You are on page 1of 21

TUGAS

MATA KULIAH : KEPERAWATAN ANAK


HIPERBILIRUBIN
Dosen Pengampu : Welas Harya!" SP#$" S%ep$" MMR
Disusun oleh :
KELAS IIA
1. Afni NurBaeti (P10220206001)
2. Dah So!iana (P1022020600")
#. I$ant %un&&al '. (P1022020601")
(. )uhariah (P1022020601*)
+. Noni %ri Astuti (P1022020600
6. ,irin fastinin&tas (P1022020600
". 'i-arini (P1022020600
DEPA,%E.EN KESE/A%AN ,EP0BLIK IND1NESIA
P1LI%EKNIK KESE/A%AN SE.A,AN2
P,1DI KEPE,A'A%AN
P0,'1KE,%1
200"
0
LAP1,AN PENDA/0L0AN
A. PEN2E,%IAN
Hiperbilirubinemia adalah kadar bilirubin yang dapat menimbulkan efek
patologi yang mana pada setiap bayi berbeda-beda, bila bilirubin tidak
dikendalikan maka akan menjurus terjadinya kernicterus.
Hiperbilirubin adalah suatu keadaan dimana kadar bilirubin dalam darah
melebihi batas atas nilai normal bilirubin serum yaitu 13 mg/dL

!eningkatan kadar bilirubin serum bisa berupa peningkatan kadar bilirubin "
- bilirubin tidak terkonjugasi #unconjugated bilirubin$ disebut juga bilirubin
indirect disebabkan oleh peningkatan produksi bilirubin, penurunan
ambilan bilirubin oleh sel hati dan gangguan konjugasi.
- %ilirubin terkonjugasi #conjugated bilirubin$ disebut juga bilirubin direct
disebabkan oleh gangguan sekresi intrahepatik dan gangguan ekskresi
ekstrahepatik.
Hiperbilirubin adalah suatu keadaan dimana konsentrasi bilirubin dalam darah
berlebihan sehingga menimbulkan joundice pada neonatus #&orothy '.
(arlon, 1)**$
Hiperbilirubin adalah kondisi dimana terjadi akumulasi bilirubin dalam darah
yang mencapai kadar tertentu dan dapat menimbulkan efek patologis pada
neonatus ditandai joundice pada sklera mata, kulit, membran mukosa dan
cairan tubuh #+di ,mith, -. 1)**$
Ikterus adalah gambaran klinis gambaran klinis berupa per.arnaan kuning
pada kulit, mukosa, sklera, selaput lendir dan organ lain akibat penunmpukan
bilirubin, secara klinis ikterus pada neonatus akan tampak bila konsentrasi
bilirubin serum lebih dari / mg/dL


1
B. E%I1L12I DAN KLASI3IKASI
A. E%I1L12I
!eningkatan kadar bilirubin umum terjadi pada setiap bayi yang baru lahir
karena "
0emolosis yang disebabkan oleh jumlah sel darah merah lebih banyak
dan berumur lebih pendek.
1ungsi hepar yang belum sempurna # jumlah dan fungsi en2im
glukuronil transferase, 3&!-/4 dan ligand dalam protein belum
adekuat$ 5 penurunan ambilan bilirubin oleh hepatosit dan konjugasi.
,irkulus enterohepatikus meningkat karena masih berfungsinya en2im
6 -lukoronidase di usus dan belum ada nutrien.
Pene4a4 /i5er4iliru4in 5a-a neonatal :
1. Overproduksi
a$ 7elainan hemolitik
8nkompatibilitas darah fetomaternal9 +%:, 'h,
dan lain-lain.
0emolisis karena genetik
- ,ferositosis herediter,
- &efek en2im- -;!&, !iru<at kinase, dll.
