Вы находитесь на странице: 1из 8

PARASITOLOGI

LALAT SEBAGAI VEKTOR PENYAKT


Musca domestica ( Lalat rumah)


Oleh :
Ni Kadek Lulus Saraswati
P07134013007

KEMENTERIAN KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA
POLITEKNIK KESEHATAN DENPASAR
JURUSAN D-III ANALIS KESEHATAN
TAHUN AKADEMIK 2014/2015


Lalat merupakan salah satu insekta (serangga) termasuk dalam ordo diphtera yang
mempunyai sepasang sayap berbentuk membran dan saat ini diseluruh dunia dapat dijumpai
sekitar 60.000 100.000 spesies lalat (Santi, 2001).
Lalat adalah ordo Diptera yang menurut asal katanya Di artinya dua, ptera yang
artinya sayap, dan arti keseluruhannya adalah serangga yang memiliki dua sayap (sepasang
sayap) atau insekta yang bisa terbang. Adanya sepasang sayap tersebut merupakan sayap
bagian depan, sedangkan sayap bagian belakang tidak berkembang dan mereduksi menjadi
alat keseimbangan (halter). Tubuh relative lunak, antenna pendek, amata majemuk besar dan
mengalami metamorfosa sempurna. Lalat merupakan vector mekanis dan berbagai macam
penyakit, terutama penyakit dalam saluran-saluran pencernaan makanan. Ordo dipteral yang
merupakan salah satu anggota kelas Hexapoda atau insekta yang mempunyai jumlah genus
dan spesies yang terbesar yaitu mencakup 60-70% dari seluruh spesies Arthropoda. Jenis
serangga ini dapat mengganggu kenyamanan hidup manusia dan hewan karena dapat
menularkan penyakit.
Penyakit yang ditularkan oleh lalat tergantun spesienya. Lalat Musca domestica
dewasa dapat membawa telur cacing (Oxyrus vermicularis, Trichuris trichiura, cacing
tambang, dan Ascaris lumbricoides), Protozoa (Entamoeba hystolitica dan Giardia lamblia),
bakteri usus (Salmonella, Shigella, dan Eschericia coli), virus polio, Treponema pertenue
(penyebab frambusia), dan Mycobacterium tuberculosis.

Musca domestica


1. Klasifikasi Musca domestica (Lalat Rumah)
Kingdom: Animalia
Phylum: Arthoropoda
Kelas: Hexapoda
Ordo: Diptera
Family: Muscidae
Genus: Musca
Spesies : Musca domestica

2. Daur Hidup Musca domestica

Dalam kehidupan lalat dikenal ada 4 (empat) tahapan yaitu mulai dari telur, larva, pupa
dan dewasa
1) Fase Telur
Telur lalat berwarna putih dengan ukuran lebih kurang 1
mm panjangnya. Setiap kali bertelur akan menghasilkan 120 130 telur danmenetas
dalam waktu 8 16 jam. Pada suhu rendah telur ini tidak akanmenetas (dibawah 12
13 C) (Depkes RI).
Telur Musca domestica berwarna putih, panjangnya
sekitar 1,2 mm, diletakkan secara tunggal tetapi telurnya
menumpuk dalam kelompok kecil. Setiap lalat betina mampu
bertelur sampai 500 telur dalam sekali bertelur. Namun yang
mampu menetas sempurna 75-150 telur selama 3-4 hari.
Jumlah telur yang dihasilkan sesuai dengan ukuran lalat betina
itu sendiri. Semakin banyak telur maka gizi dari telur dan
induknya semakin banyak dan baik. Produksi maksimum telur ini terjadi pada suhu
antara 25-30 C. Seringkali beberapa lalat akan menyimpan telur-telur mereka dalam
jarak yang dekat, yang menyebabkan massa dari larva dan pupa semakin besar. Telur
harus tetap dalam keadaan lembab atau mereka tidak akan menetas.





