You are on page 1of 7

LABORATORIUM KIMIA

SEKOLAH TINGGI ILMU FARMASI


STIFA MAKASSAR


LAPORAN PRAKTIKUMKIMIA FISIKA
PERCOBAAN II
pH meter & titrasi denga pH meter









Oleh :

NAMA : ASTRELLA SINLAELOE
NIM : 12 01 189
KELOMPOK : VI (ENAM)


SEKOLAH TINGGI ILMU FARMASI (STIFA) KEBANGSAAN
MAKASSAR
201
BAB I
PENDAHULUAN

I.1. Latar Belakang
Berbicara masalah reaksi asam-basa atau yang biasa juga disebut reaksi
penetralan, maka tidak akan terlepas dari titrasi asam-basa. Perlu dipahami
terlebih dahulu bahwa reaksi asam-basa atau reaksi penetralan dapat
dilakukan dengan titrasi asam-basa. Adapun titrasi asam-basa ini terdiri dari
titrasi asam kuat-basa kuat, titrasi asam kuat-basa lemah, titrasi basa lemah-
asam kuat, dan titrasi asam lemah-basa lemah. Titrasi asam-basa ini
ditentukan oleh titik ekuivalen (equivalent point) dengan menggunakan
indikator asam-basa.
Setelah mengetahui hal tersebut, perlu juga kita ketahui bahwa titrasi
merupakan suatu metode untuk menentukan kadar suatu zat dengan
menggunakan zat lain yang sudah dikethaui konsentrasinya. Titrasi biasanya
dibedakan berdasarkan jenis reaksi yang terlibat di dalam proses titrasi,
sebagai contoh bila melibatan reaksi asam basa maka disebut sebagai titrasi
asam basa, titrasi redox untuk titrasi yang melibatkan reaksi reduksi oksidasi,
titrasi kompleksometri untuk titrasi yang melibatan pembentukan reaksi
kompleks dan lain sebagainya.
Zat yang akan ditentukan kadarnya disebut sebagai titrant dan biasanya
diletakan di dalam Erlenmeyer, sedangkan zat yang telah diketahui
konsentrasinya disebut sebagai titer dan biasanya diletakkan di dalam
buret. Baik titer maupun titrant biasanya berupa larutan. Pada laporan kali
ini akan di jelaskan mengenai titrasi asam-basa.
1.2 Maksud dan Tujuan Percobaan
1.2.1 Maksud Percobaan
Maksud dari percobaan ini adalah untuk mengetahui dan memahami
serta menentukan konsentrasi asam atau basa melalui metode titrasi dengan
menggunakan alat bantu pipet tetes, stan, buret, dan alat titrasi.
1.2.2 Tujuan Percobaan
Mengetahui cara penggunaan pH meter dan untuk mengukur
keasaman larutan NaOH 0,01N setelah ditirasi dengan menggunakan pH
meter secara tepat dan akurat.
1.3 Prinsip Percobaan
Mengetahui cara penggunaan pH meter dan melakukan pengukuran
pH larutan elektrolit berdasarkan beda potensial yyang terukur pada
elektroda dengan melakukan titrasi NaOH 0,01N dengan HCl 0,1N.