- 0emoglobinopati = >- thalasemia, 6-?- thalasemia , dll
- -alaktosemia
0emolisis karena induksi obat- <itamin 7.
b$ &arah ekstra<askular-petekie, hematoma, perdarahan
pulmonal dan cerebral, menelan darah.
c$ !olisitemia
0ipoksia fetal kronik
4ranfusi maternal- fetal atau fetofetal
4ranffusi plasenta # cord stipping$

d$ ,irkulasi enterohepatik yang berlebihan


:bstruksi mekanik 5 +tresia dan stenosis, penyakit hischsprung, ileus
mekonium, sindrom sumbatan mekonium
!enurunan peristaltis 5 !uasa atau kurang makan, obat-obatan
#he@amethoniums, atropin$, stenosis pilorus
2. Sekresi Subnormal
a$ !enurunan ambilan bilirubin hepatik
!irai duktus <enosus persisten
!rotein reseptor sitosol #y$ dihambat oleh 5 obat-obatan, penghambat
susu manusia abnormal
b$ !enurunan konjugasi bilirubin
'eduksi kongenital akti<itas glukuronil transferase 5 8kterus familial
non hemolitik # tipe 1 dan $, sindrom gilbert
8nhibitor en2im 5 obat dan hormon = no<obiocin, pregnanediol,
galaktosemia #a.al$, sindromm lucey-drisscoll, susu manusia
abnormal
c$ -angguan transport bilirubin terkonjugasi keluar
hepatosit
&efek transpor konginetal-sindrom dubin johnson dan rotor
7erusakan hepatoseluler karena kelainan metabolik 5 galaktosemia
#terlambat$, defisiensi >-1 antritypsin, tirosinemia, hipermetioninemia,
intoleransi fruktosa herediter
:bstruksi toksik#alimentasi 8A$
d$ :bstruksi aliran empedu
+tresia bilier, kista koledokal, fibrosis kistik, obstruksi ekstrinsik # tumor atau
perekatan$
3. Campuran
a$ 8nfeksi prenatal 5 toksoplasmosis, rubela,
Bytomegalo<irus #B(A$, herpes <irus hominis, sifilis, hepatitis. &ll.
3
b$ 8nfeksi post natal #sepsis$
c$ 7elainan multisistem 5 prematuritas C sindrom
distress respirasi #,&'$, bayi ibu diabetes, eritroblastosis berat.
B. 3AK%1, ,ESIK1
1aktor resiko untuk timbulnya ikterus nenonatarum "
a. 1aktor (aternal
- 'as atau kelompok etnik tertentu #asia, Dati<e +merican, Eunani$
- 7omplikasi kehamilan #&+%: dan 'h$
!enggunaan infus oksitosin dalm larutan hipotonik
- +si
b. 1aktor perinatal
- lahir#sefalhematom,ekimosis$
- 4rauma 8nfeksi#bakteri,<irus,proto2oa$
c. 1aktor Deonatus
- !remturitas
- 1aktor genetik
- !olisitemia
- :bat#streptomycin,kloramfenikol,ben2yl-alkohol,sulfi@oa2ol$
- 'endahnya asupan +,8
- 0ipoglikemia
- 0ipoalbuminemia
#. KLASI3IKASI
- Ikterus prehepatik disebabkan oleh produksi bilirubin yang berlebihan akibat
hemolisis sel darah merah. 7emampuan hati untuk melaksanakan konjugasi
terbatas terutama pada disfungsi hati sehingga menyebabkan kenaikan
bilirubin yang tidak terkonjugasi.
- Ikterus hepatic disebabkan karena adanya kerusakan sel parenkim hati. +kibat
kerusakan hati maka terjadi gangguan bilirubin tidak terkonjugasi masuk ke
dalam hati serta gangguan akibat konjugasi bilirubin yang tidak sempurna
dikeluarkan ke dalam doktus hepatikus karena terjadi retensi dan regurgitasi.
F
- Ikterus kolestatik disebabkan oleh bendungan dalam saluran empedu sehinga
empedu dan bilirubin terkonjugasi tidak dapat dialirkan ke dalam usus halus.
+kibatnya adalah peningkatan bilirubin terkonjugasi dalam serum dan
bilirubin dalam urin, tetapi tidak didapatkan urobilinogen dalam tinja dan
urin.
- Ikterus Neonatus Fisiologis terjadi pada = F hari setelah bayi lahir dan akan
sembuh pada hari ke G. penyebabnya organ hati yang belum matang dalam
memproses bilirubin.
- Ikterus Neonatus Patologis karena faktor penyakit atau infeksi. %iasanya
disertai suhu badan yang tinggi dan berat badan tak bertambah.