2) Fase Larva
a. Fase Larva Tingkat I
telur yang baru menetas disebut instar I, berukuran panjang2 mm, berwarna putih,
tidak bermata dan berkaki, sangat aktif dan ganasterhadap makanan, setelah 1 4
hari melepas kulit dan keluar menjadi instarII.
b. Fase Larva Tingkat II: ukuran besarnya dua kali dari instar I, setelah satu
sampai beberapa hari maka kulit akan mengelupas dan keluar instar III
c. Fase Larva Tingkat III: larva berukuran 12 mm atau lebih, tingkat
ini memerlukanwaktu 3 sampai 9 hari. Larva mencari tempat dengan temperatur
yangdisenangi, dengan berpindah-pindah tempat.
Larva Musca domestica melewati larva
instar awal memiliki panjang 3 - 9 mm
berwarna khas putih krem, silinder tapi
meruncing ke arah kepala. Kepala berisi
satu pasang kait gelap. Spirakel posterior
yang sedikit terangkat dan bukaan spiracular adalah celah berliku-liku yang benar-
benar dikelilingi oleh batas hitam oval . larva tak berkaki muncul dari telur dalam
cuaca hangat dalam waktu 8-20 jam . Belatung segera mulai makan dan berkembang
dalam materi yang telur diletakkan .
Larva melewati tiga instar dan belatung dewasa penuh , panjangnya 7 sampai 12
mm, berminyak , penampilan berwarna krem . Pupuk yang memiliki kelembaban
Tinggi merupakan tempat yang nyaman kelangsungan hidup larva lalat rumah . Suhu
optimal untuk perkembangan larva adalah 35-38 C , meskipun kelangsungan hidup
larva sangat besar di 17-32 C . Larva menyelesaikan pembangunan mereka dalam
empat sampai 13 hari pada suhu optimal , tetapi membutuhkan 14-30 hari pada suhu
12 sampai 17 C.
Substrat yang kaya nutrisi seperti pupuk kandang memberikan substrat
perkembangan yang sangat baik pada larva. Sangat sedikit pupuk yang dibutuhkan
untuk perkembangan larva , dan pasir atau tanah yang mengandung sejumlah kecil
kotoran terdegradasi memungkinkan untuk pengembangan di bawah tanah berhasil .
Ketika belatung dewasa penuh, itu bisa merangkak hingga 50 meter ke tempat yang
kering , tempat yang dingin dan mengubah ke tahap pupa.

3) Fase Pupa atau Kepompong
Jaringan tubuh larva berubah menjadi jaringan tubuh dewasa.
Stadiumini berlangsung 3 sampai 9 hari, setelah stadium ini selesai
maka melalui celah lingkaran bagian anterior akan keluar lalat
muda (Anonim, 2008).
Tahap pupa panjangnya sekitar 8 mm dalam
perkembangannya terbentuk dari kulit larva terakhir yang
bervariasi dalam warna dari kuning , merah, coklat , sampai hitam
sebagai usia pupa . Bentuk pupa sangat berbeda dari larva , yang
terus terang bulat pada kedua ujungnya . Pupa menyelesaikan
pembangunan kulit mereka dalam 2-6 hari pada 32-37 C , tetapi membutuhkan 17-
27 hari pada sekitar 14 C .Larva-larva akan mati pada suhu yang terlalu panas. Suhu
yang disukai 30-35 C, tetapi pada waktu akan menjadi pupa mereka mencari
tempat-tempat yang lebih dingin dan lebih kering.
Lalat muncul lolos dari kepompong melalui penggunaan bergantian
pembengkakan dan menyusut kantung , yang disebut ptilinum , di bagian depan
kepalanya yang menggunakan seperti palu pneumatik untuk memecahkan ujung pupa
tersebut.





Gambar di samping merupakan
perkembangan pupa dari pre-pupa sampai
pupa matang.


4) Lalat Dewasa
Proses pematangan menjadi lalat dewassa kurang lebih dari 15 jam dansetelah itu siap
mengadakan perkawinan. Umur lalat dewasa dapat mencapai 2 4 minggu.
Lalat dewasa keluar dari pupa, kalau perlu menembus keluar dari tanah,
kemudian jalan-jalan sampai sayap-sayapnya berkembang, mengering dan mengeras.
Ini terjadi dalam waktu 1 jam pada suhu panas sampai 15 jam untuk ia bisa terbang.
Lalat dewasa bisa kawin setiap saat setelah ia bisa terbang dan bertelur dalam waktu
4-20 hari setelah keluar dari pupa. Jangka waktu minimum untuk satu siklus hidup
lengkap 8 hari pada kondisi yang menguntungkan.
Panjang lalat Musca domestica 6 sampai 7
mm , dengan ukuran lalat betina biasanya lebih
besar dari laki-laki . betina dan jantan dapat
dibedakan dengan ruang yang relatif besar antara
mata ( pada laki-laki , mata hampir bersentuhan) .
Kepala lalat dewasa memiliki mata kemerahan dan
mulut menyeka . Thorax lalat memiliki empat garis-
garis hitam sempit dan ada tikungan tajam ke atas di sayap vena keempat longitudinal.
Perut abu-abu atau kekuningan dengan garis tengah gelap dan tanda gelap tidak
teratur di sisi. Bagian bawah jantan berwarna kekuningan .