BAB II
TINJAUAN PUSTAKA

II.1Teori Umum
Reaksi asam-basa dapat digunakan untuk menentukan konsentrasi
larutan asam atau larutan basa. Penentuan itu dilakukan dengan cara
meneteskan larutan basa yang telah diketahui konsentrasiya ke dalam
sejumlah larutan asam yang belum diketahui konsentrasinya atau sebaliknya.
Penetesan dilakukan hingga asam dan basa tepat habis bereaksi. Waktu
penambahan hingga asam dan basa tepat habis disebut titik ekuivalen.
Dengan demikian, konsentrasi asam atau basa dapat ditentukan jika salah
satunya sudah diketahui. Proses penetapan konsentrasi tersebut disebut
titrasi asam-basa. (1)
Titrasi merupakan suatu metode untuk menentukan kadar suatu zat
dengan menggunakan zat lain yang sudah dikethaui konsentrasinya. Titrasi
biasanya dibedakan berdasarkan jenis reaksi yang terlibat di dalam proses
titrasi, sebagai contoh bila melibatan reaksi asam basa maka disebut sebagai
titrasi asam basa, titrasi redox untuk titrasi yang melibatkan reaksi reduksi
oksidasi, titrasi kompleksometri untuk titrasi yang melibatan pembentukan
reaksi kompleks dan lain sebagainya. (2)
Zat yang akan ditentukan kadarnya disebut sebagai titrant dan
biasanya diletakan di dalam Erlenmeyer, sedangkan zat yang telah diketahui
konsentrasinya disebut sebagai titer dan biasanya diletakkan di dalam
buret. Baik titer maupun titrant biasanya berupa larutan. Pada laporan kali
ini akan di jelaskan mengenai titrasi asam-basa. Titrasi asam basa
melibatkan asam maupun basa sebagai titer ataupun titrant. Titrasi asam
basa berdasarkan reaksi penetralan. Kadar larutan asam ditentukan dengan
menggunakan larutan basa dan sebaliknya. Titrant ditambahkan titer sedikit
demi sedikit sampai mencapai keadaan ekuivalen. Keadaan ini disebut
sebagai titik ekuivalen.(3)
Ada dua cara umum untuk menentukan titik ekuivalen pada titrasi
asam basa. Memakai pH meter untuk memonitor perubahan pH selama titrasi
dilakukan, kemudian membuat plot antara pH dengan volume titrant untuk
memperoleh kurva titrasi. Titik tengah dari kurva titrasi tersebut adalah titik
ekuivalent. Memakai indikator asam basa. Indikator ditambahkan pada titrant
sebelum proses titrasi dilakukan. Indikator ini akan berubah warna ketika titik
ekuivalen terjadi, pada saat inilah titrasi kita hentikan.
Indikator yang dipakai dalam titrasi asam basa adalah indicator yang
perbahan warnanya dipengaruhi oleh pH. Penambahan indicator diusahakan
sesedikit mungkin dan umumnya adalah dua hingga tiga tetes.(4)
Untuk memperoleh ketepatan hasil titrasi maka titik akhir titrasi dipilih
sedekat mungkin dengan titik equivalent, hal ini dapat dilakukan dengan
memilih indicator yang tepat dan sesuai dengan titrasi yang akan dilakukan.
Keadaan dimana titrasi dihentikan dengan cara melihat perubahan warna
indicator disebut sebagai titik akhir titrasi. (5)
Pada saat titik ekuivalent ini maka proses titrasi dihentikan, kemudian
kita mencatat volume titer yang diperlukan untuk mencapai keadaan tersebut.
Dengan menggunakan data volume titrant, volume dan konsentrasi titer maka
kita bisa menghitung kadar titrant. Pada saat titik ekuivalen maka mol-
ekuivalent asam akan sama dengan mol-ekuivalent basa, maka hal ini dapat
kita tulis sebagai berikut:
mol-ekuivalen asam = mol-ekuivalen basa
Mol-ekuivalen diperoleh dari hasil perkalian antara Normalitas dengan
volume maka rumus diatas dapat kita tulis sebagai:
NxV asam = NxV basa
Normalitas diperoleh dari hasil perkalian antara molaritas (M) dengan
jumlah ion H+ pada asam atau jumlah ion OH pada basa, sehingga rumus
diatas menjadi:
nxMxV asam = nxVxM basa
Keterangan :
N = Normalitas
V = Volume
M = Molaritas
n = jumlah ion H+ (pada asam) atau OH (pada basa)

DAFTAR PUSTAKA

1. Purba, Michael. 2006. Kimia Untuk SMA Kelas XI Semester 1. Jakarta:
Airlangga

2. Susilowati, Endang., Theory and Application of Chemistry, Bilingual,
Jakarta.

3. http://worldofanimeducation.blogspot.com/

4. http://belajarkimia.com/2008/04/titrasi-asam-basa/

5. http://warrentaperoti.blogspot.com/2011/04/praktikum-titrasi-asam-
basa.html