(enurut 04+ 8ndonesia #00F$ 7lasifikasi 8kterus adalah sebagai berikut "
1. Ikterus Fisiologis
,ecara umum setiap neonatus mengalami peningkatan konsentrasi
bilirubin serum,namun kurang1 mg/dl pada hari ketiga hidupnya
dipertimbangkan sebagai ikterus fisiologis. !ola ikterus fisiologis pada
bayi baru lahir sebagai berikut" 7adar bilirubin serum total biasanya
mencapai puncakpada hari ketiga sampai kelima kehidupan dengan kadar
/-; mg/dL kemudian menurun kembali dalam minggu pertama setelah
lahir.7adang dapat muncul peningkatan kadar billirubin sampai 1
mg/dL dengan billirubin terkonjugasi H mg/dL.
2. Ikterus pada bayi mendapat ASI(Breast milk jaundie!
!ada sebagian bayi yang mandapat +,8 eksklusif,dapat terjadi ikterus
yang berkepanjangan.0al ini dapat terjadi karena adanya faktor tertentu
dalam +,8 yang diduga meningkatkan absorbsi bilirubin diusus
halus.%ila tidak ditemukan faktor resiko lain +,8 tidak perlu dihentikan
dan frekuensi ditambah.+pabila keadaan umum bayi baik ,aktif,minum
kuat,tidak ada tatalaksana khusus meskipun ada peningkatan kadar
billirubin.
-
/
6. PA%13ISI1L12I
%ertambahnya beban hepar mengakibatkan pengahancuran yang meningkat
sehingga menimbulkan ketidakcocokan pada 'h dan golongan +,%,:. -angguan
konjugasi, juga akan menurunkan glucoronil trasaferasi, hepatitis neonatus dan
obstruksi bilier. &engan demikian mengakibatkan bilirubin tak terkonjugasi,
kadar bilirubin dalam plasma meningkat sehingga terjadi difusi pada jaringan dan
terlihat kuning.
%illirubin pada neonatus meningkat akibat terjabinya pemecahan eritrosit.
%illirubin mulai meningkat secara normal setelah F jam,dan puncaknya pada hari
ke 3-/. ,etelah itu perlahan-lahan akan turun mendekati nilai normal dalam
beberapa minggu.
!eningkatan kadar bilirubin tubuh dapat terjadi pada beberapa keadaan.
7ejadian yang sering ditemukan adalah apabila terdapat penambahan beban
bilirubin pada sel hepar yang berlebihan. 0al ini dapat ditemukan bila terdapat
peningkatan, penghancuran eritrosit, polisitemia.
-angguan pemecahan bilirubin plasma juga dapat menimbulkan peningkatan
kadar bilirubin tubuh. 0al ini dapat terjadi apabila kadar protein E dan I
berkurang, atau pada bayi hipoksia, asidosis. 7eadaan lain yang memperlihatkan
peningkatan kadar bilirubin adalah apabila ditemukan gangguan konjugasi hepar
atau neonatus yang mengalami gangguan ekskresi misalnya sumbatan saluran
empedu.
!ada derajat tertentu bilirubin ini akan bersifat toksik dan merusak jaringan
tubuh. 4oksisitas terutama ditemukan pada bilirubin indirek yang bersifat sukar
larut dalam air tapi mudah larut dalam lemak. ,ifat ini memungkinkan terjadinya
efek patologis pada sel otak apabila bilirubin tadi dapat menembus sa.ar darah
otak. (udah tidaknya kadar bilirubin mele.ati sa.ar darah otak tidak hanya
tergantung pada keadaan neonatus. %ilirubin indirek akan mudah mele.ati sa.ar
darah otak apabila bayi terdapat keadaan %erat %adan Lahir 'endah, 0ipoksia,
0ipoglikemia.
;
D. .ANI3ES%ASI KLINIS
7ulit ber.arna kuning sampai dengan jingga
!asien tampak lemah
Dafsu makan berkurang
'eflek hisap kurang
3rine pekat
!erut buncit
!embesaran lien dan hati
-angguan neurologik
1eses seperti dempul
7adar bilirubin total mencapai ) mg/dl
"ejala klinis #nse$alopati Billirubin%
1) Gejala Akut
- Letargi
- 4idak mau minum
- 0ipotermi
2) Gejala Kronik
- 0ipertonus
- Jpistotonus
%ayi yang selamat biasanya menderita gejala sisa berupa paralise serebral
dengan atetosis ,gangguan pendengaran,paralisis sebagian otot mata dan
displasia dentalis.
E. PE.E,IKSAAN PEN0N)AN2
!enegakan diagnosis untuk hiper billirubinemia adalah sebagai berikut"
Aisual
G
- !emeriksaan dilakukan dengan pencahayaan yang cukup #di
siang hari dengan cahaya matahari$ karena ikterus bias terlihat lebih parah
bila dilihat dengan pencahayaan yang kurang.