Lalat Musca domestica betina



Lalat Musca domestica jantan

Lalat dewasa biasanya hidup 15 sampai 25 hari , tetapi dapat hidup hingga dua
bulan . Tanpa makanan , mereka bertahan hanya sekitar dua sampai tiga hari .
kemampuan hidup ditingkatkan dengan ketersediaan makanan yang cocok , terutama
gula . Akses ke kotoran hewan tidak memperpanjang kehidupan dewasa dan mereka
hidup lebih lama pada suhu dingin . Mereka membutuhkan makanan sebelum mereka
akan bersanggama , dan kopulasi selesai dalam sedikitnya dua menit atau selama 15
menit . Oviposisi dimulai empat sampai 20 hari setelah sanggama . Lalat Perempuan
membutuhkan akses ke makanan yang cocok ( protein ) untuk memungkinkan mereka
untuk menghasilkan telur , dan pupuk saja tidak memadai . Kapasitas reproduksi
Potensi lalat sangat besar , tapi untungnya tidak pernah terwujud .

Keterangan Gambar
A. Tarsus
B. Antena
C. Torax
D. Mata
E. Sayap

Antenanya terdiri atas 3 ruas, ruas terakhir paling besar, berbentuk silinder dan
memiliki bulu pada bagian atas dan bawah Bagian mulut atau probosis lalat seperti
paruh yang menjulur digunakan untuk menusuk dan menghisap makanan berupa
cairan atau sedikit lembek. Bagian ujung probosis terdiri atas sepasang labella
berbentuk oval yang dilengkapi dengan saluran halus disebut pseudotrakhea tempat
cairan makanan diserap. Sayapnya mempunyai empat garis (strep) yang melengkung
ke arah kosta/rangka sayap mendekati garis ketiga. Garis (strep) pada sayap
merupakan ciri pada lalat rumah dan merupakan pembeda dengan musca jenis
lainnya. Pada ketiga pasang kaki lalat ini ujungnya mempunyai sepasang kuku dan
sepasang. Bantalan disebut pulvilus yang berisi kelenjar rambut. Pulvilus tersebut
memungkinkan lalat menempel atau mengambil kotoran pada permukaan halus
kotoran ketika hinggap di sampah dan tempat kotor lainnya.
Siklus hidup dari telur hingga menjadi lalat dewasa 6-20 hari. Lalatdewasa
panjangnya lebih kurang inci, dan mempunyai 4 garis yang agakgelap hitam
dipunggungnya. Beberapa hari kemudian sudah siap
untuk berproduksi, pada kondisi normal lalat dewasa betina dapat bertelur sampai 5(li
ma) kali. Umur lalat pada umumnya sekitar 2-3 minggu, tetapi padakondisi yang lebih
sejuk biasa sampai 3 (tiga) bulan. Lalat tidak kuat terbangmenantang arah angin,
tetapi sebaliknya lalat akan terbang jauh mencapai 1kilometer.



DAFTAR PUSTAKA

Hussein Sanchez-Arroyo and John L. Capinera. 2008. House Fly
scientific name: Musca domestica Linnaeus .
http://entnemdept.ufl.edu/creatures/urban/flies/house_fly.HTM. Online. Diakses
tanggal 27 September 2014
Doctor, J. 2013. "Musca domestica" (Online).
http://animaldiversity.ummz.umich.edu/accounts/Musca_domestica/. Diaksess tanggal
27 September 2014
Mahkota, Putra. 2012. GAMBAR MORFOLOGI LALAT RUMAH (Musca domestica).
Online. http://pancarahmat.blogspot.com/2012/05/gambar-morfologi-lalat-rumah-
musca.html. Diakses tanggal 27 September 2014