapat diamati. Setiap keadaan ego orang tua , dewasa, dan anak didenifikasikan sebagai berikut2 : Orang tua : individu berperasaan & bertindak seperti yang dilakukan ayah & ibu. Penampilan orang tua yaitu proteksi , kritik , bimbingan , bagaimana melakukan sesuatu3 . Dewasa : mengolah persoalan berdasarkan data , analisa dan logika. Penampilan dewasa yaitu analisis , logika , mengumpulkan data , mengambil keputusan , berkomputer3 . Anak : keadaan ego ini berisi intuisi dan khayalan atau imajinasi seseorang. Harus dicatat disini bahwa anak diperlihatkan dengan dua cara. Anak yang dapat menyesuaikan diri (the adapted) ialah

seseorang yang memodifikasi perilaku atas pengaruh orang tua. Anak alamiah (the natural) ialah seseorang yang mengekspresikan suatu kreativitas secara spontan2 .

Transaksional analisis Yaitu menentukan ego dominant yang sedang berlangsung (orang tua , dewasa , anak ) pada setiap individu yang sedang berinteraksi3. Suatu transaksi , yang terdiri atas satu stimulus tunggal (S) dan satu respons tunggal (R) , verbal dan non- verbal , merupakan unit dari tindakan social (Berne , 1972, hal 20). Karena keadaan ego merupakan struktur dasar

kepribadian , manusia berinteraksi satu sama lain dari satu atau lebih keadaan ego tersebut. Dan analisis dari transakasi transaksi tersebut memberikan pendekatan namanya1. Menurut Berne , semasa seseorang itu berkomunikasi , dia akan menggunakan salah satu dari transaksi berikut1 : - Timbal balik ( complementer ) Komunikasi lebih terbuka dan akan berterusan mesej yang disampaikan jelas , dan dibalas balik juga dengan jelas. Apabila orang memberi respon dalam suatu ego stat , dia mengharapkan balasan dari ego stat yang sama untuk mendapatkan maklumat yang diperlukan. Apabila jangkaan dan harapan ini didapati, komunikasi akan diteruskan1 . - Silang ( crossed ) Komunikasi akan menjadi masalah dan akan terhenti jika respon yang diharapkan tidak diperoleh. Maksudnya disampaikan mendapat respon diluar jangkaan. Transaksi bersilang kerap menimbulkan perasaan tidak puas hati , sayu , terkejut , tersinggung , ingin menarik diri dari pembicaraan , disingkirkan dan merasa dipandang rendah. Gaya komunikasi ini menghalang pertukaran pendapat dan menghalang pandangan kreatifiti. Individu yang terluka perasaan ini akan membalas ego stat anak anak seperti merajuk , agresif dan menentang1 . - Tersembunyi (ulterior) Pesan yang disampaikan mengandungi sikap menyindir , mengejek dan merendah rendahkan lawan bicara. Walaupun rasa transaksi ini terasa biasa , tetapi pesan yang disampaikan bisa melukai hati dan perasaan orang lain. Suasana selalu tegang dan tidak tentram karena banyak waktu yang akan dihabiskan untuk mengejek dan mengumpat keji1 .

Game analisis Menganalisis apa yang tersembunyi dari interaksi yang dilakukan serta menganalisis dari apa yang dihasilkan dengan interaksi. Intinya

identifikasi permainan yang dilakukan dalam interaksi mereka dan kepuasan yang diperoleh2.

Script analisis Menganalisa drama atau kejadian dalam kehidupannya yang terlihat

dalam semua interaksi yang dilakukan. Kehidupan punya drama kehidupan (peran dipelajari , dikhayalkan , dilakukan ) mirip naskah theater (karakter , dialog , acting , adegan , tema ) intinya membuka penyebab masalah emosi pasien3 .

Kemungkinan yang dapat terjadi dalam study kasus diatas adalah bahwa Dokter tidak terampil dalam melakukan transaksional analisis , dokter kurang menanggapi struktur yang sedang dikeluarkan pasien seperti orang tua , dewasa , anak anak. Maka dengan tidak adanya kesinambungan antara dokter dan pasien merekapun mengalami crossed communications, yaitu pembicaraan silang yang dimana respon transaksi tidak sesuai dengan yang diharapkan. Maka hasil akhir yang dihasilkan adalah kemarahan , menghindar , perasaan bersalah dsb sehingga tidak adanya komunikasi terbuka antara dokter dengan pasien.

2. Komunikasi Empati Komunikasi adalah pengiriman dan penerimaan pesan atau berita antara dua orang atau lebih dengan cara yang tepat sehingga pesan tersebut dapat dipahami. Didalam berkomunikasi ada 2 pihak yaitu pengirim pesan dan penerima pesan yang peranannya saling bergantian , disebut komunikasi dua arah. Dalam berkomunikasi kita harus bisa menciptakan komunikasi efektif yaitu3 : Komunikasi 2 arah : menjadi pembicara dan juga pendengar Bahasa penerimaan : memahami dan menerima apa adanya Pendengar yang aktif

Komunikasi dewasa dan dewasa (saling menghargai , tidak otoriter , tidak mengatur saja)

Caranya yaitu dengan wawancara efektif Tujuannya untuk mendapatkan informasi & data , dan menyampaikan informasi dan tercapai (psikoterapi)

Langkah 6 Penelusuran referensi 1. Albert R Roberts & gilbert J greene (2008) . Buku pintar pekerja social jilid 1 (hal 264-279). Jakarta. BPK gunung mulia. 2. Dr. Andri SpKJ, dkk (2011) . Modul Komunikasi Empati.. Jakarta. Fk Universitas Kristen Krida Wacana .