- 4ekan kulit bayi dengan lembut dengan jari untuk mengetahui
.arna diba.ah kulit dan jaringan subkutan.
- 4entukan keparahan ikterus berdasarkan umur bayi dan bagian
tubuh yang tampak kuning.%ila kuning terlihat pada bagian tubuh
manapun pada hari pertama dan terlihat pada lengan , tungkai, tangan dan
kaki pada hari kedua, maka digoongkan sebagai ikterus sangat berat dan
memerlukan terapi sinar secepatnya. 4idak perlu menunggu hasil
pemeriksaan kadar bilirubin serum untuk memulai terapi sinar.
%ilirubin serum
%eberapa hal yang perlu dipertimbangan dalam pelaksanaan pemeriksaan
serum bilirubin adalah tindakan ini merupakan tindakan in<asif yang dianggap
dapat meningkatakn morbiditas neonatus.3mumnya yang diperiksa adalah
bilirubin total. %eberapa senter menyarankan pemeriksaan bilirubin direk bila
kadar bilirubin total K0 mg/dL atau usia bayi K minggu.
%ilirubinometer transkutan
3mumnya pemeriksaan bilirubin transkutan dilakukan sebelum bayi pulang
untuk tujuan skrining. !ada penelitian ini hiperbilirubinemia dibatasi pada
konsentrasi bilirubin serum K 1F,F mg/dL #F) umol/l$.
!emeriksaan bilirubin bebas dan B:
%ilirubin bebas secara difusi dapat mele.ati sa.ar darah otak . 0al ini dapat
menerangkan mengapa ensefalopati bilirubin dapat terjadi pada konsentrsi
bilirubin yang rendah .
!emeriksaan radiology
&iperlukan untuk melihat adanya metastasis di paru atau peningkatan
diafragma kanan pada pembesaran hati, seperti abses hati atau hepatoma.
3ltrasonografi
*
&igunakan untuk membedakan antara kolestasis intra hepatic dengan ekstra
hepatik.
%iopsi hati
&igunakan untuk memastikan diagnosa teutama pada kasus yang sukar seperti
untuk membedakan obstruksi ekstra hepatic dengan intra hepatic selain itu juga
untuk memastikan keadaan seperti hepatitis, sirosis hati, hepatoma.
!eritoneoskopi
&ilakukan untuk memastikan diagnosis dan dapat dibuat foto dokumentasi
untuk perbandingan pada pemeriksaan ulangan pada penderita penyakit ini.
Laparatomi
&ilakukan untuk memastikan diagnosis dan dapat dibuat foto dokumentasi
untuk perbandingan pada pemeriksaan ulangan pada penderita penyakit ini.
3. K1.PLIKASI
'etardasi mental
-angguan pendengaran dan penglihatan
7ematian
2. PENA%ALAKSANAAN
Tinakan umum
- (emeriksa golongan darah ibu, #'h, +%:$ dll pada .aktu hamil
- (encegah trauma lahir, pemberian obat pada ibu hamil, atau bayi baru lahir
yang dapat menimbulkan ikterus, infeksi dan dehidrasi.
- !emberian makanan dini dengan jumlah cairan dan kalori yang sesuai
dengan kebutuhan bayi baru lahir.
- 8munisasi yang cukup baik di tempat bayi dira.a.
Tinakan khusus
)
- !emberian fenobarbital mempercepat konjugasi dan mempermudah
ekskresi. Damun pemberian ini tidak efektif karena dapat menyebabakan
gangguan metabolik dan pernafasan baik pada ibu dan bayi.
- (emberi substrat yang kurang untuk transportasi / konjugasi misalnya
pemberian albumin karena akan mempercepat keluarnya bilirubin dari
ekstra<askuler ke <askuler sehingga bilirubin lebih mudah dikeluarkan
dengan tranfusi tukar.
- (elakukan dekomposisi bilirubin dengan fototerapi untuk mencegah
efek cahaya berlebihan dari sinar yang ditimbulkan dan dikha.atirkan akan
merusak retina. 4erapi ini juga digunakan untuk menurunkan kadar
bilirubin serum pada neonatus dengan hiperbilirubinemia jinak hingga
moderat.
- 4erapi tranfusi tukar digunakan untuk menurunkan kadar bilirubin yang
tinggi, bila kadar haemoglobin H 13 g/dL #hemaktokrit H F0 L$ dan tes
coombs positif segera rujuk bayi. %ila belerubin serum tidak bisa diperiksa
dan tidak memungkinkan untuk dilakukan tes coombs segera rujuk bayi
bila ikterus telah terlihat sejak hari 1 dan hemoglobin H13 g/dL#04 HF0L$
- 4erapi obat = obatan misalnya obat phenobarbital/luminal untuk
meningkatkan peningkatan bilirubin di sel hati yang menyebabkan sifat
indirect menjadi direct, selain itu juga berguna untuk mengurangi
timbulnya bilirubin dan mengangkut bilirubin bebas ke organ hati.
- (enyusui bayi dengan +,8
- 4erapi sinar matahari
- %erikan tranfusi darah bila hemoglobin H 10 g/dL #memaktokrit , 30 L$
- %ila ikterus menetap selama minggu 4u lebih pada bayi cukup bulan atau
3 minggu lebih lama pada bayi kecil #berat lahir , ,/ kg atau lahir sebelum
kehamilan 3G minggu$, terapi sebagai ikterus berkepanjangan #prolonged
jaundice$
10
- 1oolo. up setelah kepulangan, periksa kadar hemoglobin setiap minggu
selama F minggu. %ila hemoglobin H * g/dL #0emaktokit HF L$, berikan
transfusi darah.
Tinak lanjut
4indak lanjut terhadap semua bayi yang menderita hiperbilirubin dengan
e<aluasi berkala terhadap pertumbuhan, perkembangan dan pendengaran serta
fisioterapi dengan rehabilitasi terhadap gejala sisa.
/. PEN6E2A/AN
8kterus dapat dicegah dan dihentikan peningkatannya dengan "
- Dasehati 8bu "
1. %ila penyebab ikterus adalah inkompatibilitas
'hesus, pastikan ibu mendapatkan informasi yang cukup mengenai hal
inin karena berhubungan dengan kehamilan berikutnya.
2. %ila bayi memiliki defisiensi -;!&,
informasikan kepada ibu untuk menghindari 22at-2at tertentu untuk
mencegah terjadinya hemolisis pada bayi#contoh " obat anti malaria,
obat-obatan golongan sulfa, aspirin,dll$
- penga.asan antenatal yang baik
- menghindari obat yang dapat meningkatkan ikterus pada bayi dan masa
kehamilan dan kelahiran, contoh " ,ulfafora2ol, Do<obiosin, oksitosin.
- !encegahan dan mengobati hipoksia pada janin dan neonatus.
- !enggunaan fenobarbital pada ibu 1 = hari sebelum partus.
- 8munisasi yang baik pada bayi baru lahir.
- !emberian makanan yang dini.
- !encegahan infeksi.

11
PA%/'A7 KEPE,A'A%AN
!eningkatan destruksi eritrosit # -angguan konjugasi bilirubin / gangguan
transport bilirubin / peningkatan siklus entero hepatik $
,uplay bilirubin melebihi kemampuan hepar
0epar tidak dapat melakukan konjugasi
!eningkatan bilirubin unconjugned dalam darah pengeluaran meconium
terlambat/ obstruksi usus tinja ber.arna pucat
8khterus pada schlera leher dan badan,
peningkatan bilirubin indirek K 1 mg/dl
8ndikasi fototerapi
,inar dengan intensitas tinggi
!emecahan bilirubin meningkatkan pengeluaran cairan empedu ke organ usus
-erakan peristaltik usus meningkat
1
-angguan
integritas
kulit
'esiko
tinggi
injury
0ipertermi
AS0/AN KEPE,A'A%AN PADA
BA7I /IPE,BILI,0BIN
A. PEN2KA)IAN
'a$an8ara
a! "i#a$at Pen$akit
4erdapat ri.ayat gangguan hemolisis darah #ketidaksesuaian golongan 'h
atau golongan darah +,%,:$. !olisistemia,infeksi,hematoma,gangguan
metabolisme hepar obstruksi saluran pencernaan ibu menderita &(.
b! "i#a$at Kehamilan
7urangnya antenatal care yang baik. !enggunaan obat = obat yang
meningkatkan ikterus. Bontoh" salisilat sulkaturosic o@itosin yang dap at
mempercepat proses kon jungasi sebelum ibu partus.
c! "i#a$at Persalinan
Lahir prematur / kurang bulan, ri.ayat trauma persalinan.
! "i#a$at Postnatal
+danya kelainan darah tapi kadar bilirubin meningkat, sehingga kulit bayi
tampak kuning.
e! "i#a$at Kesehatan Keluarga
,eperti ketidak cocokan darah ibu dan anak !olycythenia, gangguan
saluran cerna dan hati # hepatitis $
%! "i#a$at Pikososial
13
&iare
7etidakseimbangan
cairan elektrolit
7urangnya kasih sayang karena perpisahan, perubahan peran orang tua
g! Pengetahuan Keluarga
!enyebab pera.atan pengobatan dan pemahaman orang tua pada bayi
yang ikterus
Pemeriksaan Fisik
8kterus terlihat pada sklera selaput lendir,urin pekat seperti teh, letargi,
hipotonus, refleks menghisap kurang, peka rangsang, tremor, kejang, tangisan
melengking. ,elain itu, keadaan umum lemah, 44A tidak stabil terutama suhu
tubuh # hipo / hipertemi $. 'eflek hisap pada bayi menurun, %% turun,
pemeriksaan tonus otot # kejang /tremor $. 0idrasi bayi mengalami penurunan.
7ulit tampak kuning dan mengelupas, sclera mata kuning # kadang = kadang
terjadi kerusakan pada retina $ perubahan .arna urine dan feses.
&aboratorium
'h darah ibu dan janin berlainan. 7adar bilirubin bayi aterm lebih dari 1,/
mgMdl,prematur lebih dari 1/ mgMdl.
B. DIA2N1SA KEPE,A'A%AN
1. 'esiko tinggi injury berhubungan dengan efek fototerapi.
. !otensial ketidakseimbangan cairan dan elektrolit berhubungan dengan tranfusi
tukar
3. 7erusakan intregitas kulit berhubungan dengan ikterus dan diare
F. &iare berhubungan dengan efek fototerapi
/. 0ipertermi berhubungan dengan paparan lingkungan panas #efek fototerapi$,
dehidrasi
6. IN%E,9ENSI
&@ 1
1F
4ujuan " ,etelah dilakukan tindakan kepera.atan diharapkan pasien tidak
mengalami komplikasi atau cedera karena fototerapi.
D:B " ,afety ,tatus " !hysical 8njury.
70 "
1. 4idak ada iritasi mata.
. 4idak ada tanda = tanda dehidrasi.
3. ,uhu stabil
F. 4idak terjadi kerusakan kulit
D8B " !hototerapi " Deonatus.
1. Letakkan bayi dekat sumber cahaya.
. 4utup mata dengan kain yang dapat menyerap cahaya dan dapat
memproteksi mata dari sumber cahaya.
3. (atikan lampu dan buka penutup mata bayi setiap * jam, lakukan inspeksi
.arna sklera.
F. !ada .aktu menutup mata bayi, pastikan bah.a penutup tidak menutupi
hidung.
/. %uka penutup mata .aktu memberi makan bayi.
;. +jak bicara bayi selama pera.atan.
&@
4ujuan " ,etelah dilakukan tindakan kepera.atan diharapkan keseimbangan
cairan dan elektrolit bayi terpelihara dalam batas normal
D:B " 1luid balance
70" 1. (empertahankan urine output sesuai dengan usia dan %%, %N urine
normal, 04 normal
. 4ekanan darah, nadi, suhu tubuh dalam batas normal
3. 4idak ada tanda-tanda dehidrasi, elastisitas, turgor kulit, membran
mukosa lembab, tidak ada tasa haus yang berlebihan
D8B " fluid (anagement
1. !ertahankan catatan intake dan output yang akurat
1/
. (onitor <itall sign dan status hidrasi
3. (onitor status nutrisi dan dorong masukan oral, berikan minum dengan
frekuensi sering, pantau asupan, bila perlu tingkatkan /L dari
kebutuhan normal, pantau haluaran dan turgor kulit.
F. 7olaborasikan pemberian cairan intra<ena
/. +tur kemungkinan transfusi
;. 7olaborasi dengan &okter jika tanda cairan berlebih muncul memburuk.
&@ 3
4ujuan " ,etelah dilakukan tindakan kepera.atan diharapkan integritas kulit
baik/utuh
D:B " !ressure (anagement
70 "
1. ,uhu dalam rentang yang diharapkan # 3; = 3G B $
. 0idrasi dalam batas normal.
3. Jlastisitas dalam batas normal.
F. 7eutuhan kulit.
/. !igmentasi dalam batas normal
D8B " !enga.asan 7ulit
1. +njurkan pasien untuk menggunkan pakaian yang
longgar
. Naga kebersihan kulit agar tetap bersih dan kering,catat
.arna kondisi kulit tiap * jam dan pada saat pera.atan
3. (onitor kulit adanya kemerahan
F. :leskan lotion atau minyak atau baby oil pada daerah
yang tertekan
/. (emandikan pasien dengan sabun dan air hangat
;. !antau area bokong dan feses
&@ F
4ujuan" ,etelah dilakukan tindakan kepera.atan selama proses kepera.atan
diharapkan diare berhenti atau sembuh.
1;
D:B "%o.el elimination
1. 1eses berbentuk %+% sehari sekali sampai tiga kali
. (enjaga daerah sekitar rectal dari iritasi
3. 4idak mengalami diare
F. (enjelaskan penyebab diare dan rasional tindakan
/. (empertahankan turgor kulit
D8B " &iarhea (anagement
1. 8dentifikasi faktor penyebab diare, ukur diare atau keluaran %+%
. J<aluasi intake makanan yang masuk
3. :bser<asi turgor kulit secara rutin
F. %erikan minum dengan frekuensi sering
/. 8nstruksikan pada keluarga agar pasien makan rendah serat,tinggi protein
dan tinngi kalori jika memungkinkan
;. (onitor persiapan makanan yang aman
&@ /
4ujuan ",etelah dilakukan tindakan kepera.atn selama proses kepera.atan
diharapkan suhu badan pasien turun#normal$
D:B " 4hermolegulation
1. ,uhu tubuh dalam rentang normal
. 4ak ada perubahan .arna kulit dan tidak ada pusing
3. Dadi dan '' dalam rentang normal
D8B 9 1e<er treatment
1. (onitur suhu sesering mungkin minimal jam sekali
. (onitor .arna dan suhu kulit
3. (onitor 4&, nadi, dan ''
F. 4ingkatkan intake cairan dan nutrisi
/. 7ompres pasien dengan air hangat pada daerah lipat paha, dan aksila.
;. ,elimuti pasien untuk mencegah hilangnya kehangatan tubuh, usahakan
jangan terlalu tebal.
1G
G. %erikan antipiretik jika perlu.
D. E9AL0ASI
1. 'esiko tinggi injury berhubungan dengan efek fototerapi.
,kala penilaian"
1. Jkstrem
. %erat
3. ,edang
F. 'ingan
/. 4idak ada gangguan
88. 7etidakseimbangan cairan dan elektrolit berhubungan dengan tranfusi tukar.
,kala !enilaian "
1. 4idak pernah menunjukkan
. Narang menunjukkan
3. 7adang menunjukkan
F. ,ering menunjukkan
/. ,elalu menunjukkan
888. 7erusakan integritas kulit berhubungan dengan ikterus dan diare.
,kala penilaian"
1. Jkstrem
. %erat
3. ,edang
F. 'ingan
/. 4idak ada gangguan
8A. &iare berhubungan dengan efek fototerapi.
,kala penilaian"
1. Jkstrem
. %erat
3. ,edang
F. 'ingan
1*
/. 4idak ada gangguan
A. 0ipertermi berhubungan dengan paparan lingkungan panas #efek fototerapi$,
dehidrasi.
,kala !enilaian "
1. 4idak pernah menunjukkan
. Narang menunjukkan
3. 7adang menunjukkan
F. ,ering menunjukkan
/. ,elalu menunjukkan
DA3%A, P0S%AKA
http'((klinikku!com(pustaka(asar(hati(hiperbilirubenia!html
(arkum, 0. 1))1. Ilmu Kesehatan Anak) *uku I! 1738 " Nakarta.
,oeparman.1)*G!Ilmu Pen$akit +alam ,ili 1 -isi Ke 2!Nakarta " 1738.
,taf !engajar 8lmu 7esehatan +nak.1)*/.*uku Kuliah . Ilmu Kesehatan
Anak.Nakarta " 1738.
,urasmi, +srining.003.Pera#atan *a$i "esiko Tinggi.Nakarta " J-B.
###! google!com
1)
0